Skip to content

RENUNGAN DARI LAGU PADUAN SUARA

March 11, 2013

SAYA MEMBUAT RENUNGAN LAGU PADUAN SUARA INI DENGAN TUJUAN:

  • Dapat dibagikan pada anggota paduan suara seminggu atau dua minggu sebelum tampil
  • sehingga mereka dapat merenungkan lebih mendalam inti dari lagu tersebut dan pesan apa yang ingin disampaikan lewat lagu itu pada jemaat Tuhan
  • Menolong penghayatan lagu, baik oleh pianis, dirigen, dan seluruh anggota paduan suara
  • Anda dapat membuat hal ini untuk bahan saat teduh pada Lomba Paduan Suara, di mana di luar kota, pada saat teduh pagi, materi yang dipakai adalah bahan saat teduh dari lagu tersebut.

Pelayanan Perjamuan Kudus 1 Nopember 2009

We Will Give Thanks

Bersyukurlah

Bersyukurlah kepada Tuhan, karna berkat-Nya yang berlimpah

Bersyukurlah kepada Tuhan, Pujilah Nama-Nya

Bersyukurlah atas karunia-Nya yang di bumi dan di dalam sorga

Atas sungai yang terus mengalir, semua karna kasih-Nya

Bernyanyilah kepada Tuhan, karna Dia Raja yang berkuasa

Bernyanyilah kepada Tuhan, angkat suara puji !

Datanglah pada-Nya dan bawalah pujian

Bagi Dia Sang Putra yang bertahta di sorga

Bagi Dia yang kekal, semua menyembah-Nya

Dahulu,  sekarang dan sampai selamanya

Bernyanyilah kepada Tuhan, karna Dia Raja yang berkuasa

Bernyanyilah kepada Tuhan, angkat suara puji !

Bersyukurlah, bersyukurlah !

Angkatlah suara puji ! Bersyukurlah !

=======================================================================================

Baca Mazmur 96: 1-13

Betapa seringnya kita isi hari-hari kita dengan keluhan, gerutuan, dan kekuatiran, mari baca ayat 1-3. Pemazmur mengajak kita menyanyi, memuji nama Tuhan, bahkan bersaksi tentang keajaiban mujijat-mujijat-Nya

Mengapa kita perlu memuji Dia ? Pemazmur mengemukakan alasannya yaitu di ayat 4, kita perlu memuji Tuhan dan bersyukur pada- Nya sebab Dia itu maha besar, dahsyat, dan ayat 10, karna Dia itu Raja! Sebagai Raja (ayat 6) Dia memiliki segala keagungan , semarak, kekuatan dan kehormatan. Sebagai Raja yang dahsyat, Dia layak menerima pujian dan ucapan syukur kita!!

Perhatikan ayat 8, disana tertulis seperti ini:  Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!

Apakah Tuhan itu kekurangan kemuliaan sehingga harus kita beri? Apakah Tuhan itu sangat membutuhkan persembahan syukur kita? (jaman dulu / perjanjian lama, persembahan berupa kambing domba, tetapi untuk kita saat ini persembahan kita berupa korban syukur dan pujian)

Seandainya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir di GUP Madiun saat ini juga, tentunya semua hadirin menyambut dan memberi penghormatan dengan berdiri. Seandainya hadirin tidak berdiri, kemuliaan beliau sebagai presiden tidak akan berkurang sedikitpun, seluruh Indonesia tetap mengakui kepresidenan-nya. Lalu mengapa kita harus memberi penghormatan dengan berdiri? Toh beliau tidak marah kalau kita tetap duduk saja? Kita tidak akan dipenjara jika kita tidak berdiri menyambut beliau….Tetapi sebagai warga Negara yang menghormati pemimpinnya, presidennya, akhirnya kita dengan penuh hormat berdiri menyambut beliau….

Itulah arti ayat 8. Ketika kita memberi kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, itu tidak berarti Tuhan kurang mulia kalau tidak kita beri kemuliaan, tetapi saat kita memberi kemuliaan kepada nama Tuhan, saat itulah kita mengakui bahwa dalam hidup kita,  kita menyanjung dan menghormati Dia dan sangat meninggikan Dia.

Tuhan tidak menuntut kita mebawa kambing doamba sembelihan sebagai persembahan kita, tetapi Tuhan senang jika kita membawa persembahan berupa korban syukur. Mengapa dinamakan ‘korban’ syukur? Karna yang namanya korban itu harus sakit, domba ketika disembelih pasti kesakitan dan meneteskan darah. Pada saat kita sedang tidak banyak uang kita tetap bersyukur, tidak mengomel dan menggerutu, itulah yang dinamakan korban syukur. Kalau pas kita banyak uang, kita bersyukur itu gampang.

Pada saat kita sedang mengalami masalah, kita bersyukur….tidak malah panik, menyalahkan Tuhan, menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, kuatir dan lain-lain, itulah yang dinamakan korban syukur. Kalau semuanya lancar….kita mengucap syukur….itu gampang, semua orang bisa, dan itu namanya bukan korban.

Kesimpulan:

  • Mengapa kita harus memuji Tuhan dan bersyukur pada Tuhan? Karna Dia adalah Raja yang dahsyat dalam hidup kita, Dia layak dipuji dan disembah
  • Mengapa kita perlu memberi kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya? Itu bukan karna Tuhan ‘gila pujian’ dan ‘gila hormat’, Dia tetap Tuhan yang dahsyat tanpa kita memuji Dia sekalipun, tetapi itu semua kita lakukan karna kita ingin mengekspresikan rasa hormat dan kekaguman kita kepada-Nya
  • Tuhan ingin kita membawa persembahan berupa korban syukur, dalam keadaan apapun juga selalu mengucap syukur….amin. Ayo kita menyanyikan lagu ini dengan penuh ucapan syukur.

Renungkan/ perkatakan  ayat ini:

I Tesalonika  5:18

Mengucap syukurlah dalam segala hal,

sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Pelayanan Pujian Istimewa Paduan Suara Glorify

Ibadah Raya II, 29 Nopember 2009, Ibadah Raya III 6 Desember, Ibadah Raya I, 13 Desember 2009

Give Thanks

Dengan hati bersyukur pada Allah yang kudus,

Syukur, sbab Dia tlah brikan anak-Nya Yesus

Dengan hati bersyukur pada Allah yang kudus,

Syukur , sbab Dia tlah brikan anak-Nya Yesus

Kini, yang lemah dikuatkan, yang miskin diperkaya

Karna perbuatan-Nya pada kita;

Kini yang lemah dikuatkan, yang miskin diperkaya

Semua karya Tuhan bagi kita,

Dengan seg’nap hati bersyukur pada Tuhan

Tandai setiap ayat mas yang ada di kotak, pada Alkitab Anda!! Dan renungkanlah !!

Roma 8: 32

Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

  1. Bapa memberikan Yesus untuk keselamatan kita

Bayangkanlah hati Bapa surgawi kita yang begitu mengasihi kita, sehingga Dia memberikan Anak-Nya Yesus, menjadi korban demi keselamatan kita. Tgl 27 kemarin, umat Ismail mempersembahkan korban kambing domba dll., demi ‘keselamatan’ mereka. Tetapi puji Tuhan Haleluya….Tuhan Yesus –lah yang sudah menjadi Anak Domba Allah yang telah disembelih bagi kita.

Untuk hal yang sedemikian besar itulah, kita ingin menaikkan syukur kita dengan segenap hati kita, betapa dasyatnya bapa menyerahkan anak-Nya Yesus bagi keselamatan kita, dan bukan hanya itu saja,

  1. Yang lemah dikuatkan oleh Tuhan

Mengapa kita perlu bersyukur dengan hadirnya Yesus dalam hidup kita? Karna kita yang lemah dikuatkan

Ibrani  11:11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

Bayangkanlah Mbah Abraham dan Mbah Sara yang sudah nunak  nunuk jalannya, rahimnya pun sudah kering, kulitnya pun sudah keriput, mendapat kekuatan dari Tuhan untuk menurunkan keturunan.

Mungkin ‘rahim’ kita saat ini sudah mati, ‘rahim’ bisa berbicara tentang apa saja , kelemahan kita di usaha, di pekerjaan, di keluarga, di mana saja……adakah kita menganggap Tuhan itu setia terhadap janji-Nya dan sanggup mengubah rahim kita menjadi hidup/ subur  kembali ? Dia akan memberi kekuatan pada kita untuk menghidupkan kembali usaha, pekerjaan  dan mungkin keluarga kita yang telah mati.

Mari yang lemah berkata “ Ku kuat”…..karna kekuatan itu bukan dari diri kita sendiri, kita sunguh lemah dan tak berdaya…tapi syukur pada Tuhan, kekuatan itu datangnya dari Tuhan. Amin!!

  1. Yang miskin diperkaya oleh Tuhan

Mengapa kita perlu bersyukur ? karna Tuhan ingin kita hidup dalam kelimpahan

Yohanes  10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

II Korintus  8: 9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

Bayangkanlah  Tuhan Yesus dengan segala kekayaan-Nya di surga mau datang ke dunia yang fana dan hina ini, lahir saja di kandang, mengapa itu semua Ia lakukan? KarnaIa ingin kita jadi kaya. Ingat !! kekayaan bukanlah hal yang kita kejar dalam hidup ini, itu semua Cuma ‘bonus’ kalau kita mencari dahulu kerajaan Allah serta kebenaran-Nya dalam hidup kita, biarkan Dia jadi Raja kita, biarkan apapun yang jadi keinginan-Nya itu kita lakukan, karna Kehendak Raja kita yang ingin kita lakukan untuk menyenangkan hati Raja kita. Maka semuanya itu…..akan ditambahkan, hidup kita tidak akan kekurangan.

Mari yang miskin berkata “Ku kaya”…karna Tuhanlah yang meberikan pada kita kekuatan untuk memperoleh kekayaan.

Ulangan  8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Kesimpulan:

Mari kita nyanyikan lagu ini penuh dengan ucapan syukur, karna Bapa memberikan Yesus untuk keselamatan kita, sehingga kita yang lemah bisa berkata “Aku kuat” dan kita yang miskin bisa berkata “Aku kaya”, give thanks….with a grateful heart …give thanks…..

Pelayanan Pujian Istimewa Paduan Suara Nafiri

Tgl 6 Desember Ibadah Raya II, Tgl 13 Desember Ibadah Raya III

The Poter’s Hand

(Tangan Sang Penjunan)

Sungguh  indah Juru slamatku

Dan kuyakin Sluruh hidupku di tangan-Mu, terjalin dalam rencana-Mu

Dengan lembut Kau memanggilku dan memimpinku

Roh-Mu yang kudus mengajarku hidup benar di mata-Mu

Panggilan-Mu menangkap aku dan tangan-Mu melukis aku sperti diri-Mu,

ini doaku

“bentuk, pakai, isi daku, ku bri hidupku pada Penjunan

Pimpin aku, jalan bersamaku,

Ku bri hidupku pada-Mu Tuhan, Sang Penjunan

Dengan lembut kau memanggilku dan memimpinku,

Roh-Mu yang kudus mengajarku untuk hidup benar dimata-Mu

Panggilan-Mu menangkap aku dan tangan-Mu melukis aku s’perti diri-Mu

Ini doaku Tuhan !

“bentuk, pakai, isi daku, ku bri hidupku pada Penjunan

Pimpin aku, jalan bersamaku,

Ku bri hidupku pada-Mu Tuhan, Sang Penjunan

Baca terlebih dahulu Mazmur 51, seluruh pasal

Dengan ayat mas

Mazmur 51:14 Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Untuk hidup kita bisa ada di tangan Tuhan, masuk dalam rencana Tuhan, mendengar panggilan Tuhan yang lembut, mengikuti pimpinan Tuhan, mengikuti ajaran Roh Kudus dan hidup benar di mata Tuhan, membutuhkan yang namanya KERELAAN HATI.

Kerelaan hati untuk apa? Rela untuk dibentuk, rela untuk diajar, rela untuk diluruskan, rela untuk dikerat bagian-bagian yang tidak berguna, rela untuk ditegur, rela untuk didisiplin, rela untuk dipimpin, rela untuk ditangkap oleh Tuhan, bukannya lari dari panggilan-Nya

Bagaikan tanah liat di tangan sang Penjunan, demikianlah hidup kita, tanah liat itu lentur, mudah dibentuk, dibanting, diplintir, dipepet-pepet, ditekan-tekan, dibentuk-bentuk, tidak bisa protes pada si pembentuk, maukah kita jadi tanah liat di tangan Penjunan kita yaitu Tuhan sendiri?

Yesaya  49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Setiap kita dilukis Tuhan di telapak tangan-Nya, mengapa? Karna Dia ingin melukis kita semakin hari semakin serupa dengan Dia sendiri. Dia ingin kita kembali jadi ciptaan baru, yang mana dicipta serupa dengan gambar-Nya. KetikaIa melukis kita bukan di atas kanvas yang bisa diletakkan di mana saja, tetapi Ia melukis kita di telapak tangan-Nya, dan dibawa kemana saja Ia pergi. Dia mendesign / merancangkan kehidupan kita, membentuk kita seperti yang Ia mau, tetapi Tuhan tidak mau memaksa kita, kitalah yang harus punya KERELAAN HATI UNTUK DIBENTUK. Lukisan tidak pernah bisa protes pada sang pelukis, “aku tidak mau dilukis jadi pohon yang tinggi, aku mau jadi pohon kecil saja….!!” Pelukis hanya tersenyum saja, ketika lukisan itu sudah jadi….betapa indahnya lukisan itu..!

Dalam bacaan kita tadi Maz 51, diceritakan bagaimana Daud ditegur oleh Tuhan melewati perantaraan Nabi Natan, setelah ia berjinah dengan Betsyeba. Itulah bedanya Daud dengan Saul. Saat saul di tegur oleh Nabi Samuel, ia malah ngeyel, membela diri, dan mempertahankan gengsi, tetapi tidak demikian dengan Daud, Daud yang memiliki hati yang rela dibentuk, langsung memohon ampun pada Tuhan. Bahkan Daud meminta Tuhan kembali memperlengkapi hidupnya dengan hati/ roh  yang rela  (ayat 14), rela untuk dibentuk, ditegur, diajar, didisiplin, diluruskan. Makanya Daud tidak protes pada Tuhan saat ia berpuasa berhari-hari tetapi anak hasil perselingkuhannya dengan Betsyeba akhirnya mati juga. ( II Sam 12) Ia minta haTi yang rela dibentuk oleh Tuhan. Saat Tuhan menjatuhkan disiplin, Daud tidak protes, ia mau punya hati yang rela.

Bahkan tanpa gengsi, lagu pertobatan dan permohonan ampun Daud pada Tuhan ini dinyanyikan oleh Pemimpin Biduan dan di ajarkan pada anggota paduan suara untuk dinyanyikan menjadi konsumsi public. (Maz 51:1) Sebagai seorang Raja yang hebat, Daud tidak malu mengakui bahwa ia pernah jatuh dalam dosa dan ia memohon pengampunan Tuhan.

Maukah kita punya hati yang relah dibentuk oleh Sang Penjunan dan berkata “ baiklah Tuhan, bentuklah aku….isi aku..kubrikan hidupku pada tangan-Mu”

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: