Skip to content

MENJADI DIRIGEN HANDAL

March 11, 2013

Menjadi Dirigen Handal

Disusun oleh: Susan Grace Hadazah Sumilat, S.MG

Bidang Direksi

Bidang direksi adalah area dimana tangan kita bergerak. Bidang direksi adalah sebatas bahu, dan pinggang sedang area kanan dan kiri adalah sebatas rentangan tangan kita.

Paduan suara sangat sensitive terhadap aba-aba tangan kita, jadi setiap gerakan tangan kita pun harus diperguanakan secara efektif

Jarak dan Ruang Dirigen VS Paduan Suara

 

Arah pandang manusia adalah berbentuk  huruf V, inilah yang dinamakan Vision direction, seorang dirigen sebaiknya berdiri tepat pada titik temu V yang menghubungkan dirinya dengan posisi terkanan dan terkiri dari angota paduan suara, sehingga sudah pasti dia berada pada posisi tengah. Jarak yang terlalu dekat akan menghilangkan kontak mata dengan  posisi terluar, sedang jarak yang terlalu jauh akan menghilangkan kedekatan dengan titik as.

Posisi berdiri seorang dirigen haruslah dapat dilihat oleh seluruh anggota PS, itulah sebabnya beberapa Dirigen yang posturnya pendek membutuhkan podium, akan tetapi podium tidaklah selalu diperlukan apabila posisi PS sudah dalam trap yang memadai. Jangan biarkan anggota PS terlalu menengadahkan leher atau menekuknya berlebihan hanya untuk melihat posisi dirigen

Posisi Siap

Posisi siap dari seorang dirigen mengajak seluruh anggota paduan suara dan pengiring/ pianis juga siap. Itu tandanya dirigen meminta perhatian, dan lagu akan segera dimulai

 

  • Posisi kaki : salah satu kaki maju sedikit untuk menjaga keseimbangan
  • Badan dan kepala tidaklah ikut bergerak, sehingga tidak berkesan seperti penari
  • Posisi Jari-jari tangan:

Ibu jari agak jauh jaraknya dibandingkan dengan jari lainnya.

Jari-jari yang empat dalam posisi bersatu agar memudahkan anggota paduan suara memandang dalam satu garis. Jika jempol dan kelingking terpisah dari 3 jari lainnya, akan membingungkan paduan suara karna ada dua titik, yaitu titik         jempol dan titik kelingking

  • Posisi tangan lurus tetapi tidak tegang, telapak tangan seolah-olah memegang sebuah bola besar, bukan bola kecil.

Posisi tangan dijauhkan kiri dan kanan, kemudian diangkat sebatas pergelangan/    siku-siku, jarak lengan dari perut sedikit jauh (dibuka) dan posisi telapak tangan             sedikit masuk. Posisi ibu jari jangan ke bawah atau ke atas melainkan sejajar dengan jari yang lain

  • Gerakkan telapak tangan secara aktif (Bawah dan ke atas, jangan ada getaran) sebagai gerakan dasar

Moment Konsentrasi

Tunggu sampai seluruh anggota paduan suara dan pianis siap, baru pasang aba-aba siap yang artinya juga “memohon perhatian”. Setelah posisi aba-aba siap, seorang dirigen harus mencari moment yang paling pas untuk lagu dimulai, yaitu dengan gerakan mata menyatukan konsentrasi semua penyanyi dan pengiring

Jangan pernah memulai lagu jika penyanyi atau pengiring belum siap.

Pukulan satu / pukulan berat :

Angkat tangan seluruhnya dengan memperhatikan siku tangan seolah juga ikut diayunkan , seperti memenggal daging yang terbuat dari karet, tangan memantul ke atas, tidak terhenti di bawah, juga tidak lama berhenti di atas, sebaliknya secara lambat bergerak kembali ke bawah.

Latihan pantulan dengan bertepuk tangan dengan tangan kiri menjadi dasar, dan berganti-gantian. Bayangkan sebuah meja di depan sebagai dasar setiap pantulan

Latih pukulan satu dengan  hanya menggunakan ke lima ujung jari, ujung jari yang memimpin

Latih pukulan satu dengan menggunakan juga pergelangan tangan

Latih pukulan satu dengan menggunakan juga lengan bawab

Latih pukulan satu dengan menggunakan seluruh tangan

Pola dasar

Pola dasar adalah gerakan aba-aba yang dapat menggambarkan tanda birama lagu misalnya 3 / 4 , 4/4, 6/8 dll. Untuk itu harus dapat membedakan dahulu macam-macam sukat.

  1. Sukat sederhana/ sukat biasa/
  •  sukat binner, pembilangnya selalu 2

Misalnya : 2/2, 2/4, 2/8, 2/16, dll

  • Sukat terner , pembilangnya selalu angka 3

Misalnya: 3 / 4 , 3/8, 3 / 16, dll

  1. Sukat susun (pembilangnya merupakan kelipatan dari binner atau terner, misalnya:
    • 4/4, 4/8 , 4/16, 6/4, 6/8, 9/4 , 9/8
  2. Sukat campuran (pembilangnya bukan termasuk kelipatan terner atau binner, melainkan pertambahan dari keduanya, atau bahkan pertambahan dari bineer, terner atau susun)
    • 5/1, 5/4 , 5/8, 7/2, 7/16

Berlatih : Aba-aba pola dasar 3 / 4 atau 4/4 dlsb menggunakan gerakan telapak tangan ditambah lengan bawah sebatas siku-siku

Pukulan Pendahuluan/ attack

Pukulan pendahuluan berfungsi untuk memberi informasi:

  • Anggota paduan suara mengambil nafas : aba-aba tangan mengangkat dan mengembang sehingga dapat menggambarkan udara masuk sedalam-dalamnya ke dalam rongga perut dengan membayangkan tulang lengan kita adala tulang pernapasan, Lalu ingatkan peserta paduan suara untuk tetap mentrapkan otot perut aktif
  • Volume suara awal lagu, apakah keras ataukah lembut: forte/keras, aba-aba peendahuluan sebaiknya posisi tangan di bawah level siku2, sedangkan untuk piano / lembut, aba-aba pendahuluan sebaiknya posisi tangan sebatas siku tangan.
  • Tempo, aba-aba pendahuluan sudah mengandung tempo kecepatan awal lagu. Dan gerakan sekecil apa pun dapat dibaca oleh anggota koor
  • Gaya musik, hentakan tangan menunjukkan gaya yang diminta tajam, tetapi gerakan yang sangat lambat menunjukkan gaya bersambung atau legato yang diminta.
  • Pergantian nada dasar, pergantian tanda birama, pergantian tanda tempo, pergantian gaya musik, pergantian suasana, dll

Pukulan pendahuluan selalu satu ketuk sebelum lagu dinyanyikan , atau jika nada pertama bukan merupakan nada utuh, maka pukulan pendahuluan bisa pada setengah ketuk sebelum lagu dinyanyiknan

Latih pukulan pendahuluan dalam birama 4/4 dimana lagu bisa dimulai pada ketukan pertama, kedua, ketiga bahkan ke empat, dengan irama 3 / 4 dlsb

Pukulan Penutup

 

Pukulan penutup dapat dipakai untuk :

  • Mengakhiri suatu frase musik yang ditutup dengan 0 0 atau tanda istirahat
  • Mengakhiri sebuah lagu

Pukulan penutup dpat dilatih dengan cara sederhana yang disebut ‘ ekor babi ‘, bisa juga dengan arah berlawanan,

Khusus untuk akhiran syair dengan ssss misalnya Yesus, harus menggunakan pukulan penutup yang jelas

Pukulan penutup untuk akhiran  mmmm, nnnn, dan ngggg, dapat menggunakan dua pukulan  penutup , pertama pukulan untuk menghasilkan konsonan hidup, kedua untuk mengakhiri lagu

Pukulan penutup juga disesuaikan dengan  gaya akhir lagu, legato atau tajam, sesuaikan dengan gerak tangan

Holding Note

 

Holding note adalah nada yang ditahan. Pukulan aba-aba yang menonjolkan holding note, akan keluar dari aba-aba dasar dan akan mengikuti alur nada tersebut. Seorang conductor yang baik harus dapat memimpin secara pola dasar atau holding note secara berganti-gantidan sesuai dengan tuntutan partitur.

Pemisahan Anatomi Tangan

Dalam beating teknik kita memiliki 3 alat atau 3 unsur seperti:

  1. telapak tangan dengan jari-jarinya
  2. tangan bawah
  3. tangan atas

Kita bisa menggunakannya satu persatu  secara terpisah namun bisa juga menghubungkan atau menggunakan mereka secara bersama

Gaya Musik

  • Legato

Posisi tangan bergerak tanpa kekuatan / pasif saja. Bergerak dari siku-siku sampai jari, sedangkan tangan atas tetap pada posisi awal

  • Staccato

Posisi tangan banyak menggunakan pergelangan sampai jari-jari, sedang tangan atas dan tangan bawah tetap pada posisi awal

  • Marcato

Posisi tangan campuran antara gerakan tangan bawah, dari siku ke pergelangan dan gerakan pergelangan sampai jari-jari

Pembagian tugas tangan kanan dan kiri:

Tangan kanan memegang peranan mengatur tempo. Sedangkan tangan kiri mengatur dinamika

Pada saat tangan kanan mengatur tempo, tangan kanan jangan bergerak dinamika, tetap stabil pada tempo

Sebaliknya pada saat tangan kiri mengatur dinamika, sama sekali tidak boleh mengandung tempo.

Latihan tangan kiri :

  • gerak atas untuk keras atau mengeras, gerak bawah untuk lembut atau melembut
  • gerak kanan kiri
  • gerak depan belakang
  • gerak miring

Boleh juga apabila diperlukan, tangan kanan dan kiri bergerak berlawanan untuk menegaskan unsur volume suara yang mengalami perubahan, misalnya crescendo, decrescendo, dlsb. Dengan demikian untuk sementara fungsi tempo diabaikan

Selain itu tangan kanan dan kiri juga dapat dipergunakan untuk memberi abab-aba entrance , yaitu jika partitur menghendaki beberapa jenis suara menyanyi tidak pada saat yang bersamaan. Atau juga setiap suara mengakhiri sebuah frase juga pada saat yang tidak bersamaan

Latihan:

  • tangan kanan tetap pada pola, tangan kiri masuk di ketukan satu, dua, tiga atau empat
  • tangan kiri tetap pada pola, sementara tangan kanan memberi aba-aba entrance pada anggota paduan suara terdekat dengan tangan kanan. Jadi dalam hal ini untuk alasan komunikasi, maka diperbolehkan berganti peran, kiri memegang tempo sementara yang kanan memberi aba-aba entrance, apabila si penyanyi lebih dekat posisi dengan tangan kanan.
  • Tangan kanan  pada pola untuk memberi aba-aba sopran , tangan kiri holding note untuk nada panjang dan ditutup dengan pukulan penutup (untuk tenor) , dll Buat latihan dengan cara sebaliknya.

Terkadang dalam lagu-lagu tertentu yang cara menyanyikannya di ayun , untuk memberi ketegasan pengayunan tersebut, dibenarkan apabila sekali-sekali tangan kanan dan kiri bergerak searah, dan tidak berlawanan

Terkadang kita menggunakan jari telunjuk yang menonjol untuk mengingatkan penyanyi untuk berhati –hati dengan frase yang sulit, atau nada-nada yang miring/ sulit dinyanyikan

Intro

Aba-aba untuk intro yang dimainkan oleh pianis tidak perlu menggunakan dua tangan penuh, melainkan cukup dengan menggunakan satu tangan yang berdekatan dengan sisi pengiring/ pianis. Dengan gerakan yang kecil saja cukup karna hanya memberi informasi kecepatan lagu / tempo

 

Aba-aba untuk intro cukup dengan :

  • pukulan pendahuluan,
  • dan pola yang amat kecil bidang direksinya,
  • arah pandang ke pianis/pengiring
  • salah satu tangan tetap memohon perhatian para penyanyi
  • kira-kira satu birama sebelum penyanyi, alihkan arah pandangan ke PS
  • satu ketuk sebelum lagu dinyanyikan beri attack untuk PS

Interlude

Interlude adalah musik di tengah lagu untuk memberi jeda pada penyanyi, atau menimbulkan nuansa berbeda pada lagu

  • Beri pukulan penutup pada PS
  • Alihkan pandangan pada pengiring
  • Ganti dengan bidang direksi kecil
  • Mulai lagu kembali dengan cara yang sama seperti saat intro

Coda

Kenali beberapa macam jenis Coda/ekor lagu. Ada yang memuncak/megah, ada juga yang menghilang/calando, ada juga yang stabil, ada juga yang diakhiri dengan nada miring/kromatis. Masing-masing karakter lagu mengandung style/gaya tersendiri. Kenali dan Coba.

Fermata

Pada dasarnya fermata adalah menggunakan aba-aba holding not yang kemudian diakhiri dengan pukulan penutup.

Ada dua macam fermata :

  1. fermata  yang ditutup dengan  tanda diam untuk kemudian diawali lagi dengan pukulan pendahuluan untuk memulai passage berikutnya
  2. fermata yang ditutup dengan pukulan penutup namun langsung disambung dengan passage berikutnya. Untuk tanda fermata jenis ini, pukulan penutup mengakhiri fermata adalah sekaligus pukulan pendahuluan ke passage beriktunya.
  3. fermata diakhir lagu, langsung saja diakhiri dengan pukulan penutup .

Ritardando / Ralentando

Ritardando yang dapat di mengerti dengan jelas oleh anggota paduan suara adalah dengan cara menahan tangan di atas selama yang kita mau, bergerak ke bawah untuk masuk ke ketukan berikutnya, segera berayun ke atas, dan menahan lagi untuk waktu yang lebih lama lagi dari sebelumnya, demikian seterusnya. Gunakan tempo yang tegas saat frase rit diikuti dengan a tempo.

Mimik Muka

 

Mata : mata dapat diredupkan untuk maksud lembut, melotot untuk maksud keras dan dari redup ke melotot untuk maksud membesar atau crescendol dan sebaliknya untuk maksud decrescendo. Mata yang hidup untuk menghidupkan syair  dan makna sebuah lagu. Mata sangat memberi pengaruh ekspresi.

Bibir : Bibir seorang dirigen ikut melafalkan syair lagu, namum tidak bersuara. Seorang dirigen harus berlebih-lebihan dalam huruf-huruf tertentu yang membutuhkan perhatian, misalnya sssssssss yang serempak, mm, nnnnnnn, ngggg, nyyyyyyyyy yang harus dihidupkan, rrrrrrrrrr yang digetarkan, dan tidak kalah penting mempersiapkan kata pertama saat attack / pukulan pendahuluan, dan mempersiapkan suku kata terakhir untuk nada terakhir yang juga harus digarap dengan hati-hati.

Alis: alis dapat memberi kesan ringan (angkat), tegas/marah/emosional (kernyitkan alis)

Kata yang berakhiran dengan huruf hidup atau vocal haruslah tidak terburu-buru ditutup, agar suara dibiarkan menggema, menutup bibir/rahang secara serempak sesudah dibiarkan membuka seketika lamanya sangat rapid an baik

Mensiasati Bagian-bagian Sulit

 

Bagian-bagian tersulit haruslah menjadi perhatian dirigen. Kategori sulit dapatlah meliputi:

Melody yang sulit

  1. ambil satu frase potongan melody keluar dari lagu, latih bagian tersebut secara terpisah. Hindari selalu mengulang dari awal lagu, hal itu tidak efektif dan membuang banyak waktu
  2. Buat irama yang berlain-lainan, buatlah melody sulit itu sesuatu yang fun/menyenangkan
  3. pilih 2 nada yang sulit, latih bidik 2 nada tersebut secara bolak-balik, rangkai dengan nada-nada lainnya. Demikian seterusnya, rangkai menjadi satu. Taruh jarak bidikan nada di image/mental/pembayangan penyanyi, caranya: nyanyikan nada asal, minta PS membidik nada tujuan, lakukan bolak- balik
  4. Nyanyikan dalam frase lagi, tetapi kali ini buat nada bidikan sulit pada posisi fermata, sampai nada bidikan serasa ‘hafal’
  5. Nyanyikan kembali seperti tertera dalam partitur

Irama yang sulit

  1. Perlambat ketukan di bagian frase itu saja (jangan membiasakan melambatkan seluruh lagu, perekaman tempo sama kuatnya dengan perekaman melody di otak kita, oleh karena itu seorang dirigen harus membiasakan menyanyikan lagu sejak awal sudah dengan tempo asli)
  2. Pisahkan irama dengan melody, nyanyikan hanya dengan irama (seperti musik rab)
  3. Rab-kan syair-nya
  4. Kembali dengan melody
  5. Minta mereka bertepuk tangan, paha/ bahu teman, dll jika diperlukan. Minta tirukan sincope/irama yang sulit lainnya

Entrance  yang sulit

  1. Minta sebuah suara (mis Sopran) ikut menyanyikan peralihan entrance. Setelah itu minta mereka menyanyikan bagian sendiri setelah bagian sebelumnya kita ambil alih. Minta mereka menyanyi dalam hati saat bagian lainnya kita nyanyikan
  2. Buat bagian-per bagian, kerjakan hal yang sama jika terdapat multi entrance pada lagu-lagu berjenis polyphony

Harmony/akord yang sulit

  1. Minta menyanyikan akord asing sambil mendengar akord iringan
  2. minta menyanyi dengan mengurai akord menjadi menyanyi bergantian. Bass dulu ambil nada panjang, tenor menyusul, alto menyusul, terakhir sopran., rasakan accord yang dibunyikan
  3. Ulangi dengan system menunjuk secara tidak teratur, dengarkan hasilnya

Syair yang sulit dihafal/ terlalu cepat untuk dilafalkan

  1. Pisahkan dari nada, lafalkan sesuai irama, perlambat tempo, buat kejelasan tiap kata
  2. Untuk menghafal lagu, ajak anggota ps merumuskan kerangka syair, urai satu persatu, kemudian rangkai menjadi satu dan buat gerakan-gerakan pengingat, dramatisir isi lagu, kenali gaya bahasa lagu ;
  • Langsung atau tidak langsung
  • Kata ganti orang ke berapa berbicara pada orang ke berapa
  • Gaya bercerita, atau bergumam, atau perintah atau tekad, atau…

Latihan Pemanasan

  1. Pelemasan tubuh
  2. Pelemasan rahang
  3. pelemasan lidah
  4. pelemasan bibir
  5. Area nada tinggi dan rendah
  6. resonansi
  7. Nada panjang, gaya, irama, dll sesuaikan dengan spesifik lagu hari itu
  8. Fun dengan pemanasan, buat melody berbalasan, perkatakan Firman, pakai lagu umum, dll

Pengulangan Lagu

  1. Pahami arti istilah
  •  Capo                     = kepala
  •  Segno                   = tanda $
  •  al                           = menuju
  •  Coda                    = ekor
  • Fine                        = selesai
  1. Kenali Kode tiap istilah tersebut

Istilah –istilah yang Sering Digunakan Dalam Partitur

(lihat lampiran)

 

Bentuk dan analisa

Lagu terdiri dari bentuk-bentuk

Taiap bentuk terdiri dari bagian-bagian

Tiap bagian terdiri dari kalimat-kalimat

Kalimat terdiri dari frase-frase

Tiap frase terdiri dari kata penting, kata beremosi, kata ber-rasa

Tiap kata terdiri dari suku kata stressing/bertekanan dan suku kata tidak bertekanan

Analisa lagu akan membawa kita pada:

Alur naik dan turun perjalanan lagu, puncak lagu, klimaks dan atiklimaks lagu

Sharingkan hasil analisa pada angora Koor/ pengiring

 

Merencanakan latihan efektif

8 pilar penting:

  • Pengenalan lewat pendengaran
    • Nyanyikan lagu melodi utama untuk didengarkan
    • Nyanyikan bagian- perbagian untuk didengarkan

 

  • Pengenalan lewat menyanyikan notasi
  • Penguasaan bagian-bagian mudah
    • Pilih bagian termudah untuk memperoleh simpati kemudahan penyanyi
    • Nyanyikan bagian yang sama dengan melompat-lompat
  • Penguasaan bagian-bagian sulit
    • Pilih bagian sulit, ulangi berkali-kali, kuasai, nikmati dan deklarasikan bagian itu tidak sulit, tapi unik
  • Penguasaan global
    • Targetkan bagian-perbagian, rangkai dalam pertemuan berikut. Miliki target penguasaan lagu perbagian
  • Penguasaan syair
    • Latih anggota menyanyi sight singing atau A Prima Fiesta
    • jangan terlalu banyak membuang waktu di notasi
  • Pemolesan
    • Segera masukkan dinamika suara ataupun dinamika tempo saat memulai penguasaan lagu, kalau tidak terlambat. Dinamika suara atau lagu sama melekatnya dengan melody di otak kita
    • Pada tahap pemolesan ini, bagian-bagian perubahan dinamik lebih dipertajam
  • Finishing bagian-bagian yang membutuhkan ketelitian

Latihan dengan lebih dari satu lagu, dengan start yang berbeda, miliki target tampil bulanan

Miliki tata tertib paduan suara yang disepakati dan ditandatangani bersama

 

Performance

  1. Yang terpenting dalam performance adalah kesiapan hati penyanyi
  2. Penguasaan Lagu
  3. Penggarapan Ekspresi penyanyi
  4. Baris berbaris/ tempat duduk, seragam, dll
  5. Hormat /jika dirasa perlu
  6. Hal-hal kecil, buka map, sentral as posisi berdiri, dll

Bloking

Bloking adalah penataan penyanyi-penyanyi dalam pengelompokan suara. Bloking sangat berpengaruh terhadap suara yang dihasilkan.

(lihat lampiran)

Organisasi Paduan Suara

  1. Ketua
  2. Sekretaris
  3. Bendahara
  4. Konsumsi
  5. Presensi
  6. Pelatihan
  7. Partitur/map
  8. Kostume
  9. Doa dan renungan
  10. Humas
  11. dll

—————————————-dalam rangka Program Taburan Gracia Voice, Juli 2005

====================================sgala puji dan hormat hanya bagi Dia

About these ads
4 Comments
  1. trimakasih buat artikelnya. sangat membantu.
    Jesus Bless

  2. anggiatmartuatambunan permalink

    Trimakasih atas artikelnya, Semoga menjadi berkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: