Skip to content

SYARAT SEORANG GURU KELAS MUSIK ANAK-ANAK

March 11, 2013

SYARAT SEORANG GURU KELAS MUSIK ANAK

Punya Visi Ilahi

Dalam Amsal 29:18 tertulis sbb: Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat, Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.  Dalam Alkitab King James Version tertulis: “Where there is no vision, the people perish”. Melalui ayat ini kita harus meneliti lagi, apakah kita adalah seorang guru musik anak yang punya Visi Ilahi, ataukah kita hanya sekedar menyalurkan hobby, mengisi waktu kosong, kebanggaan pribadi, dan banyak motivasi lainnya.

Di dalam hidup saya, saya tahu bahwa semua talenta yang Tuhan taruh dalam hidup saya bukanlah sebuah kebetulan. Oleh karena itu saya harus mencari tahu posisi saya di dalam tubuh Kristus. Satu Visi Ilahi yang Tuhan taruh dalam hidup saya adalah ‘Bagaimana caranya mencetak pemusik gereja di masa datang? Bagaimana caranya mencetak Musisi Gereja yang berkarakter Kristus dan punya dasar-dasar musik yang kuat ? Bagaimana  caranya mencetak Musisi Gereja yang siap masuk ke ladang pelayanan ?’

Visi ini dilahirkan dari satu pemikiran bahwa gereja Tuhan terus bertumbuh. Pertumbuhan gereja/ Umat percaya baik secara kualitas maupun secara kuantitias. Pertumbuhan ini jika tidak disertai dengan persiapan mencetak Pemusik Gereja, maka suatu saat gereja akan mengalami masalah yang serius. Sementara itu, untuk mencetak Pemusik tidak mungkin dilakukan secara instant. Pemusik Gereja bukan diciptakan dalam sekejap mata, tetapi membutuhkan proses gaya hidup musikal, proses pembelajaran musik dan teori musik, proses pertumbuhan dalam lingkungan musik yang mendukung, proses performa musik yang membentuk mental pemusik, dan semua proses itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Dan daftar panjang tersebut menghasilkan yang dinamakan “rasa musikalitas”. Atau ‘sense of music’ Rasa musikalitas tidak dapat dibeli, tidak dapat diperoleh dengan waktu singkat, Tetapi rasa musikalaitas itu berkembang seiring dengan pertumbuhan seseorang sejak dalam kandungan ibu sampai dia dewasa.

Tanpa Visi Ilahi yang kuat, anda tidak dapat menjadi Guru Musik Anak yang mengajar dengan arah yang jelas, goal dan sasaran yang vokus. Temukan Visi Ilahi dalam kelas musik anak yang mana Anda mengajar di sana.

Melekat di Hati         

Seorang Guru Kelas Musik Anak yang baik haruslah merupakan sosok yang sangat melekat di dalam diri anak-anak. Seorang anak yang bertumbuh bertahun-tahun mendatang akan menyimpan kenangan terhadap sesosok guru yang pernah mengajarnya.

Hal-hal apa saja yang diingat oleh seorang murid tentang gurunya? Ingatlah kembali siapa nama guru TK Anda, guru SD anda, guru piano Anda, guru sekolah minggu Anda,dll. Apa yang anda ingat dari mereka? Diantara sekian banyak guru, berapa banyak gurukah yang berkesan dalam hidup Anda, memberi inspirasi pada Anda bahkan sampai bertahun-tahun kemudian ketika anda bahkan tak pernah lagi berjumpa dengannya. Sebaliknya, berapa banyak gurukah yang Anda tidak ingat sedikitpun tentang nama mereka atau apapun yang mereka ajarkan? Mengapa hal demikian bisa terjadi?

Cinta Anak

Biasanya yang terlintas pertama kali di ingatan kita saat pertama kali mencoba mengingat guru TK kita bukanlah pelajaran melipat yang diajarkannya, tetapi adalah senyumnya yang ramah, belaiannya di rambut kepala kita, caranya memanggil nama kita dan dialah sosok yang menemani kita bermain ayunan, setidaknya itulah yang saya ingat dari guru TK saya di TK Taman Harapan Malang. Demikian juga dengan sosok guru musik. Kecintaan kita akan anak adalah syarat yang paling utama sebagai guru musik, tidak jauh berbeda seperti syarat mutlak yang diperlukan oleh guru play group, guru TK ataupun Guru Sekolah Minggu pada umumnya. Tanpa Kecintaan pada anak, mustahil kita dapat menjadi guru yang baik bagi anak-anak.

Yesus Cinta Anak-anak

Tuhan Yesus mengasihi anak-anak, Dia membelai mereka, menumpangkan tangan atas mereka, memarahi murid-murid-Nya yang menghalangi anak-anak datang kepada-Nya. Dia tidak pernah terlalu sibuk atau terlalu terkenal sampai tak punya waktu buat anak-anak. Tuhan Yesus tidak pernah menganggap remeh potensi ketulusan hati seorang anak yang menyerahkan dengan iklas bekal 5 roti dan 2 ikannya, dan Ia memuji sifat-sifat anak-anak dan mendorong orang-orang dewasa merendahkan diri seperti anak-anak untuk dapat masuk dalam kerajaan surga. Teladanilah sifat Yesus yang menyayangi anak-anak.

 

Memahami Psikologi Perkembangan Anak

Guru musik haruslah mengetahui tiap tahap perkembangan anak-anak. Hal ini penting sekali untuk mendalami kejiwaan anak-anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Bukan hal yang berlebihan apabila guru musik anak, turut memperkaya diri dengan membaca buku-buku psikologi perkembangan anak

Kreatif dalam Mengajar

Setelah senyumnya yang ramah, tentunya yang kita ingat dari guru TK kita adalah hal-hal ‘aneh’ yang dia lakukan di dalam kelas. Hal-hal ‘aneh’ tersebut tentunya ‘aneh’ untuk ukuran cara berpikir kita sebagai ‘anak-anak’ pada saat itu.

Seorang guru sekolah minggu saya di GKT III Malang dulu, puluhan tahun yang lalu, selalu mengajar dengan alat peraga, terkadang dia membawa lilin/malam yang bisa dibentuk-bentuk sesuka kita, terkadang dia membawa rumah-rumahan dari kertas untuk menceritakan Tuhan Yesus menyembuhkan seorang lumpuh yang berhasil dibawa oleh 4 orang kawannya dengan cara menjebol sebuah atap rumah, atau terkadang dia menggunakan papan flannel dengan gambar-gambar orang yang sering jatuh karna perekatnya kurang kuat.

Kreatifitas seorang guru sangat penting. Karna kreatifitas membuat murid senang dalam belajar, tidak menganggap sebuah pelajaran itu sebuah beban, tetapi sebuah ke’ashik’an.

Kreatifitas tidak selalu harus menggunakan alat-alat yang mahal, tubuh kita pun dapat kita gunakan, benda-benda bekas di sekitar kita pun dpat kita jadikan media kreatifitas. Hal ini akan kita bahas lebih detail di bab VI buku ini.

Musikalitas yang Tinggi

Musikalitas justru saya tempatkan menjadi urutan ke 3 dalam prasyarat seorang guru musik, mengapa, apa tak salah?

Seorang guru musik anak yang mempunyai rasa cinta yang besar pada anak, sekalipun dengan kemampuan musik yang standar, akan menjadi seorang guru yang berhasil, sebaliknya seorang guru musik dengan kapasitas musik  yang sangat tinggi akan tetapi tidak menyayangi anak-anak, akan mengalami kesulitan besar dalam proses belajar mengajarnya.

Program yang Terstruktur

Menjadi kegagalan banyak guru adalah tidak adanya program yang terstruktur dan tidak adanya persiapan dalam mengajar. Program dapat disusun secara pencapaian kompetensi dasar jangka panjang secara garis besar, kemudian dijabarkan dengan lebih detail di program jangka menengah secara lebih detail dan dijabarkan lagi di program yang lebih detail di dalam program mingguan. Penyusunan program ini dapat kita lihat dengan lebih detail di bab 12.

Karakter yang Baik

Guru Musik Anak haruslah dapat jadi teladan bagi murid-muridnya. Murid-murid adalah juri yang paling ulung yang dapat memberi penilaian secara mendetail, adakah kita memberi teladan, adakah perkataan kita sepadan dengan perbuatan kita. Bahkan anak-anak sangat kritis dengan penampilan kita,

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: