Skip to content

MATERI TUTORIAL VOKAL

June 3, 2014

I            Pendahuluan

II         Jenis suara manusia

III        Tehnik Vokal

Pelemasan Rahang

Pelemasan Bibir

Pelemasan Lidah

Macam macam pernafasan

Menarik Udara

Bernafas Penuh

Bernafas Cepat

Otot Perut Aktif

Penggunaan Otot Perut Aktif

Membuka Kerongkongan

Tenik Hamin

Vokal a

Vokal i

Vokal u

Vokal e

Vokal o

Mengenal Resonansi

Mengenal Vibrasi

Belajar Artikulasi

Kejernihan Suara/ Tuning Projection

Pitch Control

Membidik Nada Tinggi

Starting Point/Attack

Falseto atau asli ?

III        Tehnik Interpretasi

Dinamika Tempo

Dinamika suara

Legato

Staccato

Marcato

Pengulangan Kata

Frasering Melodi

Frasering Syair

Improfisasi

Analisa Lagu

IV Membangun Kebiasaan Sehari-hari

Penggunaan Otot Perut Aktif

Vokal itu bagaikan alat musik tiup. Pernapasan merupakan bagian terpenting dalam seni vocal, karena terbentuknya suara berasal dari udara yang dihirup. Kita membutuhkan nafas untuk memainkannya. Dalam bernyanyi, mengisi paru-paru dengan udara akan memberikan efektivitas, yaitu :

  • Kemampuan untuk menyanyikan nada-nada panjang
  • Control terhadap nada tinggi
  • Kontrol terhadap nada rendah
  • Tekstur suara lembut/keras
  • Warna suara
  • Fleksibilitas
  • Vibrato
  • Non Vibrato
  • Nada yang lebih jernih
  • Bernyanyi yang lebih lancer dalam wilayah register tangga nada.

Pernapasan yang pendek disebabkan karena

  • tidak adanya support dari otot perut aktif,
  • kerongkongan yang bocor nafas.
  • kurangnya perhitungan panjang nada dan pemotongan nafas pada lagu (frasering)

MENARIK UDARA

Udara dapat ditarik melalui hidung dan mulut secara bersamaan untuk beberapa sebab:

  • Kita tidak dapat menarik napas secara cepat dan dalam hanya melalui hidung tetapi juga melalui mulut karena saluran nasal hidung terlalu sempit
  • Menarik nafas melalui hidung secara cepat dapat menyebabkan ekspresi muka kurang atraktif, menimbulkan suara yang tidak diinginkan dan mengganggu penampilan
  • Menarik napas melalui mulut dan hidung bersamaan membuka saluran resonansi, mempersiapkan kondisi membran vocal untuk lebih bebas bergetar

Tips:

  • Bernapaslah melalui hidung jika ada cukup waktu seperti pada bagian intro atau interlude
  • Hitunglah napas sehingga kita tidak perlu menahannya sebelum kita mulai menyanyi, karma menahan udara cenderung menegangkan otot tenggorokan.
  • Jika ingin menahan udara, tahanlah secara releks, buka saluran tenggorokan dengan menahan udara dalam rongga dada dan perut bagian bawah (diafragma)
  • Untuk pemula, kuasai dahulu tehnik bernafas diafragma melalui mulut, baru setelah mahir kombinasikan dengan melalui hidung.

 

BERNAPAS PENUH

Untuk tarikan napas yang penuh, rongga dada akan menekan diafragma ke bawah sehingga paru-paru dapat berkembang. Perut bagian bawah akan tetap relaks dan mengembang pada waktu kita menarik nafas. Tarikan nafas yang penuh akan terasa pada bagian pinggang yang ikut berkembang atau punggung bagian bawah, bahkan ulu hati dan perut bagian bawah pun akan terisi dengan udara.

Tips :

  • apabila tarikan napas kita alami, santai dan tidak terasa, pendengar tidak akan terganggu oleh komunikasi emosional penampilan kita.
  • Usahakan dada bagian atas dan pundak tetap relaks saat menarik napas. Bahu yang terangkat akan menimbulkan ketegangan yang tidak kita inginkan di bagian dada dan tenggorokan, yang mengganggu pemanpilan
  • Jangan menarik atau menekan perut ke dalam ketika menarik napas, karena akan membatasi pengembangan rongga paru-paru ke bawah.

Latihan:

  • Menarik udara melalui mulut, kembangkan daerah perut
  • Berlatih menarik udara tanpa efek suara
  • Kembangkan perut bagian depan, pinggang, ulu hati punggung belakang, bahkan perut bagian bawah
  • Nafas 4 hitungan-keluarkan dalam 4 hitungan-nafas dalam satu hitungan-keluarkan dalam 5 hitungan-nafas dalam satu hitungan-keluarkan dalam 6 hitungan dan seterusnya
  • Bayangkanlah kita agak sedikit terkejut karma berjumpa dengan sahabat lama yang sudah 10 tahun tidak bersua

BERNAPAS CEPAT

Dalam sebuah lagu terkadang kita tidak mempunyai waktu banyak untuk bernafas penuh dengan cara yang biasa, oleh karna itu kita harus dapat menguasai tehnik bernafas cepat. Dengan tehnik bernafas cepat kita dapat bernafas dalam tempo yang singkat. Terutama tehnik ini sangat banyak digunakan dalam lagu-lagu bertempo cepat.

Latihan:

  • Bernafas cepat dalam hitungan detik, nayanyikan nada panjang, nafas lagi hitungan detik, dstrsnya
  • Usahakan sekalipun hitungan detik, nafas tetap penuh dan tidak menimbulkan efek bunyi di mulut, tetapi tetap tidak bersuara mendesah.

OTOT PERUT AKTIF

Penyanyi, seperti pemain alat musik tiup, selalu menggunakan tekanan udara untuk menciptakan nada. Kita mengendalikan tekanan udara dengan otot-otot yang sama seperti untuk tertawa, batuk dan bersin.

Otot perut kita terdiri dari otot perut aktif dan otot pertut pasif. Otot perut pasif mengembang saat kita menarik udara, sedangkan saat kita menyanyi otot perut pasif ini cenderung mengempis dengan cepat. Untuk itu kita membutuhkan otot perut aktif yang menahan agar udara tidak cepat habis dan perut tidak cepat mengempis.

Latihan :

  • Bayangkanlah balon yang diisi penuh udara dan sekarang mengeluarkan udara tersebut dengan mulut leher yang kecil sekali
  • Letakkan jari di antara pinggang dan tulang iga yang paling bawah.
  • Coba batuk perlahan 2 kali
  • Rasakan tekanan keluar yang disebut outward support yang alami.
  • Tirukan bunyi hembusan angina dari pesawat jet ssssssssssssssss yang sangat kencang
  • Cobalah dalam hitungan pendek, setiap desis tetap bertenaga:

Sssssssssss-sssssssssss-sssssssssssss-ssssssssssssss

Semakin lama semakin pendek-pendek

  • Gantikan dengan hisssssssssssssssssssssss
  • Gantikan dengan fffffffffffffffffffffff
  • Katakan dengan nada tinggi seperti memanggil hey! Hey! Hallo! Hallo!
  • Latihlah nafas penuh- ha ha ha ha ha ha ha ha dengan selalu menghentakkan oto perut aktif
  • Ulangi 3 kali:

→napas – ssss-ssss- napas – hey

  • Ulangi dengan nada panjang, seperti:

→napas – sss- sss- napas – heeeeeeeeeeeeeey

  • Coba dengan berbagai wilayah nada, rendah dan tinggi. Kemudian ulangi  latihan dengan suara huruf hidup yang lain setelah sss:

→napas-sss-sss-napas-eeeeeeeeeeeeeee

→napas-sss-sss-napas-aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

→napas-sss-sss-napas-oooooooooooooooooooooooo

  • Cobalah mempertahankan otot perut yang aktif ini dalam kondisi keras maupun lembut:

→napas-sssssssssssssssssssssssssssss (keras)

→napas-sssssssssssssssssssssssssssss (lembut)

  • Ganti ssssssssssssss dengan keras dan lembut dalam nada menyanyi
  • Mulailah dengan suara ssssssss yang keras dan perlahan-lahan menjadi lembut (decrescendo) tanpa mempengaruhi support.
  • Cek dengan jari jika support melemah
  • Latih dengan huruf fffffff dan sssssss bergantian

Sssssssssssssssssssssssssssssssssss

Napas-support________________

Fffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff

Nafas –support__________________________

Ssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

Nafas – support____________________________

ffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff

Nafas-support_________________________________

  • Latih dengan nafas penuh, setelah itu keluarkan dengan sedikit demi sedikit

Nafas penuh- ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-ss-

Support_________________________________________

  • Coba dengan meniup kertas, lilin atau tissue

 

 

PELEMASAN RAHANG

Sebagaimana olahragawan membutuhkan warming up untuk melemaskan otot-otot tubuhnya serta memanaskan suhu tubuhnya, demikian juga seorang vocalist membutuhkan pemanasan otot-otot.

Otot rahang harus dikondisikan:

  • Membuka lebar, makin tinggi nada, rahang dibuka makin lebar
  • Sikap permulaan menguap dimana rahang bawah terbuka lebar dengan relaks
  • Tidak membuka dengan kaku tetapi luwes
  • Sikap ini terus dipertahankan setiap kita menyanyi

Latihan:

  • Ketatkan gigi dan mulailah menelan, perhatikan bahwa saat menelan terjadi banyak ketegangan pada tenggorokan dan mulut(ini bukan sikap yang benar saat menyanyi)
  • Mulailah menguap, rasakan bagaimana ketegangan itu menghilang
  • ceck samping telinga dengan jari telunjuk, seharusnya membentuk lubang kecil saat kita membuka rahang              dengan aaaaaaaaaaa
  • bayangkan sedang mengunyah permen karet, nyanyikan  nyam-nyam-nyam
  • latihan dengan ka-ka-ka-ka-ka, ki-ki-ki-ki-ki-ki-ki, dst
  • latihan dengan mo ya mo ya mo ya mo ya mo ya mo ya
  • latihan dengan wa-wa-wa-wa-wa
  • latihan dengan pa –pa-pa-pa-pa-pa
  • Rahang bawah harus luwes jangan kaku, terlebih untuk huruf u dan I, perlu membuka rahang lebih luwes
  • Rahang buka ke bawah saat nada semakin tinggi dan kembali posisi standart saat menyanyi nada rendah
  • Jangan membuka rahang dan menggesernya ke depan belakang, melainkan ke atas bawah.

PELEMASAN BIBIR

Bibir yang lentur akan memudahkan saat kita menyanyi, membuat kita relaks dan memudahkan kita memperkatakan setiap artikulasi dengan jelas. Bayangkanlah bibir seperti terbuat dari karet dan dengan bebas memisahkan diri saat harus bernyanyi bunyi letusan seperti b, p. dll. Hindari senyum yang berlebihan, menarik bibir  ke bawah menutupi gigi, atau terlalu monyong ke depan.

Latihan:

  •  brrrrrrrrrrrrrrrrr seperti deru mesin mobil
  •  bunyikan kata-kata di bawah ini tanpa menggunakan suara
  • a I u e o a I u e o a I u e o dst
  •  letuskan bibir dengan b p b p b p b p b p b
  •  lemaskan bibir dengan menyanyi ma-ma-ma-ma-ma
  • Bibir harus kokoh saat bernyanyi, jangan bergetar, latihlah dengan cara: uiuiuiui atau oeoeoe dll

 

PELEMASAN LIDAH

 

Lidah yang lincah bergerak sangat baik untuk kerjasama dengan alat-alat produksi suara lainnya sehingga menghasilkan kata-kata yang jelas dan indah.

Latihan:

  •  lincahkan lidah dengan menyanyikan la-la-la-la-la
  •  lincahkan lidah dengan menyanyi la –li-lu-le-lo
  •  lincahkan lidah dengan menyanyi na-na –na –na –na
  •  lincahkan lidah dengan na-ni-nu-ne-no
  •  getarkan lidah dengan membunyikan rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr yang bernada
  •  lincahkan lidah dengan menyanyi ta-ta-ta-ta-ta-ta
  •  lincahkan lidah dengan menyanyikan ta-ti-tu-te-to
  • lidah yg baik berbentuk sendok saat menyanyi, agar memberi ruang lebih banyak dalam mulut untuk menggemakan suara
  • Lidah tidak boleh tegang, siap bergerak setiap saat, bergerak cepat mantap dan tepat, gerakan lidah memperjelas setiap pengucapan.
  • Lidah harus punya tempat landasan dan tempat titik tolak, bagi kebanyakan penyanyi tempat landasan yang terbaik adalah dinding gusi yang berada tepat di belakang gigi-gigi sebelah bawah. Ujung lidah harus bersandar dengan ringan pada dinding gusi itu  waktu kita menyanyikan semua huruf hidup. Hati-hati supaya jangan sampai menarik lidah ke belakang mulut dank e dalam tenggorokan atau membuatnya kaku. Tidak ada yang lebih merusak ucapan daripada suatu lidah yang kaku, lamban, dan malas

MEMBUKA KERONGKONGAN

 

Kerongkongan yang terbuka atau tertutup sangat mempengaruhi produksi suara. Otot-otot kerongkongan yang tegang akan menghasilkan suara yang pecah dan tidak enak dedengar. Kerongkongan yang terbuka memungkinkan suara kita diproduksi dengan indah.

Latihan:

  • Bayangkanlah setengah menguap
  • Bayangkanlah hendak bersin
  • Angkat langit-langit lunak, dan anak tekak sejauh mungkin
  • Katupkan bibir, jauhkan gigi atas dari gigi bawah sejauh mungkin, ulangi proses setengah menguap (menguap yang ditahan/ diusahakan tidak terbuka karma alas an kesopanan)
  • Tirukan suara sapi hmmmmmmmmmmmmmmm
  • Rasakan getaran yang bersunber dari  daerah hidung dan mulut seperti topeng di wajah kita

 

 

TEKNIK HAMIN

 

Teknik hamin adalah teknik yang digunakan untuk meredam suara kita. Suara yang teredam adalah suara yang menggema di dalam tubuh kita sehingga jika didengarkan dari luar tidak terlalu kasar dan pecah, tetapi teredam. Tehnik hamin demulai dengan kecakapan membuka kerongkongan dengan benar

Latihan:

  • Ulangi latihan membuka kerongkongan
  • Bayangkan di tubuh kita ada dua mulut yaitu mulut biasa dan mulut kerongkongan. Mulut kerongkongan itu juga harus dibuka
  • Lanjutkan dengan mmmmmmmmmmmmm-mmmmmmmmmmmooooooooo
  • Buat yang lebih pendek-pendek mommm-mommm-mommmm
  • Lanjutkan dengan muuuuuuuuuuum. Posisi hamin dipertahankan
  • Vokuskan pada m, o dan u sebelum melangkah ke vocal yang lain
  • Lanjutkan miiiiiiiiiiim, posisi hamin dipertahankan
  • Lanjutkan dengan meeeeeeeeeeeeeeeeeem, posisi hamin dipertahankan
  • Lanjutkan dengan maaaaaaaaaaaaam, posisi hamin dipertahankan
  • Bayangkan saat mmmmmmmmm suara kita saling bertemu di mulut kita baru setelah ooo dilemparkan ke luar dari mulut.

Nyanyikan Ziiiiiiiiiiiooooooooooooo, bayangkan kepala kita diikat 3 utas tali dan   diangkat tinggi

  • Gunakan hanya nada-nada tengah saja, setelah itu baru melangkah ke nada tinggi atau rendah
  • Lakukan hal yang sama dengan mengganti mmmm dengan nnnnnnnnnn dan nggg  ngggg  nggg
  • Lanjutkan dengan konsonan vvvvvooo, vvvvvuuuuuuuuuu, dll
  • Nyanyikan sebuah lagu penuh hanya dengan bersenandung, dan posisi hamin

 

Vokal A

 

Huruf hidup a memberi kesan terbuka lebar. Tarik rahang bawah ke bawah dengan relaks. Untuk nada yang agak berombak, maka rahang dapat digerak-gerakkan. Dalam keadaan menyanyi dengan nada lembut (piano) rahang tetap dibuka penuh, tidak dibuka setengah. Kecenderungan penyanyi adalah dipengaruhi oleh volume suara, padahal besar atau kecil suara yang diinginkan tetap saja membutuhkan rahang yang terbuka untuk menghasilkan suara yang baik.

Latihan:

  • Bayangkanlah anda sedang sangat terkejut
  • Aaaaaaaaaaaaaaa         nada panjang
  • Wa wa wa wa                         membuka rahang
  • Aaaaaaaaaaaaaa          dengan nada berombak
  • Ulangi latihan di atas dengan nada lembut

Vokal U

 

Huruf hidup u memberi kesan yang jauh. Jangan malas untuk membentuk bibir seperti corong. Rasakan bahwa rahang sangat berperan untuk digerakkan saat nada menjadi semakin tinggi, sementara bentuk corong tetap jangan berubah. Semakin tinggi nada yang diinginkan dicapai, maka semakin banyak ruang yang dibutuhkan di dalam rongga mulut untuk menggemakan suara. Bibir yang kokoh tidak akan bergetar saat menyanyi, tetapi akan tetap stabil walau tidak kaku.

Latihan:

  • Bayangkanlah melempat kerikil sejau mungkin di tepi pantai
  • Uuuuuuuuuuuuu         nada panjang, bibir kokoh tidak bergetar
  • Wau wau wau wau     pertahankan bentuk corong
  • U u u u u u u u                        nada semakin tinggi, gerakkan rahang, bentuk u tetap

Vokal I

 

Huruf hidup i, memberi kesan tajam, i yang terfokus bukanlah i yang pipih atau gepeng, untuk itu jangan menarik bibir ke samping, tetapi posisi bibir menyeringai sehingga gigi atas dan bawah semuanya terlihat dengan jelas.

Latihan:

  • Bayangkanlah menggigit buah apel
  • Bayangkanlah menggigit kue tart yang penuh gula tanpa bibir kita terkena gula.
  • Amin  amin amin amin amin
  • Hi hi hi hi hi    nada yang semakin tinggi hanya perlu gerakkan rahang
  • Pertahankan bentuk iiiiiiiiiiii untuk forte maupun piano

Vokal E

 

Huruf hidup e memberi kesan pipih atau bhs jawa gepeng. Tetapi yang harus dijaga dari huruf e ini adalah pada saat bibir pipih, namun tenggorokan harus tetap dibuka dalam posisi hamin. Ini agak sulit, membutuhkan latihan tersendiri.

Latihan:

  • Mulailah dengan hamin
  • Pertahankan posisi hamin, bayangkanlah anda sedang tersenyum pada seseorang yang ehemmm
  • Mulai bunyikan e dengan p[osisi senyum sambil tetap pertahankan posisi hamin
  • Semakin tinggi nada, posisi e tetap tidak berubah, rahang sama sekali tidak ditarik ke bawah, pantulkan nada ke langit-langit atas.

 

Vokal O

Huruf hidup o memberi kesan bulat seperti bola. Vokal o menggema di dalam mulut kita dan membentuk semacam lingkaran di dalam mulut kita seakan–akan kita sedang mengulum bakso tenes yang lumayan besar.

Latihan:

  • Bayangkanlah sedang berkumur setelah gosok gigi
  • Bunyikan o dengan bulat
  • Gerakkan rahang dan nyanyikan wow wow wow wow how how how how, pertahankan bentuk bulat

Resosnansi

Resonansi adalah gema suara yang dipantulkan melalui rongga mulut, hidung dada dan

kepala, dan membentuk keindahan atau kemegahan suara. Gema benda dan gema suara berbeda

Macam-macam resonansi:

  1. resonansi rongga mulut
  2. resonansi rongga hidung, cek dengan tutup hidung saat menyanyi
  3. resonansi rongga kepala, cek dengan tutup hidung selama menyanyi
  4. resonansi ronga leher
  5. resonansi rongga dada

Rongga-rongga resonansi manusia terdiri dari sbb (lihat skema)

Ada getaran dalam tempat suara menggema

Ada hubungan artikulasi dengan resonansi

  • M, n, ng, ny sangat berhubungan dengan resonansi hidung

Penggunaan resonansi

  • Alto dan baritone banyak menggunakan resonansi rongga mulut
  • Tenor banyak menggunakan resonansi rongga hidung
  • Soprano  banyak menggunakan resonansi rongga kepala
  • Sedangkan bass banyak menggunakan resonansi rongga dada

Latihan resonansi :

  • Dengan hamin m….. n…
  • Dengan lu
  • Sikap hormat kepala tunduk 90 derajat ambil mo
  • Staccato koo koo , legato koo koo
  • Upper to lower, lower to upper

 Kejernihan suara atau Tuning Projection

Bunyi yang tidak focus adalah hasil dari :

  1. pita suara yang terlalu longgar, mengakibatkan pita suara tidak merapat sama sekali dan menghasilkan bunyi mendesah karena terlalu banyak nafas yang dibiarkan melewati pita suara. Bila pita suara terlalu longgar, pengendalian napas akan sukar didapat sebab udara keluar terlalu cepat- sebab udara keluar terlalu cepat-seperti dari ban dengan pentil yang rusak. Ini adalah kegagaln penyanyi, karna penyanyi yang baik menyimpan udara di dalam tubuh selama mungkin bukan membuangnya secepat mungkin.
  2. pita suara yang terlalu tegang, menghasilkan bunyi yang keras, tegang, tajam, kaku atau dipaksakan dan hamper tidak mungkin indah. Kerapkali otot-otot di sekitar pita suara juga ikut tegang.

Bunyi yang focus dan sempurna dihasilkan dari:

  1. pita suara yang tepat dan seimbang, cukup tegang untuk mencegah udara terlalu cepat keluar tetapi cukup lemas untuk dapat bergetar dengan bebas tanpa kehilangan keindahan nada sedikitpun. Inilah yang dinamakan seimbang.

Pada saat udara mengalir melalui vocal cord, ketika tervokus, vocal cord bervibrasi menghasilkan vocal yang jernih, suara vocal yang focus dapat digambarkan seprti kulit drum yang kencang sedangkan yang tidak vokus (unfocus)vocal cord teralu terbuka dan mengakibatkan suara yang agak pecah. Unfokus vocal cord dapat mengganggu dan terasa gatal sehingga seakan-akan kita ingin batuk

Fokus menghasilkan:

  1. nada sustain yang panjang
  2. mengurangi masalah di tenggorokan
  3. mempermudah kita memperlebar wilayah jangkauan nada dan meningkatkan fleksebilitas vokal

Bayangkanlah suara datang dari  data, alis, dan dari dahi

Bayangkan mulut berada di atas kepala sehingga ketika kita menyanyi suara kita diproduksikan ke atas

Angkat tulang pipi ke atas (tidak terlalu tinggi) dengan relaks

Suara diproduksikan ke depan bukan ke belakang . Memproyeksikan suara ke depan bukan berarti menyanyi sekuat-kuatnya, tetapi project the sound berarti menyanyikan sebuah nada sebisanya dan semampunya dengan usaha dan power yang sama . Tidaklah memaksa (Less effort but more sound = economical singing)

Latihan dengan nada tinggi hey hey hello, lakukan dengan suara yang betul-betul terfokus dan diproduksikan dengan baik

Keluarkan suara unfokus dengan buka mulut, menarik udara dan mengeluarkan nafas dengan cara mendesah

Dengan mulut terbuka dan lembut tapi yakin ucapkan ‘aaaa’

Jangan membatukkan suara tetapi ciptakan suara yang jernih tanpa desahan! Dengar dan rasakan dengung suara nada yang focus. Rasakan juga out and down  support dengan jari di belakang pinggang, cek apakah tekanan udara stabil di dalam rongga dada

Pertahankan energi yang tinggi dan dengung suara saat sustain, Desahan adalah pipihan yang artistic untuk sewaktu-saktu tetapi gunakan secara hati-hati dan hindari desahan ketika menyanyikan nada-nada tinggi dank eras

Kemudian cobalah ikuti suara ‘aaaaaaaaa’ dengan suara ‘iiiii’ Cobalah bandingkan dengung suara focus dari keduanya seperti:

a-aaaa-iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Cobalah dengan konsonan lainnya dan usahakan agar suara ‘aaaa’ tidak menjadi unfokus atau mendesah

Tambahkan konsonan seperti uuuuuuuuuuuuuuuuh, aaaaaaaaaaaw, ooooooooooow dll

 Starting point

 

Membidik awal not haruslah jelas dan tepat, seperti anak panah yang mebidik sasaran dengan tepat. Memulai nada (attack) dengan baik sangatlah penting, karena apabila suatu nada dimulai dengan salah, kemungkinan besar nada itu tidak akan bertambah baik waktu kita mempertahankannya.

Dalam pelajaran memulai suatu nada dengan mudah dan indah adalah empat langkah dasar:

  • ambil nafas seakan-akan muali menguap
  • rasakan perut mengembang oleh sebab nafas yang masuk
  • segera setelah merasa cukup banyak udara yang masuk, tahanlah nafas untuk sesaat
  • mulailah bersuara hanya denganh berpikir nada tanpa suatu usaha yang disengaja

Suatu permulaan yang baik dimulai dalam alam pikiran si penyanyi dan harus mencakup pembayangan mental yang tepat mengenai tinggi nada, warna nada, dan nyaringnya bunyi yang diingini. Selalu bayangkanlah bunyi tersebut dalam pikirannya sebelum benar-benar memulainya.

Latihan dengan bersenandung dengan lembut dan merasakan getaran pada langit mulut. Hamin, bunyikan ‘nnnnnnnnnnnnnooooh’

Ingatlah bunyi yang indah dicapai dengan:

  • dimulai dalam pikiran si penyanyi
  • dipersiapkan dengan pengambilan nafas yang betul
  • terasa seakan-akan bergetar tinggi di langit mulut

 

Artikulasi

Pengucapan kata-kata yang jelas saat menyanyi adalah salah satu keunggulan musik vocal jika dibangkan dengan musik instrumental. Pengucapan saat berbicara berbeda dengan saat menyanyi, karena dengan adanya nada dalam setiap ucapan membuat pengucapan seseorang penyanyi tidaklah sejelas orang berbicara, oleh karena itu seorang penyanyi diperbolehkan melebih-lebihkan cara pengucapannya.

Pengucapan kata-kata yang jelas sangat dipengaruhi oleh kerja dari:

  • bibir
  • rahang bawah
  • lidah

Bayangkanlah bahwa semua gerakan

  • bibir,
  • lidah
  • dan rahang bawah

harus terjadi tepat di bagian mulut yang paling depan dekat bibir.

Yang menyebabkan  artikulasi tidak jelas adalah karena:

  • lidah sering menghalangi
  • rahang bawah tidak luwes

Pahamilah huruf yang terang Bright Vowels (Huruf yang terang)

  • e (ee) He, need, green
  • i, (ih) Him, Be, Did
  • e (eh) men
  • a (ah) Amen, father
  • a(a) sun, out
  • e ( e) betapa, terang

Pahamilah huruf yang gelap Dark Vowels

  • O (oh) home, soul, horse
  • OO (oo) foot, would, true
  • O (aw) dawn
  • U (uh) who, whom

Single Vowel  : a e i o u u

Diphthong       : ia, ie, ua, uo, io, dll

Ai, ei, ou, an, en, ang, ong dll

Triphthong      : uai, uang, iong, yang, ian dll

Dalam menyanyi kita harus memperhatikan mana yang jadi sustain (ditahan)

Perhatikan beberapa macam huruf mati:

  • Melalui letusan            :p,t,k,ch
  • Tidak letus                  :b,d,g,j
  • Melalui hidung            : m, n, ng (disebut juga huruf resonansi)
  • Melalui sisi                  : l
  • Melalui goresan           : F, S x, sh

Latihan :

  • rrrrrrrrrrrrrrrr
  • malam tak berbintang pun tak ada bulan terang
  • ram ram ram, rang, rang, rang, wan wan, bum bum bum ding
  • syubidu bidam dam syubidubidam
  • la me ni po tu
  • bunyi b dan p seharusnya jangan ditekan

 

Frasering

 

Pengarang lagu yang baik akan terlebih dulu menuliskan syair baru kemudian membuat melodi yang mana karakter melodi tersebut menunjang isi syair. Akan tetapi ada juga pengarang lagu yang terlebih dulu mengarang melodi baru setelah itu memaksakan syair masuk ke dalam melodi tersebut. Problem seperti ini juga terkadang muncul pada lagu terjemahan dari bahasa asing dimana terjemahan bahasa Indonesia terasa dipaksakan masuk ke dalam melodi yang sudah ada.

Oleh kenyataan itulah maka kita harus dapat membedakan phrasering ke dalam dua kategori:

  • Phrasering berdasarkan potongan melodi
  • Phrasering berdasarkan potongan syair
  • Potongan berdasarkan pertimbangan melodi maupun syair

Sebuah lagu terdiri dari sebuah pengembangan ide yang dirangkai dalam sebuah syair. Syair lagu terdiri dari kalimat-kalimat. Kalimat-kalimat terdiri dari potongan-potongan frase, dan frase-frase terdiri dari kata-kata. Setiap kata-kata terdiri dari suku kata-suku kata yang terdiri dari huruf-huruf.

Seorang penyanyi yang baik dapat mengungkapkan ide dasar dari penciptaan lagu tersebut tepat seperti yang diinginkan penciptanya. Untuk itu dalam pemenggalan jeda tersebut, kita tidak boleh mengubah arti secara global. Pengkalimatan harus mengalir dengan baik.

Phrasering dapat dilakukan dengan dua cara:

  • Berhenti tanpa bernafas
  • Mengambil nafas untuk mengawali frase baru

Untuk mengatur frasering perhatikan hal-hal berikut:

  • Tulislah syair lagu secara keseluruhan
  • pahami isi syair lagu secara keseluruhan, yang terdiri dari satu paragraph,
  • buatlah pemenggalan berdasarkan kalimat
  • setiap kalimat mengandung beberapa frase
  • periksalah apakah pemenggalan frase tersebut sejalan dengan pemenggalan melodi
  • Buatlah tanda jeda/tanda frase, bedakan kode nafas dan kode berhenti tanpa nafas
  • Putuskan beberapa keputusan untuk menyelesaikan beberapa kasus kusus ketidakpasan melodi dan syair. Dalam banyak kasus syair akan lebih dititikberatkan agar tidak merubah ide awal lagu.
  • Nyanyian resitatif adalah nyanyian yang lebih mementingkan kata-kata daripada lagu, lagu ini total mengapdi kepada teks
  • Nyayian melismatis ; adalah nyanyian dimana kalimat bahasa mengapdi kepada aturan kalimat musik
  • Apabila teks dan lagu tampaknya sama penting (kebanyakan semua nyanyian), maka sesekali lebih mementingkan syair, sesekali lebih memperhatikan musiknya.
  • Kalimat musik terdiri dari kelompok nada menurut irama yang disebut ‘motif’. Bagian dari motif (potongan lagu) kita namakan thema. Thema-thema. Thema mengungkapkan ide musik, merupakan pesan dari seluruh lagu
  • Bisa jadi pada akhir suatu tema/motif musik, kalimat bahasa belum selesai, untuk menjaga kesatuan kaliamt bahasa, maka nada terakhir dari motif pertama dihidupkan dengan crescendo yang khusus.

Improfisasi/ Ornament

 

  • Untuk menonjolkan suatu kata, waktu sedang menyanyi dengan keras maupun dengan lembut, maka kata dapat sedikit ditunda ucapannya.
  • Dalam lagu-lagu tertentu malah dibenarkan apabila suatu nada dibunyikan sebelum waktunya, tehnik ini dinamakan swing, terutama dalam lagu negro spiritual, atau lagu pop
  • Sebaliknya menyanyi lebih cepat dari beat yang ada juga merupakan suatu cara yang unik
  • Glissendo pada alat musik , dalam istilah vocal dinamakan ‘portamento’. Bisa dilakukan dengan meluncur dari nada rendah ke tinggi atau sebaliknya dari nada tinggi ke nada rendah.
  • Mengubah nada menjadi loncat ke nada tinggi atau loncat ke nada rendah membuat sebuah melody memiliki hiasan.
  • Mengulang kata-kata tertentu yang punya arti khusus atau special dengan menyelipkan nada baru
  • Menarik pita suara dengan cepat untuk memberi efek khusus secara emosi
  • Membuat pita suara terbuka lebar dan menghasilkan suara yang lebih mendesah atau serak memberi kesan emosional yang menyentuh
  • Membuat suara jadi nakal untuk memberi kesan macho, juang, memaksa, dll. Dihasilkan dari campuran antara serak dan markato
  • Memberi fermata pada nada tertentu
  • Accapela pada nada-nada tertentu
  • Memberi kesan selesai pada lagu yang sebenarnya masih berlanjut
  • Membuat glissando pada akhir frase dengan nada turun yang meluncur dengan cepat
  • Memberi ekor yang bercengkok saat pengiring membuat akord penutup

Suara yang hidup (Vibrato/Vibrasi)

 

Penyanyi yang baik harus dapat mengambil keputusan untuk bagian-bagian tertentu yang membutuhkan vibrasi dan bagian-bagian tertentu yang justru baik saat dinyanyikan dengan polos tanpa vibrasi.

Dua macam Vibrasi:

  • Vibrasi dengan gelombang suara besar (sangat rawan , karna gelombang yang besar memungkinkan suara kita naik atau turun dari nada yang seharusnya. Menimbulkan kesan yang aneh, sepseri orang yang sedang kedinginan.
  • Vibrasi dengan gelombang kecil  hanya di nada panjang saja. Kedengaran sangat wajar dan tidak berlebih-lebihan.

Cara mengeluarkan vibrasi:

  • Gunakan nafas penuh
  • Gunakan otot perut aktif yang terus diaktifkan sepanjang nada tersebut, semakin lama semakin kencang
  • Buktikan bahwa fibrasi akan keluar dengan sendirinya.

Pitch Control

 

Pitch Control sangat dipengaruhi oleh kemampuan seorang penyanyi mengontrol pembidikan nada, ketinggian nada bahkan mempertahankan nada tersebut tetap pada ketinggian yang sama selama panjang ketukan yang diminta, baik ketukan pendek maupun ketukan panjang.

  • Nada yang bergerak naik secara berurutan seperti naik tangga, justru harus dinyanyikan seolah-olah menuruni tangga, agar nada tidak lebih tinggi dari nada sebenarnya
  • Sebaliknya nada yang bergerak turun secara berurutan, justru harus dinyanyikan seolah-olah menaiki tangga, agar nada tidak lebih rendah dari nada yang diminta.
  • Nada panjang yang mengandung dinamika suara, baik crescendo maupun decrescendo, tidak boleh mempengaruhi ketinggian nada
  • Berlatih interval dan tangga nada

1…./1…/1…

12 3 4 5 6 7 1

13 2 4 3 5 4 6 5 7 6 1 7 2 1     3 1 2 7 1 6 7 5 6 4 5 3 4 2 3 1 2 7 1

1 4 2 5 3 6 4 7 5 8 6 2 7 3 1     1 5 7 4  6 3 5 2 4 1 3 7 2 6 1 5 1

1 5 2 6 3 7 4 1 5 2 6 3 7 4 1     1 4 7 3 6 2 5 1 4 7 3 6 2 5 1 4 1

1 6 2 7 3 1 4 2 5 3 6 4 7 5 1     1 3  7 2 6 1 5 7 4 6 3 5 2 4  1

1 7 2 1 3 2 4 3 5 4  6 5  7 6  1    1 2 7 1  6 7 5 6 4 5 3 4 2 3 1 2 1

12 23 34 45 56 67 71 17 76 65 54 43 32 21

12321 23432 34543 45654 56765 67176 71217 1   21712 17671 76567 65456 54345 43234 32123 21712 1

1351531351531

12 13 14 15 16 17 11 17 16 15 14 13 12 11

1 345 2456 3567 4671 5712 6123 7234 1

1 1 7 1 2 1 7 1 2 1 7 1 2 1 7 6 5 4 3 2 1

1 1 7 6 5 4 3 2 1 (Oktaf)

1 1 2 3 4 5 6 7 1

1353421

135175421

Suara sumbang adalah persoalan intonasi atau ketepatan nada, yang berkaitan dengan pitch atau ketinggian bunyinya

Lakukan hal-hal berikut untuk meminimalkan kemungkinan sumbang:

  • Kenali lagu yang akan dinyanyikan, audience, panggung, dll
  • Periksalah apakah alat-alat musik pengiring sudah stem
  • Kondisi fisik yang prima harus tetap terjaga
  • Latih interval-interval yang sulit dari lagu tersebut berulang-ulang baru kembali ke awal lagu, latih secara detail bagian-bagian tertentu yang cukup rawan
  • Daya dukung nafas sangat diperlukan untuk mempertahankan nada panjang, membidik nada tinggi, dan membidik nada rendah.

 

Membangun Kebiasaan Sehari-hari

  • Olah raga secara teratur. Olah raga apa pun baik, terutama yang sangat menunjang olah vocal adalah Lari dan renang, dimana nafas yang kuat akan mempengaruhi seorang penyanyi
  • Makanan bergizi, hindari minuman dingin, makanan yang mengandung minyak jenuh/gorengan, makanan pedas.
  • Istirahat yang cukup. Seorang yang sangat kelelahan akan kehabisan suaranya
  • Hindari berteriak, karna akan merusak suara kita
  • Jika anda seorang orator, maka rawatlah pita suara dengan cara selalu meminum minuman hangat
  • Minuman yang paling baik adalah jeruk nipis hangat
  • Apabila anda terserang tanda-tanda radang tenggorokan, cobalah untuk mengkonsumsi madu murni sesendok, tanpa air putih tiga kali sehari.
  • Biasakan bangun pagi dengan bersenandung, bernyanyi saat mandi pagi  untuk melatih pita suara agar mulai dilenturkan saat pagi hari
  • Banyak mendengar musik untuk melatih kepekaan telinga akan musik, baik dalam perjalanan/ di mobil , maupun di rumah/dgn VCD/ radio/tape rekorder/ melalui suara CD/MP3 saat mengetik di kantor atau di rumah dengan computer, dll.
  • Mulailah mengkoleksi lagu-lagu terbaru atau yang sedang in saat ini baik secara suara atau secara tertulis.
  • Ambil setiap kesempatan untuk performance atau tampil di depan umum, misalnya pesta ulang tahun teman, di pesta pernikahan, dll. Persiapkan dengan baik dari rumah, cari nada yang sesuai untuk lagu tersebut, kalau perlu bawa catatan teks lagu
  • Menciptakan lagu terkadang juga sangat menolong seorang penyanyi mengeksplorasikan diri.
  • Amati setiap tehnik dari penyanyi lain, miliki catatan-catatan kecil setiap kali menyaksikan penyanyi handal.
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: