Skip to content

WORKSHOP MUSISI GEREJAWI UNTUK WL SINGER PEMAIN MUSIK DLL EDISI EDIT APRIL 2015

March 11, 2013

WORKSHOP  FOR PRAISE AND WORSHIP TEAM

  1. MENGAPA KITA MELAYANI TUHAN?

 

 

Lembar 1. Aktivitas Workshop Worship Leader

Nama Anda:……………………………………………………

Bidang Pelayanan Anda saat ini di gereja: (sebutkan semua bidang pelayanan anda)

…………………………………………………………………………………………………………………….

Apa yang menjadi ALASAN UTAMA anda melayani Tuhan? (Dalam bidang apapun, termasuk dalam bidang musik gereja?)

Beri tanda silang (X) pada yang bukan pilihan anda. Dan tanda Centang pada pilihan anda.

Isi kolom yang kosong bila jawaban anda tidak tertera pada nomor sebelumnya. (boleh mengisi lebih dari satu kolom)

1. Untuk mengisi waktu luang
2. Untuk supaya punya pelayanan
3. Untuk menyenangkan Bapak/Ibu Pendeta
4. Untuk menambah point pribadi
5. Untuk supaya dikenal banyak orang di gereja
6. Untuk supaya mendapatkan persembahan kasih (PK)
7. Untuk supaya dihormati orang banyak
8. Daripada talenta saya mati karena tidak terasah
9. Untuk menarik simpaty lawan jenis
10. Untuk menambah pengalaman
11. Untuk  menyalurkan hobby menyanyi/ main musik
12. Untuk menyenangkan orang tua saya biar mereka bangga pada saya
13. Untuk supaya selalu bertemu dengan kekasih saya, ada kegiatan kami bersama-sama
14. Karena melayani Tuhan itu sudah terlanjur menjadi kebiasaan saya sejak kecil
15. Untuk…………………………………………………………………………..
16. Untuk…………………………………………………………………………..
17. Untuk…………………………………………………………………………..

ALASAN UTAMA KITA DALAM MELAYANI TUHAN ADALAH :…………………………………………………………..

*1 Untuk pembicara: lihat kunci jawaban 1

  1. MENGAPA KITA MEMUJI TUHAN?

Lembar 2 A. Aktivitas Workshop Worship Leader

Nama Anda:……………………………………………………

Menurut Anda, ALASAN UTAMA mengapa kita memuji Tuhan?

Beri tanda silang (X) pada yang bukan pilihan anda. Dan tanda Centang pada pilihan anda.

Isi kolom yang kosong bila jawaban anda tidak tertera pada nomor sebelumnya. (boleh mengisi lebih dari satu kolom)

1. Karena Tuhan itu haus akan pujian
2. Karena itu sebuah kewajiban orang percaya
3. Karena memuji Tuhan itu sudah menjadi ciri khas orang Kristen
4. Karena memuji Tuhan adalah bagian dari liturgi ibadah
5. Karena memuji Tuhan itu tanda bahwa kita bersyukur kepada Tuhan
6. Karena memuji Tuhan itu sudah menjadi kebiasaan saya sejak kecil
7. Karena memuji Tuhan sebenarnya adalah untuk kepentingan saya sendiri, agar saya diberkati Tuhan
8. Karena sudah menjadi hobby saya
9. Karena itu talenta yang Tuhan berikan pada saya
10. Karena memuji Tuhan itu harus ada dalam liturgi gereja, kalau tidak pasti ibadah di gereja terasa aneh.
11. Untuk…………………………………………………………………………..
12. Untuk…………………………………………………………………………..
13. Untuk…………………………………………………………………………..
14. Untuk…………………………………………………………………………..

ALASAN UTAMA UNTUK KITA MEMUJI TUHAN ADALAH:………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………

*2 Untuk pembicara: lihat kunci jawaban 2

Lembar 2B. Aktivitas Workshop Worship Leader

Nama Anda:……………………………………………………

Hafalkan Ayat ini bersama kelompok anda menggunakan gerakan , kuasai ayat ini dalam waktu 5 menit saja !

Yesaya 43: 6b-7

“…..Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh,

dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi,

semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku

yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku,

yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan !”

*Pembicara lihat keterangan halaman 2b

  1. APA SYARATNYA KITA MELAYANI TUHAN DI BIDANG PUJIAN?

 

 

Lembar 3. Aktivitas Workshop Worship Leader

Nama Anda:……………………………………………………

Anda adalah kelompok:……………………………………

Bagi audience dalam 9 kelompok.

Siapkan kamera untuk mengambil gambar/foto dari setiap presentasi kelompok lain/kelompok anda sendiri.

Waktu latihan hanya 1 menit, waktu presentasi 0,5 menit !

Peragakan salah satu dari adegan ini.

(Nomor adengan-sama dengan nomor kelompok anda, atau nomor kelompok akan berulang bila kelompok lebih dari 6. Misal anda kelompok 1, anda memperagakan adegan nomor 1, jika anda kelompok 2 maka anda memperagakan adegan nomor 2, dst jika anda kelompok 7- anda memperagakan adegan kembali ke nomor 1 lagi , jika anda kelompok 8, anda memperagakan adengan kembali ke nomor 2 lagi , dst)

 

Syarat kita melayani Tuhan di bidang pujian !

  1. Lahir baru (telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat)- KELOMPOK 1
  2. Kemauan berkorban waktu, perasaan, dll- KELOMPOK 2
  3. Talenta menyanyi/ musik: (bacakan ayat-ayat ini sebelum membuat adegan, dan adegan cukup 1 adegan saja yang mewalkili semua point di bawah ini:)
    1. Menyanyi dengan baik (Maz 33:3)- KELOMPOK 3
    2. Menyanyi dengan paham/menguasai bidangnya (I Taw 15:22)- KELOMPOK 4
    3. Menyanyi dengan pandai/ ahli seni (I Sam 16:14-17, I Taw 25:7)- KELOMPOK 5
    4. Menyanyi dengan terlatih, ada persiapan dan latihan-latihan (I Taw 25:7)- KELOMPOK 6
  4. Hidup akrab dengan Tuhan (setiap hari membaca Alkitab dan berdoa)- KELOMPOK 7
  5. Bisa jadi teladan bagi teman-teman, hidup kudus dan rendah hati- KELOMPOK 8
  6. Mau disiplin dan bersungguh-sungguh. (datang latihan, tepat waktu, suka mencari tahu lagu-lagu baru, dlsb)- KELOMPOK 9

 

 

 

 

  1. JIKA SEANDAINYA IBADAH RAYA DIIBARATKAN SEBUAH PANGGUNG SANDIWARA

Lembar 4. Aktivitas Workshop Worship Leader

Jika seandainya Ibadah raya itu diibaratkan sebagai sebuah pementasan drama di sebuah panggung sandiwara, jodohkan pemeran-pemerannya dalam kolom-kolom berikut ini dengan MEMBERI WARNA YANG SAMA PADA KATA-KATA YANG BERJODOH

SUTRADARA JEMAAT
AKTOR/AKTRIS BAPA SURGAWI
PENONTON YESUS KRISTUS
PRODUSER MIMBAR
NASKAH/ SKENARIO WL/PEMAIN MUSIK/DANCER/USHER/LCD OPERATOR/PENGKHOTBAH, (SEMUA PELAYAN MIMBAR)
KOSTUME/DEKORASI/PROPERTY MAJELIS GEREJA/SINODE
PANGGUNG ROH KUDUS
NARATOR SERAGAM / DRESS CODE/DLL
CATATAN WL/ LITURGI GEREJA

DAN INILAH JAWABAN YANG BENAR

Jika seandainya Ibadah  raya itu diibaratkan sebagai sebuah pementasan drama di sebuah panggung sandiwara, maka yang menjadi……………………….-nya adalah:………………………..

SUTRADARA
AKTOR/AKTRIS
PENONTON
PRODUSER
NASKAH/ SKENARIO
KOSTUME/DEKORASI/PROPERTY
PANGGUNG
NARATOR
JURU……..

*4 Untuk pembicara: lihat kunci jawaban 4

  1. APA KEGUNAAN DARI PUJI-PUJIAN/ MUSIK  DALAM SEBUAH KEBAKTIAN?

 

  1. Alat untuk berperang melawan ‘musuh’, ingat musuh kita bukan darah dan daging tetapi ‘ si jelek iblis’ (Baca II Taw 20)
  2. Meruntuhkan tembok-tembok kemustahilan (Ingat tembok Yerikho)
  3. Mendatangkan mujijat, penyucian, bahkan kemarahan dari orang orang yang tidak senang akan Tuhan (Mat 21:1-10)
  4. Alat disampaikannya pesan Tuhan / nubuatan (II Raj 3:15)
  5. Mengundang hadirat Allah/ membangun tahta Allah (Maz 22:4)
  6. Mengusir hadirat Iblis (I Sam 16:23)
  7. Melepaskan belenggu-belenggu (Kis 16, Yer 58:6)
  8. Memenuhi sasaran penciptaan (yes 43:21)
  9. Memuji dan menyembah Allah
  10. Mengajarkan dan memperkatakan firman Tuhan
  11. Menyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah yang dasyat sehingga kita bertumbuh (Maz 107:22)
  12. Mempersiapkan hati kita semua untuk ditaburi Firman Tuhan (Yes 2:4, Mikha 4:3-4)

*5 Untuk pembicara: lihat keterangan 5

  1. ENAM PULUH TUJUH EKSPRESI

PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

*6 Pembicara dapat melihat KETERANGAN SESI EKSPRESI PUJIAN DAN PENYEMBAHAN –

KEAJAIBAN EKSPRESI

Setiap pujian kita yang dinaikkan dalam tingkat roh, jiwa dan tubuh akan mempengaruhi pula terhadap jemaat dalam tingkat roh , jiwa dan tubuh

Sebelum kita bahas lebih lanjut, ekspresi apa saja yang Tuhan inginkan saat kita memuji dan menyembah Dia, kita bahas dulu tentang ‘keajaiban ekspresi’

Ekspresi seseorang dipengarui oleh emosi yang saat itu menguasai dirinya.

Emosi adalah hasil dari reaksi zat kimia yang terjadi di dalam tubuh kita, tepatnya di dalam otak.  Sistem Limbik di otak kitalah yang  berhubungan dengan  emosi kita. Sama seperti emosi akan mempengarui kondisi fisik/ ekspresi seseorang, maka berlaku pula sebaliknya, ekspresi/gerak-gerik dan sikap tubuh kita DAPAT mempengaruhi emosi kita.

untitled

emosi  akan mempengarui ekspresi

emosi yang positif atau negatif akan menghasilkan ekspresi yang positif atau negatif.

Contoh: orang yang lagi jenuh, maka dia akan murung, sedih, bosan, dll Semua itu terlihat dari wajah dan perilaku sikap tubuhnya

sebaliknya ekspresi akan bisa dipakai untuk  mempengarui emosi

sebaliknya untuk mengatur / menyetel emosi, bisa dilakukan dengan cara menyetel ekspresi yang nantinya akan mempengaruhi emosi.

Contoh: untuk mengatasi kejenuhan itu, ayo melompat dan berteriak “HALELUYAAAAAA!”

Inilah yang dilakukan oleh Daud saat dia menyemangati dirinya sendiri dalam

Mazmur 146:1 Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!

Kepada siapa Daud memerintahkan untuk memuji Tuhan…? Kepada jiwaku ! Kepada dirinya sendiri ! Dia memaksa tubuhnya untuk mengekspresikan praise and worship, supaya emosi jiwanya ikut larut dalam ekspresi tersebut !

DEFINISI PRAISE AND WORSHIP

Apa itu pujian dan apa itu penyembahan?

Pujian dalam bahasa Ibrani  adalah tindakan untuk mengagungkan atau membesarkan dan memuliakan Tuhan atas apa yang telah diperbuatnya bagi kita, apa yang sedang Ia perbuat dan apa yang nanti dilakukan bagi kita. Pujian kepada Tuhan bukan tergantung dari perasaan kita, tetapi kita harus dasari semua itu  atas kebesara dan keagungan Tuhan.

Dalam kamus indonesia kata pujian di artikan dengan. (pernyataan) rasa pengakuan dan penghargaan yg tulus akan kebaikan yang melahirkan kekaguman dan penghargaan kpd sesuatu (yg dianggap baik, indah, gagah berani, dsb).

Penyembahan adalah sebuah ekspresi untuk menyembah pribadi TUHAN. Penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran (Yo 4:23)

67 EKSPRESI PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Semua pujian dan penyembahan pasti ada ekspresinya, seperti orang yang sedang jatuh cinta dan memuji pasangannya, dia dapat melakukan dengan berbagai cara, mengatakan pujian itu, membuat puisi , mengarang lagu, menulis surat cinta, dll

Nah, para penyembah yang menyembah ilah palsu pun memiliki ekspresi mereka sendiri, sesuai dengan yang mereka anggap benar, misalnya dengan membaca mantra, dll

Bagaimana ekspresi pujian penyembahan yang Tuhan inginkan kita melakukannya?

Berikut ini daftar ekspresi pujian dan penyembahan yang didapat dengan cara/ dengan metode:

  1. Mengambil ayat Alkitab
  2. Membaca referensi
  3. Meneliti arti kata dalam bahasa Ibrani
  4. Melihat konteks dalam perikop yang terkait dengan ayat tersebut
  5. Membandingkan ayat tersebut dengan ayat lain yang mengandung kata yang sama
  6. Melihat arti akar kata asli dari kata tersebut dalam bahasa Ibrani
  7. Membandingkan dengan arti kata tersebut dalam bahasa Inggris/ bahasa lain
  8. Melihat konteks ayat tersebut sebagai rangkaian suatu kalimat
  9. Membandingkan arti kata tersebut dengan kata lain yang memiliki arti yang mirip, dan mencari perbedaannya
  10. Mengelompokkan/menggolong-golongkannya dalam kategori yang sesuai
  11. dll

EKSPRESI DENGAN MUSIK

  1. MUSIK VOKAL
  2. T@HILLAH

T@hillah adalah MENYANYIKAN NYANYIAN PUJIAN

Ekspresi  T@hillah adalah: puji-pujian, memuji-muji, kemasyuran Tuhan, hormat, kemegahan, perbuatan masyur, menyanyikan nyanyian pujian, perbuatan Tuhan yang terpuji.

Ayat yang menyebutkan kata T@hillah  adalah

  • Mazmur 34: 1 Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; Puji-pujian (T@HILLAH) kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
  • Mazmur 40:3 Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji (T@HILLAH) Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.
  • Mazmur 149:1 Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujiah (T@HILLAH) Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
  • Mazmur 48:11 Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyuran-Mu (T@HILLAH)  sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan
  • Mazmur 22:4 Padahal Engkaulah Yang Kudus, yang bersemayam di atas puji-pujian (T@HILLAH) orang Israel.

Contoh ekspresi menyanyikan nyanyian spontan dalam kehidupan keseharian

  • Biasanya lembaga-lembaga/ sebuah kegerakan memiliki lagu-lagu Hymne kemerdekaan/ Hymne lembaga, misalnya Hymne Pramuka, demikian juga kita umat-umat TUHAN punya lagu lagu hymne, yang berisi puji-pujian kepada-Nya.

Ciri daripada lagu HYMNE/ lagu pujian adalah dari SYAIRNYA yang berisi PUJI-PUJIAN. Lagu Hymne ini bisa saja lagu lama, seperti lagu HOW GREAT THOU ART, atau lagu baru seperti  HOW GREAT IS OUR GOD ( karena di Mazmur 40:3, Mazmur 149:1 – perhatikan di ayat-ayat tersebut ada kata NYANYIAN BARU !)

Praktek dengan lagu :  MEADLEY

HOW GREAT THOU ART

Verse 1:
O Lord my God, when I in awesome wonder,
Consider all the worlds Thy hands have made;
I see the stars, I hear the rolling thunder,
Thy power throughout the universe displayed.

Chorus:
Then sings my soul, my Savior God, to Thee,
How great Thou art! How great Thou art!

Then sings my soul, My Savior God, to Thee,
How great Thou art! How great Thou art!
Verse 2:
When through the woods, and forest glades I wander,
And hear the birds sing sweetly in the trees.
When I look down, from lofty mountain grandeur
And see the brook, and feel the gentle breeze.
Chorus
Verse 3:
And when I think, that God, His Son not sparing;
Sent Him to die, I scarce can take it in;
That on the cross, my burden gladly bearing,
He bled and died to take away my sin.

Chorus

Verse 4:
When Christ shall come, with shout of acclamation,
And take me home, what joy shall fill my heart.
Then I shall bow, in humble adoration,
And there proclaim, “My God, how great Thou art!”

KAMI MEMUJI KEBESARAN-MU

  1. Bila kulihat bintang gemerlapan
    dan bunyi guruh riuh kudengar,
    Ya Tuhanku, tak putus aku heran
    melihat ciptaanMu yang besar.

Refrain:
Maka jiwakupun memujiMu:
“Sungguh besar Kau, Allahku!”
Maka jiwakupun memujiMu:
“Sungguh besar Kau, Allahku!”

  1. Ya Tuhanku, ‘pabila kurenungkan
    pemberianMu dalam Penebus,
    ‘ku tertegun: bagiku dicurahkan
    oleh PutraMu darahNya kudus.
  1. ‘Pabila nanti Kristus memanggilku,
    sukacitaku amatlah besar,
    kar’na terkabullah yang kurindukan:
    melihat Dikau, Tuhanku akbar.

HOW GREAT IS OUR GOD

How great is our God, sing with me

How great is our God, and all will see

How great, how great is our God

  1. SHIYR – SHUWR

Shiyr – Shuwr adalah MENYANYIKAN NYANYIAN BARU

Ekspresi Shiyr- Shuwr adalah: menyanyi, menyanyikan syair lagu, bernyanyi, penyanyi pria atau wanita, menyanyikan sebuah syair lagu dengan sengaja, para penyanyi, biduanita-biduanita, menyanyi-nyanyi, bernyanyilah

Ayat yang memakai kata SHUWR ini adalah:

  • Mazmur 33;3 Nyanyikanlah (SHIYR- SHUWR) bagi-Nya nyanyian baru (CHADASH); petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!
  • Mazmur 144:9 Ya Allah, aku hendak menyanyikan (SHIYR- SHUWR) nyanyian baru (CHADASH) bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagi-Mu.
  • Hakim-hakin 5: 1 Pada hari itu bernyanyilah (SHIYR-SHUWR) Debora dan Barak bin Abinoam, demikian: …….Hakim-hakim 5: 31….lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya.
  • Keluaran 15:1 Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan (SHIYR-SHUWR) nyanyikan ini bagi TUHAN yang berbunyi:…………….

Tafsiran saya, SHIYR SHUWR ini adalah nyanyian yang telah diarransement berupa musik dan syair, yang dinyanyikan sebagai performance/ untuk disaksikan/ditonton, dan dinyanyikan oleh para solis secara nyanyian tunggal, ataupun dinyanyikan oleh para paduan suara, sebagai NYANYIAN BARU- karena belum pernah diperdengarkan atau dinyanyikan atau dipentaskan oleh khalayak umum sebelumnya

Baik pada  Mazmur 33:3 dan pada Mazmur 144:9 dalam bahasa aslinya memang mengandung kata nyanyian ‘BARU’.

Itu artinya penggunaan SHUWR

  • Bisa pada lagu lama yang diarransement baru
  • Bisa pada lagu yang benar-benar baru

Untuk SHIYR SHUWR ini memang diperlukan latihan, tidak bisa spontan . Hal ini diperkuat dengan adanya frase ‘petiklah kecapi baik-baik’ , karena untuk  menjadi ‘baik-baik’ itu diperlukan skill/ keterampilan yang didapat dari latihan/ persiapan yang matang, tidak boleh fals, harus pas, baik irama, nada, ketukan, timbre, intro, dll.

Setelah berlatih sampai bagus, barulah Debora dan barak menyanyi secara DUET nyanyian yang sanggup dipakai Tuhan untuk lewat syair nubuatannya, dapat menjaga bangsa Israel aman selama empat puluh tahun lamanya.  Tentunya dalam kurun waktu 40 tahun ini, setelah mendengar performance dari Duet Debora dan Barak, bangsa Israel sering menyanyikan lagu duet ini, sehingga kuasa perkataan syair lagu ini begitu kuat menjadi benteng atas mereka. Nyanyian duet ini adalah nyanyian baru, yang sebelumnya belum pernah diperdengarkan di depan khalayak umum.

Setelah berlatih sampai bagus, barulah Musa dan bangsa Israel mempersembahkan nyanyian mereka bagi TUHAN sebagai semacam nyanyian bersejarah, atas mujizat kemenangan mereka menyeberangi laut Teberau dan menang atas kejaran bangsa Mesir. Nyanyian Musa ini adalah nyanyian baru, yang sebelumnya belum pernah diperdengarkan di depan khalayak umum. Jadi setelah umat Israel menguasai lagu ini, barulah lagu ini dinyanyikan sebagai performance di hadapan TUHAN. Dalam hal ini ada yang namanya proses belajar lagu baru- diulang-ulang sampai semua rakyat bisa.

Contoh ekspresi menyanyikan syair lagu dalam keseharian:

  • Pengantin yang menyanyikan nyanyian baru yang memang diciptakan khusus untuk hari pernikahan itu , mereka berduet bersama pada hari pernikahannya, tentunya akan berlatih terlebih dahulu agar pada hari H nanti, lagu mereka terdengar merdu dan indah, demi menciptakan momentum tak terlupakan bersama pasangan. Demikian juga dengan kita, saat kita mempersiapkan pujian istimewa/ performance untuk Tuhan, tentu kita persiapkan sebaik mungkin untuk menyenangkan hati kekasih kita, Tuhan.

Contoh:  Belajar sebuah lagu baru

Engkau Alasan Kuhidup

Songwriter: Jaqclien Cellose

‘KU HIDUP KAR’NA ANUG’RAH-MU
TIADA SATUPUN DAPAT KUBANGGAKAN
SEMUA KARENA CINTA-MU
INI HIDUPKU, PIMPIN JALANKU

KASIH-MU MENGUBAH HIDUPKU
KAU MEMILIHKU, S’LAMATKAN HIDUPKU
SEMUA KARENA CINTA-MU

INI HIDUPKU, PIMPIN JALANKU

YESUS PEGANG ERAT TANGANKU,

‘KU TAK DAPAT HIDUP DI LUAR KASIH-MU
BAPA JANGAN TINGGALKAN AKU,

ENGKAU ALASAN S’LAMA ‘KU HIDUP

  • ADO

ADO  adalah MENYANYI dengan menggantikan syair lagu

Ekspresi ADO  adalah memuji seseorang / dalam hal ini – memuji Tuhan dengan cara menyanyikan sebuah lagu/bentuk melody yang telah diciptakan/ dikomposisikan dengan syair yang berbeda. Mengganti syair lagu pada lagu yang sudah ada. (Note/catatan: namun saya tidak menyarankan untuk menggunakan lagu iklan/lagu duniawi. Yang saya sarankan adalah menambahkan beberapa kata sebagai tambahan / sebagai pengganti/variasi pada syair lagu yang sudah ada.)

Penafsiran saya, ADO ini adalah MENYANYIKAN SEBUAH  LAGU/SONG/ KOMPOSISI/MELODY yang sudah ada dengan syair yang berbeda

Bandingkanlah   Keluaran 15:1 dengan ayat yang  paralel , yaitu di Wahyu 15:3 ini,

Isi syair yang dinyanyikan oleh bangsa Israel dalam nyanyian Musa (Keluaran 15:1) sama sekali berbeda dengan isi syair yang dinyanyikan di kitab Wahyu 15:3 ini.

Pada kata menyanyi di kitab Keluaran 15:1 digunakan kata SHIYR-SHUWR- mengandung arti- untuk menyanyikan lagu baru itu  butuh latihan dulu, tetapi di Wahyu 15:3 ini dipakai kata ADO yang mana hanya diartikan MENYANYI saja…itu artinya mereka tidak perlu mempelajari lagu baru ini, karena melodynya mereka sudah hafal dan kenal, tinggal mengganti kata-katanya saja dengan kata-kata /syair yang baru.

Oleh karena itu , yang dimaksudkan dengan NYANYIAN MUSA adalah- lagunya/melodynya/komposisinya, bukan syairnya.

Ayat yang memakai kata ADO  ini adalah:

  • Wahyu 15:3 Dan mereka menyanyikan (ADO) nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba , bunyinya: “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!

Contoh ekspresi menyanyi dalam keseharian adalah:

  • Seorang kekasih bisa saja memakai nada/melody dari iklan produk di TV untuk merayu kekasihnya.

Praktek pada lagu :

  • Kau kusembah (3X) oh Tuhan, boleh kita ganti kata-kata Kau kusembah -nya dengan :
    Kau kunanti, Kau kurindu, Kau kudamba, dst.
  • Contoh lain, pada lagu Amazing Grace, syairnya diganti dengan Haleluya, Puji Tuhan, Haleluya, Amin…dst
  • Contoh lain, pada lagu Haleluya 12 X syairnya diganti dengan Trima kasih Tuhan Yesus
  1. ANAH

ANAH adalah MENYANYI BERBALAS-BALASAN

Ekspresi ANAH adalah : menyanyi dengan berbalas-balasan, menjawab, menyahut, menyanyikan, memberi respon/ tanggapan. Bisa diterapkan dengan beberapa kemungkinan:

  • Berbalas-balasan antara umat dengan pemimpin pujian, misalnya dengan kalimat AMIN, dst.
  • Atau antara umat dengan paduan suara,
  • atau antara umat dengan umat. Bergantian menyanyi laki-laki dengan perempuan, dst.

Ayat yang menggunakan kata ANAH adalah:

  • Mazmur 147: 7 Bernyanyilah ( ANAH) bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi.

Contoh ekspresi menyayi berbalas-balasan:

  • Sepasang kekasih biasanya akan berbalas-balasan puisi atau pantun untuk menyatakan isi hatinya kepada pasangannya, demikian juga kita dengan Tuhan, dalam sebuah kerinduan Tuhan atas hidup kita, mengajak kita mendekat kepada-Nya, Tuhan senang apabila kita memberi respon kepada-Nya.

Praktek pada lagu : Allah yang setia – berbalas-balasan jemaat Laki -laki dengan jemaat perempuan

Allah Yang Setia

1=A

Yesus Kau telah memulai, sgala yang baik dalamku,

Engkau menjadikanku serupa gambaran-Mu, dan berharga di Mata-Mu

Yesus Kau telah memulai, karya yang mulia dalamku,

Kau berikan hidup-Mu sbagai ganti dosaku karna kasih-Mu padaku

Skarang ku memuji-Mu Allah yang setia,

Yang tak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Mu

Skarang ku menyembah-Mu Allah yang mulia,

sempurnakan s’gnap hidupku agar indah bagi-Mu

Atau pada lagu yang memang sudah diarrangement secara bersahut-sahutan seperti pada INTERLUDE  lagu ini:

https://www.youtube.com/watch?v=au4CEgEm1Vc

LEBIH DARI PEMENANG

Lebih dari pemenang
Dalam s’gala perkara
Iblis t’lah dikalahkan
Oleh kuasa darahNya
Jika Allah dipihak kita
Siapa dapat melawan
Kita lebih dari pemenang

Reff:
Haleluya, kibarkanlah panjiNya
Yesus raja segala raja
Haleluya bangkitlah gerejaNya
Kita lebih, lebih dari pemenang

Bridge:
Kita lebih dari pemenang
Kita lebih dari pemenang.

  1. CAPHAR

CHAPAR   adalah NYANYIAN KESAKSIAN  dari pengalaman hidup pencipta lagu.

Ekpsresi CHAPAR adalah menceritakan, memberitahukan, memasyurkan, hal-hal apa yang sudah kita ingat dengan cara menghitung-hitung ( mengingat kembali/ mencatat ) semua perbuatan Tuhan yang telah Tuhan lakukan dalam hidup kita.  Chapar bisa diekpresikan lewat nyanyian. Jadi bisa kita simpulkan CHAPAR adalah BERSAKSI DENGAN CARA menyanyikan lagu ciptaan seseorang  yang mana lagu tersebut adalah lagu yang dihasilkan dari pengalaman hidupnya bersama dengan Tuhan.

Tafsiran saya, Chapar ini adalah jenis lagu yang merupakan kesaksian penulis syair/ pengarang lagu/ composer,  mengenai pengalaman hidupnya dengan Tuhan, yang dituangkan dalam lagu. Lagu-lagu semacam ini pasti memiliki story behind the song/ kisah di balik terciptanya sebuah lagu. Jadi bukan menceritakan dalam spontanitas, melainkan lagu yang sudah diciptakan. Berbeda dengan ROWMAM, yang dinyanyikan secara SOLO, maka pada CAPHAR, tidak harus dinyanyikan oleh solis ( walaupun bisa juga dinyanyikan secara solo) ,  melainkan lagu yang dinyanyikan itu memiliki kisahnya tersendiri mengapa lagu itu tercipta, dari hasil pengalaman penciptanya dengan Tuhan, dan tujuan menyanyikan lagu tersebut adalah untuk BERSAKSI. Dan tidak harus dinyanyikan oleh penciptanya, bisa juga dinyanyikan oleh orang lain.

Lagu-lagu Hymne yang ada seperti di  buku Kidung Jemaat, biasanya adalah lagu-lagu CAPHAR, karena diciptakan oleh pencipta-pencipta lagu yang memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan yang diekspresikan dalam syair-syair lagu mereka. Lagu-lagu semacam inilah yang sering dipakai pada KKR-KKR penginjilan untuk menjangkau jiwa-jiwa.

Namun bukan hanya lagu Hymne seperti lagu-lagu yang ada di buku Kidung Jemaat saja yang memiliki story behind the song- saja, melainkan lagu-lagu kontemporer juga ada yang diciptakan berdasarkan pengalaman komposernya bersama dengan Tuhan.

Ayat yang memakai kata CAPHAR ini adalah:

  • Mazmur 9:1 Untuk pemimpin biduan, Menurut lagu; Mut Laben. Mazmur Daud. Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan (CAPHAR) segala perbuatan-Mu yang ajaib.
  • Mazmur 9:14 Supaya aku menceritakan (CAPHAR) segala perbuatan-Mu yang terpuji dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion karena keselamatan yang dari pada-Mu.
  • Mazmur 79:13 Maka kami ini, umat-Mu , dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan (CAPHAR) puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.
  • Yesaya 43:21 Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan (CAPHAR) kemasyhuran-Ku

Contoh ekspresi –kesaksian-  dalam kehidupan keseharian:

  • Seseorang yang sedang jatuh cinta biasanya akan membuat catatan-catatan/ diary tentang pasangannya, dan memiliki arsip mengenai benda-benda kenangan dengan pasangannya, misalnya kado ulang tahun, dlsb. Dan semua kenangan itu biasanya akan diceritakan pada sahabat-sahabatnya, hal-hal yang dia kagumi dari pasangannya. Bisa jadi puisi-puisi atau kenangan-kenangan ini dipublikasikan dan dibacakan oleh pujangga lain. Demikian juga dengan kita, saat kita jatuh cinta dengan Tuhan, maka segala perbuatan-Nya yang ajaib dalam hidup kita menjadi suatu cerita yang tidak tertahankan untuk dikisahkan pada orang lain dalam bentuk kesaksian hidup.

Praktek pada lagu: BAPA SENTUH HATIKU

Kesaksian dari Pencipta Lagu Bapa Sentuh Hatiku

Jason Irwanto Chang lahir pada tanggal 10 Agustus 1979. Masa kecilnya penuh dengan penderitaan, ia terlahir dari keluarga yang belum mengenal Tuhan. Proses pertobatan pria yang memiliki nama lengkap Jason Irwanto Chang ini diawali ketika ia mendengar lagu ‘Haleluya 12x’ di sebuah retreat yang ia ikuti. Melalui lagu singkat itu ia menyadari kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Setelah mengenal Tuhan, ia menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan sepenuh waktu.
Panggilan Tuhan dalam hidupnya sudah dimulai sejak Jason masih kuliah sambil bekerja. Jason sempat sakit 2 minggu dan selama 3 hari berturut-turut bermimpi bertemu dengan seorang petani yang sedang bekerja di ladangnya, serta menyuruhnya bekerja di situ. Ketika itu seorang temannya datang dan mengingatkan nazarnya untuk menjadi hamba Tuhan.
Pria yang pernah bercita-cita membuka restoran ini, awalnya tak berniat untuk menjadi penyanyi rohani. Tetapi Tuhan menunjukkan rencanaNya. Bermula ketika ia mengikuti lomba nyanyi lagu Dangdut tahun 1996 di daerah Banten. Mulai saat itu ia fokus pada dunia tarik suara.
Lagu ‘Sentuh Hatiku’ yang dirilis tahun 2006 telah membuatnya dikenal orang. Apalagi setelah dinyanyikan oleh Maria Shandi dengan suaranya yang khas membuat lagu ini hits di tahun 2008. Sehingga mendapat anugerah penghargaan dari IGMA untuk kategori ‘Song of the Year’ dan ‘Journalist Choice Song of the Year’. Sebelumnya, Jason tak pernah menyadari kalau lagu ini bisa booming. Kini Jason tak hanya menjadi pemuji tapi juga pengkotbah di ibadah kaum muda atau remaja. Meskipun sudah menjadi penyanyi dan pengkotbah, tapi Jason tetaplah sederhana dan rendah hati. Ia tidak pernah menolak untuk diundang melayani dimanapun.
‘Sentuh Hatiku’ Diambil Dari True Story

Lagu ‘Sentuh Hatiku’ mempunyai cerita yang sungguh menyentuh hati kita semua. Lagu ini merupakan refleksi hidup yang diilhami oleh kisah seorang gadis, teman sekolah Jason, yang diperkosa ayah kandungnya sendiri hingga hamil. Gadis yang tidak mau disebutkan identitasnya ini awalnya tidak bisa mengampuni perbuatan ayah, meskipun dilakukan dengan tidak sengaja, karena saat itu ayahnya dalam kondisi mabuk berat. Tetapi apa yang dilakukan ayahnya tersebut telah menghancurkan masa depannya. Gadis tersebut sempat mau bunuh diri. Bahkan karena musibah yang menimpanya itu, kemudian gadis ini menjadi gila dan dipasung dengan rantai di rumahnya selama belasan tahun lamanya.
Jason sering datang dan mendoakan sahabatnya itu sambil sesekali menulis lirik lagu. Waktupun berlalu. Jason pun pindah kota dan mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri. Suatu ketika anak perempuan itu menelponnya dan ia sangat terkejut. Karena setahunya, anak perempuan itu gila dan juga dipasung. Mengapa bisa lepas bahkan menelponnya?
Akhirnya anak perempuan itupun bercerita. Suatu hari, rantai yang membelenggu dia bertahun-tahun itu, entah karena sudah berkarat atau apa, tiba-tiba lepas. Satu hal yang langsung diingatnya saat itu adalah ingin membunuh ayahnya. Tetapi waktu dia bangun, ia melihat Tuhan Yesus dengan jubah putihnya, berkata : “Kamu harus memaafkan papamu!” Anak  perempuan itu mengatakan tidak bisa. Ia pun terus menangis, memukul dan berteriak sampai akhirnya Tuhan Yesus memeluk dia sambil berkata : “Aku mengasihimu”. Walaupun bergumul, akhirnya anak perempuan itupun bisa memaafkan ayahnya. Mereka sekeluarga menangis terharu melihat apa yang telah dibuat Tuhan dalam memulihkan keluarga mereka. Apalagi hal itu terjadi sebelum ayahnya meninggal karena stroke.
Kisah nyata ini sangat luar biasa. Betapa tidak, kasih Tuhan dapat menyentuh hatinya yang paling dalam. Kebencian diganti dengan luapan kasih Tuhan sehingga anak perempuan itu dapat mengampuni bahkan menceritakan kasih Tuhan dalam hidupnya. Ketika dia menoleh ke belakang hidupnya, hal itu tidak membuatnya pahit lagi. Awal lirik lagu ‘Sentuh Hatiku’ benar-benar merupakan kesaksian hidup seseorang yang disentuh kasih Tuhan: “Betapa ku mencintai, segala yang t’lah terjadi…” Apakah peristiwa kelam yang lalu membuat Saudara saat ini hidup dalam kepahitan ? Izinkan Kasih Agape Tuhan itu menjamah Saudara saat ini dan mengubah hidup Saudara sehingga menjadi baru. (Sumber : Praise #3 & #6) (kisah selengkapnya dapat dibaca di Story Behind The Song terbitan Yis Production).

BAPA SENTUH HATIKU

Betapa ku mencintai
Segala yang t’lah terjadi
Tak pernah sendiri
Jalani hidup ini
Selalu menyertai
Betapa ku menyadari
Di dalam hidupku ini
Kau selalu memberi
Rancangan terbaik
Oleh karena kasih..
Reff :
Bapa.. sentuh hatiku
Ubah hidupku
Menjadi yang baru

Bagai.. emas yang murni
Kau membentuk bejana hatiku
Bapa.. ajarku mengerti
Sebuah kasih yang selalu memberi
Bagai air mengalir
Dan tiada pernah berhenti..

Sumber : www.majalahpraise.com

http://www.majalahpraise.com/sentuh-hatiku-%28jason-irwanto-chang%29-645.html

  1. ROWMAM

ROWMAM adalah PUJIAN PENINGGIAN oleh seorang solis

Ekspresi ROWMAM adalah menyanyikan pujian, peninggian, memuji, memahsyurkan sebagai sebuah kesaksian akan perbuatan Tuhan yang dahsyat. Dinyanyikan secara solo. Mazmur oleh Solis.

Ayat yang memakai kata ROWMAM ini adalah:

  • Mazmur 66;17 Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian (ROWMAM)

Penafsiran saya, ROWMAM ini adalah pujian SOLO , sebagai sebuah kesaksian kepada umat, dalam bentuk pujian solo, oleh seorang solis dalam menyanyikan MAZMUR peninggian  akan TUHAN.

Bisa kita lihat pada keseluruhan pasal Mazmur 66 ini, ada beberapa macam komposisi:

Ayat 1. Untuk pemimpin biduan, Nyanyian Mazmur.  (MIZMOWR)

ARTINYA: syair ini sudah dituliskan oleh pemazmur, namun diberikan pada pemimpin musik/pemimpin biduan untuk dinyanyikan/dilatihkan/dipersiapkan sebagai PUJIAN KESAKSIAN bersama TEAM-nya, secara mazmur ( making melody)

Ayat 2-7 menggunakan kata ‘Ia’ untuk menjadi kata ganti tunggal orang kedua- bisa jadi pada komposisi ini dinyanyikan oleh beberapa solis secara bergantian

Ayat 8-12 menggunakan kata ‘kami’ untuk menjadi kata ganti jamak orang pertama- bisa jadi pada komposisi ini dinyanyikan oleh beberapa solis secara bergantian

Ayat 13-20 menggunakan kata ‘aku’ untuk menjadi kata ganti tunggal orang pertama dan ‘kamu’ menjadi kata ganti jamak untuk orang kedua.- pada komposisi ini bisa jadi dinyanyikan hanya oleh SATU SOLIS.

Untuk menyanyikan secara MIZMOWR tidak mungkin secara UNISONO, pasti secara solis/ beberapa solis yang menyanyi secara bergantian. Karna ekspresi MIZMOWR adalah ekspresi melody spontan.

Perbedaan antara Zamar dengan Mizmowr dan ROWMAM  adalah:

Pada Mizmowr- teks lagu/ syair lagu/ lyric lagu sudah ada, tinggal dinyanyikan saja- bisa melalui melody spontan atau memakai melody yang sudah ada pada lagu lain, atau menciptakan melody baru yang khusus diciptakan untuk puisi/lyric/teks/syair lagu tersebut. Dalam hal ini, musik mengacu pada teks/syair.

Tetapi pada ZAMAR- justru pola progressif chord musiknya sudah ada, musik sudah main dengan polanya chordnya sendiri, tinggal para pemazmur yang bermazmur dengan syair/puisi spontan yang keluar dari hatinya untuk memuliakan nama TUHAN.  Dalam hal ini justru syair/teks yang mengacu pada musik/ progressif  chord yang sudah baku.

Sedangkan ROWMAM adalah pujian solo dari teks/syair yang sudah ada namun si solis itu membuat melody spontan dalam menyanyikan bagian solonya.  

Contoh ekspresi pujian kesaksian dalam keseharian adalah:

  • Seorang penulis puisi menyerahkan puisinya pada seorang vokalis untuk dinyanyikan secara spontan, dan dipertontonkan di depan kekasihnya ( untuk tujuan merayu tentunya)

Praktek: Memazmurkan Mazmur 66 oleh Solis ayat 13-20 ( lihat teks di Alkitab anda)

  • MUSIK INSTRUMENTAL
  • ZAMAR

Zamar adalah BERMAZMUR DENGAN DIIRINGI ALAT MUSIK , dengan puisi/syair/teks/lyric spontanitas

Ekspresi Zamar adalah : Memetik senar instrumen,  bermain alat musik, membuat musik disertai dengan suara, ekspresi gembira dengan merayakannya dengan lagu dan musik, memberikan pujian, menyanyi dan memuji , bermazmur dengan diiringi alat musik.

Perbedaan antara ZAMAR dengan NAGAN :

  • Dari ayat-ayat di bawah ini nanti, kita bisa tahu bahwa ZAMAR- tidak harus diiringi dengan alat musik string, dia bisa diiringi juga dengan GAMBUS, KECAPI, GAMBUS SEPULUH TALI, REBANA ! Tetapi untuk NAGAN- instrumennya harus string.
  • Ekspresi daripada Zamar adalah puisi spontan, sedangkan pada Nagan, berbeda karena NAGAN dipakai untuk mengiringi lagu baru ataupun SEBUAH NUBUATAN. ( Jadi bukan puisi spontan biasa, melainkan ada pesan Tuhan di dalamnya)

Semua permainan musik pada ZAMAR ini adalah untuk mengiringi MAZMUR

Ayat yang memakai kata Zamar adalah:

  • Mazmur 66:2 Mazmurkanlah (ZAMAR) kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!
  • Mazmur 71: 22 Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur (ZAMAR) bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.
  • Mazmur 144:9 Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur ( ZAMAR) bagi-Mu.
  • Mazmur 149:3 Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur (ZAMAR) kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!

Perbedaan antara Zamar dengan Mizmowr dan ROWMAM  adalah:

Pada Mizmowr- teks lagu/ syair lagu/ lyric lagu sudah ada, tinggal dinyanyikan saja- bisa melalui melody spontan atau memakai melody yang sudah ada pada lagu lain, atau menciptakan melody baru yang khusus diciptakan untuk puisi/lyric/teks/syair lagu tersebut. Dalam hal ini, musik mengacu pada teks/syair.

Tetapi pada ZAMAR- justru pola progressif chord musiknya sudah ada, musik sudah main dengan polanya chordnya sendiri, tinggal para pemazmur yang bermazmur dengan syair/puisi spontan yang keluar dari hatinya untuk memuliakan nama TUHAN.  Dalam hal ini justru syair/teks yang mengacu pada musik/ progressif  chord yang sudah baku.

Sedangkan ROWMAM adalah pujian solo dari teks/syair yang sudah ada namun si solis itu membuat melody spontan dalam menyanyikan bagian solonya.

Contoh ekspresi dengan instrumental dalam keseharian:

  • Seorang kekasih yang membawa gitarnya, bermain gitar sambil merayu kekasihnya dengan lagu spontan (melody spontan) dari puisinya sendiri, yang mana puisinya juga puisi spontan.

Praktek Bermazmur  dengan making melody ( lihat lampiran progressif chord untuk penyembahan)

  • NAGAN Dan      IX. dan N@GIYNAH

NAGAN adalah: MEMAINKAN ALAT MUSIK STRING.

Ekpresi Nagan adalah: Memainkan kecapi/memetik kecapi, memainkan alat musik, memakai alat musik string  untuk:

  • mengiringi sebuah lagu yang dinyanyikan . Memainkan lagu yang telah diarransement secara khusus, jadi harus dimainkan dengan skill/ keterampilan yang tinggi ( petiklah kecapi BAIK-BAIK)- bisa jadi tingkat kesulitan arransement ini tinggi- dimainkannya membutuhkan latihan dan kecakapan yang terlatih/ mahir.
  • Mazmur 33: 3 Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru (SHIYR-SHUWR/ NYANYIAN BARU) ; petiklah (NAGAN) kecapi baik-baik dengan sorak-sorai !

Tafsiran saya seperti ini; bahwa penggunaan string tidak selalu pada lagu melow/ mendayu, melainkan bisa menjadi megah pada lagu yang bernuansakan sorak-sorai ! – lihat saja pada ayat Maz 33: 3 tadi disebutkan NAGAN tetapi dengan tambahan kata sorak-sorai pada akhir kalimat ayat.

Contoh ekspresi dari  memainkan alat musik untuk mengiringi nyanyian dalam keseharian:

  • Ekspresi dari pilihan suara string untuk menghadirkan suasana tertentu dalam sebuah adegan

Praktek dengan lagu ; NYALAKAN APIMU – intro menggunakan string !

https://www.youtube.com/watch?v=_LmyvAuu_5E

NYALAKAN API-MU

Jiwa bebas terlepas , kuasa maut tlah terhempas

nama Yesus pemenang , nama Yesus jawaban

Langkah tak kan terhenti , berlari sampai akhir

srukan tinggi nama-Nya , srukan ajaib namaNya

Roh Kudus membakar setiap kami, Naikkan pujian mujizat terjadi

Mengalir kuasa-Mu, nyalakan api-Mu ku nyanyi o we o ooo

Tercurah kuasa-Mu, nyalakan api-Mu, ku nyanyi o we o oooo

Keajaiban terjadi

  • Mengiringi secara instrumentalia dengan alat musik string – nubuatan yang  sedang disampaikan.

Nubuatan ada beberapa macam :

  • Nubuatan yang sedang disampaikan ini disampaikan dalam bentuk PERKATAAN/ NADA BICARA BIASA- TIDAK DINYANYIKAN. TETAPI DIIRINGI DENGAN MUSIK, memainkan musik pada saat pemberitaan Firman Tuhan, memainkan alat musik saat Firman Tuhan dibacakan.
  • II Raj 3: 14-16 Berkatalah Elisa: “Demi TUHAN semesta alam yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan: jika tidak karena Yosafat, raja Yehuda, maka sesungguhnya aku ini tidak akan memandang dan melihat kepadamu. Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi.” Pada waktu pemetik kecapi itu bermain ( NAGAN) kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia. Kemudian berkatalah ia: “Beginilah firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit,………….”

Contoh ekspresi dari  memainkan alat musik untuk mengiringi nyanyian dalam keseharian:

  • Seorang bintang film yang sedang siaran TV, sedang menyampaikan kepada kekasihnya yang sedang nonton di rumah, apa yang menjadi cita-cita mereka ke depan. Nah pada saat dia menyampaikan apa yang menjadi cita-citanya ke depan itulah, diiringi seorang keyboardis dengan pemilihan timbre String

Praktek: memainkan string selama khotbah disampaikan

Atau melihat : tayangan nubuatan pada awal rekaman ini:NUBUATAN YANG DIKATAKAN, bukan dinyanyikan. ( perhatikan pada bagian awal lagu ini)

sedangkan ini contoh NUBUATAN YANG DINYANYIKAN pada awal lagu ini;

  • Ataupun juga untuk mengiringi nubuatan yang disampaikan dalam suatu lagu syukur atau suatu perayaan ibadah ( YADAH dan HALAL) , melody yang dipakai bukan melody spontan, melainkan melody yang sudah ada dalam sebuah lagu.
  • I Taw 25:3 Dari Yedutun ialah anak-anak Yedutun: Gedalya, Zeri, Yesaya, Simei, Hasabya dan matica, enam orang, di bawah pimpinan ayah mereka, Yedutun, yang bernubuat dengan diiringi kecapi pada waktu menyanyikan syukur ( YADAH) dan puji-pujian ( HALAL) bagi Tuhan
  • N@DGYNAH adalah PERMAINAN MUSIK STRING/ ALAT MUSIK BERDAWAI/BERSENAR UNTUK MENGIRINGI NUBUATAN/ FIRMAN TUHAN/ PESAN TUHAN YANG SEDANG DISAMPAIKAN OLEH TUHAN MELALUI HAMBA-NYA KEPADA UMAT-NYA- MELALUI LAGU NUBUATAN/ ATAU NUBUATAN YANG DINYANYIKAN

Ekspresi N@dgynah adalah ; iringan musik pada saat nyanyian nubuatan disampaikan

Ayat tentang N@dgynah ini ada di :

  • Habakuk 3:1; 3:19 Doa nabi Habakuk. Menurut Nada Ratapan. Untuk pemimpin biduan, Dengan permainan (N@dgynah )

Tafsiran saya, Nubuatan Habakuk ini dinyanyikan oleh pemimpin biduan berdasarkan NADA RATAPAN, artinya kemungkinan besar, sudah ada progressif Chord tertentu yang disebut nada ratapan, atau bisa juga progressif chord tersebut sudah dilengkapi pula dengan meloy berulang. Namun syairnya diambil dari doa ratapan daripada nabi Habakuk ini.

Contoh ekspresi N@GIYNAH DAN NAGAN ini dalam keseharian:

Tentunya sebuah pentas puisi akan lebih baik bila diiringi dengan musik yang sesuai. Maka arti daripada puisi itu akan lebih dalam terasa pada telinga pendengar karena dipadukan dengan iringan musik lembut/ musik dari alat musik berdawai/bersenar. Seperti misalnya piano, gitar atau biola. Demikian juga Tuhan ingin saat Firman Tuhan diberitakan/dibacakan, ada iringan musik lembut yang akan membantu membangun suasana, sehingga Firman Tuhan dapat ditangkap lebih mendalam dalam hati pendengarnya.

Praktek:

Mendengar nubuatan yang dinyanyikan pada album SUKACITA PENUAIAN

Catatan Khusus: Tidak semua nubuatan diiringi dengan STRING saja, ada juga nubuatan yang tidak diringi hanya dengan alat musik string

I Taw 25:1 Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap.

Penafsiran saya, nubuatan yang diiringi hanya dengan string, adalah nubuatan yang dibarengi dengan musik bertempo lembut, dan dalam 1 Taw 25: 3, Yedutun lah yang bertugas memimpin anak-anaknya untuk melakukan hal ini

Sedangkan nubuatan yang diiringi dengan alat musik yang lebih lengkap, adalah nubuatan yang dibarengi dengan musik bertempo lebih cepat, dan dalam I Taw 25:1 dijelaskan bahwa generasi anak-anak mudalah yang melakukan hal ini.

Dari ayat-ayat di atas ini kita bisa tahu bahwa NAGAN- instrument yang dipakai harus string, sedangkan pada ZAMAR- yang dibuktikan dengan ayat-ayat di bawah ini- tidak harus diiringi dengan alat musik string, dia bisa diiringi juga dengan GAMBUS, KECAPI, GAMBUS SEPULUH TALI, REBANA !

  • Mazmur 71: 22 Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur (ZAMAR) bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.
  • Mazmur 144:9 Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur ( ZAMAR) bagi-Mu.
  • Mazmur 149:3 Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur (ZAMAR) kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!

Berbeda dengan ZAMAR, NAGAN ini adalah khusus musik string, sedangkan ZAMAR lebih merujuk pada iringan nyanyian  untuk ber-MAZMUR/ puisi spontan

  1. ZIMRAH

ZIMRAH adalah POTONGAN MUSIK UNTUK MENGIRINGI  LAGU, INSTRUMENTALIA, MELODY.

Ekspresi ZIMRAH adalah: memainkan intro, interlude, ending, memainkan musik instrumental ( tanpa Vocal), , dll, musik instrumental pra ibadah, musik instrumental untuk suasana hening perenungan Firman Tuhan, musik instrumental mengiringi jemaat pulang, musik instrumental untuk mengiringi doa berkat, dll

Ayat terkait ZIMRAH adalah:

  • Mazmur 81;2 Angkatlah lagu (ZIMRAH) , bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus.

Penafsiran saya ZIMRAH ini semacam intro, interlude, ending, dll yang mana pada bagian tersebut, hanya musik saja yang terdengar tanpa suara vocal/ tanpa syair, atau bisa juga berupa musik instrumentalia yang menjadi bagian dalam ibadah, pada saat jemaat bersaat teduh-merenungkan Firman Tuhan ataupun sebagai pujian pra ibadah.

Contoh pada kehidupan keseharian

  • Orang yang bersukacita kadang bisa secara tidak sadar berdendang/bersenandung , mendendangkan melody sebuah lagu, tetapi tidak menyanyikan kata-kata/syair lagu itu. Bukan karena tidak hafal syairnya, tetapi karena memang ada semacam melody dalam hatinya yang tidak bisa dibendung, dan itu terekspresikan lewat dendang/senandung tanpa syair. Ini sebenarnya adalah ekspresi dari musik instumental, oleh seseorang yang memiliki alat musik berupa pita suara. Namun dalam musik betulan hal ini digantikan dengan instumental/ ataupun instrumental sementara. Saat kita mendendangkan sebuah lagu/ menyenandungkan sebuah lagu, tanpa sadar syair lagu tersebut akan terngiang-ngiang di otak kita/memory kita walaupun syair tersebut tidak kita nyanyikan. Jadi ada semacam syair yang dapat dipisahkan dari melodynya, sehingga melody dinyanyikan/didendangkan/disenandungkan- sementara syairnya bisa bergema/bergaung dalam hati/dan pikiran kita. Tuhan ingin kita memiliki memory-memory yang mengingat tentang janji-janji dari pada-Nya dengan hanya menyenandungkan/ mendengar sebuah intro/interlude/ending lagu.

Praktek: Musik instrumental pra ibadah, musik instrumental untuk merenungkan Firman yang baru saja di dengar.

Praktek:

TUHAN RAJA MAHA BESAR

Tuhan Raja maha besar

Mari datang menyembah Dia

Dia pencipta dunia ini

Dia membentuk gunung-gunung

Ke hadirat-nya datanglah

Nyanyi bersyukur pada-Nya

Dengan bersuka bernyanyilah

Dia batu kes’lamatan puji Dia

Tuhan Raja maha besar

EKSPRESI DENGAN ALAT-ALAT MUSIK

  1. NEBEL

NEBEL  adalah GAMBUS

Ekspresi NEBEL : menggunakan Gambus, Kecapi, Harpa, Biola, Gitar untuk memuji Tuhan, Gitar saja memainkan bagian musik secara solo/ intro, Memakai gitar untuk ibadah rumah tangga, dll

Ayat tentang NEBEL :

  • Yesaya 14:11 Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu. ( Ayat ini menceritakan bagaimana Lucifer dilengkapi dengan musikalitas yang luar biasa sebelum dia jatuh dalam dosa)
  • Mazmur 150: 3 Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus (NEBEL) dan kecapi!

Contoh dalam keseharian:

  • Alat musik berdawai/bersenar akan dihadirkan dalam sebuah perangkat alat musik lengkap. Dipakai dalam band/orkestra untuk pementasan pada acara pernikahan, pesta, dll

Praktek pada lagu : MORE MORE MORE

  • KINNOWR

KINNOWR adalah KECAPI

Ekspresi KINNOWR adalah: menggunakan Kecapi /harpa  , untuk memuji Tuhan. Kecapi saja/ Harpa saja memuji Tuhan secara solo, dll

Ayat tentang KINNOWR  adalah:

  • Mazmur 150: 3 Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! (KINNOWR)

Contoh dalam keseharian:

  • Alat musik petik akan dihadirkan dalam sebuah perangkat alat musik lengkap. Dipakai dalam band/orkestra untuk pementasan pada acara pernikahan, pesta, dll

Apa yang membedakan alat musik bersenar dengan alat musik petik. Alat musik petik selalu bersenar, akan tetapi tidak semua alat musik bersenar itu memainkannya dengan cara dipetik, bisa saja di gesek, atau ditekan ( seperti piano adalah alat musik bersenar yang ditekan)

Praktek pada lagu : MORE MORE MORE

  • SHOWPHAR

SHOWPHAR adalah SANGKAKALA

Ekspresi SHOWPHAR adalah: menggunakan Sangkakala ( yang terbuat dari tanduk domba jantan) untuk memuji Tuhan, Terompet, Cornet, Horn, Terompet saja memainkan bagian musik secara solo/ intro, Memakai terompet untuk konser musik gereja, dll

Ayat tentang SHOWPHAR adalah:

  • Mazmur 150: 3 Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala (SHOWPHAR), pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!

Contoh dalam keseharian:

  • Alat musik tiup akan dihadirkan dalam sebuah perangkat alat musik lengkap. Dipakai dalam band/orkestra untuk pementasan pada acara pernikahan, pesta, dll

Praktek pada lagu : MORE MORE MORE

  • ‘UWGAB

‘UWGAB  adalah SERULING

Ekspresi ‘UWGAB adalah: menggunakan Seruling  , Organ ,reed-pipe, panpipes,  Flute,  untuk memuji Tuhan. Seruling saja/ flute saja memainkan lagu secara solo, dll

Ayat tentang ‘UWGAB’ adalah:

  • Mazmur 150: 4 Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! (‘UWGAB)

Contoh dalam keseharian:

  • Alat musik tiup/ pipa akan dihadirkan dalam sebuah perangkat alat musik lengkap. Dipakai dalam band/orkestra untuk pementasan pada acara pernikahan, pesta, dll

Praktek pada lagu : MORE MORE MORE

  1. TS@LATSAL

TS@LATSAL  yang berdenting  adalah CERACAP, CYMBAL yang bernada tinggi seperti dengingan belalang.

TS@LATSAL  yang berdentang adalah CERACAP, CYMBAL yang bernada seperti ledakan dalam peperangan

Ekspresi TS@LATSAL  adalah: menggunakan ceracap, cymbal untuk memuji Tuhan. Drum Only/ drum saja memuji Tuhan secara solo, dll

Ayat tentang ‘UWGAB’ adalah:

  • Mazmur 150: 5 Pujilah Dia dengan ceracap (TS@LATSAL) yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap (TS@LATSAL) yang berdentang!

Contoh dalam keseharian:

  • Alat musik pukul/ perkusi akan dihadirkan dalam sebuah perangkat alat musik lengkap. Dipakai dalam band/orkestra untuk pementasan pada acara pernikahan, pesta, dll

Praktek pada lagu : MORE MORE MORE

 

( pada menit ke 5.00)

MORE MORE MORE

More, more, more
i want more more more
more, we praise you

i’m gonna dance today
i’m gonna dance today
i’m gonna dance today
because of jesus

i’m gonna fly today
i’m gonna fly today
i’m gonna fly today
because of jesus

i’m gonna clap my hands
i’m gonna clap my hands
i’m gonna clap my hands
because of jesus

i’m gonna jump today
i’m gonna jump today
i’m gonna jump today
because of jesus

 

Kesimpulan: penggunaan beberapa macam alat musik sbb:

  • Alat musik petik (Gitar)
  • Alat musik gesek ( biola, Cello)
  • Alat musik tekan ( Keyboard, Piano, Organ)
  • Alat musik tiup ( terompet, saxophone, seruling/recorder/suling bambu, dll)
  • Alat musik pukul ( drum, perkusi, ketipung, dll)

Semua jenis alat musik ini dipakai oleh Tuhan untuk memuliakan nama-Nya !

EKSPRESI OLEH MUSISI

  • NATSACH

NATSACH adalah MENJADI PEMIMPIN BIDUAN/ KEPALA MUSISI/ PENYANYI, yang bertugas menjadi penilik, pengawas, direktur atau kepala, kepala musisi ( penyanyi), mengawasi, memainkan, mengiringi, mengepalai

Ekspresi NATSACH adalah melayani Tuhan melalui organisasi musik, latihan musik, mengatur jam latihan , mengatur arransement musik, mengatur jadwal latihan musik, mengatur petugas musik, petugas vokal, petugas paduan suara, , mengatur jadwal pelayanan musik, membimbing pelatihan lahirnya musisi baru/ vokalis baru  dalam bentuk regenerasi, mengatur persiapan ;  konser musik, pementasan musik, sendra tari yang membutuhkan musik, drama musikal, Dll

Hal ini bisa lebih diperjelas lagi dengan I Taw 25: 6-7

Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman, Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN—mereka sekalian adalah ahli seni—ada dua ratus delapan puluh delapan orang. Tua dan muda, guru dan murid, membuang undi mengenai tugasnya.

Ayat terkait NATSACH ini adalah:

  • Mazmur 4:1 Untuk pemimpin biduan ( NATSACH) dengan permainan kecapi, mazmur Daud.
  • Mazmur 5:1 Untuk pemimpin biduan (NATSACH) dengan permainan suling, mazmur Daud.
  • Mazmur 8:1 Untuk pemimpin biduan (NATSACH). Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.

Contoh menjadi pemimpin biduan ini dalam keseharian:

  • Dalam sebuah pertunjukan akbar, tentunya dipersiapkan dengan baik oleh panitia, semua persiapan-persiapan yang diperlukan. Demikian juga saat kita berhadapan dengan Allah yang tertib dan teratur, Tuhan ingin semua diatur dengan baik dan terorganisir dengan rapi. Tuhan tidak saja ingin kita perhatikan skill tetapi juga memperhatikan pengaturan/ management semuanya agar lebih tertata , tidak kacau balau.

Non Praktek lagu

  • ZAMMAR

ZAMMAR adalah SEORANG MUSISI, SEORANG PENYANYI, SEORANG PEMAIN MUSIK

Ekspresi ZAMMAR adalah orang yang mengembangkan talentanya untuk bermusik ( baik musik instrumental maupun musik vokal) dan memakai talentanya untuk memuliakan Tuhan, mengiringi, bermain musik, mengarang lagu, mengarransement lagu, mengadakan konser, mengadakan performance, memimpin ibadah, dll

Ayat tentang ZAMMAR :

  • Ezra 7:24 Lagipula kami beritahukan kepadamu, bahwa tidaklah sah bila para imam, orang Lewi, penyanyi (ZAMMAR) , penunggu pintu gerbang, budak di bait ALLAH dan para hamba rumah Allah dikenakan pajak, upeti atau bea.

Contoh dalam keseharian:

  • Hanya orang-orang yang berprestasi saja yang diajukan untuk mewakili negara mengikuti ajang olympiade internasional, demikian juga dengan hidup kita, semakin kita mengasah keterampilan kita dan mengembangkan talenta kita, kita semakin menyengkan Tuhan dengan hal itu.

Non Praktek lagu

TIPS DARI SAYA UNTUK ; EKSPRESI DENGAN INSTRUMENTALIA, ALAT -ALAT MUSIK SERTA PEMUSIK itu sendiri;
Sebagai WL, jangan segan-segan MEMPERKENALKAN MUSISI pada jemaat ( karena sebagai musisi..merekalah ORANG yang sedang mengekspresikan musik mereka untuk melayani dan memuji Tuhan)

SEBAGAI WL, jangan segan-segan memberi kesempatan musik untuk berkespresi TANPA VOKAL,
Jadi tidak selalu harus pada saat intro itu WL bicara terus
tetapi ada saatnya WL diam, dan biarkan kita semua beserta jemaat, memberi kesempatan para musisi mengekspresikan pujian pengagungan mereka kepada Tuhan lewat permainan musik mereka
walau boleh juga pada saat musik bermain tanpa VOKAl kita berkomentar, atau mengajak jemaat sorak-sorai, TETAPI TIDAK HARUS SELALU SEPERTI ITU
Terkadang biarkan INTRO PANJANG ( baik pada lagu cepat atau lambat) menjadi kesempatan MUSIK INSTRUMENTAL dinaikkan sebagai PENYEMBAHAN KEPADA TUHAN

Ada yang mengatakan intro jangan terlalu panjang, untuk pendapat ini terkadang bisa dikatakan saya setuju, namun di lain hal, saya juga menyarankan pemusik sekali-sekali boleh juga MEMBUAT INTRO YANG PANJANG, baik pada lagu lambat atau lagu cepat, dengan tujuan, pada saat INTRO PANJANG yang apik itu ( yang sudah dipersiapkan dengan megah, dengan agung, dengan skill yang baik, dengan arransement yang keren banget) , pada saat intro panjang itu berjalan, itulah saatnya, musisi mengambil peran sebagai penyembah dan pemuji melalui permainan musiknya, tugas WL dan jemaat adalah DIAM , TANPA KOMENTAR ATAUPUN SUARA LAIN, bisa bersama BERTEPUK TANGAN ( untuk lagu cepat) atau bisa BERSAMA MASUK DALAM KEDALAMAN LAGU yang akan dinyanyikan yang termuat dalam intro panjang itu.

EKSPRESI DENGAN KATA-KATA

  • MIZMOWR

MIZMOWR adalah MAZMUR/SYAIR/LYRIC/TEKS LAGU, puisi bernada, puisi yang dimasukkan dalam nada,  membuat suatu melody.

Ekspresi daripada MIZMOWR adalah: bermazmur, menyanyikan ayat Firman Tuhan, membaca kitab Mazmur dengan menyanyi, making melody (membuat melody baru/spontan ) dalam penyembahan kepada TUHAN, yang syairnya diambil dari kitab puisi dalam Alkitab. Menyanyikan lagu-lagu yang pencipta lagu tersebut mengambil teks lagunya dari kitab Mazmur atau kitab puisi lainnya.

Tafsiran saya, MIZMOWR ini adalah PUISI yang diciptakan oleh seseorang, atau lebih tepatnya SYAIR/ LYRIC/ TEKS LAGU, jadi dalam Mazmur, ada :

  • Mazmur Daud, artinya teksnya/puisinya/syair/lyricnya diciptakan oleh Daud,
  • ada juga Mazmur yang diciptakan oleh Bani Korah,
  • dan ada juga yang diciptakan oleh Asaf yang disebut Mazmur Asaf.

Beberapa jenis MIZMOWR

  1. MIZMOWR yang dinyanyikan dalam melody spontan oleh pencipta syair/puisi/lyric itu sendiri

Jadi syair ini sudah ada, pada saat DI MAZMUR-kan- DI –MIZMOWR-kan – puisi ini dimasukkan pada sebuah melody/nada yang mana nada itu pada umumnya dilagukan secara spontan/melody spontan.  Contohnya pada ayat-ayat berikut ini:

  • Mazmur 3:1 Mazmur (MIZMOWR) Daud
  • Mazmur 15:1 Mazmur (MIZMOWR) Daud
  • Mazmur 50:1 Mazmur (MIZMOWR) Asaf
  • Mazmur 73:1 Mazmur (MIZMOWR) Asaf
  • Mazmur 79:1 Mazmur (MIZMOWR) Asaf
  • Mazmur 82:1 Mazmur (MIZMOWR) Asaf

Kemungkinan besar- mazmur-mazmur pada ayat-ayat di atas dinyanyikan sendiri oleh pencipta syair tersebut, karena tidak ada keterangan Untuk Pemimpin Biduan

  1. MIZMOWR yang dinyanyikan dalam melody spontan oleh team musik/ jadi bukan dinyanyikan oleh si pencipta syair itu sendiri

Kemungkinan besar ada juga  mazmur-mazmur yang diberikan kepada pemimpin biduan/ kepala departement musik untuk dinyanyikan oleh orang lain, karena ada keterangan Untuk Pemimpin biduan, jadi kemungkinan besar ini diserahkan berupa teks puisi, untuk kemudian dinyanyikan secara spontan oleh team musik, karena tidak ada keterangan nama melody lagu ( seperti pada Mazmur 75:1) ataupun tidak ada keterangan adanya arrangement musik yang sudah jadi (seperti pada Mazmur 76:1)

  • Mazmur 13:1 Untuk pemimpin biduan, Mazmur (MIZMOWR) Daud
  • Mazmur 47:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur (MIZMOWR)
  • Mazmur 49:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur ( MIZMOWR)
  • Mazmur 85:1 untuk pemimpin biduan, Mazmur ( MIZMOWR) Bani Korah
  1. MIZMOWR yang dinyanyikan dalam melody yang sudah dikenal / yaitu melody lagu lain

Pada Mazmur 75:1, puisi/syair/lyric daripada Asaf ini dimasukkan di sebuah melody lagu yang sudah ada, yaitu melodi sebuah lagu yang dinamakan/judulnya Jangan Memusnahkan ( Jangan Memusnahkan= nama sebuah melody- judul syair Asaf bukan judul itu, melainkan judulnya /themanya adalah Allah, Hakim yang adil).

  • Mazmur 75:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan Memusnahkan. Mazmur (MIZMOWR) Asaf . Nyanyian.
  1. MIZMOWR yang telah disertai juga dengan nama pencipta melody

Kemungkinan besar pada ayat berikut ini, penulis syair/lyric/puisinya adalah Bani Korah, namun pencipta melodynya adalah Heman, orang Ezrahi. Nama pencipta Melody/ lagunya dituliskan dengan jelas; Heman, orang Ezrahi. Melody ciptaan Heman ini disebut Mahalat Leanot. Gitit kemungkinan juga nama seorang musisi.

  • Mazmur 88:1 Nyanyian. Mazmur bani Korah. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu; Mahalat Leanot. Nyanyian pengajaran Heman, orang Ezrahi.
  • Mazmur 84:1 Untuk pemimpin biduan, Menurut lagu; Gitit. Mazmur (MIZMOWR) bani Korah.
  1. MIZMOWR yang telah disertai arrangement melody

Kemungkinan besar ada juga mazmur-mazmur yang telah digarap tidak hanya sebagai syair saja, melainkan telah dilengkapi dengan sebuah gubahan lagu/melody. Namun melody ini adalah melody baru, jadi bukan diambil dari melody lagu lain yang sudah dikenal.

  • Mazmur 83:1 Mazmur (MIZMOWR) Suatu nyanyian
  • Mazmur 48:1 Nyanyian, Mazmur (MIZMOWR) Bani Korah
  • Mazmur 87:1 Mazmur bani Korah. Suatu nyanyian.
  1. MIZMOWR yang telah disertai arrangement melody dan iringan musiknya

Pada Mazmur 76:1, puisi/syair/lyric daripada Asaf ini telah disertai dengan penggarapan arrangement musiknya / yaitu permainan kecapi, itu artinya melodynya tidak bisa spontan, melainkan telah diarrangement secara khusus,baik melody lagu maupun iringan musiknya.

  • Mazmur 76:1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Mazmur (MIZMOWR) Nyanyian.

Perbedaan antara Zamar dengan Mizmowr dan ROWMAM  adalah:

Pada Mizmowr- teks lagu/ syair lagu/ lyric lagu sudah ada, tinggal dinyanyikan saja- bisa melalui melody spontan atau memakai melody yang sudah ada pada lagu lain, atau menciptakan melody baru yang khusus diciptakan untuk puisi/lyric/teks/syair lagu tersebut. Dalam hal ini, musik mengacu pada teks/syair.

Tetapi pada ZAMAR- justru pola progressif chord musiknya sudah ada, musik sudah main dengan polanya chordnya sendiri, tinggal para pemazmur yang bermazmur dengan syair/puisi spontan yang keluar dari hatinya untuk memuliakan nama TUHAN.  Dalam hal ini justru syair/teks yang mengacu pada musik/ progressif  chord yang sudah baku.

Sedangkan ROWMAM adalah pujian solo dari teks/syair yang sudah ada namun si solis itu membuat melody spontan dalam menyanyikan bagian solonya.

Contoh ekspresi MIZMOWR ini dalam keseharian:

  • Seorang kekasih yang merayu kekasihnya sambil bernyanyi/ menyanyikan sajak/puisi rayuannya itu. Demikian juga kemesraan kita dengan Tuhan saat Tuhan mendengar pujian kepada-Nya diberi melody spontan.

Praktek dengan lagu:

  • Melody Spontan : Mazmur 15
  • Menyanyikan syair dari Mazmur 75, dengan nada melody Oh Betapa Indahnya ( Maz 133)
  • Menyanyikan Mazmur 133
  • KABOD

KABOD adalah AJAKAN UNTUK MEMULIAKAN TUHAN

Ekspresi KABOD adalah: ajakan untuk memberikan kepada Tuhan kata-kata pujian, kemuliaan, kehormatan, kekayaan,kemegahan, keindahan, kuasa kemuliaanNya.

Ayat tentang KABOD dapat ditemui pada ayat-ayat ini:

  • Mazmur 66:2 Mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah(KABOD) Dia dengan puji-pujian!
  • Mazmur 96:8 Berilah kepada TUHAN kemuliaan (KABOD) nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!

Kata KABOD dalam bahasa aslinya sedikit pun tidak mengandung arti yang mengarah pada sikap tubuh , melainkan mengandung arti ‘kata-kata pujian’. Jika kita padukan dengan Mazmur 96:8 yang diawali dengan kata ‘berilah’ (YAHAB) yang mengandung arti : berikanlah, berilah, marilah, baiklah, ajukanlah, tempatkanlah, tunjukkanlah, kemukakanlah. Maka dapat saya tafsirkan kata KABOD ini adalah berbicara mengenai bagaimana kita mengajak orang-orang di sekitar kita untuk memberikan kata-kata pujian yang memuliakan nama Tuhan.

Dalam ibadah lebih tepat digambarkan sebagai komentar pemimpin pujian, yang berfungsi sebagai pembisik agar jemaat sebagai aktor/aktris yang sesungguhnya, dapat memberikan penampilan yang terbaik bagi Penonton, yaitu Bapa Surgawi.

Ajakan berupa kata-kata ini bisa berupa kata-kata tanpa nada – ataupun bernada nyanyian dalam melody  dan syair improvisasi.  Namun kata-kata ajakan ini bukan bagian daripada arransement lagu asli, melainkan pengembangan dari si pemimpin pujian untuk pada bagian berikutnya jemaat diajak lebih lagi dalam memuliakan Tuhan.

Ekspresi ajakan untuk memberikan pujian kemuliaan

  • Seperti seorang ibu yang mengajari anaknya berterima kasih pada papanya, saat papanya memberikan oleh-oleh. Demikian juga kita perlu mengajak, mendorong orang-orang di sekitar kita untuk memuliakan Tuhan senantiasa.

Praktek pada lagu :

Hari Ini

1= C-D

Hari ini hari yang telah dijadikan Tuhan

mari kita bersuka

Hari ini hari yang telah dijadikan Tuhan

mari kita bersuka  di dalam Tuhan,

bersuka di dalam Tuhan

Bersuka, bersuka dalam Tuhan, mari bersuka, bersukacitalah

Bersuka, bersuka dalam Tuhan, mari bersuka, bersukacitalah

  1. RINNAH

RINNAH adalah MEMPROKLAMASIKAN KEMENANGAN- semacam yel-yel

Ekspresi RINNAH adalah memproklamasikan Tuhan, berteriak, bernyanyi, lagu, kemenangan, permohonan, doa, pernyataan, sukacita, pujian, berderit/ melengkingkan suara, kebahagiaan, sorak-sorai, bersorak-sorai, berseru, gemuruh sorak-sorai.

Tafsiran saya, RINNAH ini semacam YEL-YEL yang berisi statemen/pernyataan/proklamasi tentang siapa Tuhan, tentang kemenangan kita di dalam Tuhan, tentang perbuatan Tuhan. Yel-yel ini bisa dalam beberapa bentuk:

  • dikatakan atau dinyanyikan berbalasan,
  • atau bisa juga berupa gemuruh sorak-sorai yang dilakukan oleh banyak orang yang memproklamasikan tentang Tuhan dengan kalimat yang berbeda-beda pada tiap orang, sehingga menghasilkan gemuruh suara.
  • RINNAH ini juga bisa berupa doa yang berisi statement/pernyataan/proklamasi tentang kemenangan, namun doa ini bukan dengan suara lirih/lembut melainkan dengan suara keras/lengkingan/sorakkan..
  • bisa secara bersahut-sahutan atau bersama-sama dalam gemuruh lengkingan suara.
  • Terkadang ada juga lagu yang sudah diarransement mengandung YEL-YEL semacam ini. Jika demikian, maka Yel-yel ini bernada, tetapi tetap intinya menyatakan sebuah statement/proklamasi. Pada lagu-lagu tertentu YEL YEL semacam ini mirip/ kurang lebih sama dengan irama raph

Contoh pada lagu:

Aku lebih dari pemenang- kita lebih dari pemenang- kamu lebih dari pemenang- dst

Ayat terkait kata RINNAH ini ada pada

  • Mazmur 107:22 Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai (RINNAH)
  • Mazmur 118:15 Suara sorak-sorai (RINNAH) dan kemenangan di kemah orang-orang benar: “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, ..”
  • Mazmur 126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai (RINNAH) sambil membawa berkas-berkasnya.
  • Yesaya 44:23 Bersorak-sorailah, hai langit, sebab TUHAN telah bertindak, bertempiksoraklah , hai rahim bumi! Bergembiralah dengan sorak-sorai (RINNAH), hai gunung-gunung, hai hutan serta segala pohon di dalamnya! Sebab TUHAN telah menebus Yakub, dan telah memperlihatkan keagungan-Nya dalam hal Israel.
  • Yesaya 49:13 Bersorak-sorailah ,hai langit, bersorak-soraklah ,hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai (RINNAH), hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.
  • Yesaya 55:12 Sunggunh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai;gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai (RINNAH) di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.

Contoh dalam keseharian:

  • Seorang yang sedang mengikat janji suci pernikahan, akan mengucapkan / memproklamasikan janji-janjinya terhadap pasangannya. Demikian juga dengan kita terhadap Tuhan, kita proklamasikan kepada khalayak ramai, siapa Dia bagi kita

Praktek: mempraktekkan RINNAH setelah menyanyikan salah satu tempo cepat

BETAPA HEBAT

BERKUASA DI BUMI DI SURGA
BERTAHTA DALAM KEMULIAAN
DIALAH TUHAN ALLAH KITA
NAMA-NYA BERKUASA
PEMBEBAS UMAT-NYA

REFF:
BETAPA HEBAT, BETAPA KUAT
DAHSYATNYA ALLAH KITA
DIA BERJAYA ATAS SEMUA PERBUATAN-NYA

BETAPA HEBAT, BETAPA KUAT
DAHSYATNYA ALLAH KITA
DIA TERNAMA, YESUS RAJA S’GALA RAJA
TUHAN ALLAH KITA

EKSPRESI DENGAN TUBUH

  • TANGAN
  • TOWDAH

Towdah adalah PUJIAN PENGUCAPAN SYUKUR dengan mengangkat tangan  dalam sembah sujud

Ekspresi Towdah adalah mengangkat tangan dalam sembah sujud untuk berterima kasih kepada Tuhan untuk hal-hal yang belum diterima serta hal-hal yang sudah di tangan.  Bisa juga diekspresikan dalam : Paduan suara Umat/ Unisono/ koor, Korban pujian, syukur.

Berbeda dengan Yadah, adalah mengangkat tangan sambil berdiri, sedangkan Towdah adalah mengangkat tangan yang  dilakukan sambil sembah sujud.

Ayat yang menyebut kata TOWDAH:

  • Mazmur 50:14 Persembahkanlah syukur (TOWDAH) sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi.
  • Mazmur 69:30 Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur ( TOWDAH)
  • Mazmur 100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur ( TOWDAH), ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, Bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya

Contoh ekspresi mengangkat tangan dalam sembah sujud dalam keseharian:

  • Ekspresi seorang pengemis yang duduk sambil mengangkat tangan tanda terima kasih saat dia mendapat sumbangan puluhan juga rupiah dari seorang gubenur/walikota/bahkan presiden. Demikian juga betapa kita berterima kasih atas anugrah terbesar yang bisa kita terima lewat karya salib Kristus

Praktek pada lagu:

Sambutlah Yesus

1 = D

Dia sungguh indah,        Dia Yesus, Dia ajaib, Dia mulia, Dia agung

Dia cinta daku,      dan   ampuniku,       bahkan rela, brikan nyawanya tuk slamatkanku

Reff:

Sambutlah Yesus,          tinggikan Yesus,

bri Dia hormat, pujian dan kuasa, Yesus Raja

Bagi yang mulia,         kuangkat           tanganku,

Kau kucinta, kupuja, kusembah, haleluya

  • YADAH

Yadah adalah PUJIAN PENGAKUAN, PUJIAN SYUKUR dengan mengangkat tangan sambil berdiri.

Ekspresi Yadah adalah mengangkat tangan ( berlawanan dengan orang yang meratapi, dia akan meremas-remas tangan). Tindakan mengangkat tangan ini bisa untuk :

  • bersyukur,atau mengangkat nyanyian syukur, atau mempersembahkan syukur,
  • menyanjung,
  • mengaku dosa, mengucapkan pengakuan.

Berbeda dengan TOWDAH yang mengangkat tangan sambil bersujud, Yadah adalah mengangkat tangan yang dilakukan sambil berdiri.

Tafsiran saya : Berbeda dengan NACAH yang adalah mengangkat tangan untuk mengarahkan hatinya kepada TUHAN, maka YADAH ini adalah mengangkat tangan untuk mengekspresikan syukur, atau memohon ampun

Ayat yang mencantumkan kata Yadah

  • Mazmur 33:2 Bersyukurlah ( YADAH) kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluhntali!
  • Mazmur 18:49 Sebab itu aku mau menyanyikan syukur (YADAH) bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.
  • Mazmur 9:2
  • Aku mau bersyukur (YADAH) kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.

Contoh ekspresi mengangkat tangan dalam kehidupan sehari-hari

  • Ekspresi penyerahan saat seseorang ditodong pistol. Demikianlah ekspresi kita berserah ( angkat tangan) pada Tuhan, agar Tuhan sendiri yang turun tangan.
  • Ekspresi penyerahan/ pengakuan dari seseorang yang merasa bersalah. Demikianlah ekspresi kita saat kita mengaku dosa di hadapan TUHAN
  • Ekspresi seorang wasit untuk menyatakan siapa dari kedua petinju ini yang menang, demikian juga kita sebagai pemenang, kita akan mengangkat tangan sebagai tanda kemenangan. Demikianlah ekspresi kemenangan kita dengan cara mengangkat tangan.

Praktek dengan lagu:

Yesus Kami Puja

Yesus kami puja, kami sembah s’bagai Raja

Berdiri di tengah kami, ditinggikan dan dipuji

Sembah dan puji p’nuhi tahta-Mu

Sembah dan puji p’nuhi tahta-Mu

Sembah dan puji p’nuhi tahta-Mu

Yesus Tuhan adalah Raja

  • NACAH

NACAH adalah MEMUJI TUHAN DENGAN CARA MENGANGKAT TANGAN untuk mengarahkan hati kepada TUHAN

Ekspresi NACAH adalah memuji dan memberi rasa hormat dengan cara mengangkat tangan. Mengarahkan hati kepada Tuhan dengan cara mengangkat tangan.

Tafsiran saya : Berbeda dengan YADAH yang  adalah mengangkat tangan untuk mengekspresikan syukur, atau memohon ampun, maka NACAH ini adalah mengangkat tangan untuk mengarahkan hatinya kepada TUHAN.

Tafsiran saya NACAH ini tidak selalu harus disertai dengan menyanyi, bisa juga sambil berdoa ! Tetapi YADAH pastilah mengangkat tangan sambil menyanyi.

Ayat terkait NACAH ini ada di :

  • Mazmur 28:2 Dengarlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat (NACAH) tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.
  • Mazmur 63:4 Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan (NACAH) tanganku demi nama-Mu.
  • Mazmur 134:2 Angkatlah (NACAH) tanganmu ke tempat kudus dan pujilah TUHAN!

Contoh dalam keseharian:

  • Ekspresi kedekatan seorang anak yang minta gendong papanya. Demikianlah ekspresi kedekatan kita dengan Bapa surgawi. Ekspresi seorang ayah yang sedang menjunjung anaknya tinggi-tinggi.
  • Ekspresi seseorang yang menyapa dari kejauhan. Demikianlah ekspresi kerinduan kita akan Tuhan.

Praktek : Mengajak jemaat mengarahkan hati pada Tuhan dengan mengangkat tangan, sambil  berdoa.

  • CALAL

CALAL adalah PUJIAN PENINGGIAN / PUJIAN JUNJUNGAN dengan cara mengangkat kedua tangan lurus ke depan/ ke atas

Ekspresi CALAL adalah mengangkat lagu sambil mengangkat kedua tangan lurus ke depan/ke atas seperti orang sedang melemparkan sesuatu ke atas, sebagai ekspresi peninggian akan Tuhan dan sebuah ekspresi penghargaan yang dalam, atau sebuah ekspresi memberikan sebuah hadiah

Ayat yang mengandung kata CALAL  ini adalah:

  • Mazmur 68:5 Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan (CALAL) bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-dialah di hadapan-Nya!

Perhatikan bahwa CALAL di sini bukan jalan biasa- tetapi jalan yang dirintis/dibuat/dibuka. Ingatlah bahwa saat kita meninggikan Tuhan, menjunjung Tuhan tinggi-tinggi, meninggikan karya salib Kristus, memuja karya salib-Nya, pada saat yang sama, ada jalan yang sedang dirintis, untuk Tuhan melalui jalan itu menarik banyak jiwa datang kepada-Nya

Yohanes 12:32-33

Dan aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku. Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana cara-Nya Ia akan mati.

Contoh Ekspresi mengangkat tangan lurus ke depan dalam keseharian :

  • Ekspresi orang yang TOAS/ Sepakat/ Deal. Demikianlah kita menyatukan kehendak kita dengan tunduk pada kehendak Tuhan, pada otoritas Tuhan.
  • Ekspresi seseorang hamba yang menyajikan minuman/suatu upeti kepada tuannya/rajanya

Praktek pada lagu:

TINGGIKAN DIRI-MU

1 = F

Kubersyukur pada-Mu Tuhan, atas kasih-Mu

Ku bermazmur bagi nama-Mu yang kudus

Sbab Engkau kebenaran-ku pada-Mu kupercaya

Betapa mulianya Tuhanku kurin    du menyatakan

Reff

Tinggikan diri-Mu mengatasi  langit

Kebesaran-Mu Tuhan  mengatasi bumi

Tinggikan diri-Mu mengatasi langit

Kemuliaan-mu Tuhan  mengatasi bumi

  • GADAL

GADAL adalah  PUJIAN PENGAGUNGAN/ PUJIAN KEMEGAHAN TUHAN dengan cara mengembangkan tangan

Ekspresi dari GADAL adalah: membesarkan Tuhan, memuliakan Tuhan, mengagungkan Tuhan, besarnya HAL-HAL yang dilakukan-Nya, memasyurkan, mempromosikan, membanggakan, dengan menggerakkan tangan seperti menggambarkan sesuatu perkembangan/pertumbuhan yang tak terduga/ to twist/ bertambah besar.

Ayat yang menggunakan kata GADAl ini adalah:

  • Mazmur 34:3 Muliakanlah (GADAL) TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyurkan nama-Nya!
  • Mazmur 69:30 Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan (GADAL) Dia dengan nyanyian syukur.
  • Mazmur 70:4 Biarlah bergirang dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu selalu berkata: “Allah itu besar!” (GADAL)

Contoh Ekspresi GADAL dalam keseharian:

  • Bagaimana seorang anak kecil yang selalu membangga-banggakan kehebatan ayahnya pada temannya, merasa tidak mau kalah, ia merasa bahwa ayahnyalah yang paling hebat di antara semua ayah yang lain. Demikian juga saat kita mengalami kebesaran Tuhan, tidak bisa tidak, kita akan selalu bangga akan Dia dan mengagungkan kebesaran-Nya.

Praktek dengan lagu

BESAR ANUGRAH-MU

Besar anugrah-Mu melimpah kasih-Mu

Semakin hari smakin bertambah besar anugrah-Mu

  • MACHA

MACHA adalah BERTEPUK TANGAN SEBAGAI TANDA PENGAGUNGAN

Ekspresi MACHA  adalah bertepuk tangan karena sukacita dan kegembiaraan dan karena menyerang.

Ayat yang menggunakan kata MACHA adalah:

  • Mazmur 98:8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan  (MACHA-KAPH )dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama.
  • Yesaya 55:12 Sunggunh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai;gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan (MACHA-KAPH)

Yang membedakan MACHA dari KAPH adalah pada MACHA tepukan tangan tidak disertai hentakan kaki. Namun pada Yesaya 55:12 , dan Mazmur 98:8 ditulis baik MACHA maupun KAPH, artinya kedua-duanya dilakukan baik bertepuk tangan, maupun menghentakkan kaki.

Contoh ekspresi bertepuk tangan dalam keseharian adalah:

  • Ekspresi seorang Raja yang memanggil hamba-hambanya cukup dengan bertepuk tangan, demikian juga saat kita betepuk tangan, malaikat datang melayani kita (Ibrani 1:14)
  • Ekspresi menyoraki jagoan yang sedang bertanding, demikian juga kita menyoraki Tuhan yang sedang berperang melawan musuh-musuh-Nya Yes 42: 13
  • Ekspresi penonton yang terkesima melihat konser yang begitu megah , dan mereka Standing Applause untuk meminta babak tambahan, demikian juga saat kita mengagumi karya Tuhan , seakan-akan kita memberikan standing applause kepada Tuhan untuk terus berkarya lebih lagi dalam hidup kita
  • Ekspresi penonton yang puas dengan pertunjukan yang baru saja berakhir. Demikian juga saat kita bertepuk tangan, kita sedang menyatakan puas kepada Tuhan atas segala perbuatan-Nya dalam hidup kita.

Praktek dengan lagu:

NYANYI BAGI DIA

1= A

Angkatlah suaramu,   puji dan serukan nama-Yesus

Tanggalkan bebanmu, tak perlu kau kuatir, sbab Dia sanggup

Gerakkan kakimu Menarilah dan bertepuk tangan

Bersukacitalah , takperlu kau kuatir, sbab Dia sanggup

Skarang nyanyikan kebesaran-Nya Dia kuat dan penuh kuasa

Bersorak sorai karna kasih-Nya tlah datang melawat kita,Nyanyi bagi Dia

  • KAPH

KAPH adalah BERTEPUK TANGAN SAMBIL MENGHENTAKKAN SALAH SATU KAKI

Ekspresi KAPH adalah bertepuk tangan sambil membungkuk dan menghentak-hentakkan salah satu telapak kaki ke tanah ( menginjak-injak ) dengan daya tunggal kaki sebagai simbol kekuasaan.

Ayat yang memakai kata KAPH ini adalah:

  • Mazmur 47:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur. Hai segalah bangsa, bertepuktanganlah (KAPH-TAGA) , elu-elukanlah Allah dengan sorak sorai!
  • Yehezkiel 6: 11 Beginilah firman Tuhan ALLAH; Bertepuklah (KAPH-NAKAH) dan entakkanlah kakimu ke tanah dan serukanlah; Awas! Oleh sebab segala perbuatan kaum Israel yang keji dan jahat, mereka akan rebah mati karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar.
  • Yesaya 55:12 Sunggunh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai;gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan (MACHA-KAPH)

Yang membedakan MACHA dari KAPH adalah pada MACHA tepukan tangan tidak disertai hentakan kaki, namun pada KAPH tepukan tangan ini disertai hentakan kaki.

Namun pada Yesaya 55:12 ditulis baik MACHA maupun KAPH, artinya kedua-duanya dilakukan baik bertepuk tangan, maupun menghentakkan kaki.

Kata TAGA dalam Mazmur 47:1 mengandung penafsiran  serempak/bersama-sama secara tempo dan irama

Kata NAKAH dalam Yehezkiel 6:11 mengandung arti : membunuh, menghajar, memukul kalah, mengalahkan, menewaskan, menancapkan, menggempur, menyerang, menerobos, membinasakan, menghancurkan

Kesimpulannya, baik Mazmur 47:1 dan Yehezkiel 6:11 sama-sama bertepuk tangan sambil menghentakkan salah satu kaki, namun bedanya pada Mazmur 47:1 ada tempo dan irama yang seragam /serentak pada semua orang, akan tetapi pada Yehezkiel 6:11 tanpa tempo yang beraturan, yang penting di sini bagaimana menginjak musuh sampai mereka mati/kalah.

Contoh ekspresi bertepuk tangan sambil menghentak-hentakkan satu telapak kaki dalam keseharian:

  • Saat sekelompok supporter kesebelasan menyoraki kesebelasan favourite-nya saat goal hampir dicetak, mereka memberi semangat pada para pemain supaya goal benar-benar tercetak, dan menggetarkan gawang lawan. Yang mereka lakukan salah satunyan adalah seperti itu, bertepuk tangan- sambil menghentak-hentakkan salah satu kakinya dan juga sambil berteriak “Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu” Demikian juga untuk menyatakan kekuasaan kita atas lawan/musuh, kita menyemangati diri kita sebagai penginjak-injak musuh di bawah kaki kita.

Praktek dengang lagu :

BANGKIT, SERUKAN NAMA YESUS
Ir. Erwin Badudu & Franky Sihombing

BANGKIT, SERUKAN NAMA YESUS
MAJU NYATAKAN KUASA-NYA
KITA BUAT IBLIS GEMETAR
KALAHKAN TIPU DAYANYA
DENGAN KUASA NAMA-NYA

REFF :
NAMA YESUS, MENARA YANG KUAT
NAMA YESUS, KOTA BENTENG YANG TEGUH
NAMA YESUS, KALAHKAN SEMUA MUSUH
NAMA YESUS, DIATAS SEGALANYA

 

  • TAGA

TAGA adalah BERTEPUK TANGAN SECARA SERENTAK DALAM IRAMA DAN TEMPO  YANG SAMA

Ekspresi TAGA adalah : membuat gaduh, bertepuk tangan secara serentak dalam irama yang sama dan stabil, untuk menyerang, memberikan pukulan kepada lawan, dan dorongan, menusuk.

Ayat yang menggunakan kata TAGA ini adalah:

  • Mazmur 47:1 Untuk pemimpin biduan, Dari bani Korah, Mazmur. Hai segalah bangsa, bertepuktanganlah, (KAPH-TAGA), elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!

Karena dalam ayat Mazmur 47:1 ini mengandung kata KAPH ( bertepuk tangan sambil menghentak-hentakkan salah satu kaki- maka bisa dipastikan pada ayat ini, kata KAPH-TAGA dimaksudkan sebagai bertepuktangan secara serentak dengan irama dan tempo yang sama, sambil menghentak-hentakkan salah satu kaki.

Namun dalam prakteknya TAGA dapat berdiri sendiri, artinya mengajak umat Tuhan bertepuk tangan dalam irama dan tempo yang serentak ( walaupun tanpa disertai hentakan salah satu kaki)

Contoh bertepuk tangan secara serntak dalam irama dan tempo yang sama

  • Saat sekelompok supporter kesebelasan menyoraki kesebelasan favourite-nya saat goal hampir dicetak, mereka memberi semangat pada para pemain supaya goal benar-benar tercetak, dan menggetarkan gawang lawan. Yang mereka lakukan salah satunyan adalah seperti itu, bertepuk tangan- sambil menghentak-hentakkan salah satu kakinya dan juga sambil berteriak “AYO-AYO-AYO !” atau “AREMA- GO GO GO !” Demikian juga untuk menyatakan kekuasaan kita atas lawan/musuh, kita menyemangati diri kita sebagai penginjak-injak musuh di bawah kaki kita.

Praktek pada lagu:

KAMI TERIMA

Kami yang t’lah ditebus dengan darah yang kudus mengangkat pujian bagi-Mu

Kami bait kudus-Mu s’bagai bukti karya-Mu nyatakan Kau besar dan hidup

Berlari sampai tujuan, mendapatkan mahkota kekal

Kami trima kuasa-Mu Tuhan

Kami trima kemenangan yang Engkau sediakan tuk kami bawa di setiap langkah

Di mana pun kami berdiri, ke mana pun kami kan pergi di situ pasti mujizat-Mu terjadi
KAMI T’RIMA KUASA-MU

  • SAPHAQ

SAPHAQ adalah MENGEPALKAN TANGAN  UNTUK MENGEJEK/MENGOLOK-OLOK MUSUH

Ekepresi SAPHAQ  adalah : bertepuk tangan untuk mengejek/mengolok-olok iblis, memberikan hukuman, memukul, menampar, meremas-remas, mengepalkan tangan, Bertepuk tangan dengan posisi satu tangan terbuka sedang tangan lainnya mengepal.

Ayat terkait SAPHAQ adalah:

  • Ayub 27:23 Oleh karena dia orang bertepuk tangan (SAPHAQ), dan bersuit-suit karena dia dari tempat kediamannya
  • Ayub 34:37 Karena ia menambahkan dosanya dengan pelanggaran, ia mengepalkan tangan (SAPHAQ) di antara kami dan banyak bicara terhadap Allah.
  • Ratapan 2:15 Sekalian orang yang lewat bertepuk tangan (SAPHAQ), karena engkau. Mereka bersuit-suit dan menggelengkan kepalanya mengenai puteri Yerusalem: “Inikah kota yang disebut orang kota yang paling indah, kesukaan dunia semesta?”

Semua ayat-ayat tentang mengepalkan tangan ini adalah ayat yang isinya tentang ejekan. Namun mengapa kita masukkan dalam ekspresi pujian dan penyembahan? Kita tidak sedang mengejek Tuhan bukan???

Sebenarnya  semua ekspresi kemenangan pada saat diekspresikan oleh umat pemenang, sebenarnya pada saat yang sama menjadi ekspresi ejekan bagi si musuh. Contohnya seperti ini:  Saat seorang juara diumumkan, biasanya sang juara akan mengepalkan tangan ke atas sebagai tanda kemenangan, pada saat itulah si rival/lawan seakan dipermalukan karena dia ada dalam kekalahan.  Dalam ibadah terkadang ada syair-syair seperti : menginjak-injak iblis, menghancurkan kuasa iblis, dll kita dapat ekspresikan dengan mengepal-ngepalkan tangan kanan dan memukul-mukulkan kepalan itu pada tangan kiri yang terbuka ( seperti tepukan kepalan tangan), sambil menghentak-hentakkan kaki ke lantai tanda kekuasaan. Ataupun sambil meremas-remas tangan, tanda sedang menghancurkan kekuatan lawan.

Mengepalkan tangan juga tidak selalu dengan ekspresi menghancurkan musuh, melainkan juga ekspresi kemenangan seorang juara/pemenang. Kepalkan tangan ke atas tanda bahwa kita menang.

Contoh dalam Keseharian:

  • Seorang petinju saat tangannya di angkat ke atas sebagai pengumuman bahwa dia juara, dia akan mengepalkan tanganya, tanda kemenangan
  • Seorang musuh, dia akan mengancam lawannya dari jauh dengan sorot mata tajam sambil mengepalkan tangannya tanda perlawanan. Terkadang juga sambil menepukkan kepalan tangan pada tangan lain yang terbuka ( satu kali saja) sebagai tanda ‘ancaman’.

Praktek dengan lagu

ALLAH BANGKIT

Wooo ooo ooo ooo

Kerahkanlah kekuatan-Mu ya Allah

Tunjukkanlah kuasa-Mu ya Tuhan

Serakkanlah musuh-Mu

S’lamatkanlah umat-Mu

Allah dahsyat di tempat kudus-Nya

Allah bangkit, bersoraklah !

Allah bangkit bernyanyilah !

Musuh dikalahkan

Umat-Nya dibebaskan

Allah dahsyat di tempat kudus-Nya

  • PARAS

PARAS adalah  DOA PENGHARAPAN DENGAN MERENTANGAN TANGAN

Ekspresi PARAS adalah: menadahkan tangan, merentangkan tangan, mengembangkan tangan, membentangkan tangan, menghamparkan tangan, merentang-rentangkan tangan, membeberkan isi hati/ mengungkapkan doa permohonan kepada Allah.

Ayat terkait PARAS  adalah:

Mazmur 143:6 Aku menadahkan (PARAS) tanganku kepada-Mu, jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yan tandus. Sela.

Contoh dalam kehidupan keseharian

  • Seorang yang sudah kehabisan kata-kata dan tidak dapat berbicara lagi dia akan merentangkan tangan, sebagai tanda bahwa dia sudah tidak tahu apa yang akan dia perbuat. Demikian juga hidup kita seperti itu, saat kita merentangkan tangan di hadapan Tuhan, kita mengungkapkan doa kita, membeberkan isi hati kita kepada Tuhan dengan keluhan-keluhan yang bahkan tidak dapat terucapkan (Roma 8:26)

Praktek dengan lagu:

BAGAIKAN TANAH KERING

Bagaikan tanah kering yang merindukan air

Demikianlah jiwaku haus akan Engkau

Kurindu selalu hadir-Mu di hidupku

Memulihkan jiwaku, hapuskan air mataku

Mengalirlah kuasa Roh Kudus

Mengalirlah di tempat ini

Mengalirlah oh Roh Kudus, pulihkanku

  1. KAKI
  • ALATS

Alats adalah LOMPATAN KEMENANGAN

Ekspresi Alats adalah: melompat karena  gembira, beria-ria, bersukaria, menang, gembira, bersukacita, bermegah.

Ayat yang memakai kata ALATS adalah:

  • Mazmur 5; 11 Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria (ALATS) orang-orang yang mengasihi nama-Mu.
  • Mazmur 9:2 Aku mau bersukacita dan bersukaria ( ALATS) karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi.
  • Mazmur 68:3 Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria (ALATS) di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.
  • I Tawarikh 16:32 Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria (ALATS) padang dan segala yang di atasnya,

Tafsiran saya, walaupun artinya hampir mirip antara ALATS dengan ALAZ, melompat ekspresi dari ALATS memiliki perbedaan dengan melompat ekspresi dari ALAZ, yang membedakan keduanya adalah, pada ALATS hanya melompat biasa, tetapi pada ALAZ adalah melompat sambil berputar sampai terasa pusing.

Contoh ekspresi Lompatan kemenganan dalam keseharian:

  • Seorang anak SMA yang dinyatakan lulus, dia akan melompat kegirangan.

Praktek dengan lagu:

PENEBUSKU HIDUP

KUTAHU DIA PENOLONGKU DARAH-NYA HAPUS DOSAKU
KUYAKIN, KUYAKIN

DIA ANGKAT DERITAKU BELENGGU DAN SAKITKU
KUYAKIN, KUYAKIN

KUANGKAT PANJI
OH.. OH… OH…
DIA T’LAH MENANG ATAS MAUT

DIA PENEBUSKU, DIA HIDUPLAH
DIA PENEBUSKU, DIA HIDUPLAH

KAU BEBASKANKU, KU KAN BANGKIT
KU ‘KAN MENARI MENYAMBUT
K’RAJAAN-MU DATANG

  • ALAZ

Alaz artinya sama dengan Alats adalah LOMPATAN KEMENANGAN sambil berputar sampai terasa pusing

Ekspresi Alaz  adalah: melompat karena  gembira, beria-ria, bersorak-sorak,menjadi pusing

Ayat yang memakai kata ALAZ ini adalah:

  • Mazmur 28:7 TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria ( ALAZ) hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
  • Mazmur 68: 4 Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-nya ialah TUHAN; beria-rialah (ALAZ) di hadapan-Nya!

Tafsiran saya, walaupun artinya hampir mirip antara ALATS dengan ALAZ, melompat ekspresi dari ALATS memiliki perbedaan dengan melompat ekspresi dari ALAZ, yang membedakan keduanya adalah, pada ALATS hanya melompat biasa, tetapi pada ALAZ adalah melompat sambil berputar sampai terasa pusing.

Contoh ekspresi Lompatan kemenganan dalam keseharian:

  • Seorang anak SMA yang dinyatakan lulus, dia akan melompat kegirangan, bisa jadi melompatnya sambil berputar-putar, karena terlewat bahagia.

Praktek dengan lagu: PENEBUSKU HIDUP

  • RAQAD

RAQAD adalah BERJINGKRAK-JINGKRAK .

Ekspresi RAQAD adalah: berjingkrak-jingkrak, melompat-lompat, meloncat-loncat, menari.

Ayat tentang RAQAD adalah:

  • Mazmur 29:6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat (RAQAD) seperti anak lembu dan gunung Siryon seperti anak banteng.
  • Maz 114: 4,6 Gunung-gunung melompat-lompat (RAQAD) seperti domba jantan, dan bukit-bukit seperti anak domba. Hai gunung-gunung, sehingga kamu melompat-lompat  (RAQAD) seperti domba jantan, hai bukit-bukit, sehingga kamu seperti anak domba?

Tafsiran saya, berjingkrak di sini tidak sama seperti melompat biasa, karen berjingkrak di sini adalah dilakukan dengan bergantian kaki kiri dan kanan, salah satu kaki menumpu berat badan, sementara itu kaki lainnya diangkat  ke atas, demikian sebaliknya.

Contoh dalam keseharian :

  • Seseorang yang mendapat hadiah tak terduga akan berjingkrak-jingkrak kegirangan, misalnya tiba tiba mendapat hadiah mobil

Praktek dengan lagu: PENEBUSKU HIDUP

  • DALAG

DALAG adalah MELOMPAT TINGGI seperti melompati tembok

Ekspresi DALAG adalah melompat tinggi seperti melompati tembok,berani melompati

Ayat tentang DALAG adalah:

  • Mazmur 18:29 Karena dengan Engkau, aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati ( DALAG)
  • Yesaya 35:6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat (DALAG) seperti rusa, dan mulut orang bisi akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar dari padang gurun, dan sungai di padang belantara;

Contoh dalam keseharian :

  • Seseorang yang dilepaskan dari ikatan akan melompat tinggi, misalmnya setelah disembuhkan dari kelumpuhan setelah lama tidak bisa berjalan, dll

Praktek dengan lagu: PENEBUSKU HIDUP

  • PAZAZ

PAZAZ  adalah MELONCAT-LONCAT  kegirangan ( Leaping)

Ekspresi dari PAZAZ adalah: meloncat-loncat, gesit, lincah, lentur, menunjukkan kelincahan, melompat.

Ayat yang memuat kata PAZAZ adalah :

  • II Sam 6:16 lalu melihat raja Daud meloncat-loncat (PAZAZ) serta menari-nari di hadapan TUHAN.

Contoh Meloncat-loncat dalam keseharian:

  • Seorang yang sedang bergirang, dia akan meloncat-loncat, misalnya saat dia menyambut ayahnya yang baru saja pulang bepergian lama.

Praktek dengan lagu: PENEBUSKU HIDUP

  • RAGAD

RAGAD adalah MELOMPAT SAMBIL MENARI

Ekspresi RAGAD adalah: melompat sambil menari.

Ayat yang memuat kata RAGAD ini adalah:

  • Pengkotbah 3: 4 Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari (RAGAD)

Tarian jenis ini adalah memiliki 2 gerakan utama, yaitu menari yang disertai gerakan lompatan-lompatan ( Skip)- seperti sedang melangkah jauh untuk menghindari sesuatu/ melewati sesuatu untuk diinjak

Contoh melompat sambil menari dalam keseharian:

  • Seorang penari yang memasuki arena tari dengan melompat sambil menari secara tiba-tiba memberi kejutan pada penonton. Demikian juga kelincahan seperti ini menandakan bahwa kita adalah umat yang lebih dari pemenang.

Praktek dengan lagu: PENEBUSKU HIDUP

  • QUWM

QUWM adalah BERDIRI DI HADAPAN TUHAN

Ekspresi QUWM adalah : bangkit, bangun, bersiap, membangkitkan , berkemas, berdiri,menegakkan, berangkat, mengangkat, meneguhkan, bertahan , bangkit berdiri, ditetapkan-Nya, dipegang teguh, diwajibkan, Ayo, tampillah, melaksanakan, mendapat kekuasaan, sungguh-sungguh terwujud, menguatkan ,mewujudkan , bangun kembali, menggugat, siap bertempur, digenapiNya, bangkit melawan, marilah, berhadapan, bertindak, tempatkanlah, menyerang, tetap tegak, pergi, tampil, tampil ke depan, memegang pemerintahan, dirayakan, membentangkan.

Ayat tentang QUWM adalah:

  • Mazmur 24:3 Siapakah yang boelh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri (QUWM) di tempat-Nya yang kudus?

Contoh dalam keseharian:

  • Seorang tentara saat siap, pasti dalam posisi berdiri, demikian juga Tuhan ingin kita selalu siap
  • Seorang pemenang tinju, saat diumumkan, dia harus berdiri, demikian juga Tuhan ingin kita berdiri untuk bertahan, dan bertempur, sebagai seorang yang lebih dari pemenang.
  • Saat menghormati Hakim atau pengantin yang memasuki ruangan , maka hadirin harus berdiri, Demikian juga saat kita menghormati hadirat Tuhan, saat itu jugalah kita tampil ke depan sebagai orang pilihan Tuhan.
  • Saat seseorang berdiri, artinya dia siap bertindak, dan menyatakan kekuasaannya/ kuasanya atas area/tempat itu. Demikian juga kita di hadapan iblis, kita mau nyatakan bahwa area yang kita injak dengan telapak kaki kita, diberikan Tuhan kepada kita.
  • Saat seseorang diambil sumpah/ mengucapkan ikrar/ membaca pancasila, pasti dalam keadaan berdiri. Demikian juga kita, saat kita berdiri, kita menyatakan komitmat kita di hadapan TUHAN.

Praktek dengan lagu :

HALELUYA

Haleluya

Kau Allah yang besar

haleluya

Kau mulia

NamaMu kuasaMu

kasihMu kekal

Kau yang layak

ditinggikan

  1. LUTUT
  • BARAK

Barak adalah PUJIAN PEMUJAAN dengan cara berlutut

Ekspresi barak adalah berlutut , meminta / memohon berkat, memuja Allah, diberkati.  Pada saat berlutut  terus menerus sadar untuk memberi tempat kepada Allah, dan menyadari kehadiran-Nya.

Ayat-ayat yang menyebut kata Barak

  • Mazmur 34: 1 Aku hendak memuji ( BARAK) Tuhan pada segala waktu; Puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
  • Mazmur 100: 4 Masukkan melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-nya dan pujilah ( BARAK) nama-Nya!
  • Mazmur 95: 6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut ( BARAK) di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
  • Mazmur 103: 22 Pujilah (BARAK) TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah (BARAK)    TUHAN, hai jiwaku!

Contoh ekspresi berlutut  dalam  kehidupan sehari-hari

  • Ekspresi seseorang yang sedang memuja pasangannya, dia akan berlutut dan memohon/ mengekspresikan sikap hatinya saat itu- misalnya memberi bunga/cincin/ bahkan terkadang juga sedang melamar. Demikianlah ekspresi pemujaan kita kepada Tuhan yang pastinya lebih dalam lagi daripada kepada pasangan.
  • Ekspresi hamba di hadapan tuannya atau rajanya, yang Demikianlah ekspresi penghormatan kita di hadapan Raja di atas segala raja kita.
  • Ekspresi sepasang pengantin yang berlutut di hadapan papa mama untuk mendapatkan doa restu/doa berkat dari orang tua atas pernikahan mereka.

Praktek dengan lagu:

KUBAWA KORBAN SYUKUR

SAAT KU MASUK KE HADIRAT-MU
KU TERSUNGKUR DAN SEMBAH-MU
KUPERSEMBAHKAN KORBAN SYUKURKU
YANG TERBAIK BAGI-MU

KU BAWA KORBAN SYUKUR
KE TEMPAT KUDUS-MU TUHAN
HATIKU LIMPAH DENGAN SYUKUR
S’BAB TUHAN BAIK.. SELAMANYA

KU BAWA KORBAN SYUKUR
KE TEMPAT KUDUS-MU TUHAN
HATIKU LIMPAH DENGAN SYUKUR
S’BAB TUHAN BAIK….O…. S’BAB TUHAN BAIK

Songwriter : Bambang Irwanto

  • SHACHAH

Shachah adalah HORMAT BERSUJUD

Ekspresi Shachah adalah sujud menyembah, tunduk, tunduk menyembah, bersujud dalam penghormatan atau kesetiaan kepada Allah dengan ekspresi sujud, sembahyang.

Ayat yang memakai kata Shachah  adalah:

  • Mazmur 29:2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah (SHACHAH) kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan
  • Mazmur 66:4 Seluruh bumi sujud menyembah (SHACHAH) kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.
  • Mazmur 138:2 Aku hendak sujud (SHACHAH) ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Contoh ekspresi  hormat tersungkur dalam kehidupan keseharian

  • Seorang hamba / rakyat jelata sujud menyembah di hadapan raja saat menghadap kepada-Nya. Demikian juga dengan hidup kita, saat kita ingin mengekspresikan penyembahan kita di hadapan Raja, kita perlu bersujud.

Praktek dengan lagu:

DALAMNYA KASIH-MU BAPA

DALAMNYA KASIH-MU BAPA
TERLEBIH DARI S’GALANYA
PENGORBANAN YANG TERMULIA
S’LAMATKANKU

DENGAN DARAH YANG TERCURAH
AMPUNIKU ATAS DOSA
KU BERSUJUD KEPADA-MU
OH YESUSKU

ENGKAU KU SEMBAH
KAU YANG TERINDAH
PULIHKANKU DENGAN DARAH-MU

ENGKAU KU SEMBAH
BAPA MULIA
SEUMUR HIDUPKU KU MAU MENYEMBAH-MU

  1. SEKUJUR TUBUH
  2. KARA

KARA adalah TERSUNGKUR MENYEMBAH

Ekspresi dari KARA adalah rebah, hati yang hancur luluh, tunduk, meniarap, lemas, seperti orang yang tidur telungkup, tenang, direndahkan.

Ayat-ayat tentang KARA ini ada di :

  • Mazmur 22:29 Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut (KARA) semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
  • Mazmur 95:6 Masuklah, marilah kita sujud ( KARA) menyembah , berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

Contoh ekspresi rebah/tiarap dalam keseharian

  • Untuk melumpuhkan kekuatan lawan, seorang petarung akan memaksa lawan tiarap, dan menaruhkan tangan di atas kepala. Dengan cara demikian, lawan tidak dapat berkutik, tidak berdaya. Demikian juga saat kita tersungkur di hadapan Tuhan, kita mengekspresikan ketidak berdaya-an kita di hadapan hadirat-Nya, kita mau berserah pada Otoritas Tuhan, tunduk kepada kekuasaan Tuhan yang berlaku atas hidup kita. Demikian juga saat  kita rebah, kita ada dalam posisi rendah di hadapan Pencipta kita. Sebaliknya saat kita serahkan hidup kita yang tidak berdaya, dan bersandar penuh pada daya daripada TUHAN, bagaikan posisi tiarap/ tersungkur ini yang membuat lawan (iblis) sulit menyerang kita, karena pandangan mereka terhalangi dengan posisi tubuh yang rata dengan tanah, tembakan pun jadi terhindarkan dan sasaran tembak pun diperkecil. Berbanding terbalik jika kita sombong , mengandalkan diri sendiri yang diibaratkan seorang tentara yang membusungkan dada, kita sangat mudah jatuh oleh panah si jahat.

Praktek dengan lagu:

KU MASUK RUANG MAHA KUDUS

Ku masuk ruang maha kudus
Dengan darah anak domba
Ku masuk dengan hati tulus
Menyembah yang maha kuasa

Ku menyembahMu
Ku sembahMu
Ku menyembahMu
Ku sembahMu

S’bab namaMu kudus
kudus Tuhan
S’bab namaMu kudus
Kudus Tuhan.

  1. PUNGGUNG
  • KABED

KABED adalah PUJIAN PENGHORMATAN dengan cara membungkuk

Ekspresi KABED adalah menghormati dengan sikap tubuh membungkuk dengan tangan terbuka di bawah  seperti membawa sesuatu yang berat .

Ayat-ayat yang memakai kata KABED adalah :

  • Mazmur 22:23 kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah (KABAD-KABED) Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!
  • Mazmur 89:6 Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan (KABAD-KABED)  nama-Mu.
  • Mazmur 86:12 Aku hendak bersyukur kepada-mu ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan (KABAD-KABED) nama-Mu untuk selama-lamanya.

Contoh ekspresi KABED dalam keseharian:

  • Ekspresi orang Jepang saat bertemu dengan atasannya dia akan membungkuk tanda rasa hormat. Demikianlah ekspresi penghormatan kita kepada Tuan di atas segala tuan.

Praktek dengan lagu:

MULIA BAGI ANAK DOMBA

Mulia, mulia bagi Anak Domba

Mulia, mulia bagi Anak Domba

S’bab Engkau mulia dan layak dipuji

Yang duduk di tahta

Dan yang akan memerintah s’lamanya

Atas semua yang di bumi

  • PROSKUNEO

PROSKUNEO adalah PENYEMBAHAN DALAM KEINTIMAN dengan cara bersujud

Ekspresi PROSKUNEO  adalah: memuja, membungkukkan diri atau jatuh, sujud, beribadah, mencium tangan ke arah seseorang sebagai tanda penghormatan, lutut menyentuh tanah dengan dahi menyentuh tanah sebagai ekspresi penghormatan yang mendalam, berlutut atau sujud untuk melakukan penghormatan atau untuk membuat permohonan. Mencium, seperti anjing menjilati tangan tuannya, beribadah.

Tafsiran saya, dalam sujud PROSKUNEO ini tidak menjadikan suatu jarak yang jauh antara seorang penyembah dengan Tuhan yang disembah. Karena ekspresi anjing menjilati tangan tuannya adalah sebuah ekspresi keintiman/kedekatan/ kemanjaan anjing itu dengan tuannya, dan tuannya mengijinkan kedekatan itu terjalin.

Ayat yang membahas Proskuneo adalah:

  • Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah (PROSKUNEO) Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Contoh dalam keseharian:

  • Anjing yang menjilati tangan tuannya adalah karena kedekatan/keintiman/kemanjaan si anjing itu dengan tuannya, sedangkan tuannya pun mengijinkan hal itu. Namun demikian si anjing yang manja dengan tuannya tetap memiliki rasa hormat dan patuh serta setia pada tuannya, tidak lantas kurang ajar dan kelewat batas. Demikian juga sikap hormat pada Tuhan tidak menjadikan penghalang untuk intim dengan Dia, sebaliknya sikap intim dengan Tuhan tidak menjadikan penghalang untuk tetap menghormati Tuhan.

Praktek dengan lagu:

BERHEMBUSLAH ROH KUDUS

BERHEMBUSLAH ROH KUDUS DI TEMPAT INI
BERHEMBUSLAH ROH KUDUS DENGAN KUASA-MU
PULIHKANLAH G’REJA-MU DI AKHIR JAMAN
BERHEMBUSLAH, BERHEMBUSLAH S’KARANG

URAPILAH KAMI DENGAN MINYAK BARU
PENUHILAH KAMI DENGAN HADIRAT-MU
KAMI RINDU TUHAN MELIHAT KUASA-MU
DICURAHKAN DI TEMPAT INI

MENGALIRLAH ROH KUDUS DI HATI KAMI
MENGALIRLAH ROH KUDUS DENGAN KUASA-MU
PULIHKANLAH G’REJA-MU DI AKHIR JAMAN
MENGALIRLAH, MENGALIRLAH S’KARANG

  • MENARI

Sebelum membahas lebih lanjut tentang MENARI, ada beberapa hal yang ingin saya jelaskan sebagai pengantar, mengingat bahwa beberapa gereja menolak tarian masuk ke dalam gereja.

Tarian pada awalnya adalah ekspresi daripada umat Tuhan yang diberikan oleh Tuhan sebagai ekspresi yang kudus, namun demikian telah diselewengkan oleh iblis dengan berbagai tarian seronok, erotis, bahkan tarian telanjang.

Para peneliti tarian menemukan, bahwa di suku seprimitif apa pun di atas muka bumi, semua suku-suku pastilah memiliki TARIAN PEPERANGAN.

Setelah diteliti sejarah asal muasal TARAIAN, ternyata tarian itu pada awalnya bukanlah tarian Dansa-laki-laki dan perempuan, melainkan tarian yang adalah berasal dari para prajurit peperangan yang menang dalam peperangan, mereka membuat api unggun di malam hari , dan dalam pesta kemenangan para prajurit menceritakan bagaimana tadi dia mengalahkan musuh, dengan memanah, menombak, memukul, menginjak, meninju, dll Pada saat prajurit itu bercerita, dia sambil memperagakan semuanya itu, dan para prajurit lainnya memukul-mukul apa saja yang bisa dipukul sebagai alat musik iringan yang memeriahkan cerita tersebut, dan jadilah tarian perang. Oleh sebab itu semua suku pasti punya tarian peperangan.

Dan tarian pertama kali ditulis di Alkitab adalah tarian kemenganan disertai permainan rebana oleh para perempuan Israel di bawah kepemimpinan Miriam, selepas mereka selamat dari pengejaran tentara Mesir, di laut Teberau.

Ayat yang mendasari kita menerima tarian masuk ke dalam gereja adalah :

II Samuel 6: 14 Daud menari-nari (KARAR) di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.

Ada beberapa gereja yang menolak tarian dalam gereja karena alasan seperti ini: Daud saat menari-nari di hadapan tabut Tuhan, ada di lokasi outdoor, bukan di bait Allah. Namun argumentasi seperti ini menurut saya tidak tepat, karena perhatikan ayat sbb:

II Samuel 6: 14 Daud menari-nari (KARAR) di HADAPAN TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.

Yang dilakukan Daud adalah DI HADAPAN TUHAN. Tidak perduli itu dilakukan di outdoor ataupun indoor. Penyembah benar akan menyembah dalam roh dan kebenaran  (Yoh 4:24) . Menyembah dalam roh, tidak dibatasi oleh tempat, arah, dan waktu. Karena ini adalah kaitan antara roh si penyembah dengan Roh yang disembah.

Kata KARAR yang dipakai dalam ayat ini artinya: berputar, menari, berputar-putar.

Bahkan dituliskan di I Taw 15:29 Mikhal melihat Daud melompat-lompat dan menari-nari

Sebenarnya  II Sam 6:20 dimana Mikhal mengatakan bahwa Daud menelanjangi dirinya:

Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya; “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!”

Bukan dalam arti DAUD telanjang / tanpa pakaian- saat menari-nari di depan tabut Tuhan, melainkan di mata Mikhal Daud telah menelanjangi dirinya, dalam arti menanggalkan semua atribut kerajaannya, pakaian kebesaran raja, pangkat-pangkat-martabat-jabatan-pamor-kedudukan-kemuliaan KERAJAAN. Inilah yang tidak disetujui oleh Mikhal, karena Mikhal adalah seorang putri seorang raja pertama Israel, bisa saja Mikhal sangat menyanjung-nyanjung martabat kerajaan yang melekat dalam dirinya, bahwa dia putri raja, yaitu putri Raja Saul, dan  dia juga dalah seorang  istri pertama dari Daud sebagai raja Israel.

Jika ada lukisan yang menunjukkan Daud telanjang / tanpa pakaian- menari-nari di depan tabut Tuhan, itu adalah LUKISAN YANG SALAH.

Karena sebenarnya Daud memakai baju EFOD, yaitu baju yang biasa dipakai oleh seorang IMAM, dan pakaian EFOD ini bukan pakaian yang biasa dipakai seorang raja.

I Taw 15:27

Daud memakai jubah dari kain lenan halus, juga segala orang Lewi yang mengangkat tabut itu dan para penyanyi, dan Kenanya yang mengepalai pengangkutan dan para penyanyi. Daud juga memakai baju eofd dari kain lenan.

Bukan dalam peristiwa kali ini saja, Daud bertindak dalam kapasitas ke-imam-an-nya.

Tetapi juga dalam beberapa fakta berikut ini: (diambil dari buku Pelayanan Musik, karya Mike Vivi Hibbert, halaman 31)

  • Daud mengenakan baju Efod dalam peristiwa ini
  • Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan II Sam 6:17
  • Daud mendirikan tabernakel untuk penyembahan
  • Daud memberkati bangsanya dengna ucapan berkat seperti yang biasa dilakukan Harun ( I Taw 16:1-2; Bil 6:24-27)
  • Daud melayani perjamuman makan roti, anggur, dan daging kepada rakyatnya (2Sam 6:19)

Dalam melakukan tugas-tugasnya sebgai imam, Daud menjadi pertanda kedatangan yesus Kristus-Raja dan  Nabi menurut perintah Melkisedek. Sebagai orang Kristein kita ditinggikan bersama Kristus sebgai raja dan pewaris dan hidup sebagai imam ( I Pet 2: 1-10)

Daud mengenakan baju Efod yang didesign untuk orang dewasa, dan bahan bajunya dari kain lenan, adalah pakaian kudus, tetapi saat dia seperti anak kecil menari dan berputar-putar di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaganya, Tuhan berkenan kepada Daud.

Buktinya kalau Tuhan berkenan : 1. pada kali ini Tabut Allah sampai dengan selamat di Yerusalem, tidak seperti sebelumnya dimana ada persitiwa kematian Uza  I Taw 13:10. Tentunya jika Tuhan tidak berkenan akan tarian Daud,bisa-bisa saja Daud mati seketika seperti Uza. 2. Bukti kedua adalah saat mana isterinya Mikhal memandang rendah Daud di dalam hatinya, ketika dia melihat Daud melompat-lompat dan menari-nari, Tuhan justru memberi hukuman kemandulannya sampai hari matinya tidak memiliki anak.

Dan inilah jawaban Daud pada Mikhal di II Sam 6:21-22 tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal; “Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, di hadapan TUHAN aku menari-nari, (SACHAQ) bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati.”

Kata SACHAQ ini mengandung arti: menari-nari, bermain-main (play), laugh  (tertawa), rejoice ( bersukaria), scorn (bersenda-gurau/ lawak), sport ( berolah fisik)  , tersenyum, menertawakan, melawak.

Mengenai hal ini, saya kutib tulisan dari Mike Viv Hibbert dengan judul buku Pelayanan Musik, halaman 30

Ayat 29; Mikhal memandang rendah Daud, ketia ia menari-nari di hadapan TUHAN. Daud menari dalam perannya sebagai nabi yang bernubuat. Raja Daud turun dari tahtanya (sebagai raja, dia seharusnya naik kereta kerajaan di depan arak-arakan, dan didahului oleh pera penari istana dan para penghibur yang memerihakan kedatangannya) dan menempati tempat mereka.  ‘Badut’ biasanya ditertawakan dan dianggap sebagai orang yang paling rendah jabatannya dalam kerajaan. Yesus juga meninggalkan tahta kemuliaan-Nya untuk menjadi hamba yang diludahi dan diejek. Dan peranannya sebagai hamba, Yesus memberikan tanda akan kedatangan-Nya sebagai Raja segala raja dan Tuan segala tuan. Daud menyembah Allah melalui tarian ini, Dengan demikian, dia meramalkan Kristus.

Saat ini, banyak orang seperti Mikhal yang melihat kedagingan saja saat orang lain memberikan penyembahan mereka. Banyak orang akan kehilangan kemuliaan pada hari-hari terakhir. Mereka juga akan menjadi orang yang ‘mandul rohani’ (2Sam 6:23) jika mereka mengejek dan mengkritik ekspresi penyembahan dan gerakan Roh Kudus.

Dari pembahasan panjang lebar di atas, tetap kita garisbawahi bahwa tidak sembarang tarian kita perbolehkan masuk dalam ekspresi pujian, dan penyembahan, hanya tarian-tarian kudus tertentu yang berkenan di hadapan Tuhan, yaitu yang sesuai dengan ekspresi pujian penyembahan yang di bahas dalam Alkitab. Kita tetap menolak tarian erotis, tarian yang seronok, tarian yang menimbulkan nafsu yang tidak pantas.  Sama juga dengan musik, kita juga selektif, jangan sampai kita masukkan musik iblis ke dalam ibadah.

  • GIYL- GUWL

GIYL GUWL  adalah EKSPRESI SUKACITA dengan berputar-putar di sekitar.

Ekspresi GIYL –  Guwl adalah : berputar –putaran di sekitar dalam suatu bentuk bundaran atau spiral , dan di bawah sebuah pengaruh emosi yang kuat, bersorak-sorak, bersorak-sorai, beria-ria, kegirangan, bersukacita, menyenangkan, bermegah, menari, membalikkan badan, seperti orang yang sedang menggeliat kesakitan.

GIYL –GUWL berbeda dengan GIYL, pada GIYL-GUWL ada gerakan berputar-putar di sekitar untuk setiap pribadi/ setiap orang berputar di tempatnya masing-masing, tetapi pada GIYL- ada gerakan lingkaran yang dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang.

Ayat yang memakai kata Guwl adalah:

  • Mazmur 32;11 Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah (GIYL- GUWL) , hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur !
  • Mazmur 35:9 Tetapi aku bersorak-sorak (GIYL- GUWL) karena TUHAN, aku girang karena keselamatan dari pada-Nya
  • Mazmur 118:24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak (GIYL – GUWL) dan bersukacita karenanya!
  • Yesaya 49:13 Bersorak-sorailah ,hai langit, bersorak-soraklah (GIYL-GUWL), hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.

Contoh ekspresi pujian sukacita dalam keseharian:

  • Seorang pencetak rekor misalnya dalam atletik lari, akan sangat bersukacita setelah dia bertanding, maka dia akan berputar-putar di tempat, sambil mengangkat tangannya, di atas,bisa jadi sambil bertepuk tangan dan berkata cihuuuuiiiiiii. Semua itu dia lakukan tanpa dia sadari karena ada sukacita yang besar yang dia dapatkan hasil dari kerja kerasnya berlatih selama ini membuahkan kemenangan mencetak rekor.

Praktek pada lagu:

TUHAN MEMBERIKU KEGIRANGAN

1=C/ A

Ku trima janji Allah bagi kaum Yehuda,

umat yang berdoa memuji dan menyembah

Inilah saat yang dinanti firman Allah tlah digenapi

kulihat penuaian terjadi yang melanda sluruh bumi

Tuhan memberiku kegirangan dan sukacita melimpah,

minyak yang baru dicurahkan haleluya kubersorak

  • GIYL

GIYL adalah EKSPRESI SANGAT BERSUKACITA DENGAN MEMBUAT LINGKARAN

Ekspresi GIYL adalah sangat bersukacita, menyanyi sambil membuat lingkaran.

GIYL –GUWL berbeda dengan GIYL, pada GIYL-GUWL ada gerakan berputar-putar di sekitar untuk setiap pribadi/ setiap orang berputar di tempatnya masing-masing, tetapi pada GIYL- ada gerakan lingkaran yang dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang.

Ayat yang menuliskan kata GIYL adalah:

  • Mazmur 65:12 tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; ( GIYL)

Kata GIYL juga mengandung arti revolusi waktu , usia. Oleh karena itu penafsiran saya, kata GIYL ini ingin mengajak siapa saja, dan berapa pun umurnya untuk kembali mengalami masa seperti anak-anak yang riang gembira bermain-main bersama teman-teman dalam lingkaran.

Matius 18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Matius 19:14 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu , janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.

Matius 18:3 lalu berkata; Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Contoh ekspresi pujian sangat bersukacita dengan membuat lingkaran (GIYL)  dalam keseharian:

  • Saat seseorang beranjak dewasa bahkan sudah menikah sekalipun, terkadang masih ada sifat kekanak-kanakan yang dia bawa sampai dewasa ketika dia diperhadapkan pada orang tuanya ( semisal mama atau papanya) yang masih memanjakan dirinya. Kemanjaan semacam inilah yang bisa saja berlaku antara kita dengan Tuhan. Saat kita berhadapan dengan Tuhan, dan bergirang , saking bergirangnya terkadang kita lupa kalau kita sudah berumur. Orang yang bergirang dalam Tuhan tidak akan merasa jaim ( jaga gengsi, jaga image)  untuk manari bagi TUHAN. Termasuk juga ekspresi dalam membuat lingkaran.

Praktek pada lagu:

ROH TERCURAH DARI SURGA

Satukanlah roh kami ya Tuhan
Bergandeng tangan kami semuanya
Dalam hadiratMu kami menyembahMu
Curahkanlah rohMu atas kami

Roh tercurah dari surga kami bersukacita
Roh tercurah dari surga bangsa-bangsa bersorak
Roh tercurah dari surga gereja Tuhan dibangkitkan
Roh tercurah dari surga gereja Tuhan dimenangkan
Semua bangsa-bangsa kan mengaku
Bahwa Yesus Tuhan

  • MACHOWL

MACHOWL adalah TARIAN KEGIRANGAN/ TARIAN SUKACITA menggunakan gerakan dasar dari tarian rakyat

Ekspresi MACHOWL adalah menari-nari, lagu untuk menari.

Ayat yang mencantumkan kata MACHOWL adalah:

  • Mazmur 30:11 Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari (MACHOWL) , kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita
  • Mazmur 149:3 Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian (MACHOWL) , biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
  • Yeremiah 31:13 Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari (MACHOWL) beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira, Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.

MEKHOLAH ( adalah bentuk feminim dari MAKHOL) berarti suatu tarian bersama-sama, biasanya disertai dengan nyanyian.)

Tarian ini adalah tarian rakyat dimana para penari membentuk lingkaran, tarian ini biasanya digelar di sebuah ballroom/ tempat luas, tarian ini ditandai dengan gerakan berputar.

Tarian rakyat, tentunya adalah tarian umum yang pada umumnya orang bisa melakukannya tanpa harus berlatih terlebih dahulu, dan walaupun dia bukan penari, dia bisa menggerakkan gerakan-gerakan sederhana dari tarian rakyat ini.

Tentunya  MACHOWL ini berbeda dengan KARAR- dimana KARAR adalah tarian spontanitas yang gerakannya tidak umum- sangat personal sekali ( bukan gerakan tarian tradisi/tarian rakyat) , melainkan MACHOWL ini tetap mengandung spontanitas- karena digerakkan dari sebuah sukacita/kegirangan, tetapi gerakan-gerakannya adalah gerakan umum/tarian rakyat, tanpa latihan pun bisa, dan semua orang tua muda pun bisa melakukannya.

Ekspresi menari-nari dalam keseharian ini adalah:

  • Semua orang pada sukunya masing-masing memiliki gerakan dasar, seperti tor –tor pada suku batak. Saat sebuah pesta digelar, yaitu pesta sukacita pernikahan misalnya, maka secara spontan orang-orang dapat turun ke arena luas, mengikuti irama musik dan menari dalam gerakan yang pada umumnya sama dengan gerakan orang lain, karena merupakan gerakan tarian rakyat/ tradisional.

Praktek pada lagu: BIAR S’GALA YANG BERNAFAS

BIAR S`GALA YANG BERNAFAS                        (Adjie S)
1=F 4/4 16 Beat  Tempo= 125-135              Album : `Sukacita Penuaian` (Bali blessing)

Biar s`gala yang bernafas memuji Tuhan
S`bab namaMu besar s`bab namaMu mulia
Biar s`gala yang bernafas memuji namaMu Tuhan
Yesuslah Tuhan Yesuslah Raja sgala Raja

Reff :
Sorak sorai sukacitalah di hadapan Tuhan
Allah kita biar yang bernafas memuji Dia
Puji Dia dengan tarian dengan nyanyian
Kita semua datang memuji Dia memuji Dia

  • MECHOWLAH

MECHOWLAH adalah TARIAN KEMENANGAN/ TARIAN PEMULIHAN dengan menirukan gerakan pemimpin

Ekspresi MECHOWLAH adalah menari-nari dengan mengikuti gerakan pemimpin. Menari sambil menyanyi mengikuti gerakan dan nyanyian pemimpin. Tarian ini berbeda dengan tarian lainnya karena menggunakan rebana.

Ayat terkait MECHOWLAH ini adalah:

  • Keluaran 15:20 -21 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillan semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari (MECHOWLAH) . Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka:” Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut,”
  • Yeremia 31:4 Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian (MECHOWLAH) orang yang bersukaria.

Contoh ekspresi Mechowlah ini dalam keseharian:

  • Seorang yang sedang berolah raga senam, akan melihat contoh gerakan instruktur senamnya di depan dan menirukan gerakan tersebut sesuai irama musik. Tentunya Tuhan jugan senang apabila kita bisa menari bagi Tuhan dengan kompak dalam sebuah tarian yang menirukan pemimpinnya.

Praktek pada lagu:

AKU JALAN KEBENARAN DAN KEHIDUPAN

‘Aku jalan kebenaran dan jalan kehidupan’

Itu yang Yesus katakan, aku percaya ‘amin!’

Di dalam nama-Nya ada keselamatan kekal

Glory haleluya, glory haleluya

Glory haleluya, glory haleluya

Di dalam nama-Nya ada keselamatan kekal

EKSPRESI DENGAN BENDA-BENDA

  • DAGAL

DAGAL adalah MENGANGKAT PANJI-PANJI

Ekspresi DAGAL adalah menyanyi sambil mengangkat panji-panji bagi TUHAN.

Ayat yang memuat kata DAGAL adalah:

  • Mazmur 20:5 Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji ( DAGAL) demi nama Allah kita; kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu.

Contoh ekspresi mengangkat panji  dalam keseharian adalah:

  • Tentara yang berperang/ ataupun Marcingband pasti memiliki panji-panji, tanda unity/ kesatuan dari pasukan, tanda kode bagi pasukan seperti maju, bergerak, menyerbu, dll, sebagai tanda kemenangan. Demikian juga kita sebagai pasukan Kristus memiliki panji-panji kemenangan yang kita kibarkan saat kita memuji Tuhan dalam sebuah pesta kemenangan karena kita lebih dari pemenang.

Praktek dengan lagu: LEBIH DARI PEMENANG

  • HILLUWL

HILLUWL adalah NYANYIAN PENUAIAN/ NYANYIAN PERAYAAN sambil mempersembahkan persembahan

Ekspresi HILLUWL adalah : perayaan, puji-pujian, bersukaria, perayaan syukur panen. Menyanyi sambil memberikan persembahan

Ayat yang menggunakan kata HILLUWL ini adalah:

  • Imamat 19:24 tetapi pada tahun yang keempat haruslah segala buahnya menjadi persembahan kudus sebagai puji-pujian (HILLUWL) bagi TUHAN.

Contoh ekspresi perayaan syukur panen dalam kehidupan keseharian adalah:

  • Saat seseorang petani panen pastilah dia mengadakan pengucapan syukur, demikian juga saat berkat Tuhan melimpah dalam hidup kita, maka kita pun mengadakan nyanyian syukur sebagai ungkapan kegembiraan.

Penafsiran saya, lagu-lagu nyanyian penuaian/nyanyian perayaan  ini adalah lagu-lagu yang dinaikkan pada saat memberikan persembahan pada Tuhan , yaitu semacam persembahan buah sulung, atau persembahan syukur atau persembahan lain-lainnya, sebagai nyanyian perayaan syukur atas berkat Tuhan.

PRAKTEK DENGAN LAGU:

PERSEMBAHAN

BETAPA HATIKU, BERTERIMA KASIH YESUS
KAU MENGASIHIKU, KAU MEMILIKIKU
HANYA INI TUHAN PERSEMBAHANKU
SEGENAP HIDUPKU, JIWA DAN RAGAKU
SEBAB TAK KUMILIKI HARTA KEKAYAAN
YANG CUKUP BERARTI, ‘NTUK KUPERSEMBAHKAN

HANYA INI TUHAN PERMOHONANKU
TERIMALAH TUHAN PERSEMBAHANKU
PAKAILAH HIDUPKU SEBAGAI ALATMU, SEUMUR HIDUPKU

BETAPA HATIKU, BERTERIMA KASIH YESUS
KAU MENGASIHIKU, KAU MEMILIKIKU
HANYA INI TUHAN PERSEMBAHANKU
SEGENAP HIDUPKU, KUBAWA PADA-MU
SEBAB TAK KUMILIKI HARTA KEKAYAAN
YANG CUKUP BERARTI, ‘NTUK KUPERSEMBAHKAN

HANYA INI TUHAN PERMOHONANKU
TERIMALAH TUHAN PERSEMBAHANKU
PAKAILAH HIDUPKU BAGAIKAN BEJANA, BERGUNA BAGI-MU

EKSPRESI OLEH EMOSI ATAU SIKAP HATI

  • PATSACH

PATSACH adalah BERGEMBIRA KARENA TUHAN

Ekspresi PATSACH adalah bergembira, membuat suara keras, meledak-ledak, tertawa, meremukkan, memecah.

Ayat yang mencantumkan kata PATSACH ini adalah:

  • Mazmur 98:4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah (PATSACH), bersorak-sorakilah dan bermazmurlah!
  • Yesaya 44:23 Bersorak-sorailah, hai langit, sebab TUHAN telah bertindak, bertempiksoraklah , hai rahim bumi! Bergembiralah (PATSACH) dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung, hai hutan serta segala pohon di dalamnya! Sebab TUHAN telah menebus Yakub, dan telah memperlihatkan keagungan-Nya dalam hal Israel.
  • Yesaya 49:13 Bersorak-sorailah ,hai langit, bersorak-soraklah ,hai bumi, dan bergembiralah (PATSACH) dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.
  • Yesaya 55:12 Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai;gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira (PATSACH) dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.
  • Yesaya 52:9 Bergembiralah (PATSACH) , bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem.

Ketika kita bergembira di dalam Tuhan maka mujizat Tuhan akan terjadi.

Mazmur 37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Dan juga kegembiraan adalah kunci kesembuhan

Amsal 17:22 hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Pada saat kita ada dalam kegembiraan yang mendatangkan mujizat dan kesembuhan, pada saat yang sama iblis diremukkan dan semua siasatnya untuk mencuri , membunuh dan membinasakan – telah dihancurkan/dipecahkan.

Contoh ekspresi  bergembira dalam keseharian:

  • Seorang anak yang dijanjikan sepeda baru oleh seorang ayah yang bertanggung jawab, tentunya sudah senang dulu sebelum sepedanya benar-benar sudah terbeli ( ada di depan mata) Demikian juga saat kita bergembira di dalam Tuhan, maka mujizat Tuhan akan terjadi dan kesembuhan pun menjadi bagian hidup kita.

Praktek dengan lagu:

TRIMA SUKACITA SURGA

Trima sukacita surta itulah kekuatan bagi jiwa

Ku dapat rasakan kasihNya di tengah badai yang bergelora

Trima sukacita surga itulah kekuatan bagi jiwa

Kudapat saksikan kuasa-Nya

Taklukkan badai yang bergelora

Haleluya Kau ada dalam hatiku

Tak kan patah semangatku

Tak kan hilang kekuatanku

Haleluya ku mau bersorak bagi-Mu

Sukacita surga nyata penuhiku

  1. SAMACH

SAMACH adalah SUKACITA YANG BERALASAN

Ekspresi SAMACH adalah: bersukacita, bersukaria, bergembira, dibuat Tuhan bersukacita, diberi Tuhan kesukaan, bersuka-suka, beria-ria, meriangkan, penyebab untuk bersukacita, sangat bersukacita. Menyambut kesaksian dari orang lain dengan pujian yang sesuai. Meminta setiap orang untuk mengucapakan kalimat syukur di tengah-tengah pujian

Ayat tentang SAMACH ada di :

  • Mazmur 31:7 Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita (SAMACH) karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku,
  • Mazmur 48:11 Biarlah gunung Sion bersukacita (SAMACH) ; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak oleh karena penghukuman-Mu!
  • Mazmur 105:3 Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati ( SAMACH) orang-orang yang mencari TUHAN!
  • Yesaya 14:8 Juga pohon-pohon Sanobar dan pohon-pohon aras di Libanon bersukacita (SAMACH) karena kejatuhanmu, katanya: ‘Dari sejak engkau rebah terbaring, tidak ada lagi orang yang naik untuk menebang kami!’

Tafsiran saya, SAMACH lebih menekankan pada emosi si orang yang sedang melakukan  GIYL-GUWL ( berputar-putar di sekitar di bawah pengaruh emosi yang kuat). Penafsiran ini didasarkan pada Mazmur 31:7 dan Mazmur 48:11 sama-sama muncul juga kata GIYL –GUWL ini. Sukacita yang beralasan inilah, yaitu sukacita yang didapat dari Tuhan inilah yang menjadi sebuah penyebab seseorang itu bisa menari berputar-putar. Alasan yang kuat adalah karena telah mengalami perbuatan Tuhan di masa sebelumnya/ masa lalu.

Contoh dalam keseharian:

  • Seorang anak yang menari-nari berputar-putar, karena hatinya girang/riang mendapat hadiah dari ibu guru di sekolah minggu. Tarian berputar-putar itu dilakukan tidak ada yang menyuruhnya, tetapi lahir / muncul dengan sendirinya saat dia dibuat bergirang oleh sesuatu situasi. Demikian juga Tuhan sering ingin melihat kita bergirang, dan Dia limpahkan kebaikan-Nya pada kita.

Praktek dengan lagu: TRIMA SUKACITA SURGA

  1. SASON

SASON  adalah MENYAMBUT GEMBIRA firman Tuhan yang akan disampaikan

Ekspresi SASON adalah: kegirangan, kesukaan, pesta, pokok kegirangan, sukacita, kesukaan, bersukacita, kebahagiaan, kemegahan, kegembiraan secara khusus, menyambut dengan gembira, tawa.

Ayat yang memuat kata SASON adalah:

  • Mazmur 119:111 Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan (SASON)

Menyambut Firman Tuhan ternyata tidak selalu dengan lagu syahdu dan mendayu, tetapi bisa dengan lagu gembira, karena menyambut Firman Tuhan dengan hati yang bersukacita dan ada respon menyambut dengan penuh kegembiraan.

Contoh dalam keseharian:

  • Seorang anak yang dibiarkan saja akan menjadi liar, karena tidak ada aturan yang sebenarnya membuat dia merasa aman dalam sebuah koridor/pagar. Tetapi anak yang dijaga dengan baik, dididik dengan baik, diberi aturan, akan bertumbuh menjadi anak yang merasa aman. Anak yang terbiasa dididik dengan baik, akan menyambut dengan gembira aturan –aturan dalam keluarga yang justru membuat dia aman. Demikian juga Tuhan ingin kita melakukan firman-Nya dengan gembira , bukan dengan terpaksa.

Praktek dengan lagu;

KU KAN TERBANG

Firman-Mu Tuhan p’lita bagi kakiku,

Janji-Mu terang bagi jalan-jalanku

Kebenaran-Mu menuntunku tiap hari

Ku menantikan-Mu beri kekuatan baru

Ku kan terbang tinggi di awan

Bersama-Mu dalam kemuliaan

S’bab Firman-Mu teguh menopang

Ku kan aman dalam-Mu Tuhan

Jalan-Mu di atas jalan-jalanku

Rancangan-Mu melebihi rancanganku

Firman-Mu sungguh t’lah membebaskanku

Berjalan lebih tinggi, berjalan bersama-Mu

 

  • SUWS

SUWS adalah GIRANG yang sengaja dipertunjukkan

Ekspresi SUWS adalah menampilkan sukacita,  bergirang, bergembira, gembira, girang, bersukaria, girang hati, senang, bersorak-sorai.

Ayat yang memuat kata SUWS adalah:

  • Mazmur 35:9 Tetapi aku bersorak-sorak karena TUHAN, aku girang (SUWS) karena keselamatan dari pada-Nya.
  • Mazmur 40:16 Biarlah bergembira (SUWS) dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: “TUHAN itu besar!”
  • Mazmur 119:162 Aku gembira (SUWS) atas janji-Mu, seperti orang mendapat banyak jarahan.

Tafsiran saya SUWS ini lebih mengarah pada sikap hati yang tidak dapat ditutup-tutupi, akan terlihat jelas oleh siapa saja, namun juga secara sengaja ditampilkan sehingga orang-orang dapat membaca sikap hati tersebut. Tida ada sama sekali niat menutup-nutupi rasa girang ini karena gengsi/malu/jaga image.

Sikap hati yang dimaksud di sini adalah sikap girang. Bisa ditunjukkan dengan senyuman, tawa, seruan “yeeeaaaayyyy!” , beri salam kanan dan kiri dan katakan “Aku bersukacita”

Contoh bergirang dalam kehidupan keseharian:

  • Telah diungkapkan dalam Mazmur 119:162 tentunya orang yang mendapat banyak jarahan, banyak berkat, banyak hadiah akan bergirang, mungkin dia akan tersenyum, berteriak “Yeeeeaaaaayyy!” dll Kegembiraan seperti ini tidak dapat disembunyikan, akan terlihat jelas oleh orang-orang di sekitarnya.

Praktek dengan lagu: TRIMA SUKACITA SURGA

EKSPRESI DENGAN SUARA

  • SHABACH

Shabach adalah TEMPIK SORAK  PEPERANGAN

Ekspresi Shabach adalah :berteriak, bersorak-sorai, berseru nyaring, girang, tempik sorak, mengerang untuk kemuliaan, kemenangan, kekuasaan dan kesaksian pujian

Ayat yang mengandung pengertian Shabach adalah :

  • Mazmur 63;3 Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan (SHABACH) Engkau
  • Mazmur 106: 47 Selamatkanlah kami, ya TUHAn, Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah (SHABACH) dalam puji-pujian kepada-Mu.
  • Mazmur 145:4 Angkatan demi angkatan akan memegahkan (shabach) pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.
  • Mazmur 47:2 Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! ( SHABACH)

Penafsiran saya, untuk Shabach ini adalah teriakan dan sorakan yang mengandung kata-kata, karena ada unsur bermegah/memegahkan Tuhan dan ada unsur kesaksian dalam pujian. Inilah yang memedakan dengan RUWA

Contoh ekspresi tempik sorak peperangan dalam keseharian:

  • Ekspresi kemenangan adalah mengelu-elukan/ mengumbul-umbulkan sang pemenang / jagoan di udara.  “Arema menang! Arena menang!” Demikian juga saat kita memuji Tuhan, mengelu-elukan Tuhan di udara, memenuhi udara, maka hadirat iblis ( si penguasa di udara) diusir keluar. Puji-pujian seperti sedang membangun tahta Allah, dan mengusir tahta iblis.
  • Ekspresi supporter bola yang menjagokan kesebelasannya, mereka berteriak dengan suara keras memegahkan kesebelasan jagoan mereka “Arema….!! Juara…!!”  Demikian juga kekaguman kita pada kemegahan Tuhan membuat kita ingin memamerkan pada siapa saja tentang siapa Tuhan kita.

Praktek dengan lagu;

SORAKLAH HALELUYA

Sgala puji syukur hanya bagi-Mu Tuhan

Sebab Kau yang layak di puji

Kami mau bersorak tinggikan nama-Mu

Haleluya

Soraklah haleluya

Soraklah Haleluya

Haleluya

Soraklah haleluya

Soraklah Haleluya

Haleluya

 

  • RUWA

Ruwa adalah SORAKAN MENGELU-ELUKAN.

Ekspresi Ruwa adalah: memecahkan gendang telinga dengan suara/ menghancurkan membran/selaput, berteriak ( untuk alaram atau untuk sukacita), meniup alarm/ tanda, bersorak-sorak, berteriak kegirangan, suara alarm, Menaikkan suara, memberikan ledakan, berteriak perang, pekik peperangan, berteriak dalam kemenangan.

Ayat yang mengandung kata Ruwa ini adalah

  • Mazmur 47:2 Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah (RUWA)  Allah dengan sorak-sorai!
  • Yosua 6:5,10,16, 20. Yosua 6:20 lalu bersoraklah (RUWA) bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsai tiu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.
  • Mazmur 65:14 Padang –padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai ( RUWA) dan bernyanyi-nyanyi.
  • Ayub 38:7 pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai (RUWA)?
  • Yesaya 44:23 Bersorak-sorailah, hai langit, sebab TUHAN telah bertindak, bertempiksoraklah (RUWA), hai rahim bumi! Bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung, hai hutan serta segala pohon di dalamnya! Sebab TUHAN telah menebus Yakub, dan telah memperlihatkan keagungan-Nya dalam hal Israel.

Penafsiran saya, kata Ruwa ini adalah sorakan yang tidak mengandung kata-kata apa pun, murni hanya huruf VOCAL/ huruf hidup: A.I.U.E.O. Karena kata ruwa ini mucul juga di Mazmur 65:14 untuk menggambarkan suara dari padang rumput, lembah-lembah.  Inilah yang membedakan dengan SHABACH, karena shabach adalah sorakan yang mengandung kata-kata, sedangkan ruwa tidak mengandung kata-kata.

Hal ini terkait dengan :

Mazmur 8:3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang  menyusu telah Kau letakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Perhatikan dalam ayat ini, yang dapat diucapkan bayi –bayi dan anak –anak menyusu barulah huruf hidup saja, aaaaa—-uuuuu—ooooeeeee, dst. Ini pun sudah bisa menjadi senjata peperangan rohani,jika keluar dari mulut seorang tentara Kristus.

Demikian juga kita bersorak sorai karna kita adalah tentara yang menang melawan musuh.

Apa arti memecahkan gendang telinga?

Pada saat kita bersorak meng-elu-elukan Tuhan, pada saat yang sama kita sedang menghancurkan gendang telinga iblis dengan elu-eluan kita dan sorak –sorai kita bagi Tuhan.

Ketika gendang telinga iblis dihancurkan, pada saat itu kita akan menemui markas iblis dikacaubalaukan, karena alat komunikasi mereka berupa pendengaran sudah dilumpuhkan.

Oleh karena itulah sorakan bangsa Israel harus serentak bersama-sama saat menaklukkan Yerikho, kota berkubu dan bertembok kuat. Keserentakan ini adalah semacam alarm/kode untuk malaikat secara serentak merobohkan tembok Yerikho di alam roh yang tidak terlihat secara kasat mata.

Oleh karena itu sorakan seperti ini harus dikondisikan untuk menjadi sorakan secara serentak dan kompak, sehingga membawa daya Unity yang luar biasa.

Dalam beberapa peristiwa peperangan Israel melawan musuh yang juga merupakan gambaran peperangan kita melawan iblis, digambarkan bahwa musuh menjadi kacau diantara mereka sendiri, dan mereka akan saling bunuh sehingga mereka kalah sendiri (Yosafat di  II Taw 20, Musuh Gideon dll)

Kata ‘bersorak’ yang dipakai dalam peristiwa robohnya tembok Yerikho adalah kata RUWA ini, simak dalam Yosua 6:5,10,16

Contoh ekspresi bersorak-sorai dalam kehidupan sehari-hari

  • Ekspresi tentara yang sedang bersorak-sorai menyerbu musuh “huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu” . Demikian juga saat kita bersorak mengelu-elukan Tuhan, pada saat yang sama musuh akan kalah, lari kocar-kacir.
  • Ekspresi pelajar yang berteriak “Cihhhuuuuuuuuuuuuuiiiiiiiiiiii” ketika dia lulus atau Demikian juga sorakan kita bagi Tuhan adalah juga ekspresi seorang pemenang.
  • Ekspresi penonton pada sang pemenang saat piala/hadiah dibagikan….”yeeeeeiiiyyyy’. Demikian juga sorakan kita bagi Tuhan adalah juga ekspresi seorang pemenang.

Praktek: setelah menyanyikan lagu ini

ANGGUR BARU

ROH KUDUS TERCURAH DI TEMPAT INI
URAPAN-NYA YANG AJAIB, MEMULIHKAN UMAT-NYA
ROH KUDUS TERCURAH BAGI G’REJA-NYA
MEMBANGKITKAN UMAT PILIHAN-NYA

HARI INILAH HARINYA TUHAN
SAAT PEMBEBASAN TIBA
BELENGGU DOSA T’LAH DIPATAHKAN
MARI BERSORAK BAGI DIA

ANGGUR BARU TERCURAH
PENUHI UMAT-NYA DENGAN SUKACITA
MINYAK BARU TERCURAH
URAPI UMAT-NYA, NYATA KUASA-NYA

Songwriter: Robert & Lea Sutanto

  1. RANAN

Ranan adalah TERIAKAN KEMENGANAN

Ekspresi Ranan adalah:

Berderit (atau memancarkan stridulous Suara/ suara melengking), berteriak keras-keras untuk sukacita , berseru nyaring , tempik sorak, mengerang, berteriak gembira, berteriak-teriak, berteriak keras-keras, menangis dering (dalam sukacita, peninggian), menangis dengan suara keras, kemenangan, bersorak-sorai, bersorak-sorak, memberitakan, girang, bernyanyi, bersukacita, kegembiraan.

Ayat yang memakai kata Ranan adalah:

  • Mazmur 33:2 Bersorak-sorailah (RANAN) , hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
  • Mazmur 98:4 Bersorak-sorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah (RANAN) dan bermazmurlah!
  • Mazmur 98:8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan  dan gunung-gunung bersorak-sorai  (RANAN) bersama-sama.
  • Ayub 38:7 pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak (RANAN) bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai
  • Yesaya 44:23 Bersorak-sorailah (RANAN) , hai langit, sebab TUHAN telah bertindak, bertempiksoraklah, hai rahim bumi! Bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung, hai hutan serta segala pohon di dalamnya! Sebab TUHAN telah menebus Yakub, dan telah memperlihatkan keagungan-Nya dalam hal Israel.
  • Yesaya 49:13 Bersorak-sorailah (RANAN), hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.
  • I Tawarikh 16:33 maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai (RANAN) di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
  • Yesaya 52:9 Bergembiralah, bersorak-sorailah (RANAN) bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem.

Contoh ekspresi  teriakan kemenangan dalam keseharian

  • Seseorang yang berteriak histeris setelah tahu dia adalah pemenang undian berhadiah mobil mewah ( dan ini bukan penipuan !) atau seseorang peserta lomba yang nomor undinya disebut sebagai juara satu, dia akan menjerit histeris. Demikianlah kita histeris saat mengetahui bahwa di dalam Tuhan kita bahkan lebih dari seorang pemenang !

Praktek: setelah menyanyikan lagu ini

BIARLAH ROHMU MENYALA-NYALA

Biarlah rohmu menyala-nyala
Dan layanilah tuhan
Biarlah rohmu menyala-nyala
Dan layanilah tuhan

Tak ada banyak waktu
Giatlah dan jangan lalai
Pekerjaan besar menunggu
Ladang siap dituai

Tanggalkan s’gala beban
Dan dosa yang merintangi
Berlari pada tujuan
Panggilan surgawi

  • R@NANAH

R@NANAH  adalah SUARA KEGIRANGAN

Ekspresi R@NANAH adalah : suara kegirangan, bersorak-sorai, mengeluarkan suara yang menyenangkan, bernyanyi, berteriak untuk kegembiraan, karena sebuah kemenangan.

Ayat yang menggunakan kata R@NANAH  ini adalah:

  • Mazmur 100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! (R@NANAH)

Tafsiran saya R@NANAH ini adalah sorakan berupa suara yang menyenangkan, namun bernada dan diterikkan dalam nyanyian seperti  pada lagu-lagu berikut ini:

Wou woooo wooohh ….kerahkanlah kekuatanMu ya Allah

Na-na-na-na…haleluya ku memujiMu Tuhan, dst

Contoh dalam kehidupan keseharian

  • Ekspresi seorang tentara salah satunya berlari, berbaris dengan menyanyi, karena seorang tentara Kristus tidak boleh bersedih, mereka harus tetap bersemangat dan bersukacita sehingga dapat mengatasi tantangan / musuh yang ada di depan. Misalnya “Ole ole ole oleeeeee oleeee…”

Praktek dengan lagu:

BERSYUKURLAH

na na na na na nana na na na na nana na na na na na na

Haleluya ku memujiMu TuhanKar’na kasihMu tak berkesudahanBiar yang bernafas memuji Sang RajaDi atas gunung dan di dalam samud’ra

Tanganku ku angkat padaMu
Mensyukuri rahmat yang Kau b’ri
Kakiku melompat bagiMu
S’bab rahmatMu baru s’tiap pagi

Reff:
Bersyukurlah kepada Tuhan
Sebab Ia baik, sebab Ia ba – ik
Bahwasanya ‘tuk selamanya
Kasih setia-Nya, kasih setia – Nya

  • T@RUWAH

T@RUWAH adalah PEKIK PEPERANGAN/ SORAKAN KOMANDO PERANG

Ekspresi T@RUWAH adalah berteriak seperti seorang yang menyerbu musuh, sukacita bersama, teriakan pertempuran, tiupan sangkakala, tanda peperangan dimulai ( alarm)

Ayat tentang T@RUWAH adalah

  • Mazmur 27:6 Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai (T@RUWAH) ; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.

Yang menarik di sini adalah, kata T@ruwah yang dipakai oleh Daud di sini adalah dalam konteks setelah peperangan usai/selesai/setelah dia mendapat kemenangan. Tafsiran saya adalah Daud yang menyukai pekik perang sebagai seorang tentara, juga menanti-nantikan saatnya untuk dia dapat datang ke rumah Tuhan dan mempersembahkan korban, menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN karena kemengan yang dia dapatkan adalah kemenangan yang dari TUHAN. Pekik peperangan yang seru bagi Daud bukan hanya saat akan berperang, melainkan saat hendak datang ke rumah Tuhan mempersembahkan kemenangan itu bagi hormat kemuliaan nama TUHAN.

Contoh dalam keseharian:

  • Bunyi peluit akan membuat pelari segera lari menuju garis finish. Bunyi peluit seperti ini ditunggu-tunggu oleh pelari/perenang. Demikian juga dengna kita, saat kita bersama-sama bersorak, maka saat itulah peperangan dimulai, dan kita menang !

PRAKTEK DENGAN LAGU:

ALLAHKU DAHSYAT
DARI UTARA KE SELATAN, TERDENGAR PUJIAN BAGI ALLAH
DARI BARAT SAMPAI KE TIMUR, NAMA YESUS DISANJUNG TINGGI
DARI PULAU-PULAU, LEMBAH-LEMBAH
GUNUNG-GUNUNG YANG TINGGI

KEMULIAAN-NYA DISAKSIKAN, KEBESARAN-NYA DIC’RITAKAN
YESUS, YESUS NAMA YESUS, NAMA YESUS DISANJUNG TINGGI
DARI PULAU-PULAU, LEMBAH-LEMBAH
GUNUNG-GUNUNG YANG TINGGI

REFF:
ALLAHKU DAHSYAT, BERKUASA
S’LURUH BUMI SUJUD, MENYEMBAH
TINGGIKAN NAMA-MU

ALLAHKU DAHSYAT, BERKUASA
S’LURUH BUMI SUJUD, MENYEMBAH
TINGGIKAN NAMA-MU OOOO…….

  • RA’AM

RA’AM adalah membuat suara guntur/petir/ sound effect  untuk menghidupkan suasana

Ekspresi RA’AM adalah: membuat suara guntur atau petir, sound effect, menambahkan suara-suara untuk menghidupkan suasana (misalnya suara angin, suara hujan, suara air, kicauan burung, dll), semuanya untuk menghadirkan suasana resah/gelisah ataupun riang, asri, kaget, dll. Bisa dipakai pada drama, pantomim, performance, khotbah, cerita, dll

Ayat tentang RA’AM adalah:

  • Mazmur 98:7 Biarlah gemuruh (RA’AM) laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya !

Perhatikan di sini, bahwa gemuruh ini/RA’AM ini artinya suara guntur atau suara petir, atau membuat suara guntur/petir, dan kalau kita simak Mazmur 98:7 ayat yang memunculkan kata ini, sama sekali bukan bicara soal guntur atau petir, tetapi LAUT. Artinya, Tuhan memerintahkan LAUT itu bergemuruh, mengeluarkan suara seperti petir ataupun guntur. Dan kata ini mengandung arti MEMBUAT SUARA GUNTUR/PETIR, jadi bukan suara guntur/petir yang sesungguhnya, hanya SUARA BUATAN. Tambahan lagi, dikatakan dalam ayat ini DUNIA serta yang DIAM di DALAMNYA. Itu artinya suara apa saja, suara orang, suara binatang, suara alam, dll. Tafsiran saya, RA’AM adalah sound effect. Tuhan pun ingin dalam ibadah kita ada sound effect yang akan lebih menghidupkan suasana dan memberi effect emosional/ emosi jemaat ikut terlibat.

Contoh dalam keseharian:

  • Seorang ayah yang sedang mendongeng pada anaknya, berusaha menghidupkan suasana sedemikian rupa dengan menirukan suara angin, suara kicauan burung, suara derap langkah kaki kuda, dll Semua dilakukan sang ayah agar si anak dapat mengimajinasikan cerita itu dengan lebih mendalam,
  • Demikian juga kita, saat kita memberikan sound effect pada suatu performance/ataupun pada suatu kisah atau bahkan khotbah yang sangat dramatis, maka hal itu akan menolong jemaat/umat dapat memiliki kedalaman emosi yang membekas untuk mereka lebih dapat terkesan akan Firman/Pesan/inti dari suatu penyampaian baik itu lewat drama/kotbah/cerita/performance/dll

PRAKTEK DENGAN LAGU:   ALLAHKU DAHSYAT

  • SHARAQ

SHARAQ adalah bersuit-suit/ bersiul untuk mencemooh musuh

Ekspresi SHARAQ adalah: bersuit, bersiul, menjadi melengking, mendesis sebagai panggilan atau cemoohan terhadap iblis/musuh.

  • Ayub 27:23 Oleh karena dia orang bertepuk tangan , dan bersuit-suit (SHARAQ) karena dia dari tempat kediamannya
  • Yehezkiel 27:36 Pedagang bangsa-bangsa bersuit-suit (SHARAQ) terhadapmu, akhir hidupmu mendahsyatkan, dan lenyap selamanya engkau.
  • I Raja 9:8 Dan rumah ini akan menjadi reruntuhan, sehingga setiap orang yang lewat akan tertegun, bersuit ( SHARAQ) dan berkata; Apakah sebabnya TUHAN berbuat yang demikian kepada negeri ini dan kepada rumah ini?
  • II Taw 29:8 sehingga murka TUHAN menimpa Yehuda dan Yerusalem. Ia membuat mereka menjadi kengerian, kedahsyatan dan sasaran suitan (SH@REQAH- bentuk noun feminime dari SHARAQ- kalau SHARAQ adalah kata kerja/verb) seperti yang kamu lihat dengan matamu sendiri.
  • Ratapan 2:15-16 Sekalian orang yang lewat bertepuk tangan karena engkau. Mereka bersuit-suit (SHARAQ) dan menggelengkan kepalanya mengenai puteri Yerusalem: “Inikah kota yang disebut orang kota yang paling indah, kesukaan dunia semesta?” Terhadap engkau semua seterumu mengangakan mulutnya. Mereka bersuit-suit (SHARAQ) dan menggertakkan gigi: “Kami telah memusnahkannya!”, kata mereka , “Nah, inilah harinya yang kami nanti-nantikan, kami mengalaminya, kami melihatnya!”

Semua ayat-ayat tentang siulan di atas tersebut adalah ayat yang isinya tentang ejekan. Namun mengapa kita masukkan dalam ekspresi pujian dan penyembahan? Kita tidak sedang mengejek Tuhan bukan???

Sebenarnya  semua ekspresi kemenangan pada saat diekspresikan oleh umat pemenang, sebenarnya pada saat yang sama menjadi ekspresi ejekan bagi si musuh. Contohnya seperti ini:  Saat seorang juara diumumkan, biasanya sang juara akan bersiul-siul senang sekali  sambil lewat di hadapan musuhnya sebagai tanda kemenangan, pada saat itulah si rival/lawan seakan dipermalukan saat mendengar siulan tersebut karena dia ada dalam kekalahan.

Dalam ibadah terkadang ada syair-syair seperti : menginjak-injak iblis, menghancurkan kuasa iblis, dll kita dapat ekspresikan dengan bersiul .

Karena saat kita bersiul kita sedang mengekspresikan kemerdekaan dan kebebasan dan kelepasan seorang pemenang yang sangat senang sekali di hadapan musuh-musuhnya.

Contoh dalam Keseharian:

  • Dalam sebuah pertandingan, saat diumumkan siapa pemenang, terkadang si pemenang lewat di hadapan musuh sambil bersiul-siul untuk membuat musuh semakin kesal atas kesenangan yang didapatkan oleh si pemenang.

Apakah bersiul/bersuit ini tampaknya terlalu urakan…?? Bagaimana dengan ayat-ayat berikut ini….??

  • Zakharia 10:8 Aku akan bersiul (SHARAQ) memanggil mereka dan Aku akan mengumulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu.
  • Yesaya 5:26 Ia akan melambaikan panji-panji kepada bangsa yang dari jauh, dan akan bersuit (SHARAQ) memanggil mereka dari ujung bumi; sesungguhnya mereka akan datang dengan segera, dengan cepat !
  • Yesaya 7:18 Pada hari itu akan terjadi; TUHAN bersuit ( SHARAQ) memanggil lalat yang ada di ujung anak-anak sungai Nil, dan memanggil lebah yang ada di tanah Asyur.

Dalam ketiga ayat ini ternyata Tuhan pun memakai siulan/suitan untuk memanggil umat-Nya, bahkan untuk memanggil lalat dan lebah. Bagaimana bisa terjadi hal seperti ini?

Siulan merupakan semacam kode yang bisa dikenali oleh orang yang saling dekat/saling kenal satu sama lain, contohnya suami isteri/sahabat/teman karib, dll. Karena dalam siulan ada sesuatu yang sangat khas/ciri khas.

Sama seperti juga  Yesus sebagai seorang Gembala dikenali oleh domba-domba-Nya dari Suara-Nya

Yohanes 10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. (PHONE)

Kata PHONE/ suaranya mengandung arti:

Suara, dengan suara, bunyi, suatu suara, suara-Nya, deru, desau, berbunyi, perkataan, berseru, bahasa, dengan teriak, suara-suara, nada, suara bising atau gemuruh, teriakan ,ucapan, pidato.

Domba mengenal suara gembala dalam arti apa pun yang keluar dari mulut gembala, baik itu berupa bunyi, suara, desau, perkataan, NADA ( bisa jadi ini berupa siulan/nyanyian/lagu/kode nada/senandung/intonasi tertentu saat memanggil nama –nama domba…dll), bahkan mungkin juga suara ngorok-nya pun dikenali oleh domba-dombanya.

Kesimpulannya, Tuhan pun memakai suitan/siulan dalam keakraban-Nya dengan umat-Nya. Itu bukan suatu yang urakan, hanya orang yang akrab satu sama lain bisa mengerti dan mengenali apa kode di balik tiap siulan/suitan dari sahabatnya/suami/isterinya. Siulan ini bukanlah sebuah ejekan terhadap lawan.

Setelah panjang lebar kita membahas siulan berupa ejekan terhadap musuh dan siulan keakraban antara gembala dengan domba-dombanya, sekarang bagaimana penerapannya dalam praise and worship..??

Siulan/ suit-suitan seperti apa yang kita pakai dalam praise and worship…??

Adalah siulan yang seperti pada burung-burung di udara.

 

 

Yaitu QOWL

QOWL adalah Bersiul

Ekspresi QOWL adalah: Bersiul, berbunyi, bersenandung, bersuit dalam sorak-sorai, membuat keributan dengan siulan, memperdengarkan, melagukan dengan siulan atau senandungan, menyenandungkan suara. Menyanyikan sebuah lagu yang sudah kita kenal, tanpa syair, semua syairnya kita ganti dengan huuuu/haaaa/dll ( disenandungkan)

Ayat tentang QOWL adalah:

  • Mazmur 104:12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul (QOWL) dari antara daun-daunan.

Bagaimana mungkin ekspresi dari binatang seperti burung ini kita adopsi dalam praise and worship?

Perhatikan seluruh pasal daripada Mazmur 104 yang mengkisahkan bagaima kekaguman pemazmur akan perbuatan Tuhan, yang dijadikan Tuhan dengan kebijaksanaan, bumi dipenuhi dengan ciptaan Tuhan ( ayat 24), dan dikatakan di ayat 31 Tuhan bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya – (dimana salah satu perbuatan-Nya dijabarkan di ayat 12 tadi, bagaimana Dia menciptakan burung-burung yang bisa BERSIUL/ BERKICAU. )

Dan pasal ini diawali dengan ayat 1 . Pujilah  (BARAK) Tuhan, hai jiwaku!

Serta ditutup dengan ayat –ayat penutup pada ayat 33

Aku hendak menyanyi (SHIYR) bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur (ZAMAR) bagi Allahku selagi aku ada.

Dan ayat paling penutup sekali kembali mengatakan di ayat 35

Pujilah  (BARAK) Tuhan, hai jiwaku!  Haleluya (Yahh- HALAL)

Kesimpulannya, bukan hal remeh sebuah nyanyian merdu para burung-burung, karena kicauan mereka , siulan mereka, menjadi inspirasi bagi Daud untuk terus mengekspresikan pujian dan penyembahan pada Tuhan selama dia hidup.

Kita bisa bersiul/bersenandung/menyenandungkan sebuah lagu yang kita kenal syairnya, kita nyanyikan tanpa syair, hanya kita kidungkan nadanya saja dengan sebuah senandung, semisal huuuuuu—huuuuu, haaaaa-aaaa  —haaa dst.

Jangan mau kalah sama burung-burung di udara !

Karena Tuhan ternyata menyukai puji-pujian dari segala mahluk termasuk dari burung-burung ini !

  • Mazmur 145:21 Mulutku mengucapkan puji-pujian (T@HILLAH) kepada TUHAN dan biarlah SEGALA MAKHLUK memuji (BARAK)  nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya
  • Mazmur 150:6 Biarlah SEGALA YANG BERNAFAS memuji (HALAL) Tuhan, Haleluya !
  • Mazmur 66:4 Seluruh bumi sujud menyembah (SHACHAH ) kepada-Mu, dan bermazmur (ZAMAR) bagi-Mu, memazmurkan (ZAMAR)  nama-Mu. Sela.

Praktek dengan lagu : LEBIH DARI PEMENANG

  1. SIGE

SIGE adalah BERDIAM DIRI

Ekspresi SIGE adalah: kesunyian, sunyi senyaplah, ketenangan, keheningan, berdiam, membisu, tak berbunyi, berhenti berbicara, menjadi tenang (laut), bermeditasi, refleksi, berdoa, merenung.

Ayat terkiat SIGE adalah:

  • Wahyu 8:1 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah (SIGE) di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.

Contoh dalam keseharian:

  • Sepasang kekasih yang tidak banyak bicara satu sama lain, cukup puas hanya dengan memandangi kekasihnya. Demikian juga terkadang bukan dengan cara hingar bingar kita menemukan percakapan dengan Tuhan, melainkan terkadang di dalam kesunyian.

Praktek dengan : setelah menyanyikan lagu

SEJAUH TIMUR DARI BARAT

Sejauh timur dari barat Engkau membuang dosaku

Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku

Jauh ke dalam tubir laut Kau melemparkan dosaku

Tiada Kau perhitungkan kesalahanku

Betapa besar kasih pengampunan-Mu Tuhan

Tak kan pandang hina hati yang hancur

Ku berterima kasih kepada-Mu ya Tuhan

Pengampunan yang Kau beri pulihkanku

MENGAMPUNI DAN MELUPAKAN

Kau Menanggung Kutuk Dosaku

Betapa Pun Besarnya Itu

Sehingga Bapa Di Surga

Memalingkan Wajah Dari-Mu

Kau Lunasi Hutang Dosaku

Betapa Pun Mahalnya Itu

Tak Pernah Sekali Jua

Kau Mengungkit Lagi Masa Lalu

Reff :

Mengampuni Dan Melupakan

Itulah Yang Engkau Lakukan (Ajarkan)

Supaya Ku ‘Kan Mengampuni

Dan Melupakan

EKSPRESI DENGAN CARA SPONTANITAS

  • PSALLO

PSALLO adalah: aku akan menyanyi dan memuji, bersorak, bermazmur, menyanyikan mazmur, membuat melodi.

Ekspresi PSALLO adalah: making melody, berbahasa roh dengan menyanyikannya, menyanyikan melody spontan dengan bahasa Indonesia/bahasa lain yang dapat dimengerti. Making melody diiringi string. Menyanyikan nubuatan dengan cara making melody.

Ayat Alkitab yang mencantumkan PSALLO  ini adalah:

  • I Kor 14:15 Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji (PSALLO) dengan rohku (PNEUMA) , tetapi aku akan menyanyi dan memuji (PSALLO)  juga dengan akal (NOUS)

Tafsiran saya PSALLO ini dari arti-arti dalam bahasa aslinya, mengandung juga unsur masa depan ( semacam nubuatan yang dinyanyikan), juga mengandung pengertia memetik/menggetarkan/accord/senar/instrument berdawai, jadi bisa disimpulakn PSALLO ini diiringi oleh string/ instrument gesek/instrument berdawai.

PNEUMA : Roh, roh, Roh-Nya, rohku, bersemangat, hati, terharu, nafas, nyawa, dalam hati-Nya,Roh Kudus

NOUS : akal budi, pikiran, bijaksana, dapat dimengerti, budimu.

Contoh dalam keseharian:

  • Ekspresi seorang yang sedang senang/ bersukacita pasti akan menyanyi-nyanyi dengan spontan, bersenandung. Misalnya ketika anaknya jadi juara kelas. Demikian juga ada ekspresi spontan kita pada Tuhan karena sukacita yang Tuhan berikan.
  • Ekspresi seorang yang sangat mengagumi kecantikan/ketampanan anaknya sendiri dan saat menimang-nimang akan muncul pujian spontanitas dalam bentuk nyanyian spontan. Demikian juga ada ekspresi spontan yang muncul dari hati kita saat kita memuji kedahsyatan Tuhan.

Praktek; Making melody dalam bahasa roh dan bahasa manusia

  • KARAR

KARAR adalah MENARI-NARI SECARA SPONTAN

Ekspresi KARAR adalah: menari-nari, berputar-putar, membuat gerakan pusaran.

Ayat tentang KARAR ini adalah ayat terkenal yang mengungkapkan di mana Daud menari-nari di hadapan TUHAN, pada saat tabut Allah dipindahkan ke Yerusalem.

  • II Sam 6: 14 Dan Daud menari-nari ( KARAR) di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.

Penafsiran saya, tarian Daud  ini adalah tarian spontan. Dan tariannya banyak mengandung gerakan berputar-putar, dan tentu tarian ini membutuhkan banyak tenaga, sampai berkeringat.

Gerakan dari tarian ini menurut penafsiran saya bukan tarian dari beberapa penari yang gerakannya bisa seragam.

Contoh dalam keseharian:

  • Ekspresi seorang yang sangat bersukacita pastilah tanpa sadar menari , misalnya seseorang anak yang senang sekali karena mendapat hadiah sepeda baru dari ayah. Atau seorang pemain bola yang baru saja mencetak goal. Demikianlah kita akan menari –nari saat kita alami kemerdekaan yang dari TUHAN.
  • Ekspresi seseorang yang menang dari peperangan adalah menari-nari dan ini adalah asal muasal kuno dari munculnya tarian di suku apa pun di dunia ini. Demikianlah kita adalah umat yang lebih dari pemenang, maka kita akan ekspresikan kemenangan dalam tarian.

Praktek dengan lagu :

BILA ROH ALLAH ADA DI DALAMKU

Bila Roh Allah ada di dalamku

Ku kan menari sperti Daud menari

Ku kan menari, Ku kan menari,

Ku kan menari, sperti Daud menari

EKSPRESI DENGAN ACARA

  • HALAL

Halal adalah PUJIAN  dalam sebuah perayaan

Ekspresi Halal adalah berpesta dalam pujian, mempersiapkan sebuah pementasan yang gila-gilaan untuk Tuhan, ibadah raya, dll

Halal adalah akar kata Ibrani utama untuk pujian. Kata kita “haleluya” berasal dari kata dasar ini. Ini berarti “untuk memuji, untuk kemuliaan, menjadi jelas, bersinar (seperti sinar bintang atau matahari dan bulan), untuk bermegah, membuat suatu acara (show), untuk pesta perayaan sampai malam ( rave) , merayakan, dan ketika memuja Allah , menjadi clamorously /bodoh ( dengan cara yang menarik perhatian), berbuat pura-pura gila. Menyelenggarakan ibadah raya, menyelenggarakan konser musik gereja, menyelenggarakan KKR, dll

Ayat yang memakai kata HALAL adalah:

  • Mazmur 22:23 kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, ( HALAL) , hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!
  • Mazmur 44:8 Karena Allah kami menyanyikan puji-pujian ( HALAL) sepanjang hari, dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur selama-lamanya.
  • Mazmur 63:5 Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji ( HALAL) .
  • Mazmur 69: 35 Biarlah langit dan bumi memuji-muji (HALAL) Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
  • Mazmur 149:3 Biarlah mereka memuji-muji (HALAL) nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
  • Mazmur 148:3 Pujilah (HALAL) Dia, hai matahari dan bulan, pujilah (HALAL) Dia, hai segala bintang terang !

Contoh ekspresi perayaan dalam kehidupan keseharian

  • Seorang papa mama yang mengasihi anaknya, akan membuat surprise party/ pesta kejutan untuk memberi sukacita pada anaknya yang berulang tahun. Dan pesta itu dibuat secara gila-gilaan baik dari hadiahnya, yang diundang, kuenya, dll. Demikian juga saat kita mengasihi Tuhan, kita akan berbuat yang gila-gilaan demi menyenangkan hati-Nya.

Non Praktek lagu

  • LATREUO

LATREUO adalah PENYEMBAHAN DENGAN CARA IBADAH

Ekspresi LATREUO adalah beribadah, berbakti, melakukan ibadah, aku menyembah, aku berbakti, melayani, mempersembahkan, membuat layanan suci  atau penghormatan, upacara, imam, memimpin, penyembah, menjadi hamba/ budak, menyediakan waktu khusus. Datang ke rumah Tuhan/ ke gereja.

Ayat tentang LATREUO tercantum di :

  • Wahyu 22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah (LATREUO) kepada-Nya.

Penerapan dalam keseharian:

  • Seperti seorang hamba/budak yang melayani Tuannya untuk menyenangkan hati tuannya . Demikian juga kita menempatkan Tuhan sebagai Tuan yang kita layani dalam sebuah ibadah suci.

Non Praktek lagu

  • HALIKAH

HALIKAH  adalah PERARAKAN/ PROSESI

Ekspresi HALIKAH adalah membuat arak-arakan, rombongan, barisan pasukan, perbuatan-Mu, perjalanan-Nya,bergerak keluar, jalan-jalan, berjalan, mars/ berderap, prosesi ibadah, dll

Ayat tentang HALIKAH ada di

Mazmur 68: 24 Orang melihat perarakan-Mu (HALIKAH)  , ya Allah, perarakan Allahku, Rajaku, ke dalam tempat kudus.

Tafsiran saya yang membedakan antara HALIKAH dengan CHAGAG adalah pada Halikah bukan merupakan suatu pesta, jadi orang-orang yang mengikuti perarakan ini berjalan berderap bersama, tetapi tidak dibuat kostume pesta/kostum karnafal/kostume khusus.

Tetapi pada CHAGAG adalah sebuah pesta, jadi ada orang-orang yang memakai kostume khusus sesuai hari raya itu, mungkin ada juga makanan-makanan yang khas hari raya tersebut juga disediakan, dlsb.

Contoh keseharian:

  • Prosesi dari drumband di jalan-jalan, mereka berderap, melangkah bersama dan turun ke jalan-jalan.

Praktek dengan lagu:

DATANGLAH KE BAIT-NYA

Datanglah ke bait-Nya

Dengan hati bersyukur

Ke dalam pelataran-Nya dengan hati bersuka

Rasakan dan lihatlah betapa baikNya baiknya Tuhan

Bagi yang berlindung pada-Nya akan besorak sorai

Akan sorak sorai

Bersyukurlah pada Tuhan sebab Ia baik

Bahwasannya tuk selamanya kasih setia-Nya

Bersyukurlah pada Tuhan sebab Ia baik

Bahwasannya tuk selamanya kasih setia-Nya

  • CHAGAG

CHAGAG   adalah PESTA PERARAKAN/ PAWAI

Ekspresi CHAGAG adalah: merayakan, perayaan untuk memelihara hari raya, pawai yang sakral, menari, terhuyung, bergerak melingkar dalam suatu prosesi sakral, pesta, berbaris dalam suatu perarakan, mengamati festifal atau pesta, merayakan, mengikuti pesta yang meriah sampai pusing/terhuyung / mabuk

Ayat tentang CHAGAG ada di :

Mazmur 42:4 Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan (CHAGAG)

Tafsiran saya yang membedakan antara HALIKAH dengan CHAGAG adalah pada Halikah bukan merupakan suatu pesta, jadi orang-orang yang mengikuti perarakan ini berjalan berderap bersama, tetapi tidak dibuat kostume pesta/kostum karnafal/kostume khusus.

Tetapi pada CHAGAG adalah sebuah pesta, jadi ada orang-orang yang memakai kostume khusus sesuai hari raya itu, mungkin ada juga makanan-makanan yang khas hari raya tersebut juga disediakan, dlsb.

Contoh keseharian:

  • Karnafal memperingati HUT RI

EKSPRESI DENGAN GAYA HIDUP/ LIFESTYLE

  • EULABEIA

EULABEIA dalah RASA TAKUT AKAN TUHAN

Ekspresi EULABEIA adalah : takut akan Tuhan, hidup saleh, hidup dalam kebenaran, hidup dalam kehati-hatian, hidup bijaksana, menghindari dosa karena menghormati Allah. Penyampaian firman Tuhan agar jemaat hidup dalam takut akan Tuhan melalui khotbah, renungan, sharing, dll. Mendengarkan pesan Tuhan, mendengarkan khotbah, Penelitian Alkitab, Sharing Firman Tuhan, kesaksian, dll

Ayat yang membahas EULABEIA adalah

  • Ibrani 12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan (EULABEIA)

Contoh dalam keseharian:

  • Seseorang yang setia terhadap pasangannya, tidak mau selingkuh bukan karena takut ketahuan atau takut pasangannya marah, melainkan karena takut melukai hati pasangannya.

KESIMPULAN SESI EKSPRESI PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Yesaya 42: 10-13

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN

dan pujilah Dia dari ujung bumi !

Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya

dan pulau-pulau dengan segala penduduknnya.

Biarlah padang gurun menyaringkan suara

dengan kota-kotanya dan dengan dewa-desa yang didiami Kedar !

Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu,

baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!

Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN,

dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.

TUHAN keluar berperang seperti pahlawan,

seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur;

Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik,

terhadap musuh-musuh-Nya  Ia membuktikan kepahlawan-Nya.

Dari ayat ini kita pahami bahwasannya Ekspresi Tuhan sebagai Pahlawan/ Panglima Perang adalah:

Dia membangkitkan semangat-Nya sendiri ( mengekspresikan diri sendiri-) untuk bertempur

Dan yang Dia lakukan adalah dengan ekspresi:

  • Tempik sorak
  • Memekik terhadap musuh-musuhNya.
  • Dia membuktikan kepahlawanan-Nya. (artinya Dia bertindak, bertempur, berperang)

Jadi apakah ekspresi seperti ini kita anggap URAKAN , apabila Tuhan sendiri mencontohkan Diri-Nya sendiri sebagai pahlawan yang bersemangat, bertempik sorak, memekik terhadap musuh-musuh-Nya. Ternyata dalam peperangan Dia begitu HEBOH.

Jadi jika di Alkitab ditunjukkan semua ekspresi pujian dan penyembahan, semuanya mengarah ke satu kesimpulan, bahwa PADA SAAT YANG SAMA SAAT KITA MEMUJI DAN MENYEMBAH TUHAN DENGAN EKSPRESIF YANG ALKITABIAH, TANPA KITA SADARI SEBENARNYA PADA SAAT YANG SAMA KITA SEDANG BERPERANG MELAWAN PENGHULU DI UDARA ALIAS IBLIS.

Tak heran pada beberapa kasus, kesembuhan itu terjadi justru pada saat pujian baru saja dinaikkan/ atau pengkotbah belum naik ke mimbar.

Tak heran ada kasus bahkan latihan paduan suara pun bisa dipakai Tuhan mempertobatkan seseorang penonton.

Sumber :

Alkitab

http://www.sabda.com

http://buddysheets.tripod.com/hebrewwordsforpraise.htm

http://www.justworship.com/hebrewpraisewords.php

https://gasministry.wordpress.com/2009/12/19/doktrin-pujian-penyembahan/

PELAYANAN MUSIK, Mike and Viv Hibbert halaman 165-180

Lembar 6. Aktivitas Workshop Worship Leader

NOMOR PENGGOLONGAN NAMA EKSPRESI PRAKTEK DENGAN LAGU PENDAPAT ,PERASAAN ,PENGALAMAN ANDA
1 MUSIK VOCAL TEHILLAH – menyanyikan nyanyian pujian/ hymne HOW GREAT THOU ART meadley woth HOW GREAT IS OUR GOD
2 MUSIK VOCAL SHIYR-SHUWR- menyanyikan nyanyian baru Belajar sebuah lagu baru : Engkau Alasan Ku Hidup
3 MUSIK VOCAL ADO- menyanyi dengan menggantikan syair lagu Kau Kusembah, Amazing Grace, Haleluya 12 X
4 MUSIK VOCAL ANAH- menyanyi berbalas-balasan Allah yang setia ( Yesus Kau telah memulai)Lebih dari Pemenang
5 MUSIK VOCAL CAPHAR- nyanyian kesaksian dari pengalaman hidup pencipta lagu Bapa Sentuh Hatiku
6 MUSIK VOCAL ROWMAM- pujian peninggian oleh seorang solis Memazmurkan Mazmur 66; 13-20 oleh solis
7 MUSIK INSTRUMENTAL ZAMAR- bermazmur dengan diiringi alat musik dengan puisi/lyric spontan Praktek Bermazmur dengan making melody ( lihat lampiran progressif  chord penyembahan)
8 dan 9 MUSIK INSTRUMENTAL NAGAN-  N@GIYNAH memainkan alat musik string untuk mengirini lagu atau nubuatan Nyalakan apimuMemainkan string selama khotbah berlangsung
10 MUSIK INSTRUMENTAL ZIMRAH- potongan musik untuk mengiringi lagu, instrumentalia, melody Tuhan Raja Maha Besar
11 ALAT-ALAT MUSIK NEBEL- gambus More More More
12 ALAT-ALAT MUSIK KINNOWR-kecapi More More More
13 ALAT-ALAT MUSIK SHOWPHAR-sangkakala More More More
14 ALAT-ALAT MUSIK ‘UWGAB-seruling More More More
15 ALAT-ALAT MUSIK TS@LATSAL-ceracap More More More
16 MUSISI NATSACH, menjadi pemimpin biduan/kepala musik/penyanyi Non praktek lagu
17 MUSISI ZAMMAR- seorang musisi, penyanyi, pemain musik Non praktek lagu
18 KATA-KATA MIZMOWR- syair/lyric/puisi yang dimasukkan dalam nada, membuat suatu melody Melody Spontan : Mazmur 15Menyanyikan syair dari Mazmur 75, dengan nada melody Oh Betapa Indahnya ( Maz 133)

Menyanyikan Mazmur 133

19 KATA-KATA KABOD- ajakan untuk memuliakan TUHAN Hari Ini
20 KATA-KATA RINNAH- memproklamasikan kemenangan semacam yel yel Praktek Rinnah setelah menyanyikan lagu Betapa Hebat
21 TUBUH-TANGAN TOWDAH- pujian pengucapan syukur dengan mengangkat tangan dalam sembah sujud Sambutlah Yesus
22 TUBUH-TANGAN YADAH- pujian pengakuan, pujian syukur dengan mengangkat tangan sambil berdiri Yesus Kami Puja
23 TUBUH-TANGAN NACAH- memuji Tuhan dengan cara mengangkat tangan untuk mengarahkan hati kepada TUHAN Mengajak jemaat mengarahkan hati pada Tuhan dengan mengangkat tangan sambil berdoa
24 TUBUH-TANGAN CALAL- pujian peninggian/ pujian junjungan dengan cara mengangkat kedua tangan lurus ke depan/ ke atas Tinggikan Diri-Mu
25 TUBUH-TANGAN GADAL- pujian pengagungan/ pujian kemegahan Tuhan dengan cara mengembangkan tangan Besar Anugrah-Mu
26 TUBUH-TANGAN MACHA- bertepuk tangan sebagai tanda pengagungan Nyanyi bagi Dia
27 TUBUH-TANGAN KAPH- bertepuk tangan sambil menghentakkan salah satu kaki Bangkit S’rukan Nama Yesus
28 TUBUH-TANGAN TAGA- bertepuk tangan secara serentak dalam irama dan tempo yang sama Kami T’rima
29 TUBUH-TANGAN SAPHAQ- mengepalkan tangan untuk mengejek / mengolok-olok musuh Allah Bangkit
30 TUBUH-TANGAN PARAS- doa pengharapan dengan merentangkan tangan Bagaikan Tanah Kering
31 TUBUH-KAKI ALATS- lompatan kemenangan Penebusku Hidup
32 TUBUH-KAKI ALAZ- lompatan kemenangan disertai putaran sampai pusing Penebusku Hidup
33 TUBUH-KAKI RAQAD- berjingkrak-jingkrak Penebusku Hidup
34 TUBUH-KAKI DALAG- melompat tinggi Penebusku Hidup
35 TUBUH-KAKI PAZAZ- meloncat-loncat kegirangan Penebusku Hidup
36 TUBUH-KAKI RAGAD- melompat sambil menari Penebusku Hidup
37 TUBUH-KAKI QUWM- berdiri di hadapan TUAHN Haleluya Kau Allah yang Besar
38 TUBUH-LUTUT BARAK- pujian pemujaan dengan cara berlutut Kubawa Korban Syukur
39 TUBUH-LUTUT SHACHAH- hormat bersujud Dalamnya kasih-Mu Bapa
40 SEKUJUR TUBUH KARA- tersungkur menyembah Ku Masuk Ruang Maha Kudus
41 PUNGGUNG KABED- pujian penghormatan dengan cara membungkuk Mulia Bagi Anak Domba
42 PUNGGUNG PROSKUNEO- penyembahan dalam keintiman dengan cara bersujud sampai dahi menyentuh tanah Berhembuslah Roh Kudus
43 MENARI GIYL-GUWL- ekspresi sukacita dengan berputar-putar di sekitar Tuhan Memb’riku kegirangan
44 MENARI GIYL- ekspresi sukacita dengan membuat lingkaran Roh Tercurah dari Surga
45 MENARI MACHOWL- tarian sukacita/ kegirangan dengan menggunakan gerakan dasar tarian rakyat Biar S’gala yang Bernafas
46 MENARI MECHOWLAH- tarian kemenangan/ tarian pemulihan dengan menirukan gerakan pemimpin Aku Jalan Kebenaran dan Kehidupan
47 BENDA DAGAL- mengangkat panji-panji Lebih dari Pemenang
48 BENDA HILLUWL- nyanyian penuaian/ nyanyian perayaan sambil mempersembahkan persembahan Persembahan
49 EMOSI/SIKAP HATI PATSACH- bergembira karena TUHAN Sukacita Surga
50 EMOSI/SIKAP HATI SAMACH- sukacita yang beralasan Sukacita Surga
51 EMOSI/SIKAP HATI SASON- menyambut gembira Firman Tuhan yang akan disampaikan Ku kan Terbang
52 EMOSI/SIKAP HATI SUWS- girang yang sengaja dipertunjukkan Sukacita Surga
53 SUARA SHABACH- tempik sorak peperangan Soraklah Haleluya
54 SUARA RUWA- sorakan mengelu-elukan Anggur Baru
55 SUARA RANAN- teriakan kemenangan Biarlah rohmu menyala-nyala
56 SUARA R@NANAH- suara kegirangan Bersyukurlah
57 SUARA T@RUWAH- pekik peperangan/ sorakan komando perang Allahku Dahsyat
58 SUARA RA’AM- membuat suara guntur/petir/ soundeffect untuk menghadirkan suasana Allahku Dahsyat
59 SUARA SHARAQ- bersuit-suit/ bersiul untuk mencemoohkan musuh Lebih dari Pemenang
60 SUARA SIGE- berdiam diri Berdiam diri setelah menyanyikan lagu Sejauh Timur dari Barat, Mengampuni dan Melupakan
61 SPONTANITAS PSALLO- making melody dengan bahasa roh dan bahasa manusia Making melody dengan progressif chord yang ada
62 SPONTANITAS KARAR- menari-nari secara spontan Bila Roh Allah ada di dalamku
63 ACARA HALAL- pujian dalam perayaan Non praktek lagu
64 ACARA LATREUO- penyembahan dengan cara ibadah Non praktek lagu
65 ACARA HALIKAH- perarakan / prosesi Datanglah ke Bait-Nya
66 ACARA CHAGAG- perarakan/ pawai Non praktek lagu
67 GAYA HIDUP EULABEIA- rasa takut akan Tuhan Non praktek lagu
  1. SEPUTAR ALIRAN ROH KUDUS
  • WL harus peka terhadap aliran Roh Kudus, sejak dari awal memilih lagu maupun pada saat ibadah berlangsung
  • Kepekaan akan aliran Roh Kudus ini bukan hanya pada pemilihan lagu saja, tetapi sampai mendetail dengan grafik ibadah yang akan kita rencanakan nanti bergeraknya ke mana, bagaimana Variasi yang akan kita buat, penyembahan akan diletakkan di mana apakah di awal, tengah atau akhir, dan lain sebagainya SECARA MENDETAIL.
  • Konsep mengalir bersama Roh Kudus tidak berarti tidak membutuhkan perencanaan lagu/persiapan awal. Karena Roh Kudus adalah Allah yang tertib. Justru sejak perencanaan awal kita sudah melibatkan karya Roh Kudus yang akan memberikan kita hikmat. Sebagai Sang Sutradara Agung, Dia tentunya mengerti apa yang menjadi selera Penonton Agung, dan bagaimana mengemas semuanya menjadi sebuah ‘pertunjukan’ yang luar biasa bagi-Nya.
  • Konsep mengalir bersama Roh Kudus juga tidak berarti kita kaku terhadap perencanaan lagu. Apabila pada saat ibadah berlangsung kita digerakkan Tuhan Roh Kudus untuk mengangkat lagu yang tidak ada dalam persiapan, kita harus taat pada aliran-Nya.
  • Ingat bahwa Roh Kudus berfungsi sebagai Sutradara Agung. Sutradara mengerti betul selera penonton ( yaitu Bapa surgawi) , mengerti betul acting/peran yang harus dibawakan oleh aktris dan aktor( yaitu jemaat), serta berpatokan pada naskah /skenario ( yaitu Alkitab yang memang penulisannya diilhami oleh Roh Kudus) , serta juga terkadang di lapangan seorang sutradara bisa melakukan improvisasi keluar dari rencana awal, improvisasi ini bisa jadi karena menyesuaikan dengan kondisi lokasi shooting, keberadaan property, pencahayaan, logat masyarakat setempat dll ( artinya di sini Roh Kudus selain tertib dan mengajak kita merencanakan segala sesuatu dengan baik, seperti merencanakan pemilihan lagu, dll- namun Dia juga flexible- artinya Dia bisa bergerak sesuai dengan kondisi lapangan/umat Tuhan pada saat itu- bisa saja pada kondisi tertentu tiba-tiba ada lagu selipan yang dimunculkan untuk dinyanyikan, padahal lagu itu tidak dilatih, dlsb- karena Roh Kudus yang lebih tahu, (contoh-misalnya) ternyata ada Umat Tuhan yang hendak bunuh diri karena putus asa sepulang dari ibadah ini, dan Roh Kudus yang lebih tahu ada lagu yang secara ‘improvisasi’ Dia ingin ditambahkan dalam rangkaian lagu ibadah pada saat itu, misalnya tambahan lagu “Saat ku sendiri, tiada seorangpun…yang memperhatikanku selain Kau Tuhan…dst”. Oleh karena itu musisi yang profesional harus bisa mengiringi lagu yang mendadak seperti ini.
  • Kesaksian saya ( penulis) . Pada bulan Februari 2012 minggu terakhir, saya bertugas WL di gereja saya waktu itu, di GPdI Kharisma Kalinegoro, Magelang. Saat mempersiapkan lagu, saya mendapat tuntunan Roh Kudus untuk memilih lagu-lagu rohani untuk sebelum khotbah adalah lagu-lagu yang menekankan tentang Kasih Bapa. Kasih Ibu, dst. Lalu ada tuntunan-Nya untuk setelah khotbah nanti ada acara special, yaitu acara ungkapan kasih sayang di antara anggota jemaat dengan orang tuanya masing-masing. Dan lagu-lagu yang dipersiapkan jadi banyak sekali, karena setelah khotbah itu ada sekitar 5-6 lagu tentang papa-mama, lagu anak-anak Kavin Karyn tentang papa-mama ,  lagu-nya Daren juga tentang papa-mama, ataupun lagu lama seperti Di Doa Ibuku, dst. Namun karena itu sudah hari Sabtu- H-1, maka tidak ada kesempatan memesan coklat ataupun bunga khusus ungkapan cinta kasih pada papa-mama, dan Roh Kudus pun menuntun saya membeli tissue. Singkat cerita saya ungkapkan hal ini pada para pemusik, singer serta LCD operator yang cukup kerepotan mengetik sekian banyak lagu tentang papa-mama yang tidak ada di bank lagu di komputer. Saya beritahukan pada mereka,bahwa  lagu-lagu tentang papa-mama nanti baru benar-benar kita pakai apabila khotbahnya memang menyinggung hal itu.

Artinya, hal itu menjadi tanda bagi kami, apakah ini benar-benar dari Tuhan Roh Kudus. Untungnya para pemusik dan singer serta LCD operator, semua kompak, sehati, kami latihan sebaik mungkin. Semua lagu. Banyak. Singkat cerita hari H tiba, saya menghubungi secara mendadak 2 orang tua-tua gereja untuk duduk di depan nanti setelah khotbah apabila memang khotbahnya menyangkut mengenai papa-mama-kasih pada papa dan mama. Dan tugas mereka adalah menjadi wakil buat papa dan mama jemaat yang ingin mengungkapkan kasih pada papa-mamanya yang saat itu mungkin orang tua mereka tidak ada di tempat/di ibadah itu. Mereka bersedia. Saya melatih mereka apa yang harus mereka katakan , seperti ini:

  1. Bapak : Saya mewakili bapakmu, saya minta maaf ya bila saya pernah bahkan sering menyakiti hatimu…
  2. Ibu: Saya mewakili ibumu, saya minta maaf ya bila saya pernah bahkan sering menyakiti ibumu…
  3. Lalu bila jemaat minta maaf, mereka harus mengambil tissue itu dan menghapus air mata mereka dan harus berkata “Saya mewakili bapak/ibumu memaafkanmu..”

Dan saya pun menghubungi bapak/ibu gembala menjelaskan semua persiapan kami dan    memohon sersetujuan beliau, dan ternyata diijinkan. Akhirnya ibadah pun berlangsung seperti     biasa. Betapa terkejutnya kami team musik dan singers, ternyata dalam khotbah beliau, (Pembicara tamu), kami sangat dikejutkan ternyata beliau menyampaikan kesaksian hidupnya bagaimana dia ditolong Tuhan untuk bisa mengampuni papanya- yang pernah melakukan percobaan pembunuhan kepadanya. Kami para team PAW cuma bisa saling lihat-saling pandang dan mengedipkan mata dengan anggukan kepala, tanda bahwa acara kasih sayang ini  benar-benar scenario Tuhan. Selesai khotbah, saya langsung naik, kursi disiapkan untuk dua orang wakil papa-mama. Saya jelaskan sepintas pada jemaat, dan menunjukkan tissue yang masih baru dalam bungkusan plastik, yang saya beli kemarin, sebagai bukti pada mereka, dan akhirnya siapa saja yang ingin minta maaf atau mau mengungkapkan kasih pada papa-mama boleh maju ke depan. Suasana haru begitu melekat, saat itu hujan air mata, dan juga kami team PAW menyanyikan lagu-lagu yang sudah kami latih kemarin, semua lagu lebih kurang 5-6 lagu tentang PAPA –MAMA. Ini adalah kisah nyata. Pada saat itu belum lama sebelumnya ibu mertua saya baru saja meninggal.  Dari kisah nyata kesaksian ini dapat kita simpulkan bahwa saat kita menempatkan Roh Kudus sebagai sutradara, kita bahkan dapat ditolong , dibimbing dan dipandu untuk mempersiapkan bukan hanya sebuah atau beberapa lagu, melainkan sampai ke mempersiapkan SEBUAH ACARA KHUSUS- secara prophetik ( karena kan saya sendiri tidak kenal pembicara, tidak tahu apa yang akan beliau sampaikan dalam khotbah, dll). Jadi kalau dibilang ini acara terencana juga tidak, karena bukan acara dari program gereja, tapi kalau dibilang ini acara tidak terencana juga tidak, karena kami mempersiapkan dengan latihan-pemilihan lagu, property yang dibutuhkan ( tissu)-izin pada Bpk gembala, dll. Semuanya dimungkinkan karena tuntunan daripada Roh Kudus. Maka sebagai WL anda harus peka dengan Roh Kudus, dan tunduk pada pimpinan. Seandainya saat itu gembala saya berkata TIDAK, ya saya stop, tidak akan melanjutkan project special event itu.

  • Lagu yang saya pilih pada saat itu adalah:
    • Sebelum khotbah: Bapa yang kekal, Seperti Bapa sayang anaknnya, Aku Percaya (Sari Simorangkir),
    • Setelah Khotbah: Lagu untuk Papa ( Chella Loimondong), Di Doa Ibuku, Lagu Untuk Papa Mama ( Kavin Karyn), Terima Kasih Untuk Cinta Papa Mama (Daren)

*7 Pembicara mohon perhatikan keterangan *7

  1. SEPUTAR PERSIAPAN WL
  1. Persiapan sepanjang hidup menjadi yang paling utama
    • Bagaimana seorang WL membangun hubungan pribadinya dengan TUHAN.
    • Bagaimana seorang WL menjadi seorang pemuji dan penyembah Tuhan yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran dalam sepanjang umur hidupnya.
    • Bagaimana seorang WL menjaga kekudusan hidupnya
    • Bagaimana seorang WL mengasah keterampilan dan talentanya
    • Bagaimana seorang WL menyadari panggilan pelayanannya dan sepakat dengan Tuhan atas panggilan itu
    • Bagaimana seorang WL mau meluangkan waktu untuk berlatih pribadi, berlatih secara team.
    • Bagaimana seorang WL mempersembahkan pelayanannya bagi kemuliaan nama TUHAN
    • Bagaimana seorang WL mau mengembangkan diri dengan belajar banyak lagu baru
    • Bagaimana seorang WL mau hidup rukun dengan rekan sepelayanannya, dan juga tunduk kepada pemimpinnya
  2. Persiapan Doa
  • Persiapan doa pribadi adalah yang paling utama dalam pelayanan ini
  • Persiapan doa dengan team sebelum ibadah adalah penting untuk menyediakan kesatuan hati secara team
    1. Pemilihan Lagu
      • Mintalah pimpinan Roh Kudus untuk memilih lagu
      • Perhatikan thema gereja/thema khotbah/ thema bulanan/ theme song, dll
      • Selebihnya teknik pemilihan lagu, perangkaian lagu, perangkaian mata acara ibadah, dll akan dibahas lebih lanjut
    2. Mengkomunikasikan pilihan lagu pada : Pemusik, Singer, Penari, LCD Operator, dll sebelum acara latihan berlangsung. Lebih lama lebih baik. Info bisa lewat SMS- dll. Info bisa menuliskan :
      • Judul lagu
  • WL harus menguasai nama JUDUL LAGU, dimana nama judul lagu tersebut menjadi keseragaman dengan pemain musik dan LCD Operator, jadi bukan kalimat pertama lagu (walaupun ada beberapa lagu yang mana kalimat pertama lagu sama dengan judul lagu, tetapi tidak semua lagu seperti itu)
    • Nama album
    • Nama Pencipta Lagu
    • Nama artis yang mempopulerkan lagu tersebut
    • Kalimat pertama lagu

Mengapa hal ini kita lakukan? Karena untuk menolong para petugas ibadah lainnya mempersiapkan dirinya sebalum acara latihan bersama. Bisa jadi latihan team musik bisa sendiri/latihan band sebelum latihan bersama, demikian juga dengan para penari, singers bisa browsing lagu tersebut, terutama lagu baru, dst.

Hal ini dapat mengefektifkan waktu latihan ,karena masing-masing pelayan sudah tahu apa yang akan di kerjakan di latihan nanti, baik intronya, nadanya, tariannya, syairnya, dll

Contoh:

KAU ALLAH YANG KUDUS ( True Worshippers)                 

KAU RAJAKU ( True Worshippers)                                         

RAJA DALAM  HIDUPKU (RAYAKAN 6)                     

RAJA SEGALA RAJA ( TW Youth)                                 

KAU TUHAN YANG BENAR ( UX BAND)                    

BAGI  ANAK DOMBA (RAYAKAN 3)                                       

SBAB KAU BESAR                                                                         

  1. Latihan dengan team
  • WL menjadi pemerhati untuk semua bidang, baik untuk kesiapan LCD Screen, penari, pemusik, singer, free style dance, dll, sehingga WL dapat menjadi semacam pengarah untuk semuanya
  • Pada saat latihan dengan pemusik, WL boleh memberi saran kepada pemusik akan apa yang dia inginkan, misalnya mengenai groove-nya, alirannya, temponya, pilihan timbre/jenis warna suara alat musik yang dipilihnya, iramanya, alur accordnya, dll.
  1. Persiapan syair lagu
  • Kesiapan syair lagu harus diperhatikan , WL ikut memantau sejauh mana persiapan LCD Operator. Terkadang ada lagu dalam beberapa versi – terutama lagu-lagu terjemahan dari bahasa asing, untuk itu perlu penyamaan versi yang dimaksud oleh WL yang mana. Jika terjadi salah-salah ketik- maka WL boleh memberi koreksi pada petugas LCD
  • Jika anda memimpin ibadah yang tidak dilengkapi dengan LCD screen, maka anda bisa pastikan setiap jemaat menguasai lagu yang anda pilih, atau anda mempersiapkan teks tertulis.
  1. Persiapan Catatan WL
  • Pada saat melayani, WL harus memiliki catatan berupa :
    1. Judul lagu (berguna untuk keseragaman persepsi dengan pemin musik, LCD Operator dan Penari)
    2. Kalimat pertama lagu (untuk menghindarkan anda dari kegagapan mengangkat kalimat pertama lagu- karna jika anda hanya mencatat judul lagu saja, terkadang judul lagu tidak sama dengan kalimat pertama lagu, bisa terjadi kasus, anda menyanyi lagu yang lain dari lagu yang dimaksud)
    3. Nada dasar/ tangga nada lagu (beserta modulasinya- jika ada)
      1. Contoh : Judul Lagu: Raja Dalam Hidupku,
      2. Contoh : kalimat pertama lagu : Engkau hebat, Engkau Dahsyat….
    4. Syair lagu penuh / apabila di gereja anda belum ada monitor/ dan apabila anda belum terlalu menguasai syair lagu tersebut, agar apabila LCD Operator terlambat menurunkan halaman berikutnya, anda tidak ikut-ikutan macet dalam menyanyi.
    5. Variasi apa yang dipakai dalam tiap lagu, alur lagu, catatan-catatan pribadi untuk CODA, dinamika suara, dinamika tempo, Vermata, pergantian penyanyi, dll
      1. Contoh: Nyanyi dan Bersoraklah ( Reff dulu), 1=G
      2. Contoh : Ku Masuk Ruang Maha Kudus ( jemaat, musik saja, reff lembut, reff klimaks)

Catatan catatan seperti di point e tersebtu seperti (Reff dulu)- ( jemaat, musik saja, reff lembut, reff klimaks), kita perlukan agar pada saat ibadah berlangsung bisa setepat seperti pada saat latihan, sehingga anda bisa tetap konsisten dengan pada saat latihan dan hal tersebut justru menolong pemain musik untuk yakin dengan alur anda dan variasi anda. Dorong pemain musik memiliki catatan yang sama dengan anda.

Namun hal ini tidak menutup kemungkinan sama sekali untuk adanya aliran yang fleksibel pada saat ibadah berlangsung, dan hal tersebut dapat diatasi dengan adanya handsign. Akan tetapi apabila tidak ada perubahan apa apa, semua alur dan variasi dapat lebih terencana dengan baik

  • WL harus punya buku/catatan WL sehingga dia bisa memiliki bank lagu dan bank rangkaian lagu ibadah, bank lagu dari WL harus dilengkapi tangga nada dari lagu tersebut (hal ini kita perlukan apabila ada acara mendadak dimana kita ditunjuk jadi WL, kita sudah memiliki beberapa pilihan paket lagu- apalagi jika gereja anda memiliki multi ibadah baik gereja pusat maupun gereja satelit, sedangkan WL sangat terbatas jumlahnya)
    1. Membuat catatan judul lagu-kalimat pertama lagu- dan nada dasar, untuk pada hari H yang

diberikan pada:

  1. LCD operator
  2. Drummer
  • Gitaris Bass
  1. Gitaris Melody
  2. Keyboadis
  3. Filler
  • Perkusi Player
  • Singer
  1. Penari
  2. dll

Contohnya seperti ini:

PELAYANAN REVIVAL MEETING  ,IBADAH DOA UNTUK KOTA, 8 AGUSTUS 2014,

GMS Satelit Breakthrough KENDARI, Naskah WL- Grace.

KAU ALLAH YANG KUDUS ( True Worshippers)                  1= D-E-F

KAU RAJAKU ( True Worshippers)                                          1= F-G

RAJA DALAM  HIDUPKU (RAYAKAN 6)                      1= F

RAJA SEGALA RAJA ( TW Youth)                                  1= F-G

KAU TUHAN YANG BENAR ( UX BAND)                     1= D

BAGI  ANAK DOMBA (RAYAKAN 3)                                        1= G

SBAB KAU BESAR                                                                          1= A

  1. MENGENAL BAGIAN-BAGIAN LAGU,

DAN VARIASINYA OLEH WL

Dengan mengenal bagian-bagian lagu dan bagaimana Variasinya oleh WL, maka ini akan menolong WL dalam membayangkan akan seperti apa nanti alur lagu-demi lagu. Bagaimana merangkai lagu demi lagu dengan melibatkan bagian-bagian dalam sebuah lagu dalam sebuah rangkaian yang lebih detail dan variatif.

Contoh partitur sebuah lagu:

Engkau Di Dalamku by GMB (Giving My Best)

Artists, Singers and Worship Leaders: Pongky Prasetyo, Sidney Mohede
In Albums:
 Atmosphere (2003), Worship Project (2005)

 

verse 1

Kaulah penulis hidupku
Kau membuat s’galanya baru
Engkau di dalamku dan kuada dalamMu
Tak ada yang tak mungkin bagiMu

verse 2

Ku dicipta untukMu
Tuk membawa harum namaMu
Engkau di dalamku dan kuada dalamMu
Kini kudatang mencari wajahMu

chorus

MengasihiMu s’lalu dengan s’genap hatiku
Mencintai seluruh perbuatanMu
Mengabdikan hidupku sesuai rencanaMu
Ku mau menyembahMu sampai akhir hayatku

verse 3

Kau memahami hatiku
Hanya Kau yang mengertiku s’lalu
Engkau di dalamku dan kuada dalamMu
Kini ku datang mencari wajahMu

ending

Sampai akhir hayatku
Sampai akhir hayatku
Mengasihi, mencintai, mengabdikan hidupku
Mengasihi, mencintai, mengabdikan hidupku
Sesuai rencanaMu, sesuai rencanaMu, sesuai rencanaMu
Oh.. Tuhan

Hanya Di Dalam NamaNya

Top of Form

Artist: True Worshippers

Album: God Is Our Victory

Bottom of Form

Tempo=150

Intro:

C F Am F

Verse:

Am  F           C    G

FIRMAN TERANGI JALANKU

Am     F           C           G

P’RISAI IMAN DI S’TIAP WAKTU

Am  F         C        G

LINDUNGIKU DARI S’GALA

Pre-Chorus:

F        Am

TAK PERNAH KU RAGU

C          G

KAR’NA DIA BERSAMAKU

F    Am

SETIA MENJAGA

C       D

DENGAN KUASA MULIA

Reff:

C     G/B        Am

HANYA DI DALAM NAMA-NYA

C/G          F           C/E

YESUS DIA SUMBER PENGHARAPAN

Dm   G

DI S’PANJANG HIDUPKU

C     G/B         Am

HANYA DI DALAM KUASA-NYA

C/G        F

PASTI TERSEDIA KEMENANGAN

C/E Dm       G

BAGIKU  S’LAMA-LAMANYA

Interlude to Bridge:

Am F C G Am F C G

Bridge:

F        C/E

DALAM NAMA-NYA

F        Am  G

ADA PENGHARAPAN

F         Am             Gsus4 G

DALAM KUASA-NYA KEM’NANGAN

VARIASI PADA BAGIAN-BAGIAN LAGU

  • #intro
    berada diawal lagu, biasanya berupa permainan instrument untuk memperkenalkan pendengaran terhadap lagu. Notasinya bisa diambil dari bagian dalam lagu.

Variasi intro oleh WL

  1. WL bisa mencipta intro sendiri yang diambil dari pola irama lagu, ataupun motiv melody awal lagu dan mengisinya dengan syair “na-na-na””du-du-du”ow-ow-ow”dll contoh pada lagu “Ooohh Betapa Dalamnya kasih setia-Mu betapa besarnya kebaikan-Mu …” dibuat intro sebagai berikut: du du du du du ho u wo howwww…”
  2. WL bisa mencipta intro sendiri yang diambil dari coda lagu tersebut yang dinyanyikan sebagai intro vocal. Untuk itu bisa melibatkan singer sebagai intronya. Biasanya untuk intro jenis ini, pemusik hanya memandu dengan open chord, dan alangkah baiknya apabila pada intro vocal ini para singer menyanyi dalam pembagian suara. Intro semacam ini bisa dipakai baik untuk lagu lambat ataupun lagu cepat.
  • Intro bisa menjadi ajang WL untuk berkomentar. Untuk itu WL harus menguasai teknik bagaimana telinga mendengar alur intro, pada saat yang sama bagaimana WL menguasai kata-katanya sehingga tidak akan melewati batas intro yang ada, dan saat masuk pada bagian berikutnya tidak terlambat atau terlalu cepat.
  1. Intro bisa diambil dari bagaimana WL melibatkan umat untuk bertepuk tangan secara serentak/dengan demikian pada ketukan berikutnya drummer masuk pertama mengikuti tempo umat, baru kemudian alat musik lainnya masuk pada birama berikutnya
  • #pre chorus

Pada bagian ini, ada melody yang berbeda dengan Verse, namun penempatannya sebelum Chorus. Dalam istilah analisa musik, lagu ini terdiri dari 3 bagian, bagian A adalah Verse, bagian B adalah Pre Chorus, bagian C adalah Chorus, namun bila agu tersebut memiliki Bridge maka lagu tersebut disebut memiliki 4 bagian, di mana bagian 4 adalah Bridge.

Variasi oelh WL bisa berupa mengulang bagian pre chorus pada pengulangan ke 2 tanpa melibatkan Verse awal. Namun harus diingat, namanya saja Pre Chorus, jadi penempatan pre chorus ini tidak dapat dilepaskan dari Chorus. Jika menyanyikan chorus, pasti harus melewati pre chorus. Namun pre chorus bisa dilepaskan dari Verse, Untuk menyanyikan Pre Chorus tidak harus dari verse, tetapi harus selalu diikuti oleh Chorus.

  • #bait/verse
    pola bait ini selalu diulang dalam tiap lagu. Isi syairnya pun berbeda walau permainan musiknya sama (saya pikir inilah yang membuat kita tidak bosan dalam mendengarkan sebuah lagu). Bisa berupa Verse 1, dan Verse 2 , bahkan ada beberapa lagu yang memiliki Verse 3. Tergantung berapa bait syair lagu tersebut.

Variasi Verse oleh WL

  1. Verse tidak selalu harus diikuti dengan chorus, untuk menunda lagu agar tidak langsung menuju klimaks, maka Verse boleh diulang-ulang beberapa kali, sehingga pada saat menyanyikan chorus, klimaksnya akan lebih terasa grafiknya.

Contohnya seperti ini:

  1. Urutan lagu bisa saja pada umumnya :
    1. Verse bait 1,
    2. Verse bait 2,
  • Chorus,
  1. interlude,
  2. Verse bait 1,
  3. Verse bait 2,
  • Chorus,
  • Churus lagi,
  1. Coda
  1. Jika ingin menunda grafik tidak sesegera mungkin menuju klimaks dengan alur sbb:
    1. Verse bait 1
    2. Verse bait 2
  • Verse bait 1
  1. Verse bait 2
  2. Chorus
  3. Interlude
  • Verse bait 1
  • Verse bait 2
  1. Chorus
  2. Chorus
  3. Coda
  1. Pengulangan Verse setelah Chorus, jadi pada pengulangan lagu kali yang ke dua, tidak selalu harus mengulang dari Verse 1, boleh juga mengulangnya dari Verse 2.
  • Pada saat mengajar jemaat lagu baru, saat menyanyikan Verse sebaiknya diulang-ulang sebelum melangkah pada belajar chorus. Demikian juga saat belajar chorus harus diulang-ulang sebelum kembali ke Verse.
  • #chorus
    ada yang bilang reffrain,yaitu inti sebuah lagu. Dibagian ini yang lebih menentukan citra sebuah komposisi. Bagian inilah yang sebenarnya ditunggu tunggu untuk didengarkan. Chorus biasanya dibuat dari kumpulan notasi yang mudah diingat oleh pendengar. Notasi melodi tidak terlalu panjang. Bagian chorus ini biasanya diulang-ulang dengan syair yang sama.

Variasi Chorus oleh WL

  1. Chrorus bisa dimainkan dinamika temponya, dinamika volume suaranya, bisa dimainkan juga nada dasarnya/ modulasi
  2. Chorus bisa menjadi bagian awal yang dinyanyikan sebelum Verse, atau bahkan dinyanyikan tanpa Verse lagu tersebut, apabila dengan cara demikian sebuah meadley akan mencapai klimaksnya
  3. Beberapa lagu tidak memiliki Verse, melainkan hanya memiliki Chorus. Beberapa lagu berjenis seperti ini dapat kita meadley menjadi sebuah rangkaian panjang sebuah penyembahan/pengagungan.
  • Chorus dapat dinyanyikan ulang secara kejutan saat WL mengajak jemaat berbicara/tanya jawab/ ice breaker/melakukan sesuatu yang lain- kemudian secara kejutan , tanpa intro / interlude lagi, WL mengangkat chorus lagu tersebut sekali lagi/ beberapa kali lagi. Untuk teknik ini dibutuhkan ketajaman WL untuk mengingat nada dasar lagu tadi.
  • Pada lagu-lagu tertentu Alur Chord Chorus dapat menjadi alur chord penyembahan. Jika ini dapat dilakukan, maka WL dapat mengajak jemaat penyembahan sementara itu alur chord pada iringan musik penyembahan tetap seperti chorus pada lagu tersebut, tidak perlu membuat alur chord baru.
  • #bridge
    Bagian yang menjembatani antara bait dengan chorus ( bisa disebut Pre Chorus- bila ditempatkan di bagian antara bait dengan chorus) , bait dengan solo instrumental, atau chorus dengan instumental. Bridge ini biasanya terdiri dari beberapa bar notasi dan atau tanpa syair.

Variasi Bridge oleh WL

  1. Ada beberapa brigde lagu yang sudah diarransement dengan syair penyanyi. Manfaatkan brigde ini untuk nyanyian jemaat
  2. Bridge bisa diulang-ulang menjadi sisipan nada dan syair yang indah dalam sebuah lagu,jadi pengulangannya tidak harus seperti di lagu aslinya. Bisa kita tambah sesuka hati kita.
  • #interlude
    interlude ini bagian yang menyambung bait dengan bait atau bait dengan chorus. Tidak terdapat syair dalam interlude ini. Interlude hanya terdiri dari beberapa bar atau pola chord. Mungkin 4 bar, 6 bar, 8 bar.

Variasi Interlude oleh WL

  1. Interlude bisa menjadi ajang WL untuk berkomentar ataupun ice breaker. Untuk itu WL harus menguasai teknik bagaimana telinga mendengar alur interlude, pada saat yang sama bagaimana WL menguasai kata-katanya sehingga tidak akan melewati batas interlude yang ada, dan saat masuk pada bagian berikutnya tidak terlambat atau terlalu cepat.
  • Interlude pada lagu-lagu tertentu mengandung unsur raph berbalasan antara jemaat dengan umat. WL dapat menciptakan raph sendiri pada lagu yang tidak diarransement secara khusus seperti itu.
  • #ending
    metode ending beberapa macam. Ending ada tiga macam:

    1. Coda / ekor lagu yang diulang-ulang, disertai dengan syair oleh vocalis
    2. Instrumentalia akhir/ending lagu, bisa berupa:
      1. Fade out,
      2. insrument looping,
      3. berhenti seketika,
      4. pengulangan intro
      5. disertai instrumen dan paling akhir ada coda syair hanya 1 kali dengan melody menuju klimaks. Jenis ini adalah campuran antara instrumen dan coda
      6. dan banyak lagi.

Variasi Coda oleh WL

  • Coda biasanya diulang sebanyak 3 kali , namun ini bukan aturan baku, coda boleh diulang-ulang lebih dari 3 kali. Ini akan membawa lagu semakin menuju klimaks
  • Coda bisa disertai ritardando ( tempo melambat), bisa juga disertai fermata pada nada-nada akhir ( fermata adalah memperpanjang ketukan not sekehendak musisinya- bisa sekehendak WL/Solis/pemain musik, dll- dalam hal ini sekehendak WL- untuk coda jenis ini, gunakan kode tangan. Hand-sign yang digunakan adalah hand sign holding note/nada panjang/nada tertahan.
  1. Coda bisa berupa Coda penuh/pengulangan penuh
  • Coda bisa berupa Coda setengah/ pengulangan setengah dan pada pengulangan terakhir baru ditutup oleh syair penutup
  • Coda yang diakhiri dengan musik panjang, kemudian di ujungnya ada syair lagi sebagai penutup
  • Coda yang diakhiri dengan ‘na-na-na’ permainan irama yang tadi dipakai sebagai intro
  • Coda yang berhenti seketika. Akhiri coda semacam ini dengan sorak sorai/tepuk tangan
  1. Coda yang menambahkan kata-kata yang berbeda hanya pada bagian akhir ini saja.
  • WL bisa memfariasikan Coda sebagai intro vokal
  • Coda bisa berupa iringan musik saja, tanpa Vocal. Di sinilah kesempatan WL untuk menyanyi, berkomentar atau mengatakan suatu pernyataan/komitment/doa.
  • Coda yang menyambung pada penyembahan dengan alur accord/progressive chord pada :
    1. Coda
    2. Berbagai macam progressive chord penyembahan
    3. Keseluruhan lagu pendek/chorus
    4. Interlude yang menjadi brige/jembatan ke lagu berikutnya yang berbeda nada dasar
  • Coda yang menyambung pada meadley lagu berikutnya
  • Coda yang menyambung pada Mixing Song/ dua lagu yang di mix/dicampur menjadi satu kesatuan lagu.
  • Coda yang dihilangkan karena alasan meadley, mixing song ataupun penyambahan
  • Coda pun bisa dicuplik dan disulap menjadi vocal intro menggunakan opening chord.
  • Coda bisa menghadirkan kata-kata tambahan baru pada pengulangan ke dua atau ke tiga, biasanya sudah ada di arransement syair lagu asli, namun tidak masalah juga kalau kita sendiri yang menambahkan.

VARIASI LAINNYA YANG BISA DITERAPKAN PADA SEMUA BAGIAN LAGU

Berbagai macam Variasi yang bisa dilakukan (Variasi ini telah dipersiapkan sebelumnya dan dicatat dalam catatan WL)- dan  bisa diterapkan pada Verse/pre Chorus/Chorus/Bridge ataupun untuk Ending

  • METODE SAHUT MENYAHUT
    • Jemaat bersahut sahutan dengan jemaat (pakai arah mike yang disodorkan pada penyanyi yang bergiliran menyanyi saat itu,  baris kanan, baris kiri )
    • Jemaat bersahut-sahutan dengan pelayan mimbar
    • Jemaat bersahut-sahutan dengan anggota koor
    • Jemaat pria bergantian dengan jemaat wanita
    • Sorakan yang bersahut-sahutan (pakai arah mike yang disodorkan pada penyanyi yang bergiliran menyanyi saat itu)
  • METODE INSTRUMENTALIA
    • Musik saja ( baik lagu tempo cepat- saat itu kita ajak jemaat menari ataupun pada lagu tempo lambat- saat itu kita ajak jemaat merenung)
  • METODE SOLO
    • Drum saja, Piano saja, Gitar melody saja, Perkusi saja, tepukan tangan jemaat saja, dll
    • SOLO PENARI, biarkan di beberapa bagian lagu, penari saja yang menarikan lagu ini, tanpa nyanyian jemaat,
    • SOLO SINGER artinya biarkan di beberapa bagian lagu, singer saja yang menyanyi, tanpa nyanyian jemaat,
  • METODE CONGREGATION MAY JOINT ( KETERLIBATAN UMAT)
    • Menyodorkan mike pada salah satu jemaat yang tampak bersemangat saat itu, untuk dia bisa menyanyi sementara waktu menggunakan mike
  • METODE ACCAPELA
    • Jemaat menyanyi tanpa iringan musik sama sekali
    • Jemaat menyanyi hanya dengan tepukan tangan jemaat sendiri
    • Jemaat saja- pada jenis ini, biarkan singer menyanyi tanpa mike, wl menyanyi tanpa mike, pemusik tidak main musik, penari berhenti menari, dan ikut bernyanyi tetapi semua orang ( termasuk wl , singer, pemusik, penari ) ikut menyanyi secara accapela sebagai jemaat
  • METODE HARMONY

Membagi suara untuk singer

  • METODE PENGGABUNGAN BEBERAPA LAGU
    • Meadley
    • Mixing Song
    • Mixing lagu Hymne dengan Lagu baru/ kontemporer
  • METODE TANGGA NADA
    • Modulasi pada lagu yang sama
    • Modulasi pada lagu yang berbeda/Modulasi Meadley
    • Mayor –Minor (bisa diciptakan intro dari melody mayor yang diminorkan)
    • Modulasi sementara ( biasanya jenis ini sudah ada pada arransement asli lagu)
  • METODE BAHASA
    • Menyanyikan lagu dengan Dua Bahasa/ bahasa asing
    • Mengganti syair syair lagu
  • METODE MUSIK
    • Gebrakan musik yang menggelegar
    • Musical Opening
    • Perkusi Opening
  • METODE EKSPRESI
    • Tepuk tangan di atas kepala
    • Ikuti gerakan saya
    • Bernyanyi berpasangan
    • Tambahan seruan pada tengah-tengah lagu- seperti Yes ! Amin !, Heeeeiiiiii! ( dll)
  • METODE DINAMIKA
    • Mengubah tempo lagu, dari lagu bertempo cepat, dinyanyikan lambat dahulu sebagai openning, baru setelah itu kembali ke tempo asli lagu menjadi cepat seperti tempo lagu semula

Contoh catatan persiapan alur lagu, dan variasi-variasinya: ( yang saya ambil dari catatan saya pribadi)

 

 

ALLAH YANG SETIA (‘Yesus Kau telah Memulai’) 1= A

  • VERSE
  • CHORUS TEMPO NORMAL
  • CHORUS – SLOW BEAT  (BERAPA KALI IKUTI ALIRAN ROH KUDUS, BISA 1 KALI, BISA 2 KALI)
  • REPEAT CHORUS FROM SLOW BEAT TO NORMAL  BEAT
  • CODA – 3 KALI
  • CODA DISAMBUNG PENYEMBAHAN from slow down to high worship
  • HIGH WORSHIP PENYEMBAHAN DISAMBUNG DENGAN REPEAT CHORUS- 1 KALI SAJA
    • – ‘Skarang ku memuji-Mu Allah yang setia’
  • DITUTUP LAGI DENGAN PENYEMBAHAN

HARI INI (‘Hari ini hari yang telah dijadikan Tuhan’) 1= C-D

  • Verse
  • Chorus
  • Verse
  • Chorus
  • Chorus drum only
  • Chorus modulation
  • Ending

 

Contoh catatan persiapan alur lagu, dan variasi-variasinya: ( yang saya ambil dari catatan saya pribadi)- FULL IBADAH

  1. TINGGI NAMA-MU DI PUJI (TW) C-D
  • “Dasar dari yang kuharapkan….”
  • Intro 1 putaran
    • V1 ‘dasar dari yang kuharapkan
      • Bridge ‘bersama Roh Mu’
        • Chorus ‘tinggi nama-Mu dipuji’
      • Interlude intro
        • V2 ‘Kau tak biarkan pencobaan’
          • Bridge ‘bersama Roh Mu’
            • Chorus ‘tinggi nama-Mu dipuji’
            • Chorus Drum Only 1= C ‘tinggi nama-Mu dipuji’
            • Chorus Modulasi 1= D ‘tinggi nama-Mu dipuji’
          • CODA #Raja Keagungan#
  1. KAU YANG TERBESAR (GMS More Like You) A
  • “Nama-Mu kudus..kudus dan agung..”
  • Intro 2 putaran
    • V1 ‘nama-Mu Kudus’
    • V2 ‘kami bersuka’
      • Bridge ‘tak terbandingkan oleh..’
        • Chorus ‘ Hanya Kau yang terbesar..’
      • Interlude intro 1 putaran
        • V1 ‘nama-Mu Kudus’
        • V2 ‘kami bersuka’
          • Bridge ‘tak terbandingkan oleh..’
            • Chorus ‘ Hanya Kau yang terbesar..’
          • Interlude musik with ‘Oooohhhhh’
            • Bridge ‘tak terbandingkan oleh..’
            • Bridge ‘tak terbandingkan oleh..’
              • Chorus ‘ Hanya Kau yang terbesar..’
            • Ending Music without Coda
  1. ANUGRAH TERINDAH (Regina Idol) C-D
  • ‘Kau tahu hatiku Tuhan…’
  • With solis ( kak Greety dan pak Jimmy)
  • Diakhiri dengan penyembahan modulasi D-G
  1. ENGKAU ALASAN KUHIDUP ( Jaqclien Cellose) G
  • Chorus ‘Yesus pegang erat tanganku’- high power
  • Chorus low power , keyboard string only
  • V1 ‘ku hidup oleh anugrah-Mu’
  • V2 ‘kasih-Mu mengubah hidupku’
  • Chorus, reapeat until high worhip
  • CODA #Engkau alasan slama ku hidup#
  • Penyembahan

 

Berikut saya sertakan beberapa contoh naskah WL yang pernah saya susun dan praktekkan dalam pelayanan saya:

MOMENTUM : JUMAT AGUNG, MARET 2013
TEAM PUJIAN GPDI KHARISMA KALINEGORO

Dalamnya Kasih-Mu Bapa (TW) langsung Chorus, 1= F/G/A. Puaskan beberapa pengulangan di Chorus, lalu ke Verse SATU KALI SAJA, langsung menuju chorus lagi SATU KALI SAJA, lalu

meadley

1= A langsung ke Chorus Di Hati-Mu terukir namaku, puaskan beberapa pengulangan di Chorus, lalu ke Verse SATU KALI SAJA, langsung menuju chorus lagi SATU KALI SAJA, lalu

meadley

1= A langsung ke Chorus Terlalu Besar ( Restoration Album), puaskan beberapa pengulangan di Chorus. lalu ke Verse SATU KALI SAJA, langsung menuju chorus lagi SATU KALI SAJA, lalu

meadley

1= A langsung ke Chorus Karna Salib-Mu (TW), puaskan beberapa pengulangan di Chorus, lalu ke Verse SATU KALI SAJA, langsung menuju chorus lagi SATU KALI SAJA, lalu

meadley ini diakhiri di lagu keempat tadi

sorak sorai/ penyembahan

Sambung lagu Tempo Cepat:

Ku Tahu Dia Penolongku 1= D
King Of Majesty 1= G

Lagu Pra Firman Tuhan:
Salib-Mu (TW) 1= C

Analisa alur lagu:
Ada realy meadley 4 lagu di awal, menggunakan thema SALIB, karna semua lagu pilihan ini menyebut kata SALIB/ DARAH YESUS.

Tetapi tidak sembarangan memilih lagu pertama dalam meadley ini, karna lagu pertama CHORUS-nya tetap tergolong lagu yang mengandung thema: pujian/pengagungan/penyembahan/ undangan berbakti/kerinduan datang pada Tuhan.

Dan tidak sembarang mengurutkan 4 lagu ini karna setiap CHORUS dari 4 lagu ini, dipilih yang alurnya rangkaian dari lagu satu ke lagu berikutnya semakin menuju klimaks (analisa melody yang semakin kuat kita taruh di klimaks)

Keempat lagu meadley ini, kita VOKUSKAN pada Chorus-nya, oleh karna itu, setiap perpindahan lagu selalu diawali dengan Chorus yang diulang-ulang, tidak perlu takut grafik menurun saat menyanyikan Verse, karna Verse hanya MAMPIR sekali saja, jadi grafik memang turun hanya sedikit, tetapi setelah itu akan sampai di chorus lagi (masih pada lagu yang sama). tetapi chorus setelah Verse ini jangan diulang ulang lagi, nanti malah jemaat akan jenuh dengan lagu itu, langsung giring ke chorus lagu ke dua ( berulang-ulang) – sehingga grafik kini naik lagi, setelah puas dengan chorus lagu ke dua, kini nyanyikan Verse satu kali saja, agar grafik tidak terlalu lama turun, kini bawa naik lagi pada chorus lagu ke dua, satu kali saja, baru setelah itu sambung dengan Chorus lagu ketiga ( dan seterusnya) sampai lagu ke empat

Tampaknya 4 lagu ini cukup lama menyanyinya, tetapi karna meadley dan kita hanya vokus pengulangan pada CHORUS, dan verse hanya satu kali saja per lagunya, 4 lagu ini waktunya sama seperti 2 lagu yang kita ulang-ulang baik verse maupun chorusnya.

Anda boleh coba praktekkan dan……(keren pokoknya) – kalau kita mau keluar dari ‘kotak kebiasaan’

MOMENTUM : JUMAT AGUNG, MARET 2013
TEAM PUJIAN GPDI KHARISMA KALINEGORO

GPDI Kharisma Kalinegoro, Magelang, Desember 2013

Pas liburan kemarin, inginnya sih santai..tetapi malah diminta pelayanan ya begi nilah kalau sudah mempersembahkan diri untuk Tuhan..nggak bisa mengelak pelayanan. WL kali ini dapat resep baru. Biasanya kalau kita memilih beberapa lagu yang kita medley ..pastinya kita mencari lagu-lagu yang tangga nadanya sama, tapi kali ini beda:

Saya sengaja memilih beberapa lagu maraton yang isinya pujian pengagungan, tetapi hanya saya bawakan chorus/reff nya saja beberapa kali, begitu pindah ke meadley lagu berikutnya langsung naik tangga nada/ modulasi:

Seperti ini urutannya:

Kau Kusembah 1=C
Dimuliakan 1=D
Engkau kusembah Kau yang terindah 1=E
Kau Allah yang Kudus 1= F
Glory-glory Haleluya 1=G

baru kemudian disambung lagu praise berikutnya

Seru juga ternyata..suasana semakin naik..dan naik

Ternyata saat kita setia menjalankan tugas ( seperti saat saya ingin santai tetapi dapat tugas WL di saat liburan..ya saya kerjakan dengan sukacita) ada hal baru yang Tuhan tambahkan…haleluya !!

GPDI Kharisma Kalinegoro, Magelang, Desember 2013

 

 

 

 

 

 

Lembar kerja 9. KERJA KELOMPOK

  1. DISKUSIKAN DENGAN KELOMPOK ANDA UNTUK MENULISKAN NAMA BAGIAN-BAGIAN LAGU PADA TEKS LAGU BERIKUT INI:

 

Raja Segala Raja

(TW Youth)

 

????

 

????
Dalamnya samudra lebih dalam kasihMU
SalibMu menebus hidupku

????
Tinggi cakrawala lebih tinggi kuasaMu
Roh Kudus Kau tuntun hidupku

???
KemuliaanMu ya Bapa mem’rintah dan berkuasa
Hanya Engkaulah Raja s’gala Raja
KebesaranMu ya Bapa di agungkan s’lamanya 
Karna Engkaulah Raja s’gala Raja

???
Hanya Kau Raja atas s’galanya
Hanya Kau Raja atas s’galanya

???

Karna Engkaulah Raja s’gala Raja

Karna Engkaulah Raja s’gala Raja

Karna Engkaulah Raja s’gala Raja Sgala Raja

  1. Diskusikan dengan kelompok anda dan tuliskan rencana alur lagu Raja Segala Raja ini dengan variasi masing-masing bagian. Buatlah catatan.

*9 Pembicara bisa melihat kunci jawaban *9

  1. SEPUTAR PEMILIHAN LAGU DAN PERANGKAIAN ALUR LAGU
  2. Untuk bisa memilih lagu dan merangkai dengan baik alurnya, maka sebelumnya harus menguasai dulu, bagaimana cara menggolong-golongkan/ ataupun mengkategorikan lagu- lagu sesuai jenisnya. Jangan terkecoh oleh tempo lagu. Lagu bertempo lambat belum tentu lagu worship , sebaliknya lagu bertempo cepat belum tentu lagu praise. Penentu sebuah lagu itu praise atau worship atau jenis lagu doa, dll ada pada SYAIR-nya.
    1. Lagu pujian
    2. Lagu pengagungan/pemujaan
    3. Lagu penyembahan
    4. Lagu undangan berbakti
    5. Lagu pengucapan syukur
    6. Lagu belas kasihan atas jiwa-jiwa
    7. Lagu bertemakan kebangsaan/nasionalisme/cinta tanah air
    8. Lagu tantangan
    9. Lagu performance (yang hanya bagus dipakai untuk ditampilkan/ditonton/ tidak cocok untuk nyanyian jemaat)
    10. Lagu rekreasi ( misalnya lagu Dikepak-kepakkan tangannya…dst)
    11. Lagu perenungan akan Firman Tuhan
    12. Lagu persiapan mendengar Firman Tuhan
    13. Lagu persembahan
    14. Lagu pengajaran
    15. Lagu thematik
    16. Lagu rekreasi
    17. Lagu persaudaraan
    18. Lagu peperangan rohani
    19. Lagu pengutusan
    20. Lagu komitment/penyerahan diri pada Tuhan
    21. Lagu event (natal, paskah, perjamuan, dll)
    22. Lagu altar calling
    23. Lagu pengakuan dosa
    24. Lagu pengampunan
    25. Lagu pertobatan
    26. Lagu Mazmur
    27. Lagu Kesembuhan
    28. Lagu doa
    29. Lagu permohonan
    30. Lagu pengutusan
    31. Dll

Lembar 10. Beri kode beberapa judul lagu berikut ini termasuk lagu apa ( misal lagu Ku Masuk Ruang Maha Kudus- kodenya-c- lagu penyembahan, Tuliskan huruf c pada samping judul lagu yang anda ketahui ) Sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya dan setepat-tepatnya hanya dalam waktu 5 menit saja !

Contoh: Ku Masuk Ruang Maha Kudus – c

1.      Nama Yesus Menara Yang Kuat 1.      Yesus Engkau Juruslamatku
2.      Allah Bangkit Bersoraklah 2.      Ku Hidup BagiMu
3.      Lebih Dari Pemenang 3.      Kaulah Segalanya
4.      Ku Di Bri Kuasa 4.      Yesus Kekuatan Di Hidupku
5.      Api KemuliaanNya 5.      Kaulah Harapan Dalam Hidupku
6.      Oleh Darah Anak Domba 6.      Karya Terbesar
7.      Tuhan Yesus Baik (Tiada Berkesudahan) 7.      Pribadi Yang Mengenal Hatiku
8.      Tuhan Yesus Baik (Herlin Pirena) 8.      Mulia Sembah Raja Mulia
9.      Tiada Ku Ragu Lagi 9.      Nyanyi & Bersoraklah
10. Anggur Baru 10. Sentuh Hatiku
11. Roh Tercurah Dari Surga 11. Sungguh Indah Kau Tuhan
12. Sungai Sukacita 12. Ubah Hatiku (True Worshipper)
13. Trima Sukacita Surga 13. Seperti Tiang Awan (Ku Tak Perlu Kuatir)
14. Teramat Baik (Jeffry Chandra) 14. DalamNya KasihMu Bapa
15. Ada Kuasa Dalam Pujian 15.  Ku Masuk Ruang Maha Kudus
16. Sbab Tuhan Baik (Masuk GerbangNya Bersyukur) 16. Terimakasih Yesus (Ku Ada Sbab AnugrahMu)
17. Bersuka 17. Kau Tuhan Yang Sembuhkanku (Sgala Pujian & Syukur)
18. Sbab Tuhan Dia Baik 18. Aku Datang & Ku Bersujud
19. Darah Yesus Menghapuskan Segala Dosaku 19. Berhembuslah Roh Kudus
20. Allah Itu Baik 20. Kau Slalu Punya Cara
21. Ku Yakin Saat Kau Berfirman
22. Mujizat Itu Nyata, dll.
  1. Setelah anda menguasai bagaimana mengkategorikan lagu-lagu pada jenis-nya masing-masing. Kini yang perlu untuk sungguh-sungguh diperhatikan adalah, untuk pujian yang mengawali ibadah haruslah pujian jenis-jenis seperti ini:
    1. PUJIAN pada TUHAN
    2. PENGAGUNGAN pada TUHAN
    3. PENYEMBAHAN pada TUHAN
    4. UNDANGAN BERBAKTI
    5. KERINDUAN DATANG PADA TUHAN

Lagu pujian, pengagungan, penyembahan, undangan berbakti, kerinduan datang pada Tuhan, TIDAK SELALU BERTEMPO LAMBAT. Yang menjadi penentunya adalah syairnya

Jangan sekali-kali  menempatkan lagu awal yang adalah jenis lagu pengajaran, permohonan, doa, perenungan, dll. Mengapa? Karena saat aktor dan aktris memasuki panggung pasti yang dilakukan pertama kali adalah memberi hormat kepada penonton. Demikian juga jemaat mesti diarahkan hatinya pada Tuhan agar bisa menyembah, memuji, memuliakan Tuhan, rindu pada Tuhan, senang berbakti di rumah Tuhan, dlsb.

  1. Untuk merangkai urutan lagu, dimungkinkan adanya meadley , untuk itu seorang WL perlu mengerti dahulu tata cara menyusun Meadley:
  • Meadley harus memperhatikan thematik yang mirip/sama/sejenis
  • Meadley harus memperhatikan tangga nada yang sama atau berdekatan sehingga bisa dipadukan dengan modulasi
  • Meadley harus memperhatikan jenis irama yang sama atau sejenis atau serumpun
  • Meadley harus memperhatikan tanda birama yang sama, misalnya sama-sama ¾, 4/4, dst
  1. Prinsip Mengurutkan lagu-lagu yang sudah dipilih.
  • Untuk pemilihan dan perangkaian beberapa lagu, dalam sebuah ibadah, dapat menganut pilihan dari beberapa prinsip ini:
    1. Metode Story: dimana dari lagu yang satu kepada lagu yang lain bisa dirangkai dalam sebuah cerita. Perhatikan bahwasannya penggunaan metode story harus tetap memperhatikan unsur menuju klimaks
    2. Metode Sebab Akibat: dimana dari lagu yang ini , timbul pertanyaan, yang jawabannya ada di lagu berikutnya, dst. Perhatikan bahwasannya penggunaan metode sebab akibat harus tetap memperhatikan unsur menuju klimaks
    3. Metode Irama; memilih beberapa lagu yang iramanya sama/ mirip , tetapi tetap dirangkai dalam STORY atau Sebab Akibat. Perhatikan bahwasannya penggunaan metode irama ini harus tetap memperhatikan unsur menuju klimaks
    4. Metode Thema ; dimana memilih beberapa lagu yang ada dalam kesatuan THEMA. Perhatikan bahwasannya penggunaan metode thema ini harus tetap memperhatikan unsur menuju klimaks
    5. Metode Tangga Nada, dimana kita mengurutkan sedapat mungkin urutan lagu berdasarkan tangga nada yang semakin lama semakin naik , atau minimal sama, dengan tidak mengabaikan unsur lain di atas seperti story, sebab akibat, irama, dan thema. Perhatikan bahwasannya penggunaan metode tangga nada harus tetap memperhatikan unsur menuju klimaks
    6. Metode tempo, dimana kita mengurutkan sedapat mungkin beberapa lagu cepat dengan menempatkan lagu berkategori kecepatan sedang di awal sebelum kemudian beranjak ke lagu berkategori kecepatan tinggi, sehingga dengan demikian memenuhi sasaran metode klimaks
      1. misalnya : urutan yang salah:
        • Trima Sukacita Sorga dilanjutkan dengan Tiada Kuragu Lagi
        • Oleh Darah Anak Domba dilanjutkan dengan Tuhan Yesus Baik
      2. Contoh urutan yang benar
        • Tiada Kuragu lagi dilanjutkan dengan Oleh Trima Sukacita Sorga
        • Tuhan Yesus Baik dilanjutkan dengan Oleh Darah Anak Domba
      3. Metode Kata, dimana kita mengurutkan lagu berdasarkan kata yang bersambung dari kata terakhir lagu sebelumnya menjadi kata pertama pada lagu sesudahnya. Sehingga antara lagu yang satu dengan lagu yang lain seperti rangkaian lagu yang bersambungan makna. Perhatikan bahwasannya penggunaan metode kata harus tetap memperhatikan unsur menuju klimaks

Misalnya :

  • Lagu Haleluya 12 X ( dengan kata terakhir Haleluya)
  • Dilanjutkan /meadley dengan lagu Haleluya Kau Allah yang besar ( dimana kata Haleluya adalah kata pertama) – ( dengan kata terakhir Kau yang layak Ditinggikan)-
  • Dilanjutkan/meadley dengan lagu Dimuliakan-Ditinggikan-Yesus Tuhan Kau Rajaku ( dimana kata awal-walau bukan kata tertama- memakai kata Ditinggikan)- (dengan kata terakhir Kau Rajaku)
  • Dilanjutkan dengan lagu King of Majesty… dst
    1. Metode klimaks; semua metode di atas , baik metode story, sebab akibat, irama ,thema ,tangga nada, tempo dan kata, haruslah mengacu pada sebuah grafik ibadah yang menuju klimaks.
  • Tidak ada hukum yang baku bahwa lagu awal harus bertempo lambat, bisa saja dipilih sebuah lagu bertempo cepat. Pemilihan lebih kepada isi SYAIR
  • Tidak ada hukum yang baku bahwa lagu menjelang Firman Tuhan harus lagu bertempo lambat, bisa saja lagu bertempo cepat. Pemilihan lebih kepada isi SYAIR
  • Hindari memilih lagu yang favorite pribadi terus menerus
  • Kenali jenis jenis lagu yang tepat untuk dibuat sebagai lagu ‘antara’, dimana lagu- lagu yang berjenis ‘antara’ ini sangat tepat untuk kita pakai sebagai ‘jembatan’ dari lagu bertempo lambat ke lagu bertempo cepat atau sebaliknya. Ciri-ciri lagu antara adalah ; Megah, Pendek, dan hanya terdiri dari Chorus saja, dan tidak memiliki Verse. Jika pilihan lagu-lagu seperti ini sangat terbatas, anda bisa memakai lagu biasa yang anda ambil reff-nya/ chorusnya saja.

Contoh lagu Chorus:

  1. Kemuliaan Bagi Tuhan (Sari Simorangkir)
  2. Dimuliakan, Ditinggikan ( Kau Rajaku- True Worshippers)
  3. Be Lifted High (Hosana)
  4. Kau Allah yang Kudus
  5. Nyanyi pujian bagi-Mu Tuhan
  6. Hosana in the highest

Contoh lagu biasa yang bisa hanya diambil reffnya/chorusnya saja:

  1. Kami memuji kebesaran-Mu, ajaib Tuhan (syair awal; Ya Tuhanku, pabila kurenungkan…)
  2. Bagi Dia Segala Pujian ( syair awal; Dia Yesus tlah mati bagiku…)
  3. Sbab Tuhan baik bahwasannya untuk selamanya kasih setia-Nya. ( syair awal; Syukur bagi Dia , Allah yang kuasa)

Lembar Kerja 10. Menyusun Lagu

TENTUKAN THEMA IBADAH………………………………….. TEMPAT IBADAH INDOOR/ OUTDOOR ?? APAKAH ADA PUJIAN ISTIMEWA??………………………………… TENTUKAN BERAPA LAGU YANG AKAN DINYANYIKAN – termasuk lagu persembahan, dll………………………………….
TULIS EVENT SPECIAL…………………………………. APAKAH ADA PERMINTAAN LAGU DARI PENGKHOTBAH?………………………………….. APAKAH ADA ACARA SPECIAL??………………………………
TULIS JUDUL PILIHAN LAGU PERTAMA…………………………………… NADA DASAR1=….. KALIMAT PERTAMA LAGU VARIASI DAN KETERANGAN
TULIS JUDUL PILIHAN LAGU KEDUA…………………………………… NADA DASAR1=….. KALIMAT PERTAMA LAGU VARIASI DAN KETERANGAN
TULIS JUDUL PILIHAN LAGU KETIGA…………………………………….. NADA DASAR1=….. KALIMAT PERTAMA LAGU VARIASI DAN KETERANGAN
TULIS JUDUL PILIHAN LAGU KEEMPAT………………………………….. NADA DASAR1=….. KALIMAT PERTAMA LAGU VARIASI DAN KETERANGAN
TULIS JUDUL PILIHAN LAGU KELIMA…………………………………… NADA DASAR1=….. KALIMAT PERTAMA LAGU VARIASI DAN KETERANGAN
TULIS JUDUL PILIHAN LAGU KEENAM…………………………………… NADA DASAR1=….. KALIMAT PERTAMA LAGU VARIASI DAN KETERANGAN
  1. SEPUTAR KEPEKAAN MUSIK PADA SEORANG WL/SINGER

Kepekaan nada dari seorang WL / SINGER ada beberapa:

  1. Attack: untuk memulai sebuah lagu dengan mengangkat awalan lagu. Attack ini menjadi suatu catatan perhatian khusus dalam beberapa kasus:
    • Apalagi bila pada intro sudah banyak mengandung modulasi sementara, maka pada Attack harus berhati-hati , membidik nada harus pas.
    • Perhatian khusus juga pada lagu-lagu yang mengandung dua tangga nada, campuran mayor dan minor.
    • Juga pada lagu yang intronya dibikin minor (padahal itu lagu mayor), maka membidik nada nya harus pas
    • Juga pada lagu yang antara intro dengan verse mengalami modulasi langsung ( tidak melalui chord jembatan)

Kepekaan akan intro membuat WL tidak perlu harus melihat ke arah pemusik.

  1. Modulasi 1 atau modulasi ½ atau modulasi sementara.
  • Jangan sampai salah membidik nada saat modulasi
  • Bagi WL yang bukan pemain musik instrumentalia, maka harus memahami jarak nada sbb:
    • C-D = 1
    • C-C# = ½ ( baca C ke Cis)
    • C#-D =1/2 (baca Cis ke D)
    • D-Eb = ½ ( baca D ke Es)
    • Eb-E = ½ ( baca Es ke E)
    • D-E = 1
    • E-F = ½
    • F-F# =1/2 (baca F ke Fis)
    • F#-G=1/2 (baca Fis ke G)
    • F-G= 1
    • G-Ab= ½ (baca G ke As)
    • Ab-A=1/2 (baca As ke A)
    • G-A=1
    • A-Bb=1/2 (baca A ke Bes)
    • Bb-B=1/2 (baca Bes ke B)
    • A-B=1
    • B-C= ½
  • Ayo berlatih modulasi 1 nada, atau ½ nada, giring melody ke nada 6 saat anda naik 1 nada, misalnya 1-2-3-5-6, gunakan kata inti, atau huruf vokal saja, misalnya aaaaa, uuuu, iiii, dst.
  • Dan giring melody ke nada 5# untuk naik ½ nada,misalnya 1-2-3-6-5# gunakan kata inti, atau huruf vokal saja, misalnya aaaaa, uuuu, iiii, dst.
  1. Perpindahan tangga nada lagu pada musik, dari lagu yang satu menuju lagu berikutnya. Hal ini bisa terjadi pada dua lagu meadley yang dimainkan sekaligus disertai modulasi. Miliki kepekaan saat keybordis sudah berganti nada atau belum. Untuk itu anda perlu memperhatikan catatan tangga nada yang dipakai pada lagu-lagu yang dipilih berikut alurnya. Sekalipun sudah latihan, apakah terjadi modulasi pada pergantian lagu, namun kepekaan WL tetap diperlukan apabila ternyata musisi tidak melihat kode/handsign ataupun sebaliknya WL terlambat atau lupa memberi kode/handsign, pada kasus seperti ini maka kepekaan telinga yang mendeteksi, apakah si pengiring/musisi memainkan sesuai latihan kemarin ataukah menunggu kode dari kita pada termin musik/ bagian lagu yang berikutnya.

Contoh:

Dimuliakan 1=D
Engkau kusembah Kau yang terindah 1=E
WL harus peka, apakah pemusik sudah pindah dari D ke E ataukah masih main di tangga nada D.

  1. Kepekaan untuk melihat situasi jemaat, apakah mereka merasa terlalu tinggi dengan nada dasar lagu ataupun justru terlalu rendah. ( hal ini bisa saja berlaku untuk lagu-lagu mendadak yang diangkat oleh pengkhotbah)
  2. Kepekaan pada progressive chord yang dipakai oleh pemusik untuk penyembahan ( akan dibahas dan dilatih tersendiri)
  3. WL harus memiliki kepekaan saat mengangkat penyembahan, apakah keyboardis masih main di nada lagu sebelumnya, ataukah sudah beralih ke nada lagu berikut, untuk menghindari salah nada, perhatikan hal hal berikut
    1. Kepekaan telinga untuk mendeteksi nada yang dipakai masih nada yang dipakai di lagu sebelum penyembahan ataukah sudah ke nada lagu berikut
    2. Memberi kode/ handsign permintaan perubahan tangga nada ke lagu berikut apabila selesai penyembahan ini akan berlanjut ke lagu berikut
    3. Memberi kode tetap di nada lagu ini apabila selesai penyembahan masih ingin mengangkat lagu yang sama dan belum bersegera menuju lagu berikut.

Contoh sbb:

Lagu Janji-Mu seperti fajar  1= F

Penyembahan 1= F

Dilanjutkan dengan lagu Sbab Tuhan Baik bahwasannya untuk selamanya… 1= G

Atau seperti ini

Janji-Mu Seperti Fajar 1= F

Penyembahan 1= G

Sbab Tuhan Baik 1= G

  1. Kepekaan mengangkat lagu yang sama, tanpa intro setelah WL memberi beberapa komentar dengan drum only, atau non musik sekalipun. Jangan sampai nada dasar lagu berubah. Hal ini dimungkinkan apabila antara pertengahan lagu, akan diberi jeda komentar dan lagu akan diangkat kembali.
  2. Kepekaan chord menuju ke Verse, menuju ke Chorus, menuju ke Coda, menuju ke pre chorus, menuju ke bridge, menuju ke ending.
  3. Kepekaan ketukan dan jumlah birama khususnya saat akan berkomentar di tengah-tengah instrumental intro, interlude ataupun ending
  4. Kepekaan pada ketukan sincope/ ketukan gantung
  1. BAGAIMANA CARA MEMILIH NADA DASAR LAGU??

Bagaimana cara memilih nada dasar lagu agar tidak terlalu rendah (mengorok) atau terlalu tinggi ( mencekik).

Yang pertama adalah kita harus mengerti terlebih dahulu perbedaan antara range suara laki-laki dan range suara perempuan, baru kemudian kita belajar bagaimana cara menentukan tangga nada yang pas untuk setiap lagu.

  1. RANGE SUARA LAKI LAKI DAN PEREMPUAN
    1. Mengetahui range suara manusia sangat penting. Untuk diketahui bersama: perbedaan suara laki-laki dan perempuan adalah 1 oktaf. Laki-laki satu oktaf lebih rendah dari suara perempuan. Untuk chek caranya seperti ini, dentingkan satu nada C tengah di alat musik apa saja, dan minta satu orang sukarelawan laki-laki dan satu orang sukarelawan perempuan untuk menyanyikan nada tersebut, maka anda akan menjumpai bahwa suara si laki-laki sebenarnya adalah C satu oktaf di bawah suara C perempuan. kalau kita minta si laki laki menyanyikan C satu oktaf lebih tinggi, kita giring dari C D E F G A B C nanti minta mereka menyanyi bersama, barulah mereka sebenarnya menyanyikan nada yang sama, yaitu di C tengah.
    2. Oleh karna itulah maka para keyboardis/ pianis perlu menentukan tangga nada dasar sebuah lagu ibadah, misalnya lagu Janji-Mu Seperti Fajar, untuk laki-laki main di nada 1= F, maka si perempuan harus kita ambil do = E, mengapa demikian? karna suara perempuan sudah tinggi, jadi ambil satu nada lebih rendah dari laki-laki, sedang suara laki-laki sudah rendah, jangan diambilkan nada yang rendah lagi, melainkan ambil satu nada lebih tinggi dari perempuan. Hal ini kita tempuh untuk menghindari, perempuan karena diberi nada tinggi ( misalnya Janji-Mu Seperti Fajar 1= F), dikawatirkan dia akan menyanyikan satu oktaf di bawah nada yang di maksud ( F rendah), sedangkan pria karena diberi nada rendah (1=E), dikawatirkan dia menyanyikan satu oktaf di atas nada yang dimaksud ( E tinggi)
    3. Itulah sebabnya, untuk DUET, laki laki dan perempuan, jangan pernah menempatkan si pria menyanyikan suara rendah, sementara si wanita menyanyikan suara tinggi, karna jarak nada akan seperti jurang yang dalam, terlalu jauh, maka untuk mendapatkan jarak nada yang tidak terlalu jauh, anda bisa membuat 2 kemungkinan yang bagus ini; Variasi A si laki-laki menyanyikan nada asli lagu , dan si perempuan menyanyikan suara rendahnya ( alto). Variasi B Atau jika si laki laki menyanyikan suara tinggi ( Tenor)- bukan nada asli lagu-tapi ambil suara tingginya, maka si perempuan mengambil lagu asli. Jika penyanyi duet, menguasai kedua tehnik ini, maka bisa dikombinasi putaran pertama pakai variasi A dan termin ke dua pakai variasi B.
  1. MENENTUKAN TANGGA NADA LAGU

Untuk memilih tangga nada lagu yang pas agar tidak terlalu rendah ( mengorok) atau terlalu tinggi ( mencekik) , kita akan ikuti langkah-langkah sbb:

Perhatikan bagan berikut ini:

C  tengah ada di tengah keyboard/ MIDDLE. C Tengah  ada pada Octav bernama ONE LINE OCTAVE

Octave di atas ONE LINE OCTAVE disebut TWO LINE OCTAVE

Dan Octace di bawah ONE LINE OCTAVE disebut SMALL OCTAVE

Semua jenis suara manusia ( suara anak-anak rendah, suara anak-anak tinggi, suara Bass, Bariton, Tenor, Alto, Mezzo Sopran, dan Sopran) dapat menyanyikan nada-nada sbb:

SMALL OCTAVE———————ONE LINE OCTAVE—————-TWO LINE OCTAVE

G3-A3-B3-                                             C4-D4-E4-F4-G4-A4-B4-               C5-D5

Lebih rendah dari G3- tidak akan mampu dinyanyikan oleh Soprano dan Tenor

Lebih tinggi dari D5 – tidak akan mampu dinyanyikan oleh Alto dan Bass

Untuk menentukan nada dasar sebuah lagu, kita harus memastikan dulu, apa Not/Nada terendah dari lagu itu, apakah DO-RE-MI-FA-SOL-LA-SI-DO secara SOLMISASI, abaikan dahulu tangga nada yang dipakai-karena belum kita tentukan.

Yang berikutnya kita juga harus memastikan dulu, apa Not/Nada tertinggi dari lagu itu, apakah DO-RE-MI-FA-SOL-LA-SI-DO secara SOLMISASI, abaikan dahulu tangga nada yang dipakai-karena belum kita tentukan.

Contoh pada  lagu “God Is So Good !” berikut ini:

Lembar kerja 12A . Tentukan apa yang menjadi nada terendah dan nada tertinggi dalam lagu God Is So Good berikut ini:

Nada terendah adalah :………………………………………..

Nada tertinggi adalah:………………………………………….

https://musisigerejawi.files.wordpress.com/2013/03/728fc-allahitubaikgodissogood.jpg

Untuk dapat menentukan nada dasar yang :

  1. Paling pas untuk dipilih pada lagu ini
  2. Serendah-rendahnya sampai setinggi-tingginya agar nanti bisa dijadikan Modulasi Berulang (Modulasi beberapa kali)

Maka kita harus menempatkan NADA TERENDAH DALAM LAGU TERSEBUT PADA BATAS TERENDAH SUARA MANUSIA

Dan menempatkan NADA TERTINGGI DALAM LAGU TERSEBUT PADA BATAS TERTINGGI SUARA MANUSIA

Setelah itu temukan Do= …..   nya dalam tangga nada terendah/serendah-rendahnya , dan temukan Do=…….. nya dalam tangga nada tertinggi/setinggi-tingginya.

KUNCI JAWABAN TANGGA NADA:

Contoh sebagai berikut:

SMALL OCTAVE———————ONE LINE OCTAVE——————————   TWO LINE OCTAVE

G3     -A3     -B3-                                   C4     -D4     -E4     -F4     -G4     -A4-     B4-          C5-     D5

Do—————————————————————————————————–Sol

God is So Good, nada terendah = do, Do kita letakkan di G3, maka Do=…. bisa kita temukan Do = G

God is So Good, nada tertinggi  = sol, Sol kita letakkan di D5, maka Do=….. bisa kita cari sbb; jika D5 menjadi Sol, maka Do-nya adalah G4.

Jadi lagu God is So Good bisa dimainkan dengan tangga nada sbb:

1=G(3), 1=A (3), 1=B(3), 1=C(4), 1=D(4), 1=E(4), 1= F(4), 1=G(4).

Jika ingin menggunakan teknik Modulasi Berulang bisa berganti tangga nada sampai 8 kali.

Tetapi jika ingin memilih satu saja, pilih yang paling tengah di antara tangga nada tertinggi dan terendah, yaitu , 1= C ( untuk WL Perempuan ) dan 1=D ( untuk WL Laki-laki)

1=G(3), 1=A (3), 1=B(3)                  1=C(4), 1=D(4)                  1=E(4), 1= F(4), 1=G(4).

Lembar kerja 12B . Tentukan apa yang menjadi nada terendah dan nada tertinggi dalam lagu “Ku Tak Akan Menyerah”  berikut ini:

Nada terendah adalah :………………………………………..

Nada tertinggi adalah:………………………………………….

Tempatkan Nada Terendah dalam lagu tersebut pada batas terendah suara manusia, dan nada tertinggi dalam lagu tersebut pada batas tertinggi suara manusia

SMALL OCTAVE———————ONE LINE OCTAVE——————————   TWO LINE OCTAVE

G3     -A3     -B3-                                   C4     -D4     -E4     -F4     -G4     -A4-     B4-          C5-     D5

…….—————————————————————————————————…….

Jadi DO=……. dalam tangga nada terendah/serendah-rendahnya adalah Do=………….??

Jadi DO=………dalam tangga nada tertinggi/setinggi-tingginya adalah Do=……………??

Jadi lagu “Ku Tak Akan Menyerah” tersebut  bisa dimainkan dengan tangga nada sbb:

…………………………………………………………………………………………………………………….

Jika ingin menggunakan teknik Modulasi Berulang bisa berganti tangga nada sampai …………….kali.

Tetapi jika tidak ingin menyanyi dalam modulasi, maka tangga nada yang dipilih adalah:

1= … ( untuk WL Perempuan ) dan

1=… ( untuk WL Laki-laki)

  1. SEPUTAR SONORITAS, RESONANSI, INTONASI SUARA WL

Intonasi seorang WL sangat berpengaruh pada suasana yang dibangun, untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilatih:

SONORITAS

  • Suara lantang saat ingin mengajak jemaat menyanyi dengan dinamika suara keras
  • Suara lembut jika ingin mengajak jeaat menyanyi dengan dinamika suara lembut

RESONANSI

  • Gunakan resonansi mulut untuk berbicara, bersorak, dan berseru, agar pita suara terjaga dan tidak membuat suara kita menjadi parau/tidak mengalami kerusakan pita suara. Cara melatihnya:
    1. Katupkan bibir serapat-rapatnya
    2. Jauhkan gigi atas dari gigi bawah sejauh-jauhnya
    3. Rasakan kerongkongan yang terbuka lebar seperti orang yang sedang menguap dalam keadaan bibir tertutup
    4. Tirukan suara lenguhan Sapi “HMMMMMMMMMMMMMMM”
    5. Rasakan getaran di area hidung dan mulut seperti topeng getar
    6. Bunyikan suara perlahan “Mooooooooooooooooooooooooooommmmmmmmmmmmm”, dengan membunyikan Oooo dengan cara membuka sedikit saja bibir, tanpa mengubah sama sekali bentuk kerongkongan yang tadi sudah terbuka lebar
    7. Ulangi lagi dengan suara lebih pendek “Mom-Mom-Mom-Mom”. Pertahankan bentuk kerongkongan yang tadi sudah terbuka lebar
    8. Ulangi lagi dengan bunyi vokal lain, seperti Muuum-Muuuum, Meeeemm-Meeem, Miiiiimmm-Miiimmm, Maaaammm-Maaaammm. Pertahankan bentuk kerongkongan yang tadi sudah terbuka lebar.
    9. Ulangi lagi dengan kata-kata WL “Shalom…..senang sekali bisa berjumpa kembali dengan anda di ibadah ini…!”

INTONASI

  • Bedakan intonasi berbicara biasa dengan intonasi pada saat berbicara pada jemaat. Pada intonasi saat berbicara pada jemaat- gunakan intonasi yang lebih mengambil nada-nada tinggi. Untuk membantu penempatan suara ada di depan, maka kedepankan posisi wajah lebih dari biasanya. Rasakan perbedaan hasil suaranya dengan apabila posisi wajah seperti biasa.
  1. SEPUTAR ICE BREAKER
  • Kuasai ice breaker
    1. Sahutan WL dan jemaat berupa : yel-yel/ statement berbalasan
    2. Gerakan bersama
    3. Intonasi yang meriah
    4. Tepuk tangan
    5. Sorakan
    6. Lompatan
    7. Salam antusias disertai kata-kata
    8. Minta jemaat mendeklarasikan kalimat iman dengan cara menirukan kalimat WL
    9. Game kecil
  • Ice breaker harus dipersiapkan dari rumah sehingga menghindari kegugupan dan kesalahan kata (spontanitas memiliki peluang kesalahan kata jauh lebih besar daripada sesuatu yang telah dipersiapkan sebelumnya)
  • Icer breaker harus dapat menjadi jembatan yang menyambungkan antara satu lagu dengan lagu lainnya
  • Gunakan ice breaker untuk menjadi jembatan antara ekstream perubahan dari lagu tempo lambat ke lagu tempo cepat, atau sebaliknya dari lagu tempo cepat ke lagu tempo lambat
  • Gunakan ice breaker untuk sapaan awal pada jemaat, atau antar jemaat.
  • Gunakan ice breaker untuk memberi respon terhadap Firman Tuhan, dll
  1. SEPUTAR KEPEKAAN SITUASI
  • WL tidak boleh gugup atau cemas saat soundsystem tidak mendukung, mati lampu , pengkotbah belum datang, dll, melainkan WL harus dapat membawa segenap jemaat tetap vokus dalam memuji dan menyembah Tuhan
  1. SEPUTAR EKSPRESI WL
  • Jangan jaim untuk ekspresi:
    1. Berlutut, tersungkur, dll
    2. Melompat
  • WL yang menutup mata terus akan kehilangan kesempatan melihat respon jemaat, dan kehilangan kesempatan untuk menjadi juru bisik untuk mereka
  • Latih untuk mata berbicara/ mata bersinar
  1. SEPUTAR MICROPHONE
  • WL menyodorkan mike ke jemaat apabila ingin mengajak jemaat bersorak, yel yel, jemaat menyanyi secara SOLO tanpa diiringi musik dan wl serta singer, dll
  • WL seharusnya menguasai teknik bertepuk tangan sambil tetap memegang microphone
  • WL mahir menggunakan microphone untuk suara keras, atau lembut, nada tinggi atau nada rendah
  • WL harus memegang mike dengan kokoh ke satu arah, sehingga terhindar dari goncangan yang akan mempengaruhi produksi suara dari soundsystem, apalagi jika WL sedang bergerak sambil bernyanyi
  1. SEPUTAR HANDSIGN
  • WL harus menerjemahkan keinginan penghotbah lewat mengamatan gerak bibir dan mimik muka, ke dalam kode pada pemusik apabila pengkotbah yang ada tidak menguasai kode.
  • Kode yang diberikan oleh WL tidak hanya meliputi alur lagu, tetapi juga meliputi Dinamika Tempo- cepat lambat, accelerando dan ritardando, dan Dinamika Suara- keras , lembut, cresccendo dan decresscendo. Kode ini harus dapat dipahami pemain musik
  • Handsign harus terlihat oleh semua petugas
  • Handsign harus dapat menterjemahkan semua alur lagu dan Variasinya.
  • Perhatikan lama tidaknya kita memberi KODE/ Hand sign , jangan sampai WL sudah merasa memberi kode, tetapi pemain musik merasa belum melihatnya. Tetapi sebaliknya juga jangan sampai kode terus diberikan dalam waktu yang lama sekali sehingga walaupun pemain musik sudah melihatnya, kode tetap dipertahankan terus, sehingga seolah-olah WL memperlakukan pemain musik seperti orang-orang yang kurang tanggap. Kode sebanyak-banyaknya 2 birama sebelum REFF, 2 birama sebelum VERSE, atau 2 birama sebelum CODA, atau 2 birama sebelum BRIDGE. Jadi untuk kode 1 birama sebelumnya, adalah terlalu cepat, tetapi 4 birama sebelumnya dalah terlalu lama. Pada umumnya pemain musik secara automaticaly akan melihat WL pada birama-birama itu ( 2 birama sebelum ketukan tiba) Sepanjang 2 birama, pertahankan CODE itu sampai kita hentikan setelah ketukan itu tiba.
  • Lengkapi sign/ kode yang belum ada
    1. Ganti lagu meadley
    2. Fermata pada ending lagu ( dengan handsign seperti dirigen)
    3. Bagian 1, II , brige, atau ada juga lagu 3 bagian
    4. Penyembahan masih di nada yang sama dengan lagu ini
    5. Penyembahan berpindah ke nada lagu berikutnya
    6. Kode untuk pergantian irama drum/ irama musik yang kita inginkan sesuai waktu latihan ( misalnya pada lagu Allah itu baik, sungguh baik bagiku- perubahan irama reff dari Rock menjadi Reggae )
    7. Kode untuk opening chord
    8. Pembedaan code untuk CODA UTUH dengan CODA SEBAGAIAN
    9. Code untuk jenis alur penyembahan yang dipakai/disepakati bersama
    10. Code pergantian bahasa dari bahasa asing ke bahasa Indonesia
    11. Code untuk menaikkan nada
    12. Code untuk menurunkan nada
    13. Code untuk modulasi menuju Verse, modulasi menuju chorus
    14. Code untuk interlude
    15. Code untuk bridge
    16. Code untuk pre chorus
    17. Code untuk jemaat menyanyi secara accapella
    18. Code untuk drum only
    19. Code untuk keyboard only in string
    20. Dll
  1. SEPUTAR KOMENTAR
  • WL harus pandai untuk memiliki kepekaan terhadap seberapa panjangkah intro sebuah lagu ataupun interlude sebuah lagu, apakah 4 birama, apakah 8 birama,dst, Hal ini kita perlukan untuk dapat mengatur seberapa panjangkah komentar yang akan kita ucapkan. Bubuhkan hal ini dalam catatan WL
  • Komentar WL jangan terlalu panjang, anda sedang tidak berkotbah, usahakan musik jalan terus, dan gunakan saat intro untuk komentar
  • Kesalahan yang sering terjadi adalah kebiasaan harus menyebut judul lagu sebagai komando bagi team musik, seharusnya dengan tanpa menyebutkan judul lagu, pemusik harus melaju ke lagu berikutnya dengan intro yang sudah dipersiapkan
  • Jangan memakai komentar negatif saat mengajak jemaat melakukan yang lebih baik, tetapi pakailah komentar positif, misalnya:
    1. Contoh yang salah : “Mungkin anda belum sarapan ya…kog nyanyinya lemes…?? Ayo dong…jangan lemes gitu dong…..mari kita bersorak lagi Haleluyaaaaaaaaaaa”
    2. Contoh yang baik : “Saya percaya anda semua sudah sarapan…kalaupun belum saya percaya hal itu tidak mengurangi semangat kita dalam memuji Tuhan….saya yakin anda bisa bersorak lebih keras lagi…mari kita sorakkan ‘haleluyaaaaaaaa’…..lebih keras lagi ‘haleluyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’ “
  • Hindari komentar hanya satu arah, tetapi juga pakai komentar dua arah, maksudnya satu arah, hanya dari Tuhan kepada umat, tetapi juga gunakan komentar dua arah, Tuhan ke umat, dan sebaliknya juga ada komentar dari umat ke Tuhan
    • Contoh Komentar hanya satu arah, dari WL ke umat : Mari saudara kita mau lebih bersungguh hati menyanyikan lagu ini
  1. Contoh Komentar yang mana WL mewakili umat menuju ke Tuhan : Tuhan, kami segenap umat-Mu mau lebih bersungguh hati mengangkat lagu ini di hadapan-Mu (NB :  ini bukan kalimat doa, melainkan kalimat komentar lagu, walaupun komentar ini sebenarnya adalah berupa doa juga. Saat WL memberi komentar seperti ini, dia seperti menyuarakan isi hati jemaat pada TUHAN lewat lagu itu)
  • Komentar bisa diambil juga dari menyebutkan sebagian isi syair lagu tersebut/ ayat yang terkait lagu tersebut
  • Komentar bisa diambil juga dari story/kisah singkat lagu, pengarang lagu, dan latar belakang penciptaan lagu tersebut, atau kesaksian singkat WL yang ada hubungannya dengan lagu tersebut
  1. SEPUTAR PENYEMBAHAN
  • WL diharap jangan terburu-buru selesai saat menyembah, atau pada ekstrem lainnya ; terlalu lama ( anda harus peka terhadap Roh Kudus dan aliran-Nya)
  • Perlunya berlatih accord penyembahan yang variatif (lihat lampiran) Adakan latihan khusus dengan pemain musik untuk mempertajam skill ini.
  • Chord penyembahan juga bisa diambil dari progresif chord pada chorus lagu tersebut ( namun tidak semua lagu bisa dipakai untuk tujuan ini)
  • Untuk bahasa roh, sebaiknya anda mengikuti alur Roh Kudus sehingga terhindar dari anda berbahasa roh sendiri terlalu lama, sementara jemaat sudah mereda. Jika anda peka akan Roh Kudus, anda akan tahu saat memulai, dan saat mengakhiri bahasa roh, saat kapan memakai bahasa Indonesia, dan saat kapan memakai bahasa roh.
  • Penyembahan tidak harus pada tengah ibadah, bisa di awal, di tengah, di menjelang Firman, atau bahkan di akhir ibadah. Jangan punya patokan yang kaku mengenai peletakan penyembahan ini.
  • Penyembahan harus dilatihkan pada saat latihan dengan pemusik
  • Miliki kode-kode untuk alur chord penyembahan.
  1. SEPUTAR LAGU BARU
  • Kuasai step-step belajar lagu baru dalam sebuah gereja agar menghindari yang namanya ekstrim yang satu ; banyak lagu tapi sedikit yang dikuasai, atau sebaliknya ekstrim yang lain; sedikit lagu, miskin lagu baru
  • Caranya adalah semua lagu baru harus diulang ulang minimal 4 kali dalam 4 minggu berurutan, sehingga jemaat benar-benar dapat menguasai lagu baru tersebut, untuk itu setiap Wl harus menyepakati bersama nyanyian baru sebagai proyek bersama, dan jangan sampai tiap WL seperti sudah punya bank lagu sendiri yang tidak boleh disentuh oleh WL lain
  • Membuat program lagu baru bersama Departement Musik di gereja anda
  1. SEPUTAR KERJA TEAM
  • Apa yang dimaksud kerja TEAM? (Kesaksian mengenai Valentine Day di Kalinegoro)
  • Saat ada ketidaksatuan hati atau perselisihan atau iri hati, atau pertengkaran atau curiga atau dendam, menghambat pelayanan.
  • Tidak selalu WL mencari lagu, singer, pemain musik , boleh juga kalau mengusulkan lagu
  • Kerja team akan membuat adanya tenggang rasa/ pengertian antara WL, pemusik, penari, dll, dimana pada saat berlatih, kita bisa saling sabar satu dengan lainnya jika ada part/bagian yang belum lancar dikuasai penari/singer/pemusik/dll
  1. SEPUTAR GAYA / STYLE IBADAH
  • Kembangkan 4 gaya dalam memuji dan menyembah : , (Wahyu 4:1-11)
    1. Gaya Singa yang membawa segenap umat pada PEPERANGAN ROHANI dengan segenap kebereranian
    2. Gaya Anak Lembu yang BERGIRANG, BERJINGKRAK, RIANG (Mal 4: 2), lambang dari sukacita (Luk 15: 23)
    3. Gaya anak manusia yang PENUH DENGAN KREATIFITAS tidak seperti mahluk ciptaan lain yang terbatas dalam kreatifitas (Yesaya 43: 7, Kej 1:26) – manusia dibentuk dan dijadikan Tuhan seturut gambar-Nya, manusia dilengkapi dengan daya kreasi dari gambar Allah sendiri, dimana daya kreasi ini adalah untuk memuliakan Tuhan)
    4. Gaya Rajawali yang membawa segenap umat menyembah dengan NAIK TERUS KE ATAS dengan kekuatan sayab pujian

Jadi kesimpulannya, kita mesti memuji dan menyembah dengan 4 hal tersebut di atas, ada unsur peperangan rohani di dalamnya, sukacita dan girang-girang, kreatifitas yang luar biasa serta ada penyembahan yang dinaikkan ke atas sampai penuju klimaks.

  1. SEPUTAR MOVEMENT
  • Cara mengajak jemaat gerakan terlalu langsung, salah, harusnya step by step, adakan kerjasama dengan team musik sehingga terjadi kerjasama yang baik antara anda, jemaat serta pemain musik. Tidak lupa juga adakan kerjasama dengan singer
    1. Contoh : kaki dahulu mengikuti irama, dilanjutkan dengan kaki dan tangan, dilanjutkan dengan kaki, tangan dan lagu.
    2. Contoh : pada lagu “
  1. SEPUTAR DOA
  • Doa menjadi sebuah alur yang mengalir tidak perlu mengajak jemaat dengan kalimat resmi seperti ini “mari kita doa pembukaan…” dst.
  1. HAL HAL PRAKTIS LAINNYA
  • mintalah keberanian dari Tuhan ( II Tim 1:7)
  • Mulailah dengan suara yang lantang
  • Intonasi berbicara biasa berbeda dengan intonasi saat memimpin
  • Pakailah bahasa Indonesia yang baik dan benar
  • Berbicaralah dengan tegas
  • Kenali dan kendalikan kecepatan berbicara, jangan terlalu cepat atau terlalu lambat
  • Hindari gerakan-gerakan yang tidak perlu dan diulang-ulang
  • Mimik muka usakan bersahabat tetapi tegas
  • Buka dan tutup dengan salam
  • Pakaian yang sopan
  • Bercermin sebelum melayani, periksa kembali kancing, kerah baju, dlsb
  • Peka terhadap situasi
  • Perhatikan penyusunan kursi dalam ruangan, jarak pandang, posisi lalu lalang orang dll
  • Selalu jaga hati dengan segala kewaspadaan
  • Datang lebih awal dan persiapkan hati dengan baik, hindari omongan yang sia-sia
  • Pastikan kembali teks lagu sudah siap, pemain musik lengkap , dll
  1. MERANGKAI ACARA PADA GEREJA YANG MENGGUNAKAN LITURGI
  • Berdoalah minta pimpinan Roh Kudus
  • Tuliskan acara pokok, misalnya pujian, votum, pembacaan ayat, doa berkat, kolekte, pujian istimewa dari paduan suara/ vocal group , dll
  • Peletakan pujian istimewa tidak harus sebelum khotbah atau setelah khotbah, kenali apa yang menjadi thema lagu mereka, apakah ucapan syukur/ pengagungan? Jika ya, letakkan di awal/ atau setelah pujian awal, jika bertemakan pengajaran, letakkan setelah kotbah saja, jika sesuai thema kotbah, letakkan sebelum khotbah, jika merupakan lagu perenungan Firman Tuhan/ kerinduan akan Tuhan, bisa diletakkan sebelum Firman Tuhan
  • Susun mata acara pokok
  • Selipkan lagu-lagu/ ayat-ayat yang diperlukan
  • Persiapkan variasi/ ekspresi pujian penyembahan, tulis di samping tiap acara agar mudah mengingatnya
  • Pikirkan klimaks acara, jangan menyusun acara yang merupakan anti klimaks.

SINGER

  • Gerakan usahakan kompak, kecuali saat penyembahan
  • Gerakan tidak perlu berlebihan pada tangan, hanya gerakan kaki tetap mengandung tempo dan irama yang stabil dan dinamis
  • Mimik muka singer saat memuji dan menyembah akan sangat mempengaruhi jemaat dalam memuji dan menyembah Tuhan
  • Singer harus belajar ‘mata tersenyum’ selagi sedang menyanyi dengan mimik bibir yang benar ( a, i, u , e, o)
  • Ikuti instruksi WL yang untuk jemaat, di sini posisi singer adalah memberi contoh jemaat
    1. Tepuk tangan di atas kepala
    2. Tarian
    3. Bersalam-salaman
  • Singer harus kooperatif/ bekerja sama dengan WL saat WL mengajak jemaat untuk secara step by step mengadakan MOVING/ bergerak bersama. Sehingga yang anda lakukan sebagai model bagi jemaat.  Demikian juga saat WL mengadakan ice breaker, andalah yang bertugas menjadi modelnya. Ikutilah semua sepak terjang WL dan jangan hanya jadi ‘pajangan’ yang ‘jaim’ di depan sana.
  • Singer harus menguasai nama JUDUL LAGU, dimana nama judul lagu tersebut menjadi keseragaman dengan pemain musik dan LCD Operator, jadi bukan kalimat pertama lagu (walaupun ada beberapa lagu yang mana kalimat pertama lagu sama dengan judul lagu, tetapi tidak semua lagu seperti itu)
  • Singer harus menguasai tehnik bertepuk tangan saat sedang memegang michrophone
  • Singer mesti terlibat dalam pelayanan solis
  • Singer harus memegang mike dengan kokoh ke satu arah, sehingga terhindar dari goncangan yang akan mempengaruhi produksi suara dari soundsystem, apalagi jika singer sedang bergerak sambil bernyanyi

WL ATAU SINGER

  • Kesalahan yang sering terjadi adalah WL atau Singer tutup mata terus sehingga kehilangan kesempatan melihat respon jemaat, dan kehilangan kesempatan untuk menjadi juru bisik untuk mereka
  • Kembangkan pelayanan solois untuk pra ibadah sekaligus perkenalkan lagu baru, sekaligus untuk jemaat saat teduh pra ibadah
  • Jangan jaim untuk ekspresi:
    • Berlutut, tersungkur, dll
    • Melompat
  • Ada baiknya felowship bulanan , belajar lagu baru bersama, warmning up sama-sama
  • Warming up saat mandi sebelum berangkat ke gereja
  • WL sebaiknya menyanyikan nada asli dari lagu dan boleh ditambah improve yang berupa ajakan yang dinyanyikan, atau syair berikutnya atau sebelumnya yang dinyanyikan, akan tetapi
  • Singer boleh bahkan dianjurkan untuk menyanyi dengan berbagi suara

PEMAIN MUSIK

  • Intro yang dimainkan jangan terlalu panjang
  • Pemain musik seharusnya memiliki catatan mengenai
    1. Lagu
    2. Tangga nada
    3. Nama WL (hal ini diperlukan agar pemain musik memiliki bank data untuk nada yang diambil oleh tiap WL)
      1. Contoh : WL Grace; Janji-Mu seperti fajar 1= E
      2. Contoh : WL Ari; Janji-Mu seperti fajar 1= F
    4. Variasi yang dibuat oleh WL
      1. Contoh: Nyanyi dan Bersoraklah ( Reff dulu), 1=G
      2. Contoh : Ku Masuk Ruang Maha Kudus ( jemaat, musik saja, reff lembut, reff klimaks)
  • Pemusik mesti menguasai musik pengiring sorakan dengan roll yang terdiri dari nada 123 56, mainkan bersama
  • Lagu menjelang ibadah/ lagu teduh harus mengandung melody lagu yang sudah dipersiapkan
  • Melody jangan di nada tinggi terus, saat jemaat menyanyi, bedakan dengan melody intro
  • Pemain musik harus menguasai alur chord/ progressif chord untuk pergantian dari satu nada dasar lagu kepada nada dasar lagu berikutnya sehingga tidak terkesan KASAR pergantian, melainkan harus bersifat LEMBUT, sehingga jemaat tidak menyadari bahwa mereka telah digiring pada tangga nada yang baru.
  • Apabila WL mengajak menyembah di antara lagu yang satu dengan lagu yang lain, maka Perubahan tangga nada tidak dilakukan pada pertengahan alur penyembahan, melainkan dari sejak awal penyembahan, langsung dibawa ke tangga nada yang baru, ataukah penyembahan dilakukan di nada lama, dan setelah menyembahan berakhir, dilakukan pergantian nada, contoh sbb:
    1. Lagu Janji-Mu seperti fajar 1= F
    2. Penyembahan 1= F
    3. Dilanjutkan dengan lagu Sbab Tuhan Baik bahwasannya untuk selamanya… 1= G

Atau seperti ini

  1. Janji-Mu Seperti Fajar 1= F
  2. Penyembahan 1= G
  3. Sbab Tuhan Baik 1= G

Namun demikian ada WL yang telah profesional, meminta pergantian tangga nada pada pertengahan penyembahan, maka anda sebagai musisi harus dapat menyesuaikan diri, (untuk catatan= jangan merekomendasi cara ini apabila WL belum mahir untuk mengambil nada/ penyesuaian nada)- tetapi sebagai musisi anda dapat memberi saran yang terbaik untuk WL yang anda iringi. Tentunya Singer juga harus dapat menguasai hal ini

  1. Janji-Mu Seperti Fajar 1= F
  2. Penyembahan 1= F penyembahan 1= G
  3. Sbab Tuhan Baik 1= G
  • Accord penyembahan jangan monoton, pelajari berbagai accord penyembahan dalam lampiran makalah ini
  • Pemain musik harus peka terhadap situasi, misalkan terjadi mati lampu, apakah yang akan dilakukan, apakah drumer saja yang akan memandu, ataukah diperlukan gitar akustik untuk memandu jemaat.
  • Kode accord kepada pemain musik lainnya, harusnya jangan dengan mimik bibir, tetapi harus menguasai kode jari
  • Jangan Stem alat saat jemaat sudah datang
  • Pemusik harus tahu porsi sebagai
    1. Iringan tunggal instrumental ( untuk diperdengarkan sebelum ibadah) (Kesempatan munculkan lagu baru)
    2. Iringan khotbah ( jangan bermain di nada tinggi, dan terlalu banyak variasi, harusnya main di accord saja dengan pilihan timbre string) Landasan alkitabiah: II raj 3: 15
    3. Iringan jemaat
    4. Ditunjuk untuk demo ( sebagai team yang memuji Tuhan lewat musik) Jadi sebagai juru bisik, terkadang pemusik juga bisa jadi pemain/ aktor / actris
    5. Atau bersama jemaat menyanyi accapella ( di sini harus tahan diri secara instrumental, dan mari bergabung dengan jemaat secara vokal)
    6. Iringan penyanyi solo
    7. Iringan penyembahan
    8. Iringan jemaat pulang ( munculkan lagu baru)
  • Memilih nada untuk setiap lagu, ( ada teorinya) – hal ini lahir dari adanya fakta bahwa suara perempuan lebih tinggi satu oktav dibandingkan dengan suara laki laki.
    1. Nada laki-laki dan perempuan selisih 1 nada, lebih tinggi laki-laki, misal laki-laki di G, maka lagu yang sama pada perempuan di F
      1. Contoh Janji-Mu Sperti Fajar , WL Pria 1= F, WL Wanita 1= E
    2. Nada pagi dan sore selisih satu nada, lebih tinggi yang sore
      1. Contoh pada saat latihan di MALAM  hari lagu Kemuliaan Bagi Tuhan , pada saat dilatih di malam hari 1= F  kuat, tetapi mengapa saat dinyanyikan keesokan PAGI –nya jadi tinggi sekali? , karna ada selisih range suara manusia di pagi dan malam hari 1 nada, maka lagu yang sama akan enak dinyanyikan di PAGI hari dengan nada 1= Eb
      2. Contoh pada saat latihan di PAGI hari lagu Kemuliaan Bagi Tuhan , pada saat dilatih di pagi hari 1= Eb pas, tetapi mengapa saat dinyanyikan pada keesokan MALAM-nya jadi terasa rendah sekali dan lebih endak nyanyi di 1= F?
  • Solusinya adalah, jangan memilih tangga nada lagu yang mencapai batas terendah saat anda latihan di pagi hari, dan jangan memilih tangga nada lagu yang mencapai batas teratas saat anda latihan di malam hari, paling aman adalah memilih tangga nada lagu yang tengahan, sehingga tidak memikul resiko kerendahan atau ketinggian nada saat jam ibadah tidak sama dengan jam berlatih.
  1. Semua lagu tidak boleh melodynya merusak batas range suara manusia G sampai D, dimana untuk suara Tenor dan Sopran akan kesulitan menyanyikan nada lebih rendah dari G, atau 5 rendah (1=C) , dan Alto dan Bass akan kesulitan menyanyikan nada lebih tinggi dari D, atau 2 tinggi (1=C).
  • Pemain musik harus ikut bernyanyi bersama jemaat, dan apabila ada kesempatan accapela, sebaiknya pemain musik ikut bertepuk tangan, berdiri (jika memungkinkan) dan mengikuti gerakan yang diinginkan WL (jika ada dan memungkinkan anda bergerak tanpa meninggalkan area musik)
  • Jangan bermain intro hanya kalau judul lagu disebut oleh WL, musik harus jalan terus
  • Jangan Pejam mata sehingga tidak melihat WL
  • Pemain musik pantang menghindari dengar khotbah
  • Jangan menunggu, tetapi musik harus jalan terus, instumental jangan sampai kosong
  • Hindari penggunaan transpose, berlatihlah main di tangga nada kromatis seperti C#, Db, dll
  • Buatlah arransement baru pada lagu yang sama
  • Pemain musik mesti pandai pandai mengatur alur accord apabila coda yang dipakai oleh WL tidak menyelesaikan keseluruhan melody yang ada
  • Keyboardis sebagai leader harus memberi kode pada pemain musik lainnya, untuk ending/ accord penutup apakah lewat accord ii, iv, vi, v# viib , dll
  • Pemain musik harus bekerja sama dengan WL dan belajar peka saat WL mengajak jemaat secara step by step membuat MOVEMENT/ gerakan, step by step ini dapat dimulai dengan style 1, style 2, dst sampai pada lagu dimulai, musik masuk secara lengkap melodi dan irama.
  • Pemain musik harus menguasai nama JUDUL LAGU, dimana nama judul lagu tersebut menjadi keseragaman dengan WL dan LCD Operator, jadi bukan kalimat pertama lagu (walaupun ada beberapa lagu yang mana kalimat pertama lagu sama dengan judul lagu, tetapi tidak semua lagu seperti itu)
  • Pemain musik harus memiliki kepekaan untuk secara cepat mencari nada yang dinyanyikan oleh Pembicara secara mendadak/ tanpa intro.
  • Pemain musik harus memiliki kepekaan terhadap dinamika suara kode lembut/keras/cresscendo/decresscendo, yang diberikan oleh WL, juga kode yang berhubungan denga dinamika tempo, cepat dan lambat, accelerando serta ritardando
  • Pemain musik harus peka saat ice breaker, dan bantu jemaat dan wl dalam mensukseskan ice breaker ini.
  • Pemain musik harus berlatih untuk 1 paket urutan lagu dan penyembahan yang tidak terputus tetapi mengalir terus

PENARI

  • Perlunya penari untuk terlibat sejak intro
  • Perlunya penari untuk menyembah lewat mata, dan mimik muka
  • Perlunya penari menyembah dalam tarian spontan saat penyembahan dinaikkan
  • Sadari bahwa anda adalah pembuat lukisan di gereja tentang keagungan Tuhan
  • Jagai tubuhmu tetap kudus
  • Penari harus memiliki kepekaan accord pemusik tanpa harus melihat handsign dari WL, bahwa accord ini menggiring ke Verse, Chorus, ataukah Coda bahkan Brige.
  • Penari harus menguasai nama JUDUL LAGU, dimana nama judul lagu tersebut menjadi keseragaman dengan pemain musik dan LCD Operator, jadi bukan kalimat pertama lagu (walaupun ada beberapa lagu yang mana kalimat pertama lagu sama dengan judul lagu, tetapi tidak semua lagu seperti itu)

LCD

  • Ikutlah latihan sehingga dapat mempersiapkan teks lagu baru, mengerti urutan lagu, dlsb
  • Perhatikan ejaan penulisan yang disesuaikan dengan huruf kapital semua , khususnya untuk penulisan sbb:
    • ANUGRAHMU – salah. Yang benar adalah ANUGRAH-MU
  • Perhatikan syair lagu, harus sama dengan lagu asli, harus seteliti mungkin, kalau tidak yakin, cari sumber yang benar misalnya dari:
    • Kaset
    • CD/ DVD
    • Internet
    • Mengapa hal ini perlu kita perhatikan, karna WL belum tentu hafal syair yang benar. LCD Operator tidak mengekor WL apabila WL salah syair.
  • Perhatikan tempo dari lagu, sehingga tidak terlambat menurunkan layar berikutnya, untuk itu ada baiknya para LCD ikut menyanyikan pujian, sehingga selalu ‘sadar’ bahwa lagu tersebut sudah sampai di mana
  • Perhatikan kode dari WL
  • Jangan Melamun
  • Ikutlah berdiri jika memungkinkan, dan hal itu diperintahkan oleh WL, ikutlah bertepuk tangan jika memungkinkan
  • Perhatikan pemenggalan alinea agar enak dibaca
  • Pilih gambar/latar belakang yang sesuai dengan lagu, agar menambah imajinasi jemaat lebih kuat saat menyanyikan lagu pujian untuk Tuhan
  • Miliki pengumuman statis yang selalu digunakan; misalnya : matikan HP selama ibadah, harap tenang di ruang ibadah, selamat datang dan selamat berbakti, dll
  • Miliki pengumuman momental misalnya : Selamat hari natal, paskah, dll
  • Buatlah arsip judul judul lagu dan main di tangga nada apa , sehingga pelayanan ini dapat menolong para pemain musik dan WL, dimana arsip tersebut dapat diperbaharui secara berkala ( 2 bulan sekali)
  • Operator LCD harus cepat tanggap untuk lagu baru yang diangkat oleh Pengkotbah, ketik secara mendadak, dan usahakan ketikan sudah dapat muncul pada pengulangan lagu yang kedua
  • LCD Operatir harus menguasai nama JUDUL LAGU, dimana nama judul lagu tersebut menjadi keseragaman dengan pemain musik dan WL, jadi bukan kalimat pertama lagu (walaupun ada beberapa lagu yang mana kalimat pertama lagu sama dengan judul lagu, tetapi tidak semua lagu seperti itu)
  • LCD Operator harus belajar mengembangkan pelayanan pencatatan khotbah secara LIFE, apabila pembicara tidak mempersiapkan Power Point
  • LCD Operator sebaiknya mempersiapkan ballpoint dan kertas untuk mencatat ayat yang diinginkan pembicara untuk dibaca.

Departement Praise and Worship

  • Milikilah buku agenda ibadah yang mencantumkan bank lagu dan tangga nada dari lagu itu
  • Milikilah buku catatan SDM yang ada, singer, wl, pemain musik, nomor HP mereka, dan regenerasi, dll
  • Milikilah jadwal untuk setiap pemain musik
  • Ingatkan petugas minggu depan pada hari minggu ini, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik
  • Adakan breafing evaluasi sesudah ibadah
  • Adakan doa pelayan menjelang ibadah
  • Disiplinkan anggota pelayan untuk disiplin mendatangi ibadah doa dan ibadah pengurapan bagi para pelayan
  • Adakan perencanaan lagu baru bulanan dan sesuaikan dengan thema tahunan dari gereja anda

KUNCI JAWABAN BAGI PEMBICARA

  1. Satu-satunya alasan yang di dalamnya sudah termasuk semua alasan yang lain adalah : Karena kita mengasihi Tuhan. ( jadi jawaban nomor 1-14 SALAH)

KETERANGAN: walaupun kita bisa mengembangkan talenta saat kita melayani Tuhan, tetapi kita tidak boleh menjadikan mengembangkan talenta sebagai alasan mutlak untuk melayani Tuhan, karena kalau itu yang terjadi bisa-bisa kita marah saat kita tidak ditunjuk melayani (karena ngotot ingin mengembangkan talenta)-toh melayani atau tidak, itu sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mengembangkan talenta- baik di pelayanan ataupun di keseharian hidup kita ( jadi tidak harus lewat pelayanan). Namun jangan salah mengerti. Saat kita melayani Tuhan, wajib bagi kita untuk mengembangkan talenta kita.

2A.  Mengapa kita memuji Tuhan adalah karena kita memenuhi sasaran penciptaan yang tertuang dalam Yesaya 43: 6b-7 (Jadi jawaban 1-10 SALAH)

“…..Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan !”

KETERANGAN: Walaupun kita memiliki talenta menyanyi atau main musik, kita tidak boleh menjadikan talenta menyanyi/main musik itu sebagai alasan utama untuk memuji Tuhan. Bagaimana kalau sewaktu-waktu jari patah/putus sehingga tidak bisa main musik lagi, bagaimana kalau sewaktu-waktu suara hilang- apakah tidak bisa memuji Tuhan lagi..??? Bakat atau tidak dalam bernyanyi, memuji Tuhan adalah bagian dari kehidupan orang percaya, yang harus menjadi gaya hidup, karena itulah sasaran penciptaan Tuhan atas hidup kita. Namun jangan salah mengerti. Saat kita melayani Tuhan dalam bidang pujian/musik, maka wajib bagi kita untuk mengembangkan talenta kita.

 

2B. Keterangan untuk pembicara

Pembicara akan memilih kelompok yang pada saat latihan memperkatakan ayat Yesaya 63:6b-7 terlihat paling baik, untuk maju dan presentasi di depan semua audience.

  1. DAN INILAH JAWABAN YANG BENAR

Jika seandainya Ibadah raya itu diibaratkan sebagai sebuah pementasan drama di sebuah panggung sandiwara, maka yang menjadi……………………….-nya adalah:………………………..

Pembicara menjelaskan jawaban ini, sementara perserta workshop menuliskan jawabannya saja ( yang ber- garis tebal)

SUTRADARA ROH KUDUS– karena Dia mengerti selera Penonton
AKTOR/AKTRIS Jemaat- karena jemaatlah yang datang berbakti kepada-Nya. Dan Tuhanlah yang menikmati sembah sujud Umat-Nya
PENONTON Bapa Surgawi. Bacakan MAZMUR 22:3 bersemayam artinya bertahta/duduk, menikmati puji-pujian Israel, menonton.
PRODUSER Bapa surgawi. Produser semua pertunjukan adalah penonton ( contoh; penonton bayar tiket, uangnya untuk produser membeli kostume, make-up, membayar artis dan sutradara serta kameramen, dll, jadi seorang produser tak mungkin menggelar drama yang tidak disukai penonton, karena kalau itu terjadi, pastilah tidak ada yang membeli tiket, kalau tidak ada uang masuk, drama tidak dapat terselenggara. Jadi kesimpulannya; bisa terselenggaranya pementasan itu juga bersumber dari uang tiket dari penonton, jadi penonton sebenarnya adalah produser. Contoh lain, sinetron bisa berjalan karena ada pemasang iklan yang mendanai, pemasang iklan mencari sinetron yang paling banyak diminati masyarakat pemirsa TV, supaya saat iklan terpasang, produk terbeli, saat produk terbeli, uang yang didapat dari hasil penjualan produk itulah yang untuk memasang iklan di sinetron tersebut, sehingga bisa didanai sinetron tersebut. Jadi kesimpulannya sinetron bisa jalan karena ada penonton si pembeli produk pemasang iklan) Jadi Bapa surgawi adalah penonton sekaligus produser ibadah kita.
NASKAH/ SKENARIO Alkitab. Semua kebenaran dari Alkitab yang kita anut/turuti/taati.
KOSTUME/DEKORASI/PROPERTY Seragam, banner, thema yang tertulis, dekorasi gereja, metode, prosesi acara, dll
PANGGUNG Kehidupan sehari-hari. Jadi saat seorang pelayan mimbar kehidupan kesehariannya tidak memancarkan Kristus, saat itulah mimbarnya roboh. Jemaat terganggu dengan sandungan hidup dari si pelayan
NARATOR Yesus Kristus. Baca ayat sbb: Ibrani 2:12. Yesus dalam ayat ini membawa panah ke atas yaitu dari umat kepada Bapa, dan panah ke bawah yaitu dari Bapa kepada umat. Inilah tugas narator pada pementasan drama, yaitu sebagai perantara antara aktor/aktis dengan penonton
JURU…….. JURU BISIK, kita semua pelayan mimbar, mulai dari pemusik, vocalis, singer, WL, LCD operator, Soundman, Kolektan, Usher, Penari tambourine, Dancer, Pemegang Bendera, Pendoa Syafaat, BAHKAN pengkotbah, adalah JURU BISIK.Juru bisik pada drama kuno- ( yang pada zaman itu belum ada soundsystem, belum ada kamera yang bisa ACTION-CUT-EDIT-jadi semua harus MANUAL- semua aktor aktris harus hafal naskah mati-matian, tidak boleh lupa. Tetapi pada dasarnya tetap ada yang namanya human eror- untuk itu diperlukan Juru bisik) –bertugas memegang naskah drama itu  ( artinya secara harafiah: selalu berpatokan pada Alkitab) , dan membantu aktor/aktris bila sewaktu waktu mereka lupa naskah –maka si juru bisik akan membisikkan dari samping panggung/ di balik layar apa dialog yang harus dikatakan pada drama itu. (artinya secara harafiah; WL, pemain musik, penari, dll- selalu mengingatkan jemaat/umat sebagai aktor/aktris bagaimana agar mereka menampilkan performance/pertunjukan mereka sebaik-baiknya untuk memuaskan hati penonton /Bapa Surgawi- dengan mengajak mereka bertepuk tangan, melompat, mengangkat tangan, melakukan Firman Tuhan, dll)

Jika konsep JURU BISIK ini kurang dipahami di dunia modern, bisa kita samakan dengan KOMENTATOR AFI/ JURI INDONESIAN IDOL. Agnes Monica, bukan sang artis /kontestan pada saat itu, dia bukan yang menyanyi di panggung, walaupun dia seorang penyanyi, namun dia hanya bertugas mengomentari si artis, harus begini harus begitu, dst, agar si artis bisa menyanyi lebih baik lagi pada kesempatan berikutnya.  Kita sebagai WL sebenarnya hanya menolong jemaat agar bisa menyanyi dengan baik, sukacita, bersemangat, dll. Bukan kita artisnya, tapi umat. Kita sebagai pemusik, sebenarnya hanya menolong jemaat dapat menyanyi dengan baik, bersemangat dalam bertepuk tangan, accord jangan sampai salah, dll Walaupun dalam ibadah posisi kita di depan dan umat di bawah, bayangkanlah ada layar yang memisahkan kita dengan umat, sehingga umat sedang ditonton Bapa dari belakang kita, sedang kita ada di belakang layar meneriaki mereka “Mari angkat tangan…mari baca ayat…mari melompat…dst”

Oleh karena itu, umat harus dilibatkan sebanyak mungkin dalam ibadah, karena merekalah aktor dan aktrisnya, misalnya dilibatkan dalam menari, melompat, bertepuk tangan, membaca ayat, saling mendoakan, berdoa syafaat dengan bersuara, bersaksi, dll

 

  1. Keterangan untuk pembicara pada bagian *5 Pembicara wajib menjabarkan satu persatu point-point dan persiapkan ayat-ayat yang akan di baca.
  1. KETERANGAN SESI EKSPRESI PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Saran penyajian sesi ini:

Opening = menjelaskan apa itu keajaiban ekspresi  dan apa itu definisi praise and worship, sekitar 15  menit

Lanjut ke pembagian kelompok peserta workshop/ tiap kelompok bisa 3-5 orang- 15 menit.

Jumlah kelompok bebas sesuai pengunjung seminar ( disarankan 10 kelompok)

Bagilah tugas pada tiap kelompok dia akan memperagakan ADEGAN CONTOH EKSPRESI DALAM KESEHARIAN . (disarankan untuk 10 kelompok, masing-masing berlatih untuk 6 ekspresi)

Contoh: adegan anak yang melompat kegirangan saat dia diberi tahu bahwa dia juara kelas !

Lebih seru lagi jika panitia penyelenggara, mempersiapkan tiap properti tiap adegan, misalnya raport, hadiah, sapu, dll

Misalnya kelompok 1 mempersiapkan adegan nomor 1-6 sedangkan kelompok 2 mempersiapkan adegan 7-12 dst

Lalu caranya sebagai berikut:

  1. Pembicara menjelaskan arti dari tiap ekspresi pujian dan penyembahan point demi point, misalnya sekarang jelaskan point 1, apakah arti dari SHUWR itu
  2. Setelah itu, pembicara memanggil kelompok 1 memerankan adegan sepasang pengantin yang menyanyi duet dalam acara pernikahan ( property- tile/kain penutup kepala /wajah pengantin wanita, dan jas untuk pengantin pria dan dasi kupu)
  3. Setelah itu Pembicara mengajak peserta seminar mempraktekkan SHUWR dengan sebuah lagu dalam acara workshop tersebut ( mohon latihan dulu dengan pemusiknya- sebelum acara berlangsung- sehingga lagu tidak mendadak)
  4. Menginjak ke point ke 2, dst.

Jika satu point butuh 10 menit, maka untuk  58 EKSPRESI PUJIAN PENYEMBAHAN INI butuh 58X10 menit = 580 menit = lebih kurang 10 jam , jika tiap 2 jam dibutuhkan break 15 menit, maka dibutuhkan waktu 10+1 jam 15 menit = lebih kurang 12 jam, lewat 15 menit

Dengan perkiraan waktu sbb:

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan

Pendahuluan Sesi – 1 jam

  • Pendahuluan- penjelasan Apakah itu KEAJAIBAN EKSPRESI, apakah itu arti daripada PRAISE AND WORSHIP ( 15 menit)
  • Pembagian kelompok dan tugas kelompok (15 menit)
  • Memberi kesempatan tiap kelompok untuk berlatih , 6 adegan diberi waktu latihan 30 menit ( masing-masing adegan diberi waktu latihan 5 menit)
  • Agar tertip maka tiap 5 menit panitia bisa membunyikan bell agar tiap peserta segera berganti ke latihan ke adegan lain
  • Tiap adegan hanya boleh ditampilkan 1 menit- jadi 9 menit sisanya adalah untuk pembicara menjelaskan arti point serta untuk praktek lagu dengan ekspresi yang diinginkan.

Break 15 menit/ ganti hari lain

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan – point  1-6  ( 1 jam)

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan –  point 7-12 ( 1 jam)

Break 15 menit/ ganti hari lain

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan – point  13-18  ( 1 jam)

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan –  point 19-24 ( 1 jam)

Break 15 menit/ ganti hari lain

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan – point  25-30  ( 1 jam)

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan –  point 31-36  ( 1 jam)

Break 15 menit/ ganti hari lain

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan – point  37-42  ( 1 jam)

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan –  point 43-48  ( 1 jam)

Break 15 menit/ ganti hari lain

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan – point  49-54  ( 1 jam)

Sesi Ekspresi Pujian dan Penyembahan –  point 55-58  ( 40 menit)

Kesimpulan/ Penutup – 20 menit.

Materi ini tidak hanya bisa disajikan dalam bentuk seminar, tetapi juga bisa beberapa alternatif sbb:

  • Anda juga bisa membuat materi ini menjadi ibadah kreatif untuk SATU TAHUN, artinya tiap minggu dapat dicoba salah satu ekspresi pujian dan penyembahan dalam ibadah raya.
  • Atau anda bisa membuat secara bertahap selama beberapa hari/ seminar sehari-seminar 2 hari
  • Atau dalam pekan praise and worship/ 7 hari
  • Atau memakai tanggal-tanggal merah untuk praktek semua point. Dalam kurun waktu 4-5 tanggal merah.
  1. KETERANGAN SEPUTAR ROH KUDUS; pembicara sebaiknya pada bagian ini juga menambahkan kesaksiannya secara pribadi, pengalamannya bagaimana mengalir bersama Roh Kudus.
  2. Kunci jawaban: nomor 1

Raja Segala Raja

(TW Youth)

 

???? INTRO

 

????  VERSE 1
Dalamnya samudra lebih dalam kasihMU
SalibMu menebus hidupku

???? VERSE 2
Tinggi cakrawala lebih tinggi kuasaMu
Roh Kudus Kau tuntun hidupku

??? CHORUS
KemuliaanMu ya Bapa mem’rintah dan berkuasa
Hanya Engkaulah Raja s’gala Raja
KebesaranMu ya Bapa di agungkan s’lamanya 
Karna Engkaulah Raja s’gala Raja

??? BRIDGE
Hanya Kau Raja atas s’galanya
Hanya Kau Raja atas s’galanya

??? ENDING

    Karna Engkaulah Raja s’gala Raja

    Karna Engkaulah Raja s’gala Raja

    Karna Engkaulah Raja s’gala Raja Sgala Raja

Untuk nomor 2, bisa dicobakan salah satu alur lagu buatan kelompok yang menurut anda cukup menarik untuk dipraktekkan.

BACA TULISAN TERKAIT:

EKSPRESI PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

PROGRESSIVE CHORD UNTUK PENYEMBAHAN

HYMNE VS KONTEMPORER

MATERI WORKSHOP MUSISI GEREJAWI

CONTOH CATATAN PERSIAPAN WL

UNTUK PEMBICARA BISA MELIHAT KUNCI JAWABAN YANG ADA DI BAGIAN AKHIR MAKALAH INI, DAN DAPAT JUGA DOWNLOAD MATERI INI LANGSUNG DARI KOMPUTER SAYA ( ADA KETERANGAN DI BAGIAN AKHIR MAKALAH INI)
MAKALAH INI TELAH SAYA EDIT April 2015

Jika anda sebagai pembicara ingin mendapatkan makalah ini , bisa download gratis dengan klik tautan di bawah ini

TRAINING WL NASKAH 2015-4

:

INFO MENGENAI WORKSHOP WL INI SBB:

DIPERUNTUKKAN BAGI PARA

  • WORSHIP LEADER
  • LITURGIS GEREJA
  • PEMIMPIN PUJIAN
  • SINGER
  • PEMIMPIN DEPARTEMENT MUSIK GEREJA
  • PEMIMPIN PUJIAN DI IBADAH ANAK, REMAJA DAN PEMUDA SERTA IBADAH KAUM WANITA DAN KAUM PRIA
  • PEMIMPIN PUJIAN DI IBADAH RUMAH TANGGA/ FA/CELL GROUP.

CATAT TANGGALNYA DAN JANGAN LEWATKAN !

10 Sesi yang akan dipaparkan dalam alokasi waktu sbb:

20 Maret 2015 Pk 17.00-21.00

21 Maret 2015 Pk 08.00-19.00

CATAT TANGGALNYA DAN JANGAN LEWATKAN !

20-21 MARET 2015.

Dengan jadwal sebagai berikut:

20 MARET  2015 (Hari kerja)

17.00 – 18.00 Daftar Ulang

20 MARET  2015 (Hari kerja)

17.00 – 18.00 Daftar Ulang

18.00 – 19.15   Sesi 1: Apakah Anda Seorang Pembisik?

19.15 – 19.45   Makan malam

19.45 – 21.00  Sesi 2: Peletakan Dasar

21 MARET 2015 ( hari libur Nyepi Tahun Baru Saka 1937)

08.00- 09.30 Sesi 3: Merangkai Lagu dalam ibadah

09.30-09.45 Break

09.45-11.00 Sesi 4: Nada dasar lagu, alur ibadah, alur lagu

11.00-11.15 Snack

11.15-12.30 Sesi 5 Variasi lagu

12.30-13.00 Makan Siang

13.00-14.30 Sesi 6: Syair lagu, ice breaker, performance, ekspresi, microphone

14.30-14.45 Break

14.45-16.00 Sesi 7: Handsign, komentar, penyembahan, Skill Lainnya

16.45-17.30 Sesi 8: Bagaimana mengajarkan lagu baru, kerja Team, Style Lagu

17.30- 18.00 Makan Malam

17.45-19.00 Sesi 9: Movement, Doa, Hal –hal praktis lainnya

Bertempat di :

Gereja Mawar Sharon Satelit Breakthrough Kendari

Jlan Supu Yusuf ( Depan Plaza Kubra Kendari)

Biaya Pendaftaran:

Rp 400.000,00 per orang

Fasilitias:

Ruang belajar AC

Sertifikat bagi yang mengikuti jam pembelajaran secara penuh.

2 kali snack, 3 kali makan

Buku  Makalah WL

Catatan klinik WL

2 kali snack, 3 kali makan

Buku  Makalah WL

Catatan klinik WL

Pendaftaran :

Pada Sdri Novi, 081935273833

Pendaftaran dibuka sejak hari ini, 13 Januari 2015 dan pendaftaran ditutup tanggal 15 Maret 2015.

Pendaftaran akan ditutup jika peserta telah mencapai 50 orang.

Pelatihan akan tetap diselenggarakan berapa pun pesertanya.

Pengajar:

Susan Grace Sumilat Widiono, S.MG

Ibu Grace, demikian kerap dia disapa, telah menyelesaikan pendidikan sarjana musik gereja, di UKRIM, Universitas Kristen Imanuel, Yogyakarta, pada tahun 1995, dengan bidang study mayor: Condacting dan bidang study minor: Vocal.

Ibu Grace telah terjun dalam pelayanan Liturgis, dan Wl sejak tahun 1993, saat ini melayani Tuhan sebagai WL di Gereja Mawar Sharon Satelit Breakthrough Kendari.

Blog Musik Gereja yang dikelola ibu Grace, dapat anda akses di www.musisigerejawi.wordpress.com

Pelatihan WL yang pernah dilayani oleh Ibu Grace, antara lain:

  • Workshop Musik Gereja di GPDI Shiloh Parakan ( dan gereja –gereja sahabat, Parakan dan sekitarnya), 2011
  • Workshop Bani Asaf GPDI Kharisma Kalinegoro Magelang 2012

Ibu Grace juga pernah menjadi pengajar di bidang musik pendidikan, antara lain:

  • Guru Ekskul Musik di Playgroup Gloria Magelang
  • Guru Ekskul Musik dan guru Seni Musik di SMP Kristen 1 Magelang
  • Guru Ekskul Musik di SMP Pantekosta, Magelang.
  • Dosen mata kuliah musik gereja di STT Magelang
  • Dosen mata kuliah musik gereja di STII Madiun

Kini Ibu Grace berdomisili di Kendari, sejak tahun 2013 lalu.

Materi ini sejak 22 Januari 2013, sampai hari ini tanggal 24 Januari 2015, ( berarti sudah 2 tahun), telah dibuka dan dibaca sebanyak 6.356 kali, puji Tuhan.

Jika para pembaca telah diberkati, bagaimana dengan anda..tidakkah anda ingin belajar bersama-sama???

Seminar ini batal, karena tidak ada peserta yang mendaftar, namun saya ingin tetap bersyukur pada Tuhan untuk pertolongan-Nya dalam semua berkat-Nya sbb:

  1. Tuhan sediakan tempatGms Breakthrough Kendariyang nyaman dan luar biasa keterlibatan gereja saya ini untuk kegerakan Tuhan atas kota kendari ini.
  2. Tuhan sediakan makalah yang saat diupgraide sangat keren rhema-rhem
  3. Tuhan sediakan makalah yang saat diupgraide sangat keren rhema-rhema daripada-Nya, saya sendiri sangat diberkati, dan makalah ini bisa jadi berkat bagi banyak orang lewat net, serta menjadi tabungan seminar di masa datang.
  4. Tuhan sediakan panitia,Novi Ester LumintangEka Karunia Christ Yulianto Supriadi Lidya Mia Marthen Marthens Tandri Neno Laembo Soumokilmereka semua telah berjerih lelah mempersiapkan semua persiapan seminar ini.
  5. Tuhan sediakan IbuYenny Frederika Ewyuntuk menolong menyelesaikan pembagian surat ke gereja-gereja.
  6. Tuhan menyediakan waktu-waktu untuk rapat, dll walau kadang kami harus rapat malam-malam mengingat kesibukan panitia yang juga didera kesibukan lainnya.
  7. Tuhan menyediakan pemrakarsa awal seminar ini, BpkAndi Marzuki, Bpk Pdt Benny, dan Tuhan sediakan Ibu Adolfin yang sangat merindukan digelarnya seminar ini.
  8. Tuhan sediakan dana untuk semua keperluan pra seminar.
  9. Tuhan sediakan Pak FransInnfra Journeyuntuk mempersiapkan design
  10. Tuhan sediakan Pak FransInnfra Journeyuntuk mempersiapkan design brosur.
  11. Tuhan sediakan komputer dan printer untuk mempersiapakan surat-surat dan mengetik notulen.

10 Tuhan sediakan keyboardis.

  1. Tuhan sediakan keyboard ( tanpa kami harus angkat sana-sini), juga handycamp-nya
  2. Tuhan sediakan kameraman
  3. Tuhan sediakan stamina untuk saya lembur -lembur mempersiapkan upgraide makalah, khususnya sesi 1 dan 2
  4. Tuhan sediakan kakNovi Ester Lumintanguntuk mendaftar ratusan lagu yang akan dipakai sebagai song list dalam seminar ini
  5. Tuhan sediakan kakMia Marthenuntuk follow up semua calon peserta.
  6. Tuhan sembuhkan saya dari sakit kepala sebelah kiri, sakit maag, dan badan lemas dalam 4 hari berturut-turut.
  7. Tuhan sediakan BpkSupriadi Lidyadan Ibu Lidya yang memandu pasukan doa dan siap memberikan panduan dalam ibadah pembukaan dan penutupan dalam seminar ini. Siang malam telah berdoa untuk acara ini.
  8. Tuhan sediakan Pasukan Doa Anak Abraham yang digawangi oleh IbuYuplin Sepatdan Bpk Frengky Wilson Mentansan yang dari jauh berdoa untuk acara ini. Juga Tuhan sediakan rekan musisi dari Madiun untuk berdoa untuk acara ini, Bpk Komandan Abram
  9. Tuhan sediakan suami saya yang banyak memberi masukan dan pandangan kepada saya atas seminar iniAri Prasetyo Widiono, dan
  10. Tuhan berikan BpkBobby Turambi, dan Ibu Yezeza Wanda Violena Dondokambey sebagai gembala saya yang memberi semangat dan dorongan terus kepada saya. 21. Tuhan juga berikan kerinduan yang luar biasa pada panitia untuk belajar materi WL ini, hal tersebut sangat menyemangati saya. Akhir kata…Tuhan baik, semua yang dikerjakan-Nya baik. Ada maksud Tuhan yang indah atas semua ini. Keep move on…Press On in Jesus Christ.

Sebagai ganti daripada seminar yang batal di atas, Tuhan sudah mengganti dengan agenda-Nya yang baru

workshop musik gereja di  DI KENDARI , start 24 April 2015 di GPDI Victory Lepo Lepo, Kendari

Daftar pada saudara Novi, gratis, hanya ganti ongkos fotocopy makalah saja !

Praise GOD !

Dan juga akan digelar di GKII Makassar pada 27 April 2015. Puji Tuhan !!

17 Comments
  1. Christian Elwarin permalink

    Wah… WLnya pasti hebat kalau ngikutin ini… Praise the Lord…

    • Konsep ini udah lama banget…mau ngedit tambahan tambahannya tunggu mood, sampai akhirnya kini dipakai lagi untuk seminar berikut, jadi mood harus dipaksa untuk segera menyelesaikan editan.

      Ya gini nih orang seni….harus bertobat dari moody…

      Doakan untuk banyak proyek musik yang harus di garap..untuk praise and worship di Indonesia.

      Thanks 4 comment

  2. Wah, luar biasa.
    Saya pingin banget mengerti Nada-Nada, salahnya dari dulu pelajaran kesenian Bolos terus.
    Alhasil sekarang diminta Main Bass kerepotan untuk menyesuaikan Suara dari WL (misalkan udah belajar dari D, ga taunya WL minta di F)…🙂

    Tapi saya akan siapkan waktu untuk mempelajari kembali nada-nada itu untuk dapat melayani dengan sungguh-sungguh dan sukacita.

    Terima kasih ya. Tulisan anda mengoyak rasa minder dalam diri saya.

    Tuhan Yesus memberkati

    • Nah itu dia…hikmah dari suka membolos…he he..!!
      Komentar anda juga mengusik rasa pemaksaan diri dalam diri saya oleh diri saya sendiri untuk terus belajar dan belajar lagi mengembangkan setiap kapasitas yang Tuhan berikan !! amin !

      • TEPAT Sekali. POTENSI yang kita miliki harus kita maksimalkan.

        Seorang Hamba pernah melewati Kuburan dan Tuhan berkata “lihatlah di kiri dan kananmu”. Hamba itu berkata “Tidak ada apa-apa”, lalu Tuhan berkata orang-orang itu sudah kembali lagi kepadaKu membawa hampir semua Potensi yang Aku berikan. So, setiap Potensi yang ada harus kita maksimalkan di Dunia ini, sayang jika sampai dibawa kembali…🙂

        Btw, nama anda siapa? Salam kenal ya.

        GBU.

  3. Oh mohon maaf, ini dengan Ibu Susan ya… Salam kenal ya bu Susan…

  4. John permalink

    wah mantap nih, WL mirip frontman musik sekuler :)). Sharing dikit, saya dulu main musik sekuler progressive rock, dan genre variasi metal gitu tapi udah enggak lagi. Skarang saya bantuin temen dari denominasi GPDI (saya protestan) di pelayanan mereka termasuk di KKR. Permasalahnya WL disini ( kalo pake konsep diatas), payah banget. Yang lebih payah lagi mereka agak susah dikasih tau kalau mau jadi frontman/WL itu harus gimana. Kami sudah beberapa kali melayani KKR tapi saya kurang puas karena aspek musiknya ditinggalkan (enggak terlalu penting kata mereka). Kalo saya baca tutorial diatas, wah hebat P&W KKR-nya. Kira kira gimana caranya mau “ngajarin” mereka supaya bisa seperti WL/Singers diatas dari aspek musiknya saja, masalahnya saya enggak punya pengalaman di pelayanan sementara mereka dari dalam gereja GPDI sendiri yang sudah bertahun tahun melayani. Mohon bantuan. Thanks!

    • Mengubah paradigma itu penting. Anda harus bergerak dalam dua sisi seperti rel kereta api yang sisi kanan dan kirinya selalu berjalan seimbang dan beriringan. Pertama anda harus belajar mengajarkan hal yang benar pada mereka tanpa menyebut-nyebut masa lalu anda yang bagi mereka ‘asing’, padahal mungkin anda hanya ingin mengambil profesionalitasnya saja, bukan gaya hidup sekulernya kan ?? Tapi dengan menyebut-nyebut pengalaman anda di masa lalu, itu sudah membuat mereka memiliki semacam benteng untuk menolak apa pun yang anda katakan. Untuk itu yang perlu anda lakukan adalah bangun hidup kerohanian anda sampai anda mengalami Tuhan, dan apa yang sudah anda petik (hal-hal berharga ) dari pengalaman anda di sekuler tetap dapat disampaikan kepada teman-teman dengan cara yang Tuhan mau, dengan hikmat Tuhan, sampai mereka mau mengubah cara pikir mereka/pola pikir mereka
      Roma 12:1-3.
      Untuk ngajarin mereka perlu namanya workshop…materi ini disampaikan sebenarnya MINIMAL 4 KALI, sampai semua materi tercoba/dipraktekkan dengan tidak terburu-buru, tetapi tetap serius.
      Untuk anda bisa masuk ke mereka salah satunya anda harus terjun ke palayanan WL, sampai mereka melihat anda, jika pintu belum terbuka di ibadah raya, wl saja di kelompok kecil, di sekolah minggu, di remaja, dll , cepat atau lambat dalam proses mereka nanti akan mengerti sendiri karena ‘melihat’ . Semoga cukup membantu !

      • John permalink

        Wah thx bgt, sangat membantu !.

        Memang ada sedikit resistensi tapi ada keinginan di kalangan pelayan gereja setempat untuk berkembang/maju. Itu hal positif

        Setelah membaca reply diatas, pokok permasalahan langsung kelihatan di depan mata (tidak terpikir sebelumnya). Ternyata resistensi itu disebabkan oleh skill sebagai WL/singers/pemusik gereja yg masih minim sekali sehingga ketika sesuatu yg kompleks masuk, mereka belum mampu menjangkau. Saya sudah berdiskusi dengan beberapa teman dan sepakat untuk mengubah metode latihan. Dulunya, kami maunya cepat “jadi”. Keinginan tersebut ternyata membawa konsekwensi ke pelayan pelayan yang lain dimana mereka kelebihan “beban” ( harus mempelajari banyak hal dalam waktu singkat). “Beban” itulah yang menjadi resistensi sehingga mereka bilang ” …. enggak penting”.
        Sekarang sudah normal, semua sudah jalan kedepan meski dengan kecepatan agak lambat. Diharapkan, seiring dengan bertambahnya skill, maka kecepatannya pun bertambah dan dalam waktu yang tidak terlalu lama semuanya sudah “jadi”

        Oh iya, saya tidak mengajar mereka tentang WL, saya hanya memberikan “masukan” tentang perfomance diatas panggung ( bagaimana mempresentasikan lagu, dll) dan bagaimana memainkan lagu dalam sebuah band.
        Dan tanpa minta izin dulu, saya sudah copy dan bagikan materi workshop diatas ke WL/singers/pemusik gereja.

        Mohon numpang space dikit ; sekedar sharing untuk ex-sekuler yang dulunya suka main musik yang “technical banget”, kalau mau masuk ke dalam lingkungan musik gereja, gunakan “technical” tersebut untuk memoles lagu supaya lebih mengkilat. Jangan membuat lagu susah dimainkan (believe me !). Rata – rata pemusik gereja skill-nya mungkin jauh di bawah anda. Jadi gunakan skill anda untuk memberikan kejutan dibagian tertentu pada lagu, menambah variasi, dllnya yang pada intinya bisa membuat suasana lebih hidup, apalagi kalau di KKR.

        Sekali lagi terima kasih untuk Bu Susan.

        God bless us all !.

      • Luar biasa sekali ya pemakaian Tuhan atas hidup kak Jhon…selamat melayani Tuhan. Memakai semua materi dalam blog ini gratis aja kog dan tidak perlu izin saja, selama saya gratiskan itu artinya siapa saja boleh pakai…kan semuanya kembali untuk kemuliaan nama Tuhan. Oh ya saya baru dalam minggu ini upload tutorial vokal lho…buka di tulisan tersebut ya…ada beberapa video baru dan akan terus saya tambahkan jika ada waktu untuk editing (karena rekaman numpuk tetapi waktu untuk edit video memang butuh kebijakan kalau nggak mau semuanya berantakan…

        Maaf baru balas comment anda karena saya jarang tengokin ini blog…lebih banyak dan sering buka dan urus web yang JCA. Oke God Bless You..and your ministry

  5. Shalom.
    Terimakasih untuk postingnya. Sangat membantu.
    Bapa YHWH memberkati

  6. Syalom ibu Grace,
    Menemukan blog milik ibu ini sesuatu banget karena sepanjang pengamatan saya, buku-buku maupun blog yg membahas ttg seluk beluk musisi gereja dan pelayanan musik di gereja itu meski ada tetapi termasuk jarang banget, dan milik ibu ini termasuk yg lumayan lengkap tetapi sekaligus praktis.
    Kebetulan sekali gereja setempat tempat saya beribadah sekarang ini baru saja didewasakan, sehingga dalam segala hal semuanya nampak semangat untuk memperbaharui. Seiring dengan itu, selain interior gereja yg diperbaharui menjadi ‘something new”, juga dibentuknya sebuah group musik milik gereja yg sebetulnya anggotanya sudah lama melayani, hanya group-nya diresmikan dan diberi nama.
    Jadi tanpa pikir panjang materi milik ibu ini saya print out dan saya bagikan kepada adik-adik yg menjadi pelayan musik itu, dgn harapan setelah membaca dan mempelajari materi milik ibu ini, mereka akan semakin terasah (mengingat lebih dari separo pelayan musik itu belajar secara otodidak) dan meningkatkan kualitas pelayanan dan akhirnya meningkatkan kualitas ibadah yang selanjutnya bisa membuat nama Tuhan semakin dimuliakan dan memuliakan Tuhan itu bisa terus terbawa sepanjang hidup anggota jemaat dan menjadi gaya hidup mereka.
    Saya sendiri tidak terjun dalam pelayanan musik, bahkan saya bukan anggota jemaat gereja lokal tempat saya selalu beribadah ini, tapi kami semua sudah seperti keluarga di gereja ini. Dan senang rasanya bisa melihat gereja lokal ini bertumbuh dan menjadi dewasa.
    Terima kasih,
    Tuhan memberkati.

    • Waaaaauuuuuu…luar biasa !!
      Keren itu !!

      Puji Tuhan bila bisa jadi berkat !!

      Doakan agar Praise and Worship di Indonesia bisa semakin maju ya !! Praise God only !!

  7. wina wenas permalink

    Workshop musiknya luar biasa membantu saya.Puji Tuhan saya bisa liat linknya ini tepat pd waktunya.soalnya saya ada pelayanan WL juga minggu besok.trims ya bu sdh share pengalamannya disini.Saya blum lama ini dipercaya utk jadi WL dlm ibadah raya,sblmnya hanya dlm ibdh tengah minggu aja.saya msh sngt minim pengalaman dan blum terlalu tau banyak ttg musik dan nada,tapi karna kerinduan saya utk bisa melayani Tuhan saya slalu berusaha memberi yg terbaik yg saya bisa,selebihnya biar Tuhan yg tambah”kan.trimakasih ya sdh beri banyak pelajaran penting ttg bagaimana kita beri yg terbaik bwt Tuhan bkn hanya dgn talenta tapi juga dgn latihan dan dgn skill yg kita punya.
    Tuhan Yesus memberkati.amin.

    • Thanks telah mau terjun sebagai pemimpin pujian dan penyembahan. Mohon dukungan doanya bagi Workshop ini akan digelar di Kendari. GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: